Siapa Pembunuh Itsumi?? [Girls in the Dark by Akiyoshi Rikako]

Girls-in-the-Dark

Judul: Girls in the Dark

Penulis: Akiyoshi Rikako

Penerbit: Haru

Genre: Novel Jepang terjemahan, remaja, drama, misteri, romance

Terbit: Mei 2014

Tebal: 279 Halaman

Cara dapat: hasil proofreading

Harga normal: Rp52.000,00

Kematian Shiraishi Itsumi menyisakan misteri mendalam, mengenai penyebab kematiannya. Ada kemungkinan, gadis itu bunuh diri. Namun, ada kemungkinan pula ia dibunuh, tapi… siapa pelakunya? Terlebih karena Itsumi adalah Ketua Klub Sastra di SMA Putri Santa Maria, maka desas-desus pun berembus bahwa pelakunya adalah anggota klub itu sendiri. Enam gadis anggota Klub Sastra yang dicurigai sebagai tersangkanya adalah: Sumikawa Sayuri, Nitani Mirei, Kominami Akane, Diana Detcheva, Koga Sonoko, dan Takaoka Shiyo. Untuk mengenang kepergian Itsumi, klub itu pun mengadakan pertemuan, sekaligus enam orang tadi membacakan cerita pendek yang dapat menjadi alibi masing-masing. Lantas, apakah melalui pembacaan cerita tersebut pelakunya akan terungkap?

Inilah profil dari enam anggota Klub Sastra SMA Putri Santa Maria yang diduga juga menjadi pelaku pembunuhan Shiraishi Itsumi:

  1. Sumikawa Sayuri. Merupakan sahabat dekat  Shiraishi Itsumi yang juga wakilnya dalam klub tersebut. Sayuri melalui naskahnya menggambarkan kedekatan hubungan mereka. Itsumi dan Sayuri bersahabat sejak SD, dan bahkan Sayuri mengatakan kalau tidak ada Itsumi,  ia tidak bisa bersinar. “Sejak Itsumi tiada… separuh tubuh saya seperti direnggut… untuk berjalan saja saya susah untuk menjaga keseimbangan.”
  2. Nitani Mirei. Gadis ini adalah murid penerima beasiswa yang diajak bergabung oleh Itsumi langsung ke dalam Klub Sastra. Mirei merasa banyak berutang kepada Itsumi yang telah banyak membantunya. Itsumi yang tahu kondisi keuangan keluarga Mirei, memintanya untuk menjadi guru privat adiknya di rumah dan memberinya honor tinggi. Kedekatan mereka berdua pun membuat Mirei tahu kehidupan pribadi Itsumi, termasuk masalah yang menimpa keluarganya.
  3. Kominami Akane. “Awalnya, kalau boleh jujur, aku tidak suka dengan Shiraishi Itsumi. …Bukan. Aku benci.” Begitulah ungkapan dari Kominami di awal pembacaan naskahnya. Menurutnya, kecantikan Itsumi terlalu sempurna dan ia tidak menyukainya. Namun toh perlahan Itsumi berhasil menarik Kominami masuk ke Klub Sastra karena ia tahu hasrat terpendam gadis itu untuk membuat kudapan-kudapan ala Barat, dan dapur di salon Klub Sastra sangat mendukung keinginannya. Kedekatan mereka berdua juga membuat Akane mendengar curahan hati Itsumi, tentang Mirei yang menjadi penguntit dan pencuri di rumahnya!
  4. Diana Detcheva. Gadis ini berasal dari Bulgaria dan merupakan murid internasional di SMA Putri Santa Maria. Diana lebih dulu mengenal Itsumi ketika gadis itu mengadakan kunjungan ke negaranya. Berawal dari perasaan kagum, berkembang menjadi rasa cinta yang posesif. Diana selalu ingin bersama Itsumi. Bahkan, dia melakukan segala cara agar berikutnya ia mendapatkan program belajar ke Jepang, ke sekolah Itsumi. Saat berada di sekolah yang sama dengan Itsumi, Diana tak hanya menjadi semakin dekat dengan Itsumi dengan menjadi anggota Klub Sastra, melainkan ia juga melihat sendiri bagaimana siswi-siswi di sekolah tersebut saling tarik-menarik untuk dapat menjadi pemimpin dan “penguasa”. Ia juga mengendus niat buruk dari seorang anggota lain yang ingin menyingkirkan Itsumi.
  5. Koga Sonoko. Anak dari seorang dokter, yang juga bercita-cita kelak akan berprofesi sama seperti ayahnya. Sonoko menganggap Itsumi adalah saingan terberatnya karena gadis itu dirasa memiliki keseimbangan terhadap semua hal. Sonoko merasakan pedihnya kehilangan ayahnya yang meninggal, dan melalui jabatannya sebagai ketua panitia bazar perayaan Paskah dan Pentakosta, Sonoko menjadi dekat dengan ayahanda Itsumi selaku pengelola sekolah. Tuan Shiraishi bahkan memberikannya hadiah, dan mengizinkan Sonoko untuk melihat proses pembedahan di rumah sakit yang dikelolanya.
  6. Takaoka Shiyo. Merupakan satu-satunya penulis profesional yang telah merilis buku karyanya sendiri. Statusnya sebagai seorang penulis membuatnya seolah istimewa di antara anggota Klub Sastra lainnya. Ia bahkan mendapatkan kesempatan untuk menemani Itsumi saat berkunjung ke Bulgaria kedua kalinya. Namun, ada yang aneh dengan gadis ini. Entah kenapa, ketika Itsumi mengajukan ide untuk menerjemahkan karyanya ke dalam bahasa lain, Takaoka mati-matian menolaknya. Ia berpendapat bahwa terjemahan hanya akan menolak keaslian karya penulis. Takaoka juga menyimpan rasa tidak suka kepada anggota lainnya, yaitu Akane. Ada alasan kuat yang dikemukakan Takaoka sehingga ia menuduh Akane-lah pelakunya.

Enam gadis dengan enam cerita yang menjadi “alibi” masing-masing. Mereka saling mencurigai satu sama lain, mengungkap fakta yang tidak ada di cerita yang lainnya. Suasana pertemuan yang biasanya ceria khas gadis-gadis remaja kala sedang berkumpul, menjadi mencekam. Masing-masing saling melempar tanggung jawab terhadap kematian Itsumi. Hingga, ada pembacaan satu surat dan juga satu pengakuan yang kemudian menjawab segalanya. Misteri terjawab dengan cara yang sulit untuk dibayangkan, dan hal inilah yang menjadi kekuatan novel ini.

Pada awalnya, saya agak heran dengan format cerita yang ditawarkan novel ini, yaitu pembacaan naskah cerita pendek. Bisa digambarkan sebagai “cerita di dalam cerita”. Mulanya saya masih menunggu kapan interaksi langsungnya terjadi, karena interaksi antartokohnya hanya diceritakan ulang melalui naskah itu. Namun lama-kelamaan saya terhanyut sendiri akan penuturan masing-masing. Terlebih ketika sudah berganti orang, maka orang tersebut akan mengungkap satu fakta baru yang sebelumnya diceritakan berbeda oleh anggota lain. Sebagai novel misteri, Girls in the Dark memenuhi kriteria yang sangat baik untuk memancing kepenasaranan pembaca.

Oh ya, barangkali ada yang bertanya kenapa judul novelnya Girls in the Dark? Ya karena pertemuannya diadakan di ruangan yang minim penerangan. Dan lewat pertemuan ini ada hal unik yang menarik saya temukan, yaitu mengenai “Yami-nabe”. Ini adalah suatu ritual di mana semua peserta memasukkan bahan-bahan aneh ke dalam panci dan semuanya harus memakannya di dalam kegelapan. Oh ya, di dalam panci itu sudah disediakan air mendidih, jadi bisa dibayangkan sendiri bagaimana bahan-bahan aneh itu bercampur dan menjadi aneh pula di lidah mereka. Salah satunya, ada yang mencampurkan stroberi daifuku yang dari penampakannya sih….

stroberi-daifuku

pic from justonecookbook.com

Hmm… tampak enak ya? Tapi karena bahannya adalah tepung, stroberi, dan kacang merah yang dihaluskan, maka ketika dimasukkan ke air mendidih menjadi berlendir dan isi panci jadi manis sekali! Malah ada juga yang “iseng” banget memasukkan jam tangan Chanel! Absurd banget, ya!

Namun sebagai penghibur, penanggung jawab pertemuan pun sudah menyediakan hidangan penutup yang lezat. Hmm, di sinilah saya sampai ngiler karena penyebutan beberapa makanan penutup yang sepertinya lezat. Salah satu di antaranya adalah:

honey-flan

honey flan (from shutterstock.com)

Secara keseluruhan, saya dapat menikmati ceritanya. Banyak kejutan-kejutan menyenangkan, misteri yang dibalut dalam cerita persahabatan, keluarga dan cinta, juga hal-hal unik yang membuat perasaan kita campur aduk saat membacanya.🙂

Stars: 4 of 5.

 

6 thoughts on “Siapa Pembunuh Itsumi?? [Girls in the Dark by Akiyoshi Rikako]

  1. Pingback: Kuis Girls in the Dark (plus!plus!!) | Dinoy's Books Review

  2. Pingback: Tahap 2: Pengin Girls in the Dark! | Dinoy's Books Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s