Single Ville: Sebuah Cottage Bagi Para Jomblo [Review Single Ville by Choi Yun Kyo]

singleville-cover

Judul: Single Ville

Penulis: Choi Yun Kyo

Penerbit: Haru

Genre: Fiksi, Korea terjemahan, drama, romance

Terbit: Desember 2014

Tebal: 308 halaman

Harga: Rp65.000

Ada sebuah cottage berisi enam rumah modern yang dihuni oleh enam lajang yang mendambakan ketenangan dan kenyamanan hidup. Mereka berprinsip untuk hidup tanpa cinta–lebih tepatnya itulah aturan utama yang ditetapkan oleh pengelola cottage itu. Single Ville adalah nama tempatnya. Dan ternyata, bukanlah ketenangan yang senantiasa melingkupi mereka, tetapi justru masalah demi masalah timbul, pun rahasia demi rahasia terungkap. Pertanyaan yang terselip kemudian adalah: mampukah mereka menaati aturan hidup tanpa cinta dan mengabaikan kisah masa lalu yang menjalin relasi di antara mereka berenam?

Pada awalnya, Im So Yeong, Choi Yun Seong, Go Seong Min, Lee Jeong Hyeok, dan Geon Woo bersedia mematuhi aturan yang ditetapkan Mi In–pengelola Single Ville–yaitu tidak boleh ada hubungan percintaan di kawasan Single Ville. Segala kebutuhan yang diperlukan para lajang sudah disediakan dengan baik di tiap rumah. Bahkan, demi menggantikan kehangatan pelukan pasangan, ada penghangat otomatis di setiap rumah. Segala fasilitas canggih di dalam tiap rumah membuat mereka tak perlu merisaukan ketiadaan cinta dalam hati mereka.

Namun, seperti pepatah besi menajamkan besi, maka manusia pun menajamkan sesamanya. Semakin seringnya terjadi persinggungan di antara mereka, konflik terjadi. Yun Seong, seorang penulis berhati dingin, harus merelakan ruang pribadinya diusik oleh Im So Yeong, sang tetangga yang cukup aktif mendatangi rumahnya. Bagi So Yeong alias Hyeon Ah, menjadi lajang bukan berarti tidak boleh ada komunikasi sama sekali di antara penghuni. Gerak-geriknya yang aktif memang berlawanan dengan Yun Seong yang cenderung apatis. Belum lagi tindakan Go Seong Min, mantan detektif yang masih terobsesi mencari seorang tersangka pembunuhan. Tindakan pria yang menginjak usia paruh baya ini justru terkesan sembrono dan menyulitkan banyak orang. Lalu ada Geon Woo yang curiga dengan keberadaan Im Seo Yeong, dan Lee Jeong Hyeok yang diam-diam menyembunyikan kekasihnya di dalam rumah.

singleville-x

Banyak cara untuk menikmati sebuah cerita yang seru. Mungkin seperti cara saya di atas, yang datang kepagian di tempat kerja sehingga singgah dulu untuk sarapan sembari melahap kepingan kisah para lajang ini. Apa yang saya sukai dari novel ini adalah kemasannya yang catchy. Dimulai dari sampul warna pink yang memikat, lalu ada ilustrasi yang menggambarkan masing-masing tokoh lengkap dengan gambar, usia, dan pekerjaannya juga posisi mereka di Single Ville. Sebuah terobosan bagi Penerbit Haru, karena selama ini salah satu kendala menikmat novel Korea terjemahan adalah banyaknya tokoh dengan ejaan nama yang susah. Daftar ilustasi ini sangat membantu, karena beberapa kali pun saya menengok untuk mencocokkan nama dan wajahnya seperti apa.

Konfliknya sendiri bisa dibilang langsung tancap gas. Karena ada beberapa tokoh dan masing-masing punya porsi konflik yang hampir sama besar, maka deskripsi tentang mereka pun biasanya langsung dibarengi masalah yang membelit mereka. Flashback masa lalu masing-masing hingga bisa terdampar di Single Ville, sampai mereka saling bertemu dan meninggalkan jejak di hati masing-masing. Konflik yang paling menancap di hati bagi saya adalah antara Hyeon Ah dengan Yun Seong, dan Hyeon Ah dengan mantan tunangannya. Sosok Hyeon Ah ini sangat berkesan bagi saya, karena meski dia telah ditinggalkan oleh tunangannya di hari menjelang pernikahan, tetapi dia tidak tampak sedih berlarut-larut. Dia juga yang menerobos masuk ke hati Yun Seong dan mengubrak-abrik perasaan penulis itu yang telah tertata rapi.

Pada awalnya memang saya harus tenang mengikuti perkembangan cerita keenam orang ini. Namun lama kelamaan jalinan demi jalinan tersambung dan bagian itulah yang saya suka, yaitu saat hubungan di antara mereka dan masa lalu mulai terungkap.

Novel Single Ville saat ini sedang dalam proses dibuatkan drama Tiongkok-nya, dan saya tak sabar menyaksikan versi visual cerita ini. Penampakan tokoh yang saya nantikan adalah Lee Jeong Hyeok dan Geon Woo yang katanya sih… ganteng! Hehehe

Stars: 4 of 5

One thought on “Single Ville: Sebuah Cottage Bagi Para Jomblo [Review Single Ville by Choi Yun Kyo]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s