Balada Surat Salah Sasaran [To All The Boys I’ve Loved Before by Jenny Han]

TATB

Judul: To All The Boys I’ve Loved Before

Penulis: Jenny Han

Penerbit: Spring

Genre: Drama, romance, keluarga, dewasa-muda, terjemahan Barat

Terbit: April 2015

Tebal: 382 halaman

Harga: Rp64.000,00

Bintang: 4 dari 5

Pernah tidak kalian salah alamat saat mengirim pesan, atau… mengetik pesan dengan penuh emosi kepada seseorang dan sebelum benar-benar memutuskan akan mengirimkannya, eh entah kepencet atau apa, tahu-tahu pesan tersebut terkirim! Saya pernah mengalami keduanya. Efeknya, well nggal dramatis banget sih, tapi malunya itu lho! Haha. Pernah juga saya curhat lewat SMS ke teman saya tentang seseorang, eh entah bagaimana ceritanya SMS itu malah terkirim ke nomor seseorang yang jadi objek pembicaraan. Aduh! Buru-buru deh saya meminta maaf. Nah apa yang terjadi pada Lara Jean, dia menulis surat cinta kepada lima orang cowok yang (pernah) dicintainya. Lara tidak bermaksud benar-benar menginginkan cowok-cowok itu membaca perasaannya. Dia hanya melepaskan perasaannya. Dan ternyata, tahu-tahu surat-surat tersebut terkirim kepada cowok-cowok itu! Hal aneh mulai terjadi di kehidupan Lara Jean, terlebih saat satu per satu cowok yang membaca surat itu mendatanginya dan menanyakan maksud kalimat Lara Jean. Mau tahu apa yang terjadi selanjutnya di kehidupan Lara Jean?

Novel ini adalah novel kedua yang diterbitkan Penerbit Spring. Dan sebagai benar-benar pembaca akhir, bisa dibilang saya menikmati ceritanya. Kisah berawal dari kehidupan keluarga Lara Jean. Lara sebagai anak tengah dari tiga bersaudari, digambarkan sangat tergantung pada kakak perempuannya, sekaligus menyimpan iri kepada Margot–nama kakaknya. Maklum saja, mereka bertiga hanya hidup bersama seorang ayah, ibu mereka sudah lama meninggal. Lara sering menjadi bayang-bayang seorang Margot. Sampai akhirnya Margot harus pergi ke luar negeri untuk berkuliah, dan kehidupan Lara mulai banyak berubah. Dia harus menjadi pemimpin sekaligus panutan bagi Kitty, adiknya.

Di kehidupan cinta, Lara menyukai Josh, tetangga sekaligus pacar Margot. Namun bahkan setelah Josh dan Margot resmi putus, Lara tetap tak merasa berani mengungkapkan ataupun membebaskan perasaannya kepada Josh secara langsung. Lara menganggap Josh hanya menganggapnya sebagai teman, atau ya saudara. Perasaannya kepada Josh hanya dituangkan lewat sepucuk surat cinta yang disimpannya sendiri. Surat yang kemudian terkirim kepada Josh, tanpa sepengetahuan Lara, berikut surat-surat lainnya kepada cowok-cowok berbeda.

Nah, di sinilah konflik dimulai. bagaimana Lara kelabakan menjelaskan maksud dari isi surat tersebut. Dari lima pucuk surat, saya hanya akan membahas dua, surat yang ditujukan kepada Josh dan Peter. Kepada Josh, Lara mengatakan sudah sejak lama dia menyukai cowok itu, meskipun Josh akhirnya berpacaran dengan Margot. Kepada Peter, Lara mengatakan bahwa cowok keren itu telah mencuri ciuman pertamanya, dan juga mengatakan kebiasaan buruk Peter. Ketika Josh mulai mengkonfrontasi Lara mengenai keberadaan surat itu, tahu-tahu saja Lara bersikap sangat defensif dan tiba-tiba juga, dia bersandiwara bahwa dia dan Peter berpacaran! Peter, si cowok keren itu, ternyata menanggapi berlebihan tingkah Lara Jean dan malah bersepakat untuk mereka berdua berpura-pura pacaran. Aneh juga, padahal Lara tidak benar-benar mencintai Peter, tidak seperti perasaannya kepada Josh. Dan selebihnya, silakan baca di novel ini, apa yang terjadi dengan kehidupan cinta Lara Jean. Dan Peter. Dan Josh. Kenapa Josh harus merasa marah melihat Lara dan Peter berpacaran?

Seperti yang sudah saya bilang, saya menikmati membaca novel ini. Masalah terjemahan, saya tidak mencatat hal-hal yang terlalu aneh. Meski tidak bisa dibilang ‘mengalir banget’ karena memang ada beberapa kalimat yang terasa masih agak mentah, tapi tidak sampai mengganggu alur ceritanya. Saya suka plot yang disusun penulis. Di banyak bab awal, isi babnya pendek saja sehingga cepat saja membacanya dan hal itu justru membuat saya makin penasaran membaca kelanjutan babnya. Masalah keluarga, cinta, dan pergumulan batin cewek yang beranjak dewasa juga dipaparkan dengan baik.

Saya suka pengenalan-pengenalan karakternya. Saya menyukai karakter Margot yang dewasa dan begitu ingin menjadi pengganti ibu bagi kedua adiknya. Saya suka dengan Kitty yang imut, dan Lara Jean sendiri sebagai karakter utama sekaligus penutur cerita, dapat mengungkapkan dengan jelas apa saja yang sedang dia rasakan. Untuk para cowok, awalnya saya memang menyukai Josh. Tokoh ini tipe-tipe good boy yang memang gampang disukai. Dia bisa adil membagi kasih sayangnya kepada gadis-gadis Song–Margot, Lara, dan Kitty. Tapi ketika bergulir kepada Peter, si bad boy, lama-lama kok ya saya jadi naksir sama cowok ini! Dia tahu bagaimana memperlakukan cewek dengan segala perhatian dan sikap manisnya. Protektif, sekaligus dominatif yang membuat cewek-cewek susah menolak ajakannya. So in the end I decided to fall to Peter! Hehehe.

Kekurangan dari cerita ini, menurut saya ada pada deskripsi yang terlalu detail, yang sebenarnya bisa dikurangi sedikit sehingga novelnya tidak perlu setebal itu dan sedikit saja, sempat muncul rasa bosan. Tapi novel ini sekaligus tak tertebak, karena bahkan sampai menjelang akhir, saya tak dapat menentukan si Lara ini sebenarnya cinta sama Josh atau Peter, sih? Atau keduanya? Hohoho.

Nah, kalau kamu ingin membaca cerita cinta yang manis, kompleks dengan unsur keluarga dan pergumulan batin sang tokoh, saya rasa novel ini bisa banget dijadikan pilihan!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s