Perjalanan Meyakinkan Mimpi [A Week Long Journey by Altami N.D]

a-week-long-journey

 

Judul: A Week Long Journey

Penulis: Altami N.D

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Genre Young Adult, drama, lokal, keluarga, romance

Terbit: Januari 2015

Tebal: 264 Halaman

Harga normal: Rp 50.000,00

Perkara mengejar passion, rasanya hal ini adalah sesuatu yang terus diupayakan setiap orang, bahkan seumur hidup mereka. Passion dalam hal belajar, kerjaan, hobi, dan lainnya. Dan masalah ini pula yang diangkat dalam novel ini. A Week Long Journey membahas masalah pelik yang sering melanda anak-anak remaja menjelang dewasa: mau kuliah jurusan apa sesuai cita-cita? Lina alias Ling-Ling, tahu benar bahwa passion-nya adalah menulis. Setiap hari dia terus berusaha merampungkan naskahnya dan mewujudkan mimpi memajang bukunya di toko buku. Namun, orangtuanya merasa lebih mengerti apa yang terbaik buat Lina. Keluarga Lina sudah memiliki bisnis peternakan, dan sangat berharap Lina-lah yang akan meneruskannya. Bagaimana Lina menanggapi keinginan orangtuanya, tanpa perlu menepikan passion-nya? Perjalanan seminggu di Hong Kong akan menjadi jawaban kegalauan Lina. :) 

Alasan saya membeli novel ini adalah karena saya penasaran dengan label baru yang dikeluarkan GPU: Young Adult lokal. Label ini mengusung permasalahan yang dialami anak-anak dalam masa transisi dari remaja menjelang dewasa. Di antara beberapa Young Adult yang sudah ada, saya memilih novel ini karena belum pernah membaca karya Altami sebelumnya, dan kovernya ituu… benar-benar menarik mata! Saya suka banget sama warna birunya, simple yet eye catchy! Lalu, mulai membaca, saya mulai menangkap konflik yang ingin disampaikan penulis. Seperti yang saya tulis sebagai pembuka, konflik utamanya berkisar pada seorang anak yang passion-nya bertentangan dengan keinginan orangtua. Memilih hendak kuliah di jurusan apa itu nggak mudah, saya pernah merasakannya walau nggak sampai berkonflik dengan orangtua. Untuk ide utama cerita ini, saya acungkan jempol buat penulis karena tepat mengangkatnya.

Meski, sebenarnya saya sempat gemas dengan ungkapan “peternakan dan menulis sama sekali nggak nyambung”, karena menurut saya ungkapan itu agak naif. Hari gini, kebanyakan penulis malah pekerjaan utamanya bukan penulis. Tapi, ketika saya menempatkan diri menjadi anak seusia Lina, saya pun paham bahwa hal seperti itu belum terpikirkan olehnya. Yang terpikir tentunya adalah bagaimana agar dia bisa terus melakukan passion-nya dan bisa serius di bidang itu.🙂

Lalu, kedua yang menarik di novel ini adalah mengangkat nuansa keluarga etnis Tionghoa. Seperti yang sudah saya tulis, nama lain Lina adalah Ling-Ling. Lina hidup di lingkungan keluarga etnis Tionghoa, yang kita tahu memiliki hubungan kekerabatan yang erat dengan budaya yang dijunjung tinggi. Salut kedua yang saya berikan bagi Altami, menurut saya dia berhasil mengangkat dengan apik dan haru masalah kekerabatan keluarga etnis Tionghoa. Ya, setiap etnis pasti memiliki kekhasan sendiri, dan ketika Al memilih mengangkat etnis Tionghoa, dia sudah menggalinya dengan pas.🙂

Novel ini juga kental dengan nuansa peternakan sebagai latar belakang konflik. Banyak istilah peternakan tentunya, ada beberapa yang dijelaskan baik di footnote maupun di narasi atau dialog; tapi sayangnya ada beberapa juga yang kelewat tak dijelaskan pada pembaca. Saya sendiri, membaca hal-hal tentang peternakan itu jadi teringat ketika bekerja di kantor lama saya dulu, yang basisnya juga peternakan dan pakan ternak, makanya saya mudah relate dengan hal-hal seputar ternak. Tapi, bagi pembaca yang tidak akrab dengan hal itu, saya rasa bisa lumayan berkerut membaca beberapa istilah yang tidak dijelaskan maksudnya, hehe.

Oh ya, masalah romance sendiri, saya menangkap bahwa penulis tidak mau terlalu menonjolkannya meskipun tetap ada. Saya hanya berharap chemistry antara Lina dan Chen Zang bisa lebih lagi digali, meski kalau tujuannya untuk menunjukkan betapa mereka saling tertarik, itu sudah tercapai di novel ini.

Hal minus di novel ini, sayang sungguh sayang alur yang mengalir enak juga karakterisasi para tokoh yang oke, harus dicederai banyaknya kesalahan tulis. :( Saya menjadi cukup kecewa ketika mulai menemukan satu-dua salah tulis, berlanjut pada salah tulis-salah tulis lainnya. dan maksud saya, cukup disayangkan kesalahan-kesalahan yang banyak itu, seperti pengulangan kata yang tak perlu, ejaan kata yang banyak nggak sesuai KBBI, bahkan penulisan di- sebagai kata kerja yang dipisah!😦 Saya jadi berpikir, ih, ada apa dengan GPU–yang biasanya rapi–kali ini? Mungkin ada sesuatu yang salah saat proses lay out? Ya apa pun, sebenarnya pembaca nggak mau tahu sih, karena yang mereka mau tahu adalah hasil akhirnya, yang sudah jadi buku.

Overall, i really hope i can re-read this novel with a really much better revision in editing and proofreading. and i’d like to read any other Altami’s novel.🙂

Stars: 3 of 5

One thought on “Perjalanan Meyakinkan Mimpi [A Week Long Journey by Altami N.D]

  1. Pingback: Hai Altami! | Dinoy's Books Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s