Love You Even More by Petronela Putri

LYEM

Judul: Love You Even More

Penulis: Petronela Putri

Penerbit: Media Pressindo

Genre: Romance, Drama, Dewasa Muda

Terbit: Juni 2013

Tebal: 192 Halaman

Cara dapat: buntelan dari penulis

Harga normal: Rp 26.000

Abel dan Kinar adalah pasangan di SMU yang sama. Abel layaknya cowok idola di sekolah, kapten basket dan pastinya ganteng; sedangkan Kinar cewek “biasa-biasa aja”, nggak populer dan malah cenderung pendiam. Arini yang sudah lama naksir Abel merasa kalah dari Kinar, tetapi ia tak mau tinggal diam. Arini dan kepopulerannya sebagai cheerleader merasa ialah yang berhak jadi pacarnya Abel, sehingga ia tetap mendekati Abel meski tahu cowok itu sudah punya pacar. Suatu hari, Arini dengan sengaja mencium Abel tiba-tiba, yang tanpa sengaja dilihat oleh Kinar, dan selanjutnya menyebabkan Kinar dan Abel kecelakaan. Dampak dari kecelakaan itu adalah Kinar yang hilang ingatan alias amnesia, dan begitulah konflik cerita ini bermula….

Terima kasih Petronela Putri alias Mput karena telah memberikan buku ini kepada saya untuk dibaca, dan mari saya akan menguraikan pendapat saya secara jujur setelah menamatkan novel ini dalam lima hari.🙂 Saat membaca bagian demi bagian dalam novel ini, saya nggak bisa berhenti berpikir bahwa ceritanya sinetron banget! Dimulai dari ngelihat cowoknya ngobrol berdua sama cewek lain terus jadi cemburu, lalu kecelakaan berdampak amnesia, hingga bertahun-tahun kemudian bertemu kembali dengan kondisi yang berbeda. Yap, Abel dan Kinar akhirnya satu kantor dengan Abel memendam perasaan rindu tapi tak dapat dicurahkan karena Kinar tak mengenalinya; dan lebih-lebih Kinar sudah memiliki kekasih yang sekantor juga. Lalu, Arini, diceritakan sudah menjadi supermodel level internasional, dan suatu hari bertemu juga dengan Abel dan Kinar di majalah tempat mereka berdua bekerja di Jakarta. Wah, keren ya, kebetulannya? Hehe.

Ya, jadi setelah bertahun-tahun Abel mencoba mencari Kinar dan akhirnya bertemu lagi, tentunya Abel berusaha mendekati Kinar lagi. Abel bukannya tak peduli dengan Gading, kekasih Kinar, tetapi cowok ini tetap berusaha. Terlebih, setelah tahu kalau Gading adalah cowok yang brengsek buat Kinar. Arini pun ketika tahu bertemu Abel di pekerjaannya, langsung melancarkan usaha untuk mendekati Abel lagi. Rupanya cinta yang penasaran saat di SMU tak mau ia lepaskan begitu saja.

Sebenarnya konflik dan ide ceritanya bagus-bagus aja, sih, meski saya bilang kebetulan-kebetulannya udah kayak yang sering ada di FTV maupun sinetron. Namun, saya kok nggak mendapatkan feel ceritanya, ya, hanya sekadar berlalu saja. Okta sebagai peran pembantu yaitu sahabat Abel, lumayan juara perannya di sini. Tapi Michael, sang malaikat yang diutus untuk membenahi masalah si Abel, saya justru nggak dapat fungsinya di cerita ini. Nggak kuat, hanya sekadar tampil. Ya kalau cuma buat nemenin Abel ngobrol dan memberi nasihat-nasihat sederhana sih Okta aja juga bisa, yang notabene sudah mengenal Abel lama. Juga selipan obrolan Michael dan “Bos besarnya” juga, hm, kerasa nanggung kalau nggak mau dibilang jayus. Sungguh, buat saya jadi mengernyit, ini maunya roman fantasi atau apa? Lebih ke roman real aja sih, makanya harusnya nggak perlu sampai ada “malaikat tanggung” diturunkan dari surga ke kehidupan Abel. ^^

Lalu, ini beberapa catatan editorial (untuk masalah kebakuan sudah saya cek dengan KBBI 4 ya):

  1. Familiar (mulai hal. 17) -> familier.
  2. Shalat (hal. 18) -> salat.
  3. Berdehem (mulai hal. 56) -> berdeham.
  4. Sumringah (hal. 59) -> semringah.
  5. Meregangkan otot-ototnya (hal. 67) -> seharusnya merenggangkan, sesuai konteks kalimat ini yang artinya mengendurkan. Kalau meregangkan berarti membuat tegang.
  6. Asik (mulai hal. 73) -> asyik.
  7. Hingar-bingar (hal. 75) -> Ingar-bingar.
  8. Memerhatikan (mulai hal. 51) -> memperhatikan.
  9. Super pendek (hal, 93) -> harusnya tanpa spasi karena di sini super adalah bentuk terikat, disandingkan dengan kata sifat (superpendek).
  10. Tak ada alasan orang untuk mengacuhkan sosoknya. (hal. 95) -> tak mengacuhkan, karena di situ konteksnya mengabaikan (acuh=peduli).
  11. Atau pun (hal. 103) -> ataupun.
  12. Lagipula (hal. 112) -> lagi pula.
  13. Seringkali (hal. 137) -> sering kali.
  14. Diskotik (hal. 140) -> diskotek.
  15. Hampir seisi pengunjung di sini dikenal Arini, nyaris semuanya adalah orang-orang kaum jetset. (hal 140) -> buat saya agak aneh padahal dibilang Arini sudah lima tahun tinggal di Milan, tapi kenal dengan pengunjung diskotek di Jakarta. Iya sih dibilang semacam kaum selebritas, tetapi ini di Jakarta, lho, dan Arini baru beberapa hari pulang lagi.
  16. Gadis itu berbalik, “besok aku pulang ke Paris….” (hal. 152) -> Padahal di hal. 93 dibilang: “Sudah lima tahun dia go internasional dan sekarang menetap di Milan” jadi harusnya pulang ke Milan, kan?
  17. ancol (hal. 163) -> a kapital karena nama tempat.
  18. Kinar menerima sodoran kotak putih itu tapi tidak mengucapkan terima kasih, salah satu hal yang belum sempat diajarkan Kartika padanya. (hal. 174) -> setahu saya amnesia itu hilang ingatan, bukan kehilangan kemampuan dan pengetahuan dasar. Tapi mungkin memang ada jenis amnesia yang sampai bener-bener seperti anak kecil yang tak tahu apa-apa, bener-bener blank? Sayang aja amnesia di sini juga hanya disebut sepintas lalu, nggak dijelaskan. Atau mungkin saya yang terlewat? Amnesia termasuk masalah yang sering diangkat jadi tema cerita, tapi sayang kalau jadi nanggung dan kurang masuk akal.
  19. Naas (hal. 188) -> nahas.

Jadi begitulah, sayang aja karena secara ketebalan novel ini tipis, memasukkan hal-hal yang lumayan berat (ada malaikat, amnesia, juga koma/mati suri) tetapi kena tanggung di mana-mana. Untuk kerapian alur sih lumayan ya, juga kata-kata apik yang muncul saat suasana melankolis. Pas dan tidak berlebihan.🙂

Note: diikutkan pada Indonesian Romance Reading Challenge 2014

Stars: 2 of 5.

5 thoughts on “Love You Even More by Petronela Putri

  1. Pingback: Joining Indonesian Romance Reading Challenge 2014 (!!) | Dinoy's Books Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s