The Chronicles of Audy: 4R (book 1) by Orizuka

Audy4R

 

Judul: The Chronicles of Audy: 4R

Penulis: Orizuka

Penerbit: Haru

Genre: Teenlit, Drama, Keluarga, Roman

Tebal: 320 Halaman

Terbit: Juli 2013

Harga: Rp 53.000

Yang jelas, Audy tidak jauh-jauh datang dari Serang ke Yogyakarta untuk jadi pembantu. Yang jelas, Audy tidak mau repot-repot merelakan waktu empat tahun lebihnya kuliah di universitas terkenal berakhir tragis dengan tinggal di rumah empat cowok yang tidak berperasaan. Dan yang jelas, semua cita-citanya untuk menjadi sarjana tidak akan kandas jika saja dia tidak memiliki orang tua yang sepertinya tidak jera melakukan kebodohan dan tertipu. Tapi kalau hal-hal tersebut tidak terjadi, tidak akan ada Audy yang sekarang. Tidak akan ada kronik alias kisah yang membuat para pembaca seperti saya tersenyum dan haru dalam alur yang sangat apik. Inilah karya Orizuka yang keduapuluh yang habis saya babat hanya dalam dua hari...

Ah, akhirnya saya bertemu lagi dengan novel yang membuat saya tidak mau rela untuk berpisah dan tak sabar melahap kata demi kata dan membalik lembar demi lembar halaman untuk mengetahui kelanjutan ceritanya. Adalah Audy Nagisa, gadis berumur 22 tahun, tokoh utama sekaligus penutur kisah yang membuat saya terpukau dengan novel ini. Tapi kredit yang terutama pastinya saya tujukan pada Orizuka, dong, sebagai penulis novel ini, hehehe. Maksud saya, novel ini ditulis dalam sudut pandang orang pertama dengan Audy sebagai pelaku utamanya. Audy adalah sosok gadis yang berkepribadian kuat, cenderung cerewet, banyak omong sekaligus banyak mikir. Banyak mikir dalam hal ini dia sering terlalu jauh menganalisa sesuatu yang semestinya sederhana saja. Sifat-sifatnya inilah yang menjadikan penuturan novel ini menarik, tidak membosankan.

Cerita diawali dengan Audy yang kagum akan nilai-nilai kuliahnya sendiri, karena selama ini dia terbiasa dengan nilai pas-pasan bahkan nilai yang tidak memungkinkan mata kuliah tersebut lulus. Sayangnya, tidak dijelaskan juga kenapa kok Audy bisa dapat nilai-nilai bagus (5 A dan 2 B), kecuali Audy yang mengira sendiri ‘mungkin dosen-dosen pada khilaf’. Audy juga gambaran sosok gadis yang meski terus ditimpa masalah akibat kecerobohan orangtuanya sendiri yang bangkrut karena penipuan, tetapi tetap dapat tegar dan terlihat easy going. Well, mungkin kurang tepat juga sih kalau saya bilang easy going. Apa, yaa… justru kepanikan Audy berimbas pada tindakan-tindakan serampangan yang malah memancing tawa. Bab awal juga menceritakan bagaimana Audy harus terus ngeles dari ibu kos yang menagih uang kos yang sudah menunggak tiga bulan.

Lalu, tibalah penyelamat itu. Lowongan pekerjaan yang Audy kira akan mengubah nasibnya. Ya, jadi baby sitter tidak akan buruk-buruk amat, toh? Apalagi dia butuh uang untuk menamatkan kuliahnya yang tinggal skripsi itu. Audy juga pernah melakukannya dengan senang hati saat membantu merawat adik laki-lakinya. Tapi singkat cerita, Audy ternyata dikelabui oleh majikannya. Audy bukan hanya menjadi sekadar baby sitter yang harus menjaga balita berumur empat setengah tahun – yang ternyata bukan seperti balita pada umumnya – tapi lebih-lebih Audy harus melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya atau lebih praktisnya lagi, Audy menjadi seorang pembantu! Meski kesal setengah mati karena telah terjerat oleh sebuah kontrak, toh Audy membutuhkan pekerjaan itu. Dan petualangan bersama 4R pun dimulai. Regan, Romeo, Rex, dan Rafael.

Regan adalah sosok pria yang mendekati sempurna di antara 4R. Romeo sosok pria yang dekil dan cuek, Rex yang cerdas namun tak pernah menunjukkan empati, dan Rafael adalah si balita yang… yah, bacalah sendiri untuk tahu seberapa ajaib anak kecil yang harus diurus oleh Audy ini.😀 Kesempurnaan Regan membuat Audy jatuh cinta. Hingga ketika Audy tahu bahwa Regan tak dapat dimilikinya, Audy pun patah hati. Tapi sebenarnya, sebelum sampai pada adegan Audy patah hati, saya kok kurang bisa menangkap ya kalau Audy ini benar-benar jatuh cinta pada Regan. Apa ya, penggambarannya masih seperti naksir dan suka secara fisik bagi saya. Jadi buat saya masalah romansa Audy terhadap Regan masih kurang, sehingga ia harus merasakan patah hati sebegitunya saat tahu Regan tak bisa jadi pendamping hidupnya.

Seperti yang saya bilang di awal, saya hanya perlu dua hari untuk menyelesaikan novel ini. Ya, itu pun karena saya harus menyelanya dengan kegiatan lain. Saya suka penulisan yang mengalir dari Orizuka. Biasanya, saya akan cepat bosan dengan narasi tentang kegiatan sehari-hari, tapi di sini semuanya dituliskan dengan taktis dan saling terkait dengan bahasa yang enak. Good job Orizuka, udah lama nggak baca karya solomu dan saya langsung suka yang ini!🙂 Lalu, novel ini juga sering membuat saya senyum-senyum sendiri, hingga tiba di halaman 200-an saya pun mulai terharu dengan kisah keluarga 4R. Okke – panggilan akrab Orizuka – juga cerdas menyusun alur yang membuat pembaca seperti saya terpikat.

Dan dari 4R, kepada siapakah saya akan jatuh cinta? Pada Regan yang konon katanya seperti Keanu Reeves, anak sulung yang memiliki sifat-sifat selayaknya lelaki idaman? Ah, nggak juga. Saya justru jatuh cinta pada Rafael, balita yang dewasa dengan tidak semestinya. Karena melalui anak kecil inilah tanpa sadar Audy dibawa pada suasana haru yang menyadarkannya akan arti penting sebuah keluarga.

Sebagai bacaan yang menyasar remaja, saya – yang sudah nggak remaja lagi ini – sangat menikmati ceritanya, kok. Apalagi unsur kekeluargaannya sangat kental. Saya senang dibawa serta oleh Audy untuk menyelami kepribadian 4R lebih dalam. Dan by the way di halaman pertama buku ini ada tulisan ‘Book 1’ yang berarti buku ini akan dibuat berseri. Wah, jadi nggak sabar nih untuk tahu kelanjutan cerita Audy dan 4R selanjutnya.😀

11 thoughts on “The Chronicles of Audy: 4R (book 1) by Orizuka

  1. Berkat ulasan apik nya dinoy, saya tergiur untuk langsung beli novel karya Orizuka ini lhoo.. Thanks yah din ^^

    Ceritanya bagus, bener-bener bisa ngrasain betapa kroniknya hidup Audy. Kalo aku di suruh milih diantara 4R, aku pilih Regan *winks*.
    Kalau Dinoy?

      • Aku panggil cici boleh? ^^

        Hehe, makaci kembali yaa ~ Sbenar nya aku uda bbrapa x rutin ngunjungin blog ini, cm baru berani comment :))

        Semangat terus buat nulis review yah ci, sbagian besar novel yg aku beli itu hasil resensi dr sini lhoo😉

  2. To: FLorentina

    Aku panggil cici boleh? ^^ –> err, kayaknya terlalu gelap untuk dipanggil ‘cici’, huahaha.. tp gpp juga sih, ‘kak’ jg boleh😀

    Hehe, makaci kembali yaa ~ Sbenar nya aku uda bbrapa x rutin ngunjungin blog ini, cm baru berani comment🙂 ) –> waahh senangnyaa.. ayo komen aja, aku juga ingin bertukar pendapat denganmu.. ^^

    Semangat terus buat nulis review yah ci, sbagian besar novel yg aku beli itu hasil resensi dr sini lhoo😉 <– aheey!! terima kasih lagii! Seneng banget kalau yg kukerjakan dengan senang hati bisa bermanfaat. ^^ Keep reading, ya.. dan kalo ada link resensi, boleh jg loh kasi tau aku or mention ke @dinoynovita ntar aku share. ^^

  3. Pingback: Hai Orizuka! | Dinoy's Books Review

  4. Pingback: Hikayat Keluarga Aneh [Meet The Sennas by Orizuka] | Dinoy's Books Review

  5. Pingback: Kapal Kehidupan Audy Nagisa [The Chronicle of Audy: 21-book 2 by Orizuka] | Dinoy's Books Review

  6. Aku beli novel Audy 4R saat cetakan ke 4, kok cacat y kak, jdi ad bab yg sama critanya tpi d ulangin lagi saat halaman slanjut’a,, itu emng novel’a yg cacat ato emng buku’a bgitu c?jadi novel’a kyk ngga ad endingnya… tpi mams krya orizuka cacat c😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s