Hai Stephanie!

StephanieZen'sbooks

Shalom! :) Artikel kali ini spesial karena saya sebagai umat Nasrani ikut memperingati Hari Raya Paskah. Dan karena itu, saya akan membahas seorang penulis yang baru saja merilis novel bernapaskan Kristiani. Novel itu berjudul “Between the Raindrops”, merupakan novel awal dengan label ChRom—Christian Romance—imprint dari Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Saya sudah membaca dan meresensi novel tersebut di sini dan memang ceritanya sangat memberkati. Banyak sisipan moral dan religius tetapi tidak terkesan diceramahi, menceritakan tentang pergumulan seorang perempuan menjelang dewasa dalam menaati panggilannya sebagai hamba Tuhan. Okaay, tak perlu berbasa-basi terlalu panjang, mari kita berbincang bersama sang penulis, Stephanie Zen! ^^

Hai, Stephanie Zen. Kenalkan, aku Dinoy, salah satu pembaca novelmu. 🙂 Beberapa hari lalu aku baru saja menuntaskan membaca novel “Between the Raindrops” nih, dan jadi pengin tanya-tanya sama sang penulis. Bertepatan juga minggu ini kan memasuki Paskah, jadi rasanya temanya pas banget karena novel ini kan mengusung tema Christian Romance [ChRom – lini baru dari penerbit GPU]. Kita mulai yaa… :)

Bisa perkenalan dulu dong, mungkin ada pengunjung blog yang baru ini mendengar nama Stephanie Zen. Kegiatanmu sehari-hari apa? Dan, bisa diceritakan juga awal mula terjun di dunia kepenulisan? :)

Halo semua, kenalan dulu ya, saya Stephanie Zen (ini nama asli lho, bukan nama pena. Hehe). Saya saat ini berdomisili di Singapura. Bekerja sambil mencari inspirasi.😀

SZ

Awal mula saya terjun di dunia kepenulisan adalah saat saya ikut lomba novel TeenLit yang diadakan oleh Gramedia Pustaka Utama. Kalau nggak salah, tahun 2004-2005. Waktu itu nggak menang sih, tapi setelah itu saya jadi tahu kriteria naskah untuk dikirimkan ke penerbit, serta bagaimana caranya mengirimkan naskah.

Masih ingat nggak, buku pertama yang kamu baca yang benar-benar bikin Stephanie merasa ingin menjadi penulis? Lalu, ada penulis idola nggak yang memengaruhi gaya menulismu?

Hmm.. buku pertama yang bikin ingin jadi penulis kayaknya nggak ada. Akumulasi dari banyak buku yang dibaca saat kecil mungkin ya? Kalau penulis idola: Sophie Kinsella dan JK Rowling.

Sebelum membaca “Between the Raindrops”, aku baru baca satu novel Stephanie yang lain, yaitu “One Last Chance”. Dan di situ juga mengambil latar belakang gereja dan kegiatan pelayanan kaum muda. Kalau boleh tahu, kenapa sih mengambil latar belakang itu sebagai cerita? Apalagi “One Last Chance” kan sebenernya novel bertema umum (genre Metropop), apakah bagi Stephanie kehidupan di gereja benar-benar menginspirasi untuk dijadikan cerita?

Well, I believe that, as a Christian, our calling is to “introduce Jesus” in every single thing that we do. Buat saya, hal itu bisa dilakukan melalui tulisan. Selain itu, saya ingin menunjukkan bahwa komunitas gereja bukanlah kumpulan orang-orang “sok suci” yang sempurna. Setiap dari kita memiliki pergumulan dan kekurangan, tapi justru dari situ kita bisa melihat Tuhan bekerja di dalam diri kita.

Nah, “Between the Raindrops” ini kan termasuk novel pertama untuk label ChRom dari GPU. Bisa diceritakan awalnya Stephanie terjun di dalam proyek ChRom? Apakah naskahnya sebelumnya sudah ada dan kebetulan sesuai, atau memang Stephanie buat sengaja sebagai permintaan GPU untuk label ChRom?

Sebelumnya saya sudah menulis beberapa naskah Christian romance, cuma belum tahu akan dikirim ke mana. Saya pikir, tulis dulu lah, kirim ke mananya bisa diurus belakangan. Nah, di saat saya menulis naskah Christian romance ketiga, datanglah tawaran dari Gramedia untuk bergabung dalam genre ini. Saya percaya, tidak ada kebetulan, semuanya Tuhan yang buka jalan.  :)

Lalu, ide awal cerita “Between the Raindrops” dapat dari mana tuh? Dan kalau boleh tahu, apa sih arti “melayani Tuhan” bagi Stephanie sendiri? ^^

Hehe… dari imajinasi saja. Campur beberapa kejadian nyata di sana-sini. Kalau melayani, bagi saya berarti “meletakkan kehendak Tuhan sebagai prioritas di atas kemauan pribadi”.

Ini pertanyaan standar tapi menarik yang sering aku tanyakan ke penulis, hehe. Tokoh-tokoh di dalam “Between the Raindrops” ini terinspirasi dari siapa saja siih? Apakah Andrea, Darwin, Fella, Dheeraj, dan teman-teman komsel Andrea, kamu dapatkan karakternya dari orang-orang yang ada di dunia nyata? Hehehe. ^^

Hahaha, good question! Bocoran saja, seluruh seri ChRom saya, inspirasi tokoh-tokohnya saya ambil dari teman-teman gereja saya di Indonesian Family Church Singapore. Nggak semuanya sama dan nyata, dan tentu ada tambahan bumbu di sana-sini. But ya, most of them are real in person😀

Stephanie kan sekarang tinggal di Singapura ya. Selama ini bagaimana caramu untuk memantau tren buku dan pembaca yang sedang berkembang di Indonesia, jadi itu juga akan membuat tulisanmu tetap diterima bagi pembaca Indonesia? Dan kalau bisa diceritakan, ada perbedaan nggak sih tentang kebiasaan membaca antara orang-orang Indonesia dan Singapura? Sharing yaa… 🙂

Thanks to technology! Hehehe. Paling nggak, dengan memantau akun Twitter atau Facebook teman-teman di Indonesia, saya masih bisa tahu tren apa yang sedang berkembang di Indonesia. Kalau di Singapura sendiri, orang lebih sering membaca melalui e-book, karena perkembangan gadget di sini sangat pesat. Tapi masih ada juga kok yang membaca buku fisik, bahkan di transportasi umum seperti bus atau MRT.

Pertanyaan terakhir, nih, Stephanie kan sudah merilis beberapa novel. Pastinya sering dong menerima masukan dari pembaca baik yang suka maupun nggak suka. Nah, ada pengalaman menarik nggak menerima review yang lebih banyak mengkritisi novelmu alias nggak suka? Bagaimana sikapmu menghadapinya? :)

Pasti ada. Kalau kritik yang membangun, tentu akan saya pertimbangkan. Tapi kalau kritiknya lebih karena orang tersebut tidak suka genre buku atau cara penceritaan saya, cuekin aja. Hehehe. Bukannya sombong, but we cannot please everyone. Lagi pula, jika kamu menuruti saran semua orang, justru kamu akan kehilangan ciri khas menulismu. Tapi, tetap sopan ya dalam menanggapi kritikan, sepedas apapun itu.  :)

Okay, terima kasih banyak ya Stephanie. Sekarang aku persilakan Stephanie untuk menyampaikan apa pun bagi pembaca bukumu atau pengunjung blogku yang membaca artikel wawancara ini. Bebas aja, silakan….

Hai semua yang sudah baca bukuku ataupun belum, thank you untuk segala dukungannya. I really appreciate it. Ada satu kutipan yang pernah kubaca, dan ini akan jadi pesanku untuk kalian:

“When buying from an artist/maker, you’re buying more than just an object/painting. You are buying hundreds of failures and experimentation. You are buying days, weeks, and months of frustration and moments of pure joy. You aren’t just buying a thing; you’re buying a piece of a heart, part of a soul, a moment of someone’s life. Most importantly, you’re buying the artist more time to do something they are passionate about.”

Jadi, jangan download novel bajakan, fotokopian, atau semacamnya ya. Pinjam ke teman/perpus sekolah/persewaan buku, beli patungan sama teman, atau beli sendiri, dan dukung penulis Indonesia untuk terus berkarya. God bless you all! :)

Demikian wawancaraku bersama Stephanie Zen. Ada hal yang menginspirasiku, bahwa lewat menulis novel pun kita tetap dapat membawa prinsip iman kita kepada dunia, menunjukkan ini lho yang benar dan sesuai Firman Tuhan. Di era modern dan serbabebas seperti sekarang ini, sering kali novel-novel hanya sebagai hiburan semata dan membebaskan segala norma untuk dilanggar. Dengan kehadiran penulis seperti Stephanie yang menulis hal-hal berunsur religi namun masih membumi dan dapat dinikmati pembaca umum, akan memberi banyak dampak positif dan juga berkat bagi para pembaca. Silakan menyapa Stephanie di akun Twitter @stephaniezen juga FB page-nya: https://www.facebook.com/stephaniezenbooks. Eh yaa, ada sedikit bocoran nih dari Stephanie. Pssst, jadi katanya, dalam waktu dekat akan rilis satu ChRom lagi. Masih tentang salah satu member God’s Love Church, yang juga salah satu teman Andrea di “Between the Raindrops”. Teman yang mana, ditunggu tanggal mainnya saja ya!😉

Selamat Paskah bagi yang merayakan dan Tuhan Yesus memberkati kita semuaa.  :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s