Balada Karma Cinta [Yamaniwa by Netty Virgiantini]

Yamaniwa

Judul: Yamaniwa

Penulis: Netty Virgiantini

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Genre: Amore, Romance, Drama, Komedi

Terbit: November 2013

Tebal: 224 Halaman

Cara dapat: Buntelan dari penulisnya

Harga normal: Rp45.000,00

Sindrom karma cinta. Sepertinya itulah yang sedang menimpa Niwa, cewek yang pernah menyelingkuhi pacarnya semasa SMA. Alkisah, Niwa mulai dikenalkan dengan Yama oleh Agas, pacar Era, sahabatnya. Mulai dari perkenalan yang tenang, keduanya pun menjadi dekat dan memutuskan menjalin hubungan cinta. Namun sayang, ketika Yama lulus sekolah duluan dan melanjutkan bekerja di kota yang berbeda, Niwa takluk akan godaan pria lain yang datang di sekolahnya. Cowok itu adalah Arvin, mahasiswa calon guru yang sedang melakukan PKL di SMK tempat Niwa bersekolah. Karena hubungan cinta jarak jauh dengan Yama, Niwa mulai tergoda untuk mendua. Niwa mengizinkan kehadiran Arvin dalam hari-harinya dan puncaknya, mereka pun pacaran. Niwa tak menghiraukan anjuran Era untuk tetap setia kepada Yama. Dan yang namanya keburukan pasti tak dapat disembunyikan terlalu lama, karena suatu hari Yama memergoki Niwa dan Arvin sedang bermesraan di dekat rumah Niwa!

Dan sejak itu, Yama pun pergi dari kehidupan Niwa, memutuskan hubungan mereka karena perselingkuhan perempuan itu. Niwa merasa bersalah, sudah pasti. Ia sering kali tak dapat mengenyahkan bayangan Yama dari pikirannya meski sudah ada Arvin. Dan, karma itu datang ketika pada suatu hari Niwa melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Arvin pergi bareng perempuan lain, yang bahkan dengan tegas diakui Arvin sebagai pacarnnya! Hancur sudah hati Niwa dibuatnya. Namun, Arvin dengan tega mengingatkan bahwa Niwa pun bukan cewek baik-baik, karena dulu juga hubungan mereka dimulai karena Niwa menyelingkuhi Yama. Dan tidak berhenti sampai pada kejadian Arvin mengkhianatinya, sepuluh tahun berlalu dan kehidupan percintaan Niwa selalu berakhir nahas. Pria-pria itu meninggalkannya, atau menemukan alasan tepat untuk tak dapat lagi bersama dengan Niwa. Sungguh malang nasib Niwa. Di tengah perenungannya akan karma cinta yang tengah melandanya, tiba-tiba Yama muncul kembali di hadapannya. Sayangnya, kedatangan Yama bukan untuk mengajak Niwa kembali menjadi kekasihnya, melainkan… Yama meminta Niwa untuk menjahitkan kebaya bagi calon istrinya!

Membaca novel ini dari awal, saya sempat dibuat tergelak akan interaksi Niwa dengan Era, dua sahabat yang sudah seperti saudara sendiri. Bahkan, Niwa kerap memanggil Era dengan sebutan “Bun,” alias Bunda, karena Era dianggap Niwa seperti mendiang ibunya dengan pembawaannya yang kalem dan ngayomi. Dan ternyata, obrolan-obrolan yang alami antara kedua sahabat ini yang menjadikan novel ini asyik dibaca. Celotehan-celotehan khas mereka, candaan-candaan, bahkan saling menertawakan masalah sendiri. Menurut saya justru hubungan dua sahabat ini malah lebih kuat dibandingkan dengan cerita cintanya sendiri. Yang menjadi konflik utama cerita adalah tentang Niwa yang bingung mengatasi kegundahan hatinya karena harus sering bertemu dengan Yama karena pria itu order kebaya pengantin bagi calon istrinya. Permintaan yang, jujur saja buat saya terlalu mengada-ada. Maksud saya, Yama tidak terlihat seperti seorang mantan yang ingin balikan, kenapa juga susah-susah minta tolong kepada mantan pacar untuk pernikahannya bersama orang lain? Masa sih Yama segitu nggak punya hatinya? Niwa sendiri, saya gemas setengah hati terhadapnya. Ia tahu melakukan hal itu tidak akan mudah, kan ia bisa saja menolak? Namun bagi Niwa, menuruti permintaan Yama adalah bentuk penebusan rasa bersalahnya terhadap perselingkuhannya sepuluh tahun lalu. Herannya, saya malah tidak mendapati Niwa mengucapkan permintaan maaf, malah mengikuti permainan yang diciptakan oleh Yama.

Bagaimanapun, saya menikmati cara bercerita penulis. Tidak terlalu banyak narasi sehingga tidak membosankan bagi saya, dialog-dialog yang membuat terpingkal juga sesekali bikin merenung, dan juga sentuhan fisik yang meski terasa manis tapi menurut saya… sedikit kurang berani. Hehe. Karena setahu saya genre Amore itu penuh akan letupan-letupan cinta dan kontak intim antara hero dan heroine-nya, tapi di sini sih masih terasa tanggung!😀

Kejanggalan demi kejanggalan perihal calon istri Yama yang benar-benar tidak bisa menyempatkan diri untuk datang mengukur bakal kebayanya, sebenarnya membuat arah cerita ini mudah ditebak. Tapi tentu saya tidak akan membocorkannya. Lalu, ada satu hal lagi yang menurut saya amat kurang perlu. Mungkin maksud penulis menambahkannya ya untuk meramaikan konflik cerita. Yaitu tentang kisruh di rumah tangga Era. Jujur saja buat saya masih nanggung sih eksekusinya. Tapi yaa, boleh jugalah. Hehe.🙂

Stars: 4 of 5

Note: Diikutkan pada Indonesia Romance Reading Challenge 2014

2 thoughts on “Balada Karma Cinta [Yamaniwa by Netty Virgiantini]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s