Kapal Kehidupan Audy Nagisa [The Chronicles of Audy: 21-book 2 by Orizuka]

Audy21

Judul: The Chronicle of Audy: 21

Penulis: Orizuka

Penerbit: Haru

Genre: Keluarga, drama, romance

Tebal: 308 Halaman

Terbit: Juli 2014

Cara dapat: buntelan dari toko buku online @bukukubukumu

Harga normal: Rp57.000,00

Audy Nagisa kembali dengan cerita kehidupannya di tengah empat pria yatim piatu: Regan, Romeo, Rex, dan Rafael. Jika ada yang belum menyimak cerita awalnya, silakan baca dulu The Chronicles of Audy: 4R. Sekilas lagi saya ceritakan, Audy awalnya bekerja di rumah keluarga 4R itu sebagai baby sitter seorang balita bernama Rafael. Namun, dia dijebak sehingga akhirnya menjadi asisten rumah tangga–yang tentunya tugasnya jauh lebih banyak daripada sekadar menjaga seorang balita imut, yaitu mengurus rumah keseluruhan. Berawal dari kesal namun membutuhkan gajinya, hingga akhirnya Audy mengalami kisah demi kisah yang membuat kedudukannya sekarang di tengah 4R adalah sebagai “bagian dari keluarga”. Namun, kehidupan terus berlanjut. Selalu ada pelangi seusai hujan, meski begitu toh siklus cuaca terus berputar dan akan ada lagi badai-badai dan hujan lainnya. Dan, bagaimana kisah kelanjutan Audy dengan status barunya tersebut?

Ketika Penerbit Haru mengumumkan rilisnya seri kedua kisah Audy ini, saya langsung memasukkanya ke daftar buku incaran. Dan bak gayung bersambut, beruntung sekali saya bisa mendapatkannya cepat tanpa mengeluarkan biaya, hehe. Terima kasih untuk Lia Nurida, pemilik toko buku online @bukukubukumu yang telah menawarkan untuk mengirim saya salah satu buku gratis dari jualannya–katanya sih karena saya sudah bantu promoin jualannya.😀 Sempat bingung dengan dua pilihan buku, akhirnya saya memilih ini karena penasaran dengan kelanjutan kisah Audy yang memukau saya di seri pertamanya.

Nah, inilah kisah itu kemudian. Menjadi “bagian dari keluarga” 4R ternyata tak serta-merta memberi perubahan berarti bagi Audy. Dia tetap dituntut untuk membereskan kekacauan di dalam rumah, juga sikap 4R kembali seperti “biasanya”. Regan, sang kakak sulung, memang masih bersikap ramah. Tetapi bedanya sekarang Regan lebih menunjukkan bahwa dia benar-benar menganggap Audy sebagai adik perempuannya, setelah mengetahui perasaan Audy terhadapnya. Romeo tetaplah cowok cuek jarang mandi yang tenggelam dalam dunia komputernya; Rex yang masih nerd, kaku, dan sering sinis kepada Audy; dan pastinya Rafael yang menggemaskan yang kini lebih melekat kepada Audy.

Masalah muncul kemudian ketika salah satu dari 4R ini mengungkapkan perasaan sukanya kepada Audy. Mau tahu yang mana? Biar saya sempitkan menjadi dua pilihan, deh.😀 Pastinya bukan Regan karena pria keren itu masih setia menunggui Maura, tunangannya yang koma selama dua tahun. Rafael sang balita? Hehe, kalau toh dia semakin melekat dan mungkin saja bilang suka pada Audy, yang jelas bukan suka yang itu. Jadi, silakan tebak deh di antara Romeo dan Rex, yang mana yang mengatakan perasaannya kepada Audy.😀 Dan belum cukup masalah ungkapan perasaan ini, Audy pun dihadapkan pada “tokoh baru” yang muncul dengan tak terduga yang pada akhirnya… berpotensi menggeser kehadiran Audy di rumah itu. Nah lho, siapa ya tokoh barunya?? Hm….

Kesan saya setelah membaca novel ini, saya tetap suka dengan ceritanya, suka dengan deskripsi hubungan antara Audy dan orang-orang di sekitarnya. Namun secara keseluruhan saya kok lebih suka seri pertamanya, ya, lebih lincah aja (sangat disarankan untuk baca Audy 4R dulu sebelum baca ini biar nyambung). Di sini, seperti kebanyakan dramanya. Masih dengan POV 1, Audy masih sering “meracau”, tapi entah kenapa racauannya di sini agak terasa terlalu panjang. Tetapi, saya tetap suka menyimak segala kekhawatirannya terhadap hal-hal yang terjadi setiap hari. Misalnya, menghadapi Rafael yang bertingkah tidak sopan pada ibu-ibu dari teman-temannya di PAUD. Bayangkan, anak sekecil itu bisa dengan gampangnya menjuluki geng ibu-ibu yang sedang menunggui anak-anaknya itu sebagai “Kandang Jangkrik”, kedengaran lagi sama ibu-ibu itu! Aduuh, Rafaael, but you still cute karena kamu ngelakuin itu untuk membela Audy yang dicibir sama mereka! Hehe. Atau, ketika harus menghadapi Rex yang sikapnya sering tak terduga; sering memandang sinis, tapi bisa tiba-tiba memberi perhatian ke Audy seperti menawari membantu skripsi. Dan yang lebih “mengharukan” lagi adalah saat akhirnya Audy bisa lebih lagi mengenal Romeo, dan ternyata banyak pandangannya yang salah kepada cowok itu. Memberi pesan moral kepada saya, bahwa sering sekali saya pun dengan gampang menilai buruk orang lain karena menilai sekilas dari pembawaan luarnya. Padahal, jika ditilik lebih dalam lagi, ternyata banyak kualitas baik di dalam orang itu yang saya lewatkan.🙂

Nah, lantas bagaimana dengan kehidupan Audy sendiri? Bagaimana skripsinya yang serasa jadi terlupakan karena Audy sudah tenggelam dalam status “bagian dari keluarga”? Nah, silakan simak deh, selengkapnya di novel. Yang jelas, sebagai sebuah akhir dari dwilogi, menurut saya memang novel ini sudah pas. Akhir yang mengharukan dan memberi pelajaran baik bagi pembacanya.🙂

Stars: 3 of 5

Note: Diikutkan pada Indonesian Romance Reading Challenge 2014

6 thoughts on “Kapal Kehidupan Audy Nagisa [The Chronicles of Audy: 21-book 2 by Orizuka]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s