Book and the Companion(s) *product review*

Peringatan: artikel kali ini tidak membahas buku secara langsung; ini bukan resensi buku, cerita di balik penulisan suatu buku, apalagi wawancara dengan sang penulis. Nope. Tapi tenang saja, meski tidak menyebutkan judul buku maupun penulis, tetapi artikel ini tetap berhubungan dengan buku, kok, kalau nggak ya nggak boleh masuk blog ini dong!😀 Oke, jadi izinkan saya mulai mengoceh lebih banyak setelah ini….

… Berawal dari tanggal 18 Januari 2014 saya menerima bingkisan awal tahun dari Penerbit Haru, salah satu klien saya dalam hal memeriksa naskah. Bingkisan yang dikirimkan dari kantor pusatnya di kota Ponorogo tersebut berisi:

From Haru

Yeay, sebuah surat, kalender 2014, dan notebook bersampulkan kain dengan warna dasar cokelat dan motif bunga-bunga, tak lupa bordiran logo Haru. ^^ Senangnyaaa. Dari paket tersebut, saya fokus pada satu benda yaitu sampul kain yang menjadi baju sebuah notebook dengan logo Haru. Saya tak asing dengan sampul kain ini, apalagi disertai sepotong kecil kertas agak tebal yang menandai produsen barang tersebut. Emerald Green Label. Saya pernah mengetahui produk ini dari Twitter; akun Penerbit Haru yang ternyata adalah afiliasi dari mereka, juga beberapa teman yang mengulas produk ini. Lucu juga sih kalau dilihat, motif-motifnya manis dan enak dilihat. Waktu itu, sempat terpikir pengin juga punya. Tapi belum sempat menyisihkan uang untuk membeli, eh sudah dapat salah satu produknya dari Haru, gratiss!!😀

Dan inilah yang mendasari artikel saya kali ini Book and the Companion(s) *product review*. Konon, ide dasar dari bisnis sampul buku dengan bahan dasar kain ini berasal dari Jepang. Di negara ini, toko buku menyediakan jasa menyampul buku dengan motif yang bisa dipilih. Hal ini untuk menjamin privasi sang konsumen ketika hendak membaca buku di tempat umum. Alasan privasi itu pulalah yang membuat Emerald menciptakan beberapa motif sebagai baju kedua buku yang elegan. Hah, privasi apa, sih? Terus terang saya ini termasuk tipe pembaca yang cuek. Saya nggak pernah menyampul buku bacaan saya (yang tak jarang menyebabkan beberapa buku saya tertekuk pada bagian kovernya, hiks, tapi toh saya masih cuek, hehe!), saya juga nggak pernah merasa malu membaca buku di tempat umum dengan memperlihatkan kover aslinya. Yaa, lagian selama ini saya justru suka-suka aja kok dengan kover buku, dan nggak pernah juga baca buku dengan kover yang “aneh-aneh” dan “bukan-bukan”.😀

Namun, motif yang ditawarkan Emerald sungguh menarik mata dan selalu bikin pengin ikut punya juga. Dan setelah dipikir-pikir, menyampuli buku dengan bahan dasar kain ini punya beberapa tujuan lain kok selain privasi:

  1. Menghindari kover cepat kotor, terlebih kalau kita bawa bukunya ke mana-mana. Kan karena kain jadi bisa dicuci biar bersih lagi.
  2. Kadang ada kover buku yang nggak sesuai harapan kita, tetapi berhubung kita suka sama bukunya (entah karena penulisnya ataupun tema ceritanya), ya kita tetap pengin punya. Dengan memilih motif yang kita sukai dari produk Emerald, kita bisa terhindar deh dari mood jelek saat membaca buku tersebut. Ya bayangin kan kalau tiap menutup buku untuk istirahat, yang dilihat malah gambar kover yang bikin nggak selera! >.<
  3. Dengan memberi sampul kain khusus, kita dapat menandai buku dengan tujuan tertentu. Misalnya seperti ini:

SampulBBI-Emerald

Naah, itu adalah produk lain dari Emerald yang khusus dipesan oleh Blogger Buku Indonesia. Saya sebagai member ikut memesan karena motifnya juga baguus! Kebaca jelas nggak kalimatnya?? There are worse crimes than burning books. One of them is NOT reading them. (Joseph Brodsky) Uhuk, kalimatnya menohok banget tuh bagi penimbun buku seperti saya. Jadi, ketika saya mengenakan sampul tersebut pada salah satu buku timbunan saya, saya akan terus membaca kalimat yang tertera, yang berarti “Dosa tuh kalau nggak segera baca buku ini, mau ditimbun berapa lama??” Hihihi. Nah, make your own way, kalian bisa pilih motif-motif tertentu yang ditawarkan Emerald Green Label untuk menandai bukumu itu mau diapakan. Mau segera dibaca, sudah dibaca tapi belum diulas, atau… diberikan sebagai hadiah kepada orang lain beserta sampulnya?? Hihihi.

Jadi, setelah mendapatkan sampul Emerald Green Label secara gratis, saya akhirnya membeli juga, tetapi tidak memesan sendiri, melainkan lewat pengurus BBI yang mengkoordinir pemesanannya. Motif sudah disetujui (salah satu member BBI yang mendesain, Emerald terima pesanan motif khusus juga lho!), saya tinggal tahu beres membayar dan ketika sudah di tangan memang nggak mengecewakan! Selain tulisannya yang menohok dan penuh makna, bahan denimnya juga bikin si sampul tampak elegan.🙂

Terus, bulan lalu. Rupanya Emerald Green Label ini nggak berhenti berinovasi. Mereka menawarkan lagi motif-motif terbaru yang bisa dipesan. Dan ternyata inovasi untuk bulan April ini nggak tanggung-tanggung; jika biasanya hanya ada satu ukuran yaitu ukuran tinggi buku 20 cm, maka sekarang ada dua ukuran lain: 19 dan 18 cm. Lalu, produknya pun meluas ada mug juga! Ih, saya jadi nggak bisa nggak memperhatikan produk-produk yang ditawarkan ini:

EGL-PO

Dan setelah memperhatikan beberapa kali, saya pun tertarik untuk memesan motif Orange Crush. Kenapa? Di foto, motif itu tampak segar bagi saya dengan ada warna hijau dan biru yang menjadi kesukaan saya, juga warna-warna lainnya. Kesannya ceria gitu. Saya pun segera mengirim E-mail ke admin Emerald, biar masih bisa dapat diskon dan juga bonus pouch-nya! Saya pesan satu sampul berukuran 20 cm dan juga satu mug. Ngebayangin baca buku ditemani minuman enak yang diseruput dari mug lucu, aiihh… mood bakalan bagus banget jadinya! ^^

Kerennya, admin Emerald nih responsif banget, jawabnya nggak pakai lama dan mau menanggapi kebingungan dan kecerewetanku. Hihihi. Ceritanya aku masih galau, mau pesan ukuran 20 apa 19 cm aja ya? Tapi hasil dari tanya-tanya sama admin yang ternyata sudah kukenal baik (disebut nggak yaa?? Ahaha!), akhirnya aku memutuskan pesan yang ukuran 19 cm karena toh itu ukurannya nggak pas banget 19 cm tetapi dilebihkan. Lagi pula aku sudah punya yang ukuran 20 cm dari gratisannya Haru dan juga pesanan BBI.😀 Makin baik dan kerennya lagiii, aku ternyata bisa milih pouch yang jadi bonusnya! The power of kenal sama adminya jadi coba tanya boleh milih bonusnya nggak? Ahahaha…😀 Singkat cerita, pembayaran selesai dan beberapa hari kemudian saya terima paket saya seperti ini:

ReviewEmerald2

Sampul lucu, mug keren dengan warna favorit, dan bonus pouch yang bisa dijadikan tempat alat tulis. Ahey, senangnya hatiku! Terima kasih Emerald Green Label, my money worthed every cent of it!!😀 Si sampul langsung aku coba pakaikan ke salah satu buku, aku coba-coba ke buku yang malah berukuran 20 cm ternyata jadi pas badan yang malah keren. Hihihi. Lalu, untuk mug juga aku lakukan “percobaan” sebagai peneman membaca. Begini nih rekomendasi membaca buku dengan asyik versiku:

ReviewEmerald1

Novel kece dari Penerbit Haru (aku yang proofread, lho), sebuah donat cokelat dan minuman hangat dalam mug yang motifnya bikin mesam-mesem. Please, DO TRY THIS AT HOME!!!😀😀😀

Naaah, jadi bagaimana ulasanku tentang buku dan penemannya? Sudah menemukan manfaat dari sampul kain yang ditawarkan Emerald Green Label ini?? Dan biar ulasan ini berimbang, aku juga bakalan kasih hal-hal yang patut diperhatikan kok. Karena meski produknya bagus, bisa dikatakan bahwa sampul kain dan mug dari Emerald ini belum sempurna.🙂

Minus sides:

  1.  Di sampul kain pertama yang saya dapat (cokelat-bunga) kerasanya kainnya terlalu tipis dan lembek, jadi kurang kuat menyangga si buku.
  2. Di sampul kain kedua yang datang yaitu Orange Crush, motifnya memang bagus banget makanya saya  pilih. Tetapi ketika sudah terpasang di buku, kok terlihat agak miring ya kotak-kotaknya. Nggak banyak kok, tapi kalau dipelototin ya kelihatan gitu kurang simetris.😀 Oh ya, untungnya kekurangan di nomor satu sudah terjawab di sampul kedua ini. Kainnya tebal, jadi kokoh saat berfungsi sebagai baju si buku.
  3. Di sampul kain ketiga yaitu pesanan BBI, saya suka motif, bahan, serta ketebalannya. Tetapi ada yang beda ketika hendak memasukkan kover depan, kok nggak bisa langsung masuk gitu lho, nggak langsung pas. Ternyata, di bagian dalam sampul kain bagian depan, ada lapisan seperti tisu yang agak mengganjal. Sebenarnya ini bisa dimaklumi karena efek bordirannya, tetapi pas saya coba raba-raba ternyata yang mengganjal itu bisa dirapikan kok, digunting gitu karena merupakan bahan bordiran yang berlebih. Jadi, harusnya sedikit bisa lebih dirapikan lagi.🙂
  4. Untuk mug, masukan saya adalah bagian belakang mug masih kurang tertutup sama motifnya. Menurut saya masih menyisakan warna putih yang terlalu lebar. Itu lho, yang di dekat handle-nya. Memang nggak akan bisa tertutup sempurna karena ada handle itu, tetapi ruang kosong di sekitar itu terlalu lebar terlihatnya. Tapi kalau dilihatnya dari depan mah oke banget kok mug-nya, apalagi sisi dalamnya warna hijau yang saya suka! Hehehe.

Terus, pengin memberi beberapa saran konkret nih untuk admin Emerald Green Label:

  1. Perbanyak jenis produk yang masih berbahan dasar kain. Sampul paspor keren, tuh! Atau, tote bag. Bayangkan orang yang hobi baca seperti saya yang kalau keluar harus selalu sedia minimal satu buku di tas sebagai bacaan. Tote bag bisa digunakan sekadar jalan-jalan santai, yang penting kuat untuk membawa 2-3 buku dengan ketebalan rata-rata, dan dengan motif yang menarik pula. Saranku sih motifnya nggak harus disamakan dengan motif sampul, ya, bikin yang beda dong. Biasanya untuk tas sih nggak perlu terlalu ramai *itu sih seleraku, hihi.*
  2. Inovasi produk lain, bikin saja bookmark yang kece. Oh ya kan saya bilang juga pas dapat paket dari Haru ada kertas kotak kecil sebagai penanda sampul itu punya Emerald Green Label. Kertas kotak kecil, kira-kira berukuran setengah kartu nama ini lucu dengan warna hijau dan buatku bisa dijadikan pembatas buku. Nah nggak semua buku disediakan pembatas, jadi kenapa nggak bikin pembatas buku yang unik-unik, dengan berbagai motif atau kutipan-kutipan asyik dari novel. Diniatkan saja sekalian bikin misalnya satu paket isi setengah lusin dengan berbagai motif, jadi jualinnya juga enak nggak satuan, hihi. ^^v
  3. Adminnya Emerald Green Label ini cukup aktif di sosial media, Twitter (@EmGreenLabel) dan Facebook (Emerald Green Label). Itu bagus, jadi pelan-pelan nama merek yang masih baru ini semakin dikenal orang. Nah, tapi perluas juga ya bahan buat statusnya. Selama ini masih didominasi promo produk, nih. Gimana kalau seminggu sekali bikin review buku? Ngetwit aja kesan terhadap satu buku, lalu buku itu cocoknya dipakaikan sampul motif apa, dan hal-hal yang dilakukan biar kita bisa lebih mantap menikmati buku itu (sambil minum teh, kopi, selonjoran atau apa? hehe). Saranku sih bukunya bebas aja, nggak perlu condong ke salah satu penerbit tertentu (hehe!) yang jelas kesannya pun sangat boleh subjektif (tapi tetap santun) sebagai seorang pembaca yang menikmatinya, bukan sedang beriklan.🙂
  4. Hm, apa lagi yaah? Well, pokoknya makin luaskan imajinasinya deh. Buat juga hal-hal yang menyenangkan sekaligus menarik orang untuk memesan produknya. Misalnya, paket bundel sampul (yang ini sudah diterapkan pas PO April lalu, sih, tapi keluarkan lagi motif lamanya, di-mix dengan motif baru), paket bundel sampul+produk non sampul lain, paket bundel sampul+buku dari Penerbit Haru sebagai afiliasi, dan lain-lain yang bikin kita mikir, “Ih itu semua yang dibundelin keren-keren tapi kalau dibeli semua nggak mahal!”😀

Hahaha, rasanya sudah cukup berbusa nih saya, semoga kalian nggak bosan membacanya dan semoga admin Emerald Green Label nggak jadi pingsan karena kebawelan ini. Akhirnya, selamat ya Emerald Green Label karena sudah beberapa bulan lahir dan makin ke sini semakin banyak produk bagusnya. Semoga terus bertahan dan berkembang sesuai misinya menjadikan waktu membaca sebagai waktu yang spesial; memberi warna dan kesan berbeda dalam setiap buku. Semangaat!!😀

For more info, click:

http://eglgreenlabel.wix.com/home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s