Ketika Para Pembaca Bercerita [Serapium Punya Cerita by Serapium]

Serapucit

Judul: Serapium Punya Cerita

Penulis: Serapium (Komunitas Pembaca Buku di Kaskus: Dannie Shan, Ray Hamonangan, Zelie Petronella, Dhia Citrahayi, Krisyan Nuruha, Rika, Ayu Welirang, C. Wibawa, Al Varrel Putra Kusuma, Iwan H, Selviana Rahayu)

Penerbit: Nulis Buku

Genre: Fiksi, Kumpulan Cerpen, Drama, Romance

Terbit: Juli 2014

Tebal: 174 Halaman

Cara dapat: beli di Nulis Buku

(http://nulisbuku.com/books/view_book/6157/serapium-punya-cerita)

Harga normal: Rp40.000,00

Siapa bilang para pembaca buku “hanya bisa” membaca? Banyaknya bacaan yang mereka lahap, cerita yang mereka nikmati, tentu menggerakkan banyak pembaca untuk ikut menulis pula. Saya adalah salah satunya, menulis cerita diawali dengan hobi saya membaca cerita fiksi. Dan itu pulalah yang dialami oleh teman-teman di forum Serapium, komunitas para pembaca yang rutin berdiskusi tentang buku di Kaskus. Mereka lantas mencoba berkreasi melalui tulisan-tulisan fiksi, yang kemudian dibukukan dalam kumpulan cerpen ini. Bagaimana isinya dan kesan saya setelah membaca kesebelas cerita pendeknya?🙂

Seperti lazimnya membaca kumpulan cerpen, maka sebagian ceritanya kusukai, sebagian lainnya nggak nyantol di hati. Untuk kumcer ini, sebut saja beberapa cerita yang nyantol di hati: Secangkir Kopi untuk Tuhan, Kisah di Balik Hujan, Kado untuk Alice, Jika Cinta Punya Masa Berlaku, dan Mencintaimu. Selain cerita-cerita tersebut ada lagi enam judul lain yaitu: Amy, The Chronicle of Shapeshifter Hiren si Licik, Saat Malam Tanpa Bintang, Koleksi Tanda Tangan Penulis, Senja Merah Jambu untuk Pacarku, dan Harta Paling Berharga. Keenam judul itu bukannya jelek, hanya saja ada yang tidak terasa gregetnya atau bahkan saya tidak mengerti maksudnya. Oke, saya akan coba ulas cerpen-cerpen yang saya sukai, dan sebagian cerpen-cerpen yang tidak nyantol di hati, ya.

Secangkir Kopi untuk Tuhan. Cerita tentang seorang pemilik kedai kopi dan kesehariannya mengelola tempat tersebut. Disebutkan detail ruangan kedai kopi beserta suasananya yang memang tidak istimewa, pengunjung tak banyak, rasa kopinya pun biasa saja. Kedai kopi tersebut menjadi “istimewa” karena kedatangan rutin seorang “pria berjanggut kambing”. Percakapan mereka berdualah–sang pemilik kedai dan sang pria janggut kambing–yang menjadikan istimewa. “Aku ingin mentraktir Tuhan secangkir kopi,” ujar sang pria berjanggut kambing. Kisah ini bagus, tentang bagaimana berterima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberi kita banyak kebaikan.🙂

Kisah di Balik Hujan. Saya suka dengan cerpen ini, malah lebih menikmatinya dibanding yg pertama. Secara alur dia runut dan enak untuk diikuti, meski temanya sederhana tentang pacaran jarak jauh. Yang agak mengganggu memang ketidakrapian penulisan, karena banyak salah penempatan tanda baca juga penulisan tidak sesuai EYD. Tapi ya itu, karena ceritanya asyik diikuti, jadi tidak terlalu terganggu. ^ ^

Kado untuk Alice. Cerita yang membuat terenyuh, tentang seorang kakak yang ingin memberikan hadiah istimewa untuk sang adik di hari ulang tahunnya. Namun permintaan sang adik terlalu berat, yaitu dia ingin bertemu lagi dengan ayah yang telah meninggalkan mereka sedari kecil. Dimulailah usaha sang kakak untuk mencari sang ayah, hingga akhirnya bertemu. Dan kisah pilu pun bergulir dari ayah mereka tentang mengapa dulu dia meninggalkan anak-anaknya dan pergi begitu saja. :”)

Jika Cinta Punya Masa Berlaku. Ini adalah cerita tentang Nessa dan pencarian cinta sejatinya. Betapa seringnya Nessa abai terhadap “kode-kode cinta” yang berserakan di sekitarnya, hingga ketika dia menyadarinya, waktu seolah habis untuknya mendapatkan belahan jiwa. Akankah selamanya Nessa terlambat menyadari cinta yang datang padanya? Suka juga dengan cerita ini, tetapi menurutku agak terlalu panjang, bisa dipangkas biar nggak terlalu mendongeng. Hehe. 

Mencintaimu. Cerita lain yang membuat saya terenyuh. Tentang kehidupan suami istri yang akhirnya berpisah. Tentang cinta yang terlalu besar yang membuat seseorang tidak ingin melukai hati pasangannya, sehingga memilih untuk menutupi kenyataan sebenarnya. Saya suka dengan “kejutan” di akhir ceritanya. Memang sih rasanya seperti ingin protes kok bisa begitu. Tetapi protes itu tak sampai keluar di ujung mulut karena saya berpikir bagaimana seandainya saya yang berada di posisinya? Mungkin, saya pun akan melakukan hal yang tak jauh berbeda. :”(

Nah, itu adalah kelima cerita pendek yang berkesan bagi saya di buku ini. Sedang beberapa cerita lainnya yang bikin saya nggak terlalu suka; misalnya “Saat Malam Tanpa Bintang”, sampai akhir cerita saya masih nggak mudeng sama maksudnya. Atau “Koleksi Tanda Tangan Penulis” yang menurut saya lebih ke berbagi cerita nyata tentang pengalaman berkaitan hobi, rasanya ini bukan fiksi ya, konfliknya pun tak ada? “Amy” bercerita tentang seorang gadis buta yang rutin menunggu senja di tepian danau, bertemu seorang pemuda yang tertarik padanya. Sayang saja ceritanya kurang greget dan ada hal “berat” yang serasa hadir sepintas lalu, kurang dapat “rasa”nya. 

Hal-hal lain selain konten cerita, saya sukaa banget banget sama sampulnya! Sederhana, tapi enak dilihat, teduh juga warna birunya.😀 Nggak bosen deh ngelihatnya, dan dari kemasan luar membuktikan kalau buku terbitan indie pun tidak kalah dengan penerbit mayor. Namun sayang ketika mulai membuka-buka isinya, saya agak kecewa dengan tata letaknya yang kurang rapi; seperti masalah awal alinea terlalu menjorok ke dalam dan spasi di dalamnya banyak yang nggak sama. Lebih lagi tentang penulisannya masih sering melanggar EYD dan kebakuan. Buku lho ini, bukan lagi cerita online, harus patuh dong pada EYD dan KBBI.🙂 Begitu deh, menurut saya meski penerbit indie, tetapi penyuntingannya harus tetap diseriusin. Karena sekali lagi, hasil akhirnya adalah sebuah buku.

But overall, selamat buat komunitas Serapium untuk buku perdananya yang bisa saya nikmati hanya dalam satu setengah hari! Membuktikan bahwa para pembaca pun bisa berkarya lewat tulisan.🙂

Stars: 3 of 5

Note: diikutkan pada Indonesian Romance Reading Challenge 2014

3 thoughts on “Ketika Para Pembaca Bercerita [Serapium Punya Cerita by Serapium]

  1. Pingback: Joining Indonesian Romance Reading Challenge 2014 (!!) | Dinoy's Books Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s