And Life Must Go On… [P.G.D.P.C by Syahmedi Dean]

PGDPC

Judul: P.G.D.P.C: Pengantin Gypsy dan Penipu Cinta

(Judul di repackaged 2013: Bohemia)

Penulis: Syahmedi Dean

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Genre: Metropop, Drama, Romance

Tebal: 320 Halaman

Terbit: Desember 2006

Cara dapat: Pinjam dari Kak Tatz

Harga normal (versi repackaged): Rp57.000,00

Seri ketiga dari tetralogi fashion karya Syahmedi Dean. Kepalang tanggung, sudah membaca seri pertama dan kedua, ya bacalah seri ketiga ini. Butuh jeda setengah tahun sejak baca seri kedua hingga saya memutuskan membaca seri ketiga ini, karena saya agak kecewa dengan J.P.V.F.K yang nggak seseru L.S.D.L.F. Namun, saya toh tidak membutuhkan waktu lama untuk menuntaskannya, hanya tiga hari. Dan judul untuk resensi saya ini “And Life Must Go On…” karena setelah kericuhan masalah yang dialami oleh Alif, Didi, Raisa, dan Nisa di Italia dan Prancis, hidup toh terus berjalan. Masalah harus dihadapi, dan mereka berempat tetap sahabat yang saling mendukung apa pun yang terjadi. Lalu, masalah apa lagi yang membelit mereka di buku ketiga ini??

Raisa ketahuan oleh atasannya. Dia berbohong mengatakan dirinya sakit, tetapi malah kepergok sedang berada di Prancis menghadiri fashion show ternama. Ketegasan Haleeda membuat Raisa harus didepak dari majalah File. Alif juga kena dampaknya, karena dia dianggap ikut menghambat proses produksi majalah dengan membiarkan rekannya melakukan kecurangan. Alif pun hilang daya. Kehilangan pekerjaan sebagai fashion editor, berarti juga kehilangan gengsi, dicampakkan orang-orang yang hanya tahu menghubunginya karena jabatannya, dan tentunya kehilangan sumber penghidupan. Hari-harinya harus berkutat dengan tagihan-tagihan bulanan yang selama ini turut menyertai gaya hidupnya yang tinggi. Belum usai masalahnya, dia juga harus menampung Frederico, bule Italia yang sebenarnya dekat dengan Didi. Didi tak mau orangtuanya sampai tahu tentang orientasi seksualnya sehingga meminta Didi untuk menampung Frederico. Kehadiran Frederico turut memberi masalah baru bagi Nisa. Dia kepincut dengan bule ini dan diam-diam menjalin hubungan. Lalu, Raisa? Gadis ini makin tak sanggup menahan perasaan cintanya kepada Alif. Dia melakukan apa saja untuk terus dekat dengan Alif, termasuk menyingkirkan Saidah, mantan istri yang masih terus menjadi pusat pikiran Alif.

Hm… sebenarnya jika mau diuraikan, banyak sekali masalah yang ada di novel ini. Campur aduk, tumpang tindih. Sama seperti J.P.V.F.K, di sini empat orang memiliki konflik sendiri-sendiri yang dipaparkan. Saya juga suka bingung dengan sudut pandangnya yang suka berganti-ganti. Diawali dengan POV 3, lalu di beberapa halaman selanjutnya ganti jadi POV 1 yaitu sudut pandang Alif. Konflik yang campur-aduk dari beberapa tokoh dan sudut pandang yang berganti-ganti bahkan di bab yang sama; dua hal yang masih sukar untuk saya terima. Namun seperti yang saya katakan di atas, saya hanya butuh waktu membaca selama tiga hari. Syukurlah, penuturannya lebih enak dibanding seri keduanya. Tidak reportase lagi, diksinya juga tidak membosankan. Meski susah tetapi saya tetap bisa mengikuti setiap konflik dan juga alurnya.

Ada beberapa hal nih yang bikin saya bertanya-tanya kepada penulis, berkaitan dengan logika. Hm… memang sih kita bisa anggap aja toh ini fiksi. Tapi nggak ada salahnya juga jika saya paparkan hal-hal yang bikin saya bingung:

  1. Frederico diceritakan sampai sebulan lebih hanya berada di dalam kontrakannya Alif, nggak pergi ke mana-mana. Lho kok bisa ya warga negara asing tinggal sebulan lebih di Indonesia tanpa melakukan perpanjangan visa? Saya sampai tanya-tanya ke teman, dan menurut pengalaman temannya teman, visa harus tetap diperpanjang kalau sudah sebulan, atau setidaknya keluar ke negara lain dulu baru kembali ke sini. Hm…
  2. Nisa sebagai karyawan kantoran, meskipun statusnya wartawan juga sih yang sering meliput, tetapi kok jadi bisa sering pergi-pergi untuk urusan pribadinya ya?
  3. Ketika ada adegan Didi diculik, Alif mencurigai satu nomor asing yang sempat menghubungi ponselnya. Dari nomor asing, jadi tahu alamat sebuah rumah, lalu Alif dan teman-temannya mengintai rumah itu dan… mendatangkan polisi untuk dilakukan penggrebekan! Hm, kok segitu gampangnya ya datangin polisi dan nggerebek, kenapa nggak kumpulin bukti dulu? Gimana kalau ternyata salah, nomor yang menghubungi itu ternyata bukan nomor yang penting??

Lalu ada hal lain yang membuat saya jengkel pada Nisa adalah betapa stereotipnya dia. Misalnya ketika di toko buku dia meremehkan pria tampan yang ternyata cuma mencari kamus Indonesia-Inggris (pikirnya, kok hari gini nggak bisa bahasa Inggris??). Lalu saat clubbing, Nisa begitu membanggakan Frederico yang dibawanya dan meledek teman lain hanya karena si teman membawa cowok lokal dengan nama yang juga sangat Indonesia. Hm, padahal nama Nisa juga nggak bule meskipun nama belakangnya Adelaide. Serius, saya sebal membacanya, sengak banget sih nih cewek! Huh.

Pada akhirnya saya cukup menikmati kok novel ini. Banyak hal yang diungkap tentang seluk-beluk di dunia hiburan. Termasuk, bagaimana cara meningkatkan popularitas sinetron yang akan ditayangkan dengan sengaja menciptakan gosip dan drama sang artis debut yaitu Raisa. Lalu, baca deh bab 25, bab yang paling singkat hanya satu halaman –bahkan hanya lima baris– tetapi merupakan bab paling mengharukan. Isinya adalah surat yang ditujukan kepada Saidah dari sang ayah. Teruus… endingnya! Serius deh yaa… eh, tenang aja saya nggak akan spoiler, kok, tapiii… hhh, ending-nya malah bikin satu kepuyengan baru! Kayaknya memang sengaja biar pembaca tertarik membaca seri terakhirnya. Well, tunggu saja kapan saya bakalan sempat membacanya.

Overall, karena seri ketiga lebih baik daripada seri kedua tetapi masih lebih bagusan yang seri pertama, maka saya memberikan 3.5 dari 5 bintang yaa. ^^

Note: diikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2014.

One thought on “And Life Must Go On… [P.G.D.P.C by Syahmedi Dean]

  1. Pingback: Joining Indonesian Romance Reading Challenge 2014 (!!) | Dinoy's Books Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s