Tips Menambah Koleksi Buku dengan Cara Hemat

pic from: www3.hants.gov.uk

pic from: www3.hants.gov.uk

Suka baca buku? Suka belanja buku pastinyaa?? Hihihi. Aku pun begitu. Dan melihat tumpukan buku banyak nian ini, jadi kepikir kayaknya aku harus stop beli-beli buku, deh. Sampai setidaknya sebagian dari tumpukan buku ini benar-benar kebaca! Hm, teorinya begitu sih yaa… tapi praktiknya, susyeeh! Godaan untuk memiliki buku baru yang menarik—entah karena kovernya, nama penulis, atau sinopsis ceritanya—selalu saja ada! Huft. Nah, sambil mikirin cara gimana biar aku telaten baca buku yang ada di tumpukan dulu, aku mau berbagi tips deh bagaimana bisa menambah koleksi buku dengan cara hemat. Karena kalau diperhatikan tumpukan buku yang banyak ini, ternyata banyak banget yang didapat bukan dengan cara konvensional—beli di toko buku fisik dengan harga normal. Ada yang dapat beli diskonan, obralan, beli koleksi pribadi teman yang tentunya dijual dengan harga miring, bahkan… dapat gratisan! Ehe… ehe… hehehe…. #ceritanyasombong

Oke, mungkin tips yang kubagikan bukan tips yang dahsyat-dahsyat banget dan sudah banyak yang melakukannya. Yuk disimak ajah….

  • Diskonan

Kata “diskon” seolah mantra bagi para cewek—terutama yang hobinya belanja dari mal ke mal, dari department store ke department store lainnya. Dan begitupun, mantra ini ampuh pula membuat mata para pencinta buku berbinar-binar.😀 Siapa sih yang nggak senang kalau barang kegemarannya bisa dimiliki dengan harga murah? Hehe. Nah bicara diskonan buku, biasanya memang penerbit bikin event-event tertentu mendiskon buku-buku terbitannya. Seperti saat awal bulan Agustus ini Haru bikin diskonan 30% untuk hampir semua judul bukunya, dan dibatasi waktunya hanya seminggu kalau nggak salah. Nah, tapi kita bisa juga lho dapat diskonan di sepanjang waktu. Biasanya nih yang aku tahu kalau kita pesan di toko buku online, diskonnya berkisar 10-20%. Ini contoh tokbuk online yang pernah aku pakai jasanya tanpa bermaksud beriklan:

  1. bukabuku.com [diskonnya biasanya 15-20%, dan suka ada event lainnya yang lebih murah.]
  2. gramediaonline.com [diskonnya biasanya 15% dan suka ada event lain juga.]

Selain itu, toko buku fisik pun ada juga yang diskonan sepanjang waktu. Misalnya, Toga Mas tuh, diskonnya antara 10-15%. Atau tadi siang akhirnya aku main ke Rumah Buku di Jalan Ngagel Jaya, Surabaya, toko buku yang mendiskon semua bukunya sebanyak 20%! Hemat bangeet!😀

  • Obralan

Obralan ini harga bukunya biasanya nggak pakai persen-persen potongan, langsung hajar bleh aja dikasih harga murah, mulai dari Rp5.000,00. Biasanya ada di event-event book fair, atau di toko buku Gramedia sering juga biasanya ditaruh di tempat tertentu dan langsung dilabelin murah, semacam cuci gudang produk lama. Nah tapi kalau beruntung bisa juga dapat koleksi baru. Timbunan bukuku nih banyak yang karena hasil beli obralan, banyak yang nitip teman sesama pencinta buku yang lagi jalan-jalan terus laporan di grup komunitas kalau lagi ada obral buku. Sering buku itu judul baru yang sudah tidak bersegel lagi, ada cap “broken”nya, tetapi sebenarnya masih bagus kalau dicek. Pernah beli buku Selimut Debu-nya Agustinus Wibowo yang tebal nian hanya seharga Rp20.000,00, atau terjemahan In The Bag yang tergolong baru aku nitip sama salah satu teman BBI dia dapat cuma Rp20.000,00! Katanya sih itu yang ada cap broken-nya semacam produk yang nggak lolos uji kualitas, jadi nggak bisa masuk display di toko buku Gramedia dengan harga normal. Biasanya ada cacatnya dikit di kover atau halamannya, tapi secara keseluruhan masih bagus. Biasanya buku-buku broken dijual di supermarket seperti Carrefour. Hm, sekarang masih ada nggak ya? Hehe….

  • Kolpri teman

Pepatah mengatakan: menyesal datangnya belakangan. Seru banget beli-beli buku—entah harga normal, diskonan, atau bahkan obralan—eh tapi waktu buat bacanya nggak ada melulu, ada buku baru lagi eh semangat nimbun lagi! Pas lagi “sadar”, eh bengong dan nyesel aja gitu karena sekarang tumpukan bukunya banyak banget dan tempatnya mulai nggak cukup! Mulai deh pilih-pilih buku yang sudah dibaca, atau belum dibaca tapi kayaknya minatmu sudah jauh berkurang. Setelah dipilah, difoto-foto, dicek kondisinya, lalu… dijual murah di media sosial (blog, Twitter, Facebook, Instagram). Hehe, familier dengan fenomena ini? Aku sendiri sudah berkali-kali ikut beli jualan koleksi pribadi temen, baik yang buku bekas maupun masih segelan tapi koleksi lama. Lumayan, kondisi masih bagus dan dijual murah, berkisar Rp5.000,00-Rp25.000,00 (bisa juga lebih mahal kalau buku impor, tebal, dan masih bagus, tapi aku sebagai pembeli membatasi harga segitu saja untuk beli kolpri, biar nggak boros-boros juga, hehe). Nah beberapa minggu lalu akhirnya aku latah juga menjual beberapa koleksi pribadiku yang sudah kubaca, biar ruang untuk buku-bukuku lebih lega jadi bisa nimbun buku-buku baru lagi.

Ini ada sedikit tips dariku dalam hal transaksi jual-beli buku koleksi pribadi:

Sebagai pembeli: kenal betul sama penjualnya, meski sebatas kenal di Twitter tapi pastikan selama ini aktivitasnya “aman”. Kalau dia blogger buku yang sering bikin kuis, ya laporan hadiah dari pemenang selalu ada. Stalking-stalking-lah mention yang masuk ke dia, apa ada yang komplain buku nggak dikirim-kirim atau biasa saja. Lalu, kalau sudah yakin ya penuhi kewajibanmu dengan baik. Jika sudah deal beli apa, cek ongkos kirim sudah bener, segeralah transfer pembayaran selama dalam batas waktu yang ditentukan penjual dan kasih konfirmasi. Lalu kalau bukunya sudah sampai, sempatkan untuk mention dia dan bilang kiriman sudah sampai dan ucapan terima kasih. Kenapa? Meski memang sudah sepantasnya barang diterima setelah bayar, tetapi respek sekecil apa pun yang kita berikan ke teman penjual itu sangat berarti. Ya biar transaksi-transaksi selanjutnya makin akrab gitu. J

Sebagai penjual: Selalu kasih tahu dengan detail kondisi buku bekas yang kita jual. Jika ada bagian yang rusak di mananya, kalau perlu difoto detail kerusakannya, jadi calon pembeli bisa memutuskan masih mau nggak ambil barangmu. Selalu berusaha penuhi janji, jika uang dari pembeli sudah masuk dan kamu menjanjikan akan kirim barangnya di waktu tertentu, ya tepati. Kalau toh sampai molor, harus selalu kasih tahu alasannya tetapi jangan lama-lama juga. Biar pembeli nggak kecewa gitu dan selanjutnya mau beli lagi buku-buku bekasmu.😀

  • Gratisan!!

Semurah-murahnya harga buku yang dibeli, GRATISAN tentu lebih menggiurkan yaa. Hihihi, iya sengaja dikapital semua biar heeboooh! Ini ada beberapa jenis gratisan yang aku tahu:

  1. Swap alias tukar buku. Bisa janjian sama teman yang juga punya timbunan buku, saling tukar buku apa yang udah sama-sama dibaca. Lumayan kan bacaan bertambah, nggak keluar duit, bisa saling ngerumpi juga sama teman soal buku yang ditukar.
  2. Ikutan kuis. Yep, sekarang ini banyaak banget yang bikin kuis berhadiah buku. Penerbit dan penulis sudah pasti, biasanya untuk promoin buku-bukunya yang baru rilis. Akun-akun yang mungkin kerja sama dengan penerbit untuk mengadakan kuis, misalnya akun blogger buku, akun toko buku online, akun fandom, dll. Nah makanya sering-sering deh online Internet dan update di media sosial. Sedikit tips dariku yang suka bikin kuis kepada para quiz hunter *hehe*: jangan suka ngeribetin penyelenggara kuis. Misalnya, baca dulu aturannya baik-baik jadi nggak asal tanya hal yang sudah jelas. Kadang kan kalau yang bikin kuis akun pribadi *seperti aku, peace!* ya suka moody Pas mood bagus, pertanyaan remeh yang jawabannya sudah jelas aja bakal kujawab. Nah kalau mood lagi jelek yaa… maaf ya, suka kusemprot atau sindir juga, hehe. Iya, harusnya kayak gitu kan dicuekin aja daripada nambah dosa, cuma aku ngarepnya teman-teman jangan cuma nafsu pengin hadiahnya aja, tetapi ya baca baik-baik aturannya *jadi curhat*. Jangan spamming kecuali memang dari awal diizinkan. Kalau cuma boleh jawab dan share sekali ya sekali saja, atau dibatasi berapa kali ya ikuti aja jumlahnya. Bukan apa-apa, yang spamming tuh suka ada beberapa peserta, males juga baca mention-mentionnya yang sebenarnya sekali saja cukup, hihi.

Terakhir, bersabarlaahh…. Ini kalau sudah jadi pemenang nih, suka nggak sabar nunggu hadiahnya, pengin segera baca. Tapi ya, namanya ini hadiah kan, pasti beda dengan kalau kita beli maunya langsung dapat. Batas kesabaran tiap orang beda-beda sih ya, ada yang belum seminggu juga udah nanyain *sigh*. Bagiku, sebulan itu batas maksimal kirimnya. Gara-gara dulu awal-awal bikin kuis ada yang nggak sabar dan nanyain mana hadiahnya, maka selanjutnya kalau konfirmasi ke pemenang akan kujelasin hadiah maksimal dikirim sebulan dari data diterima. Ya maklumi aja, kalau yang bikin kuis akun pribadi, suka ada kondisi-kondisi “tak terduga”. Misalnya: sibuk banget, bujet terbatas bahkan untuk bayar ongkos kirim, atau kalau belinya di toko buku online jadi harus menunggu lagi. Gitu, deh. Coba kalau ikut kuisku, kalau mendekati sebulan belum dapat hadiah baru tanya, yaa… hehe!

  1. Jadi resensor! Yoi bangeet, meresensi buku itu banyak manfaatnya lhoo, salah satunya adalah dapat buku gratisan. Nah tapi seperti yang aku twit beberapa hari lalu, sebaiknya jangan mulai meresensi buku dengan tujuan awal langsung pengin dapat gratisan buku. Eh kenapa? Ya, ini menurutku saja, kalau kita baru bikin resensi dengan tujuan diikutkan lomba resensi, jadi kayak nggak tulus aja gitu isinya. Baiknya sih mulai meresensi ya karena memang suka baca dan pengin mengutarakan pendapat lewat ulasan. Kalau koleksi resensinya sudah banyak, baru deh kita lirik-lirik ada event apa yang melibatkan resensor buku.

Banyak banget penerbit dan penulis yang mengajak kerja sama blogger buku untuk mengulas bukunya, dengan tujuan promosi, mengenalkan buku terbitannya ke para calon pembaca. Nah biasanya mereka juga nggak “asal pilih” setiap blogger buku yang daftar, tapi dilihat juga apa memang sudah banyak dan konsisten meresensi, isi resensinya bagaimana (apakah ada tutur kata yang kasar?), dsb. Nah menurutku itulah bonus bagi para resensor. Dimulai dari hobi, ditekuni, dan peluang kerja sama dengan penerbit dan penulis jadi banyak, deh. Asyik kan, jaringan bertambah, koleksi bacaan pun bertambah dengan gratis! Hehe. Ini sedikit tips dariku untuk para resensor yang ingin ikut meramaikan event dari penerbit dan penulis:

Biasakan menulis resensi dengan rapi dan santun, jika mengutarakan sisi minus pun tetap tanpa kata-kata kasar, harus tetap enak dibaca. J Biasakan juga menepati janji kepada penerbit atau penulis yang bekerja sama dengan kalian. Misalnya diberi batas waktu untuk menampilkan resensi, ya kalau sudah sepakat dari awal ya tepati. Jika toh di tengah jalan ada kendala, selalu kasih tahu yaa, biar nggak dikira mau gratisannya doang tapi nggak mau penuhi tanggung jawab. L Dan ini yang penting, meskipun buku yang diberi itu mengecewakanmu, tetap selesaikan baca dan kasih ulasan dengan sopan. Kalau kalian benar-benar menyerah, ya sampaikan ke penerbit/penulis dengan jujur dan tanya enaknya gimana. Cuma ya jangan salahkan kalau selanjutnya kamu nggak diajak kerja sama lagi, karena dianggap nggak bisa “profesional”.😀

Uhm well, okay, rasanya segitu dulu tips dariku untuk cara menambah koleksi buku dengan tetap berhemat. Mau lebih hemat lagi?? KENDALIKAN DIRI! Wuahaha… coba dilihat dulu tuh koleksinya yang bertumpuk, baca satu-satu dulu deh sebelum belanja yang baru lagi. Kalau aku suka bandel tuh, satu buku belum selesai, bosan, udah beralih ke buku lain. Makanya  daftar buku yang sedang dibaca di Goodreads-ku lebih dari satu. Pernah tuh sampai sepuluh, haha, sekarang sih tinggal empat *nyengir*. Aku terapkan begini sih: aku harus kelar baca satu judul dulu yang ada di daftar sedang dibaca, baru boleh nambahin baca baru lagi. Hal yang sama bisa juga diterapkan dalam hal mengendalikan diri dari menambah timbunan buku. Mm, misalnya harus baca dulu lima timbunan baru boleh nambah koleksi satu buku lagi.😀 Make it fun aja, jadi bertanggung jawab pada diri sendiri dengan tetap melakukan hobi. Oke, semoga tipsnya berguna yaa!😉

5 thoughts on “Tips Menambah Koleksi Buku dengan Cara Hemat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s