Hai Orizuka!

Orizuka

Hai Author! terbaru di bulan September ini merupakan request dari beberapa teman pengunjung blog ini. Dan karena aku merasa kagum pula akan empat tulisannya yang pernah aku baca (Infinitely Yours, With You, Oppa & I, Oppa & I: Love Missions) maka kupikir tak salah juga aku memintanya meramaikan rubrik Hai Author! di blog ini. Tentunya, setelah aku membaca karya terbarunya juga yang terbit Juli lalu. Now i present you, my interview with Orizuka. Enjoy!🙂

Hai Orizuka! Selamat ya, buat novel kamu yang terbaru, The Chronicles of Audy: 4R. Baru sebulan dirilis (wawancara ini per Agustus 2013) tapi responsnya yang kudengar banyak banget yang suka! Aku sendiri udah baca novelnya dan emang, enjoy banget bacanya! Nggak ada konflik yang rumit, sederhana, tapi cara kamu nulisnya ngalir banget dan pembawaan Audy sebagai tokoh utama yang bercerita juga seru!😀 Nah, sekarang aku mau ajukan beberapa pertanyaan untuk dimuat di blogku, ya, mohon sempatkan waktu untuk menjawabnya.🙂

Aku baca di kata pengantar, novel The Chronicles of Audy: 4R ini sebenarnya sudah kamu tulis saat kamu masih di bangku kuliah, saat sedang mengerjakan skripsi. Lalu sempat terputus beberapa tahun, sampai akhirnya di tahun ini kamu melanjutkannya sampai selesai. Nah pertanyaanku, gimana cara kamu bisa menghidupkan lagi draft yang kalau boleh kubilang, sempat mati suri itu? Apa nggak ada ketakutan bakal basi gitu? Boleh diceritakan juga ya, hal-hal apa yang mendorongmu untuk melanjutkan naskah ini sampai selesai?🙂

Betul, naskah ini pertama kali kutulis saat sedang sumpek skripsi. Setelah kudiamkan selama bertahun-tahun, aku baru menyentuhya lagi awal tahun ini. Saat dibaca kembali, jelas ada banyak hal yang out of date. Sempat terpikir untuk membuat setting-nya tetap tahun 2008/2009, tapi setelah kutimbang-timbang, akhirnya aku ganti setting-nya jadi 2013 supaya bisa lebih fresh. Untuk mendalami isi naskah dan karakterisasinya, aku baca berulang-ulang sampai semua memori dan perasaan yang dulu kucurahkan untuk naskah ini benar-benar kembali.

Yang mendorongku untuk melanjutkan naskah ini yang pertama adalah karena seri Oppa & I akan berakhir tahun ini. Aku ingin kembali membuat buku berseri, makanya seri The Chronicles of Audy ini aku lanjutkan. Selain itu, aku kangen menulis dengan sudut pandang orang pertama lagi (yang terakhir tahun 2006, Call Me Miss J).

The Chronicles of Audy: 4R adalah karya keduapuluh kamu. Apa hal yang menurutmu paling membedakan novel ini dengan 19 karyamu lainnya? Perkembangan dari cara penulisan seperti apa yang paling kamu rasakan sampai menyentuh karya ke-20 ini?

Aku juga nggak begitu yakin ada yang benar-benar berbeda dari karyaku ini. Tema yang kuambil cukup banyak kutulis, yaitu tentang hubungan keluarga. Sudut pandang pertama pun sudah pernah kupakai di beberapa bukuku yang awal-awal. Kalaupun ada yang benar-benar berbeda, karya ini merupakan semacam ajang curcol saat aku sedang stres mengerjakan proyek nonfiksi (baca: skripsi).

Perkembangan cara penulisan, mungkin di buku ini aku lebih peduli tentang kosakata (di buku-buku sebelumnya aku sering mendapat kritik dari pembaca kalau aku sering mengulang kata atau frasa). Aku menyambut baik kritik tersebut, lalu belajar untuk mencari kosakata baru dengan bantuan Thesaurus.

Sekarang aku mau mengupas karakter-karakter di The Chronicles of Audy: 4R ya… Dimulai dari salah satu 4R yang bikin aku jatuh cinta: Rafael. Hehehe…. Buatku Rafael tuh ngegemesin banget, belum juga berumur 5 tahun tapi cara ngomongnya udah kayak orang gede. Udah gitu, dia sering membuat Audy tercengang akan sikapnya, dan malah membuat terharu juga. Kamu ambil karakter Rafael seperti ini dari mana, sih? Apa jangan-jangan kamu ketemu anak kecil seperti ini di dunia nyata sampai kamu tertarik untuk menovelkannya? ^^

Kalau boleh jujur, aku lupa karakter Rafael terinspirasi dari siapa. Kalau suatu saat ingat, aku susulkan ya. Sorry ^ ^;

Haha, oke deh…. Nah kalau tentang Audy sendiri. Kesulitan apa sih yang paling kamu rasakan saat membentuk karakter ini? Kalau menurutku, untuk novel dengan sudut pandang orang pertama, maka tokoh utama yang bercerita harus dibuat sedemikian rupa agar tetap ‘mengikat’ pembaca untuk terus menyimak ceritanya. Dan yang aku rasakan, Audy berhasil melakukan itu. Any tips?

Kesulitan paling utama adalah, dengan sudut pandang pertama, karakter si tokoh jadi mirip aku di kehidupan nyata. Aku masih belum pandai memisahkan diri dengan karakter yang aku buat dengan sudut pandang pertama. Caraku membuatnya jadi sedikit berbeda adalah dengan mengurangi sifatku di karakter tersebut, atau menambahkan sifat yang aku tidak punya. Untuk Audy pada khususnya, aku menambahkan dia sedikit delusional. Aku sepertinya enggak.

Sekarang kita munduurr ke beberapa tahun lalu, ya, tahun 2011, yaitu saat novel Infinitely Yours-mu terbit. Di situ, kamu menceritakan tentang negara Korea Selatan, padahal hasil kepo-kepo yang kulakukan nih, hehehe… kamu baru menginjakkan kaki di negara itu tahun 2012. Bisa diceritakan juga dong, riset yang kamu lakukan kayak gimana aja tuh, sampai aku yang bacanya juga merasa diajak jalan-jalan banget ke beberapa tempat menarik di Korea Selatan. Dan aku juga mau minta pendapatmu nih, sekarang kan juga lagi marak novel tentang fiksi perjalanan, tapi juga ada yang agak riskan, saat suatu cerita dianggap menjiplak karena banyak mengambil keterangan tentang tempat dari sumber lain tanpa diolah dengan baik. Sebagai penulis yang juga pernah mengambil negara lain yang belum pernah dikunjungi sebagai setting, gimana cara kamu melakukan riset dan mengolahnya hingga hasilnya jadi smooth?

Betul, aku baru ke Korea tahun 2012, setelah bukunya terbit. Riset yang aku lakukan hampir semuanya dari Google. Google Search, Google Map, Google Images, Google Earth, semua produk Google deh pokoknya. Selain itu, aku juga giat nontonin video-video Youtube, juga nonton drama dan variety show Korea sambil memperhatikan tempat-tempatnya dan nuansanya. Aku juga mengkrosceknya dengan temanku yang memang orang Korea.

Yang biasanya aku lakukan sih, aku tonton dan baca semua bahan riset saat plotting (sebelum mulai nulis). Saat nulis, baru aku kembangkan. Kalaupun masih ada yang kurang dan harus diriset lagi saat penulisan, aku baca dulu bahannya, lalu informasi tersebut aku lebur dengan pemikiran atau perasaan karakternya.

Bicara tentang penulis, bicara juga tentang kebiasaan yang dilakukan saat menulis. Ada nggak sih hal yang nggak boleh terlupa untuk dilakukan atau harus selalu ada saat kamu lagi nulis? Misalnya, harus ditemani sepoci teh dan sepiring pisang goreng, ya seperti itulah, hehe. Ceritakan ya, dan kenapa tuh harus ada hal-hal tersebut?

Aku nggak pernah nulis dibarengi makan, tapi sebelum atau saat nulis, aku harus selalu minum kopi. I just need to do it to keep myself together.

Penulis juga harus suka baca buku, dong. Nah, sekarang aku minta tolong nih, bagikan ke kita dong, rak bukumu kayak apa sih isinya? Buku-buku apa aja yang kamu baca, penulis yang jadi favoritmu juga ya, dan jangan lupa alasannya kenapa suka membaca buku-buku semacam itu.😀

It’s very random. Ada koleksi komik (Bleach, Naruto, Doraemon, dll), novel fantasi (Percy Jackson, The Lord of the Rings, Harry Potter, dll), thriller (karya Sidney Sheldon, Dan Brown, Thomas Harris, dll), novel utopian (The Hunger Games, Insurgent, dll), teenlit (karya Meg Cabot), sampai buku-buku anak (Lima Sekawan, karya Road Dahl, dll). Dulu, aku cuma senang baca buku-buku terjemahan, tapi sekarang aku sudah mulai baca novel lokal juga. I’ve found some talented writers I adore. Salah satunya Mbak Windry Ramadhina.

Dari semuanya, aku paling suka baca buku bergenre thriller. Yang tahu hobiku satu ini pasti heran karena yang aku suka baca dan yang aku tulis sangat berbeda. I write a lot of romance, so I want to read something else, something thrilling! That’s all. Tapi bukan berarti aku nggak baca buku-buku romance. I do, but less often than I read thriller.

Pertanyaan terakhir…. Nah The Chronicles of Audy: 4R kan rencananya dibuat berseri, tuh. Rencananya mau berapa seri, sih? Dan bocorin dikiiit aja, di seri 2 bakal mengarah ke mana sih ceritanya? Hihihi, nggak sabar nih buat ngikutin cerita Audy di markas 4R lagi. ^^

Sejauh ini, seri The Chronicles of Audy ini rencananya mau ada 2 buku. Walaupun begitu, masih ada kemungkinan untuk buku ketiga. Lalu untuk buku kedua mau mengarah ke mana, yang bisa aku bagi sekarang adalah, di buku kedua akan ada lebih banyak romance daripada buku pertama. Siapa dengan siapa? Tunggu tanggal mainnya!

Okaay, terima kasih banyak ya, Orizuka, untuk kesempatannya menjawab beberapa pertanyaanku ini. Nah, sekarang silakan kamu menutup wawancara ini dengan menulis apa aja deh untuk pengunjung blogku dan juga untuk teman-teman pembaca bukumu, silakan….

First of all, nice blog you have here, Kak Dinoy!

Senang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini—walaupun yang baca mungkin nggak senang karena jawabannya tidak memuaskan. Maaf ya ^ ^;

Terima kasih sudah menyimak wawancara ini. Untuk yang bercita-cita jadi penulis juga, go for it!

Tak lupa aku promo buku yang dari tadi disebut-sebut, karyaku yang kedua puluh, The Chronicles of Audy: 4R. Kalau sempat, dibaca yaa~

Burung Irian burung cendrawasih, cukup sekian dan terima kasih! ^ ^

How to contact Orizuka:

Twitter: @authorizuka

Web: orizuka.com

 

11 thoughts on “Hai Orizuka!

  1. Kagak ada give awaynya lagi kak Din?? Hehe..

    Aku seneng bgt loh..
    Itu Orizuka!!
    Author favoriteku!
    Aq penasaran bgt dri keduapuluh karyanya yg mna dy plg suka..
    Dan masih bnyak lagi yg mw kutanya -_-

    Thank kak Din..
    Oya,wawancarain @Tisatspinkluv dy yg nulis skenario ‘arti sahabt,love in paris dan bnyak ftv’ dy jga punya novel.. sama author Lia juga ^^ hehe

    • huahaha.. giveaway untuk yang ini, dijadwalkan dulu, yaaa.. untuk usulan penulis @Tisatspinkluv aku catet dulu, yaa.. Nah untuk Lia maksudnya Lia Indra Andriana bukan?? Udah pernah lhoo, beberapa bulan lalu malah ^^ Coba search di menu Hai Author! yaa, hehehe. Makasih yaaa

      • Iya.. author lia.. oke deh aku cek🙂 sma illana tan juga kak🙂 penasaran sma dy.. coz novel 4 musimnya (spring in seoul,winter in tokyo),sunshines becomes you ,kan terkenal, jdi pnasarn🙂 ..

  2. aaaakkkkk setelah lama menunggu, akhirnya ada “hai orizuka” jg. hug kak dini :* makasih..
    kalo ada giveawaynya, aku pasti ikutan.hehe

  3. Aaa, saya terpesona sama jawaban kak Orizuka nih. My favorite author❤ hihi serius kak..
    Kak dini kapan tanya-tanya nya? Banyak loh yang mau tanya sama kak Orizuka😀
    Kak saya req next #HaiAuthor kakak dong :p *tetep aja :D*

  4. hehe.. aq lumayan suka sama orizuka,, apalagi yang summer breeze.. boleh request utk next author nggak kak? hehehe.. wawancarain Karla M nashar dong sama christian simamora hihihihi..🙂

  5. iya nih.. aq baru obrak abrik blognya kak dinoy (duh, bahasanya) kalo karla sih aq rekomen semua kak (mentang2 penulis favorit) ada ti amo tia amoria, bellamore sama yg lagi hot dwilogi “Love-curse” hocus pocus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s