Unbelievable (The Glam Girls Novel) by Winna Efendi

Unbelievable

Judul: Unbelievable (The Glam Girls Novel)

Penulis: Winna Efendi

Penerbit: Gagas Media

Genre: Fiksi, Teenlit, romance, drama

Terbit: 2009

Tebal: 262 Halaman

Cara dapat: beli obralan Rp10.000,00

Pernah tahu nggak sih cewek yang suka gonta-ganti pacar? Yang kehidupannya terkesan hedon banget dengan barang-barang merek mahal yang dikenakannya? Yang kesehariannya dihabiskan dengan menggesek kartu sakti untuk berbelanja fashion terbaru, yang anti banget mengenakan item yang sama dengan orang lain?? Yeah, you may call her Maybella. Salah satu clique di serial Glam Girls yang diterbitkan Gagas ini memang cewek yang biasa kita lihat di serial remaja barat; yang hidupnya dihabiskan dengan barang-barang kebutuhan tersier yang baginya malah setara dengan oksigen. Pernah kebayang nggak sih apa yang ada di pikiran cewek-cewek kayak gitu? Yang ganti pacar sama kayak ganti baju? Oh well, sebenarnya saya sih nggak terlalu suka model cewek kayak gitu, bawaannya bikin kepingin mencibir saja!😀 Tapi, di novel ini, kita akan dibawa ke kehidupan Maybella dan pemikiran-pemikirannya yang sama seperti judul novel ini; nggak bisa dipercaya!

Ini adalah novel kedua dari serial Glam Girls yang saya baca, dan sekaligus novel keempat Winna Efendi yang saya baca. Jujur saja saat mulai membaca novel ini dan tahu kalau tokoh sentralnya adalah seorang cewek seperti Maybella, saya cukup kaget. Mulai dari Refrain, Unforgettable, dan juga Remember When yang bercirikan melankolis, rasanya baru sekarang saya menemukan karakter seterbuka ini yang ditulis oleh Winna. Dan apakah hasilnya baik? Ya, saya cukup menikmatinya. Jadi ceritanya adalah May yang dalam kesehariannya menganut prinsip everything is for fun! Saya sudah mulai mengenal May dari sejak baca Glam Girls #1 yang mana tokoh sentralnya adalah Adrianna. Di sana diceritakan geng cewek populer terdiri dari Rashi, Maybella, dan (dulunya) Marion. Rashi adalah si ketua geng yang populer karena fashion blognya yang ngehits dan juga merupakan putri dari keluarga kaya dan terpandang. Sedangkan Maybella adalah seorang model pindahan dari New York yang sebenarnya nama aslinya bukan itu (cari tahu di novelnya ya!) tapi dia memilih nama beken ini karena pernah menjadi spoke person Maybelline. Cool, ya!

Di pembuka novel kita sudah disuguhi cerita Maybella yang barusan memutuskan cowoknya karena bosan. Yeah, as I said, gonta-ganti pacar udah seperti ganti baju aja bagi Maybella. Bisa bertahan seminggu pacaran sama May aja udah untung. Dia juga sangat mengagung-agungkan fashion, dan merupakan trend setter bagi cewek-cewek Voltaire International School. Tapi, dunia nggak selamanya aman bagi cewek sepopuler May. Ada Marion, yang di novel ini diterima lagi di gengnya Rashi, yang mengancam May. Dulu, mereka pernah bersekongkol untuk menjatuhkan Rashi, tapi gagal. Dan perihal aksi-aksi mereka dulu itulah yang dijadikan Marion ini sebagai senjata untuk membuat May harus mau melakukan segala kemauannya. May mau tak mau menurut, karena bukan hanya dia takut kepopulerannya berkurang drastis, tapi baginya Rashi dan Adriannya sudah benar-benar menjadi sahabat, tak lagi sebatas geng populer. Lantas, sampai kapan May harus berada di bawah kemauan-kemauan Marion yang lama-lama makin tak masuk akal??

Saya menikmati keseruan cara berpikir May. Hal yang unbelievable di sini adalah ketika kita merasa cewek-cewek hedon kayak gini seperti cewek yang “nggak punya otak”, May malah menunjukkan sebaliknya. Di balik pemikiran-pemikirannya tentang fashion, saya jadi menangkap hal lain dari dirinya. May sungguh total dalam memperhatikan busana, dan bukankah hal itu dapat menjadi salah satu kepintarannya? Lantas, kenapa dia suka gonta-ganti cowok, hanya memanfaatkan keintiman dan kepopuleran mereka, seolah-olah May jadi tampak slutty; well, dalam hal ini saya nggak bisa komen banyak. Memang bukan hal yang baik, sih, dari sini saya hanya menangkap sisi just for fun-nya May. Tapi, ada satu cowok yang akhirnya malah bikin May penasaran, yaitu Mario, cowok sekelasnya yang dikenal junkie. Klasik memang, justru cowok yang nggak tertarik dengan si playgirl ini yang malah menarik perhatiannya, tapi interaksi yang terbangun antara dua orang ini yang saya suka. Mulanya saling cuek, lama-lama saling lirik dan memperhatikan. Hehehe.

Yang menjadi catatan minor saya bagi novel ini adalah bahasanya yang supercampur alias gado-gado. Yeah, memang sih diceritakan May ini kan lama di luar negeri, jadi wajar kalau dia sering ngomong bahasa Inggris. But I just think that its too much. Ada kata-kata yang sebenarnya saya nggak ngerti, tapi malas juga buka kamus, jadi ya anggap mengerti saja dari konteksnya secara keseluruhan. Hehe. Saya jadi berpikir apabila Glam Girls ini dibuat ala Indonesia, yang katakanlah bahasa Inggrisnya yang begitu banyak itu diganti bahasa gaul sekalian, seru juga kali ya. Catatan minor lain yang saya dapat adalah betapa jahatnya tindakan para tokohnya. Bagaimana skandal Maybella dan Marion diungkapkan, bagi saya sudah bullying tingkat dewa. Bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Yeah, mungkin memang maksudnya adalah memberi contoh yang buruk, tapi kok ya seekstrem memajang foto nggak layak di mading sekolah, atau mengungkap masa lalu cewek yang punya penyakit kejiwaan. Jahat banget, kejahatan dibalas kejahatan, susah juga buat saya menangkap moral story di novel ini selain tentang persahabatannya.

Oh well, tapi seperti saya bilang di awal, saya tetap menyukai novel ini secara keseluruhan karena dapat menikmati saat membacanya. Soal penulisan, ada sih beberapa yang nggak baku tapi saya nggak mencatatnya karena nggak krusial dan nggak mengganggu juga kok.🙂

Star: 3 of 5

Diikutkan pada Winna Efendi Book Reading Challenge 2014 dan Indonesia Romance Reading Challenge 2014.

11 thoughts on “Unbelievable (The Glam Girls Novel) by Winna Efendi

  1. Pingback: Joining Indonesian Romance Reading Challenge 2014 (!!) | Dinoy's Books Review

  2. Pingback: Pemenang Winna Efendi’s Book Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s