Satu Tubuh Dihuni Dua Jiwa?? [Wishing Her to Die by Jung Soo Hyun]

wishing her to die

Judul: Wishing Her to Die

Penulis: Jung Soo Hyun

Penerbit: Haru

Genre: Fiksi, Korea Terjemahan, Drama, Fantasi, Romance, Misteri

Terbit: Maret 2014

Tebal: 408 Halaman

Cara dapat: hasil proofreading

Harga normal: Rp67.000,00

Bisakah kau bayangkan jika kau hanya memiliki beberapa jam untuk hidup? Bisakah kau bayangkan jika kau diberi kesempatan untuk memasukkan jiwamu kepada tubuh lain untuk beberapa jam kesempatan itu? Tubuh siapa yang akan kau pilih? Apa hal-hal yang ingin kau lakukan selama kesempatan yang sedikit itu? Lalu, jika akhirnya jiwamu terperangkap pada tubuh itu selamanya, mungkinkah kau membayangkan dirimu dengan identitas yang sama sekali baru?? Jika kau bisa membayangkan itu semua, maka kau hebat. Namun jika kau susah mengartikan maksud ucapanku ini, mari, kisah kehidupan Jae-hee akan memberitahumu segalanya….

Satu tubuh dihuni dua jiwa. Itulah premis yang saya tangkap dari novel Korea yang ditulis oleh Jung Soo Hyun ini. Jae-hee mengalami kehidupan yang menyedihkan, setidaknya itu menurutnya. Ia sudah beberapa kali ditolak saat mengikuti audisi drama musikal karena penampilannya yang kurang menarik dengan tubuh gendutnya. Kehidupan percintaannya tidak menyenangkan, bahkan dalam keluarga dia kurang merasakan bahagia. Suatu hari, sebuah Suara terngiang di kepalanya: “Hidup seperti kembang api tetapi singkat…. Atau kehidupan yang membosankan tetapi lama….” Setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang lama tetapi menarik seperti kembang api, bukan? Jae-hee pun bingung jika harus memilih salah satu. Dan sepertinya itu adalah firasat, karena selanjutnya ia mengalami kecelakaan yang membuatnya koma.

Ketika sedang tak sadarkan diri itulah jiwanya berkelana, dan Suara yang sama kembali menyapanya. Kali ini, Jae-hee diberitahukan bahwa ia memiliki waktu beberapa jam untuk hidup dengan menggunakan tubuh milik orang lain. Jae-hee memilih tubuh Min-ah, dengan alasan karena saat itu Min-ah sedang mempersulit seorang wanita tua yang menabrak mobilnya, dan Jae-hee ingin berbuat baik dengan meloloskan wanita tua tersebut dari perangai buruk Min-ah. Jae-heee baru sadar setelahnya ketika tahu bahwa sosok Min-ah adalah seorang wanita yang cantik dengan tubuh proporsional, jauh berbeda dengan dirinya. Karena hal inilah Jae-hee kemudian memanfaatkan tubuh Min-ah untuk bersenang-senang; menjajal gaun superseksi, menikmati fasilitas di cafe, bahkan gilanya… Jae-hee (di dalam tubuh Min-ah) mendatangi tempat audisi yang menolaknya. Ia meminta audisi ulang dengan identitas barunya, dan ya, memang penampilan sangat berarti, karena kesempatan itu datang. Min-ah slash Jae-hee bernyanyi di hadapan para juri hingga lagu selesai –sesuatu yang tak didapatkan ketika Jae-hee berada di dalam tubuh aslinya.

Namun, Jae-hee kebablasan menggunakan waktunya. Tengah malam telah lewat dan sudah melebihi batas waktu untuk ia dapat kembali ke tubuh aslinya. Akibatnya, kini Jae-hee terperangkap di dalam tubuh Min-ah. Orang-orang mengenalnya sebagai Min-ah, seorang pengacara terkenal berwajah cantik. Dan satu hal, Min-ah belum mati. Jiwanya ‘tak sadarkan diri’ selama Jae-hee memanfaatkan tubuhnya. Dan sewaktu-waktu, Min-ah akan kembali ke tubuhnya, bergantian dengan jiwa Jae-hee yang juga masih membutuhkan tempat. Nah lho! Di sinilah konfliknya berawal, ketika dua orang yang bertolak belakang kepribadiannya saling memperebutkan satu tubuh. Ketika Min-ah harus menghadapi kekacauan yang ditimbulkan oleh Jae-hee. Apakah selamanya mereka seperti ini?

Ini adalah novel terbaru hasil proofreading saya dari Penerbit Haru. Dan bisa saya katakan, saya sangat menyukai keseruan ceritanya lembar per lembar. Sudah terbayang kan bagaimaa ceritanya lewat ringkasan di atas yang saya tulis? Nah, apa yang bikin seru? Pertama, jelas, Min-ah harus menghadapi kekacauan yang ditimbulkan oleh Jae-hee. Min-ah sama sekali tak tertarik dengan dunia teater, tapi toh ia sudah telanjur terdaftar sebagai anggota audisi yang lolos. Jae-hee memohon kepada Min-ah agar hal tersebut terus berlangsung. Lalu, bagaimana cara pertukaran dua jiwa ini juga seru. Saya nggak akan membocorkan bagaimananya, awal-awalnya memang sempat bikin bingung, tapi setelah beberapa kali terjadi ketahuan kok polanya; kapan saatnya Jae-hee yang beraksi, kapan saatnya Min-ah kembali ke tubuhnya.

Yang paling kasihan di sini adalah Geon-woo. Ia adalah pria yang sudah dekat lama dengan Min-ah. Selama ini pria tampan ini masih mencoba pendekatan dengan Min-ah, tapi belum juga jadian karena Min-ah-nya pun semacam jaim begitu. Eeh, pas si Jaee-he yang menempati tubuh Min-ah, dia salah sangka dengan menganggap Geon-woo adalah kekasih Min-ah, sehingga Jae-hee pun bersikap agresif layaknya seorang kekasih. Geon-woo yang tak tahu apa-apa juga kaget sendiri, sekaligus senang dan menganggap mereka berdua sudah menjalin cinta sekarang. Dan ketika Min-ah kembali lagi ke tubuhnya dan mendapati kenyataan itu, dia jadi cemburu sendiri karena Geon-woo sudah bercumbu dengan tubuhnya yang saat itu ditempati oleh jiwa Jae-hee. Ah, rumit ya? Hehehe, kamu harus baca sendiri biar tahu rumit bin serunya.

Novel ini dikategorikan fantasi karena kejadian seperti ini tidak terjadi di kehidupan nyata. Bayangin aja kalau memang bisa ada kejadian ‘kerasukan’ tapi dalam jangka waktu lama gitu. Eh, tapi kayaknya pernah dengar deh yang kayak gitu. Novel ini juga berunsur misteri, karena sampai menjelang akhir saya masih terus menebak akhirnya jiwa siapakah yang ‘menang’ dan berhak untuk tetap eksis di dunia ini? Saya suka alurnya yang tidak susah dicerna tetapi tidak membosankan juga. Saya suka penguraian masa lalunya yang membentuk masalah-masalah di masa kini dalam hidup Min-ah dan Jae-hee. Bagaimana seorang Min-ah yang sepertinya sempurna tetapi memiliki masa lalu yang kelam sehingga membenci ibu kandungnya sendiri; atau Jae-hee yang selama ini selalu merasa rendah diri akan kehidupannya yang dipenuhi kegagalan.

Membaca naskah ini juga mengingatkanku sama novel Khokkiri. Ada persamaannya, karena Khokkiri menceritakan tentang seseorang yang memiliki kepribadian ganda yang saling silih-berganti muncul di dalam satu tubuh itu. Membuat bingung kapan pribadi Della muncul, lalu kapan kemudian berganti Becca yang muncul. Pada akhirnya pun salah satu harus tersingkir, dan sebagai pembaca merupakan kesenangan tersendiri ketika sampai akhir pun tetap tidak mudah menebak bagaimana jalan keluarnya. Untuk masalah penampilan, saya suka kover Wishing Her to Die yang dominan warna hitam tetapi tampak mewah ini. Dengan gambar seorang gadis cantik bertubuh langsing menatap cermin dengan murung, tetapi bayangan yang muncul justru seorang gadis tembam dengan wajah lebih ceria. Cerminnya juga cermin klasik yang semakin menambah unsur misterinya.

Untuk pengalaman memeriksa naskah dengan cerita yang sangat seru, saya sematkan empat dari lima bintang untuk novel Wishing Her to Die  ini. Terima kasih ya, Penerbit Haru! ^^

5 thoughts on “Satu Tubuh Dihuni Dua Jiwa?? [Wishing Her to Die by Jung Soo Hyun]

  1. Pingback: Giveaway Hop BBI 2014 | Dinoy's Books Review

    • gak mudeng maksudnya kumpulin link-nya? Yg jelas kamu kasih link-nya di review yg ada di blog ini sejak tahun ini. Gitu aja sih, kalo kamu kumpulin jadi satu terus setor ke aku tapi nggak di reviewku ya jangan dong. Dan yg pasti batasnya 31 Des 2014, gitu aja gak ribet kan? hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s