For The Sake of Reading ….

via huffingtonpost.com

via huffingtonpost.com

[sebuah curhat]

Why do you read?

Mengapa kamu menghabiskan waktumu untuk membaca?

Kali ini, saya tak akan berbusa memaparkan manfaat membaca atau apa, karena saya yakin kalian pasti sudah tahu akan hal itu. Saya pengin bilang membaca bukan untuk tujuan apa pun, hanya… for the sake of reading. Membaca saja, tak perlu diberati ekspektasi apa-apa.

…Saya yang dulu, bisa dibilang sebagai seorang pembaca yang nggak sabaran. Saya bukan orang yang bisa betah berlama-lama menekuni sesuatu yang dari awal sudah terasa lambat. I get bored easily. Kalau memutuskan membaca suatu novel tapi ternyata novel itu menurut saya alurnya sangat lambat, bertele-tele, dan membuat saya jenuh, bisa dipastikan saya akan meninggalkan buku itu dan beralih pada hal lain–bisa buku lain atau kegiatan lain.

Namun, ketika saya mulai menekuni profesi pemeriksa naskah, saya tak lagi bisa seperti itu. Saya dituntut untuk menjadi pembaca yang sabar. Karena memang tugas sayalah untuk membaca kata per kata–bahkan aksara demi aksara–untuk menemukan mana yang masih perlu dibenahi. Dari situ saya mulai sering mendapati berbagai jenis novel dengan berbagai jenis tipe alur. Saya pelan-pelan mengurangi frekuensi gerutuan saya akan novel yang beralur lambat hingga pertengahan, dan mulai menarik setelah agak belakang.

Dari situ, saya mulai menerapkannya pada buku-buku yang saya baca biasa, bukan untuk diperiksa. Akhirnya, malah seperti menjadi kewajiban dan ikatan tak kasatmata bagi saya, untuk selalu menyelesaikan buku yang telah saya mulai baca. Meski mungkin harus diselingi dengan buku lain yang lebih menarik, tetapi tetap, saya akan kembali pada buku sebelumnya, mencicil halaman demi halaman hingga menyentuh akhir.

Dan dari situlah cikal bakal curahan hati ini. Membaca bukan untuk apa, just for the sake of reading. Membaca demi kenikmatan membaca itu sendiri. Jika saya tidak sampai bisa menikmati cerita yang diramu sang penulis, setidaknya saya menikmati jajaran huruf yang tertera itu. Meski sesekali hati saya masih suka menggumam mengomentari beberapa kesalahan, tetapi toh saya tetap melahapnya.

Seperti saya dulu waktu kecil ketika mulai bisa menafsirkan huruf demi huruf menjadi kata, saya menjadi antusias untuk membacai apa pun deret aksara yang saya temui. Ketika bertemu kata baru yang tak saya pahami, saya bertanya, mencari tahu. Begitu juga yang saya rasa sekarang. Sempat kebosanan itu menghinggapi, ketika cerita demi cerita dalam buku terasa hambar. Tapi, ketika saya tetap bersikeras membaca, akhirnya saya menemukan lagi keasyikan ketika kecil dulu. Menemukan kata baru yang terselip di setiap bait, mencari tahu maknanya, dan menancapkannya di ingatan. Mana tahu suatu saat saya membutuhkannya ketika sedang ingin meramu kata.

Jadi, ketika kamu mengalami kejenuhan saat membaca, tak usah dipaksakan untuk mencari “cerita yang menarik”. Coba deh nikmati membaca tanpa ekspektasi. Hanya menelusuri kata tiap kata.

Just for the sake of reading.

*hihihi*

6 thoughts on “For The Sake of Reading ….

  1. Tapi kadang mikirnya gini, “Aduh sayang waktu gw buat baca buku ginian… liat tuh timbunan masih lebih banyak yang oke…” Haha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s