Keliling Dunia Tanpa Perlu Kaya Raya? Bisa Saja! [The Naked Traveler 1 Year Round-The-World Trip Part 2 by Trinity]

TNT-rtw-2

Judul: The Naked Traveler 1 Year Round-The-World Trip Part 2

Penulis: Trinity

Penerbit: B-First (Bentang Pustaka)

Genre: Nonfiksi, Traveling, Antologi

Tebal: 272 Halaman

Terbit: September 2014

Harga normal:Rp69.000,00

Cara dapat: beli biasa di Gramedia, harga normal

Jalan-jalan keliling dunia! Ah, aku juga mau… tapi, duitnya dari mana? Mahal kali buat traveling ke banyak negara. Nggak sangguuup! Eh tapi buktinya Trinity bisa tuh, dalam setahun keliling ke 22 negara. Kok bisa ya? Sekaya apa ya, penulis itu? Jadi pengin deh mengorek rahasianya.

Tenang… tenang…. Nggak perlu heran dan kepo berlebihan. Di buku The Naked Traveler 1 Year Round-the-World-Trip part 2 ini, Trinity akhirnya mengungkap rahasianya kenapa dia bisa keliling dunia tanpa harus jadi orang kaya raya secara materi. Yep, she said: You don’t have to be rich to travel the world! Itu adalah salah satu judul tulisannya di buku ini, mendekati halaman-halaman terakhir. Di tulisan itu dia memaparkan dengan jelas bujet jalan-jalannya, sehingga nggak perlu deh dilabeli kata mahal. Yeah, nggak bisa dibilang murah juga, tetapi tetap bisa dijangkau. Sebuah tulisan yang menginspirasiku deh untuk bisa mengikuti jejaknya!

Nah tapi sebelum sampai pada tulisan itu, kita akan disuguhi banyak tulisan lain di buku ini yang menceritakan hal-hal unik dan pengalaman serunya selama jalan-jalan di Kolombia, Kuba, Meksiko, Guatemala, Jamaika, Brasil, dan beberapa negara lainnya. Misalnya nih, di Kolombia—tepatnya di kota Cali—Trinity bisa belajar menari salsa langsung di pusat salsa di dunia! Di sana, semua orang bisa nari salsa, ibaratnya nih kalau di Indonesia tinggal goyang pinggul dan jempol deh begitu mendengar musik dangdut, hehe. Dan nggak usah susah-susah, Trinity belajar salsa-nya di hostel tempat dia menginap! Wohoo, seruu! Lalu di Kuba, peraturan tentang transportasi umumnya cukup menyusahkan para turis, nih. Masa jadinya untuk naik taksi saja Trinity harus memainkan drama sebagai kerabat dekat sang sopir, sampai harus ada adegan cipika-cipiki segala! Huaa, untung di pak sopir, neh! -__-“

Masih banyak cerita seru lainnya yang dialami Trinity bareng Yasmin—travelmate-nya. Di bagian “Kuliner”, strategi berhemat mereka mengharuskan mereka untuk memasak dan pintar-pintar berbelanja bahan makanan di daerah setempat. Di bagian “Ngakak!” Trinity cerita tentang cowok-cowok ganteng yang dia temui di negara-negara Amerika Latin. Suit, suiit… bikin cewek-cewek kayak aku pengin segera mengepak pakaian dan beranjak ke sana, nih! ^_^;; Ada “Tip” pula yang menceritakan suka-duka Trinity mengurus visa dengan keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki  paspor Indonesia, juga kiat jalan-jalan di negara bahaya. Juga yang menarik, di “Serba-Serbi” ada cerita tentang “Indonesia di Mata Orang Amerika Selatan”, menarik juga menyimak pendapat mereka tentang negara kita yang nun jauh letaknya dari mereka.

Itu tadi cuma beberapa cerita yang mewakili masing-masing bagian dalam buku setebal 272 halaman ini. Total sih ada 55 cerita, nggak afdal deh kalau kalian nggak baca sendiri! Buku ini lumayan nagih buatku, karena membaca cerita-cerita serunya bikin cepet-cepet pengin baca judul selanjutnya lagi dan lagi. Penuturannya enak, santai tetapi tetap rapi. Memang sih ada beberapa cerita yang terkesan biasa saja, tetapi sedikit saja sih, lebih banyak yang seru dan bikin senyum-senyum dan bahkan ketawa pas baca. Kemasannya juga nyenengin banget, deh! Mulai dari sampul dengan warna shocking green yang keren, juga ilustrasi sandal jepit yang bergambar peta Amerika Selatan sebagai lokasi cerita, mantap banget bikin langsung pengin nyomot pas pertama lihat di toko buku! Lalu kemasan dalamnya juga nggak kalah nyenengin. Halamannya full colors,  bo’! Banyak banget kertas yang berwarna pink dan hijau, terus tulisan ceritanya juga diberi high-light warna tertentu untuk menekankan suatu kalimat, dan foto-foto dari Trinity sendiri… jelas dilihat dan menarik!

Aku bisa bilang kalau Penerbit B-first (Bentang Pustaka) niat banget menggarap buku ini. Editing dan penataan aksaranya rapi—seingatku tidak ada typo, juga tata letaknya yang menarik. Ah sedikit saja kekurangan di masalah lay out: gara-gara bermain warna kertas dan huruf, ada yang kalimatnya jadi kurang jelas terbaca, harus agak melotot. Tapi syukurlah nggak banyak yang seperti itu. :)

Pada akhirnya, aku menyematkan 4.5 dari 5 bintang untuk kesenangan saat membaca buku ini! Keren bangeeet! ^_^

One thought on “Keliling Dunia Tanpa Perlu Kaya Raya? Bisa Saja! [The Naked Traveler 1 Year Round-The-World Trip Part 2 by Trinity]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s