BlogCrossing: Kubikel Romance by Sulis Peri Hutan

kubikelromanceSiapa yang di sini doyannya baca novel cinta-cintaan? Yang suka larut sendiri dalam romansa dua manusia fiksi, bahkan jatuh cinta pada sosok rekaan penulis? Atau, bahkan berkhayal seandainya dapat memerankan sebagai pasangan yang romantis ala cerita di novel?? Ada yang seperti itu?? Ayo ngacung!! *angkat tangan sendiri tinggi-tinggi* Hehehe, ya, aku pun suka baca novel romance, terlebih contemporary romance, cerita cinta masa kini yang settingnya kaum urban, terutama. Dan dalam hal suka membaca cerita cinta, aku yakin aku nggak sendirian, pasti banyak pembaca di luar sana yang sepertiku. Salah satunya, teman sesama blogger yaitu Sulis alias Peri Hutan yang mengelola blog Kubikel Romance. Yup, dari nama blognya aja udah ketahuan kan genre favoritnya.๐Ÿ˜€ Dari blog yang spesifik pada romance inilah kemudian aku tertarik untuk berbincang dengan Sulis di Whatsapp Messenger. Kita ngerumpi-ngerumpi dari kapan dia mulai menggemari novel romance, sampai perihal meresensi buku dan ehm, sekelumit kehidupan pribadinya yang terimbas dari bacaan cinta-cintaan. Simak, yuk!๐Ÿ™‚

Hai Sulis, terima kasih buat waktunya ya… Nah sekarang aku mau tanya-tanya kamu sebagai pemilik blog buku kubikelromance.blogspot.com nihh…. Perkenalan dulu dong, siapakah Sulis ini?? Misal nama lengkap, umur, aktivitas sehari-hari. Bebas deh. Silakan…

Nama lengkapku Sri Sulistyowati biasa dipanggil Sulis, kalau di tempat kerja temen-temen suka manggil Sule, nggak tahu kenapa, mungkin karena aku suka ketawa kali :p. Sehari-harinya kerja sebagai perawat di rumah sakit swasta di tempat aku tinggal, Sragen. Umurnya, masih muda kok… yah seperempat abad lah, hehehe. Aktivitas sehari-hari di rumah aja sih, soalnya udah capek kerja, paling kalau libur lagi jalan-jalan atau ketemu temen lama.

Hihihi Sule…. :O Nah sekarang cerita asal usul blog kubikel romance, dong. Kapan mulai bikin blog ini? Dan kalau nggak salah dulu ada kutu bokek segala ya, blog bukumu? Sekarang jadi fokus ini aja??

Pertama ngeblog itu sebenernya di posterous dengan nama Kutu Bokek, mulai ngeblog tahun 2010 tapi baru bener-bener aktif tahun 2011. Selang beberapa bulan atau setahun ya, agak lupa nih, pengin buat khusus genre romance karena aku suka banget sama genre tersebut, pengin ngumpulin berbagai macam kisah cinta, terus bikinlah Kubikel Romance. Sedangkan Kutu Bokek khusus non-romance. Pertengahan tahun lalu ada kabar kalau posterous gulung tikar, lalu pindah ke wordpress dengan nama yang sama juga, Kutu Bokek. Setelah kerja, waktu buat ngeblog berkurang dan cukup keteteran kalau ngurus dua blog buku. Walau sebenernya nanti tinggal posting di mana sesuai buku yg kubaca, tapi lama-lama salah satu malah jarang diupdate, akhirnya aku buat jadi satu lagi aja.

Ooh oke. Nah berarti genre favorit Sulis kan romance. Masih inget novel romance pertama yang bener-bener bikin kamu jatuh cinta? Kenapa tuh?

Novel romance yang pertama aku baca dan bikin aku suka sama genre in adalah novel Mira W yg berjudul Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat. Dulu bacanya pas SD kelas lima kalau nggak salah, punya Bapak yg nggak keurus di gudang, coba diambil dan dibaca malah suka banget. Kalau secara cerita mungkin sinetron banget, seorang pemuda yang jatuh cinta dengan wanita yang lebih tua, yang pantas kalau dipanggil โ€œibuโ€. Tapi nggak sesederhana itu, masih banyak konflik di dalamnya. Dari situ aku belajar kalau genre romance itu bukan genre yang remeh, bisa dikembangkan lebih dalam lagi dan nggak sesimpel orang kira.

Banyak cerita bahkan genre lain bisa dimasukkan ke dalam genre romance, sehingga membuat genre romance menjadi bacaan yang berwarna.

I see…. Oh ya aku pernah nih dimention temen gara-gara share soal chicklit… dia bilang, “Baca buku lain dong jangan metropop melulu” *curcol* hehe…. Kamu sendiri pernah nggak sih dapat celetukan gitu? Sulis baca genre lain dong, jangan romance melulu….

IMG-20140103-WA0006

Ada sih beberapa tapi nggak memaksa juga. Selain romance, genre favoritku yang lain adalah fantasi, nyoba genre lain waktu gabung BBI karena tema buku yang dibaca gado-gado, dari sana ada hikmahnya juga, aku jadi menggemari bacaan yang bernuansa dark, kelam. Terus banyak temen Goodreads Solo yang bacaannya ajaib banget, penasaran dan pengin baca. Walau romance dan fantasi mendominasi, nggak ada salahnya mencoba menu yang lain, siapa tahu jadi suka๐Ÿ™‚

Seperti Wuthering Heighs, bukunya Edgar Alan Poe, Danur-nya Risa Saraswati๐Ÿ™‚

Sip-sip. Oh ya kalau tokoh yang bikin kamu jatuh cinta? Dan sekalian deh adegan di novel romance yg nancep banget di kamu. Share dong..๐Ÿ˜€

Aduh banyak banget >.<

Ehmm, saya ambil dari salah satu novel sepanjang masa versi saya ya, Memori – Windry Ramadhina.

Reviewnya ada di sini.ย Aku sampai berhari-hari nggak bisa move on dari Simon Marganda. Apa ya, kebetulan banget aku suka profesi arsitek, seksi gitu kalau buat cowok, dan Simon seksi banget! Dia tipe cowok yang sinis genius, nggak suka basa basi dan lebih menunjukkan aksi. Aku suka karakter cowok yg seperti itu

Kalau adegan favorit, sebenernya malah bukan sama Simon, ada sih tapi ada yang lebih nyesek lagi yaitu waktu Sigi, adik tiri Mahoni mau jemput dia dan bawain payung di stasiun, tapi Mahoni malah nggak dateng-dateng, padahal udah bilang kalau hujan dia akan jemput. Mahoni nggak tahu dan baru sadar waktu Sigi pulang bawa dua payung, sesekkkkk banget bacanya. Memori nggak hanya bercerita tentang kisah cinta masa lalu aja, tetapi juga tentang konflik keluarga, berdamai dengan masa lalu.

Wew…. Oke sekarang bahas soal resensi buku. Kenapa sih kamu merasa meresensi buku itu perlu? Sejak kapan?

Aku ini pelupa parah, nulis review sebagai pengingat dulu pernah baca buku ini atau belum. Soalnya pernah kejadian baca sebuah buku di tengah-tengah baru ngeh kalau dulu udah pernah baca. Awal ngereview di Goodreads, review singkat yg langsung ke inti ceritanya. Terus waktu maen Twitter ketemu orang-orang yang suka ngereview buku di blog, belajar dari mereka trus bikin sendiri di blog. Mulai aktif di Goodreads tahun 2010, berlanjut aktif ngeblog pada 2011, sampai sekarang deh. ^^

Selain itu, nulis resensi itu seru karena kita menuliskan apa yang kita dapat dari buku tersebut, apa yang kita suka, apa yang nggak, bisa berbagi sama yang lain, memberi informasi kalau buku ini tuh ceritanya kayak gini loh, kan kadang sinopsis di sampul buku nggak sesuai dengan isi; jadi memberi gambaran lebih lengkap.

Aku juga kadang nyari-nyari review buku yang ingin aku beli, nggak pengin kecewa. Justru review-review dari blog atau Goodreads itu yang jujur, walau subjektif setidaknya mengambarkan bagaimana perasaan mereka setelah membaca sebuah buku, penilaian dari hati.

Hahaha, ya memang resensi pribadi itu subjektif juga sih menurutku… kesan personal setelah membaca. Terus… kece nih aku liat di blogmu, kamu sering menang untuk lomba/kompetisi nulis resensi. Cool!! Nah bagiin dong, cara-cara ngeresensimu, atau bisa dimulai saat lagi baca novel suka bikin catatan di tengah-tengah? Atau ada tips untuk ikut lomba gitu barangkali?๐Ÿ˜€

Wakakaka, aku masih pemula. Sharing aja ya. Intinya sih jadi diri sendiri. Pokoknya tulis semua apa yang didapat dari buku yang dibaca, entah efek buku itu sama diri kita atau pelajaran yang bisa diambil dari sana, tulis sesuai dengan gaya yang ingin atau biasa kamu pakai. Biasanya yang menang itu yang bukunya sangat aku suka.

Pernah juga bikin postingan tentang menulis review: http://kubikelromance.blogspot.com/2013/06/its-ngreview-time.html

Hoo.. *angguk-angguk* karena kesannya mendalam jadi mengulasnya pun bisa lebih detail ya?

Iya, yang aku menangin itu adalah buku-buku yang aku suka banget. Kalau baca biasanya nandain dengan post-it kalau ada bagian yang sangat penting untuk ditulis di review nanti, seperti quote atau konflik ceritanya, kadang pakai struck bekas juga.๐Ÿ˜€ Kalau tips ikut lomba review adalah pede dan jangan menyerah๐Ÿ™‚

Yay, hehe… seneng kalau hobi bisa keliatan banget hasil nyatanya. Hehehe. Terus… teruss… Sulis ini katanya #ordobuntelan yaa. Wkkwkwk. Hayo ngakuu… seberapa sering sih kamu ikutan kuis dan menang? Ini selain juga yang kamu sebut di blog, mugkin kuis di twitter, fb, blog buku lain… hehehe.

Wakakakaka, padahal gara-gara ikut kuis aku jadi kenal sama member BBI yang lain loh. Dulu cuman iseng ikut aja, kalo nggak salah ingat kuis yang pertama aku ikuti itu dari Penerbit Atria, cuma iseng eh nggak taunya menang, terus ketagihan deh karena enak banget dapet gratisan #yaiyalah :p

Pas awal-awal aku ikut berbagai macam kuis, ya voucher makan/minum lah, produk kecantikan lah, sama deh kayak quiz hunter yang lain. Lama-lama capek karena syaratnya macem-macem, akhirnya sejak dua tahun lalu memutuskan untuk ikut kuis buku aja.

Ahahaha…!!!

Kalau ada kuis yang hadiahnya oke atau syaratnya nggak ribet, ikut aja. Kalau masalah menang sih itu urusan Tuhan๐Ÿ˜€

Kayak aku terakhir ikutan kuis buku… yang mensyaratkan follow si penulis juga. Dan sebelum tahu menang dan dapet novelnya, aku jd ngobrol juga bareng si penulis…. Eh ternyata pas menang dan baca… novelnya banyak minusnya menurutku. Aku sih tetep jujur ngulasnya, tapi sempet nggak enak pas nge-cc dia, berasa sotoy. Wkwk. Pertanyaanku, kamu pernah nggak sih merasa sungkan untuk mengulas sisi-sisi minus dari buntelan yg kamu dapet? Baik kuis, atau buntelan dari penulis, penerbit.๐Ÿ˜€

Sering, apalagi kalau bukan genre kesukaanku. Dulu pernah dapet buntelan buku komedi aku kasih dua bintang dan aku cc-in ke penulisnya, untungnya penulisnya baik jadi mau nerima kritik. Biasanya kalau buku yang dikasih penulis atau penerbit jelek, aku berusaha mereviewnya secara sopan, nggak marah-marah, nulis jelek/kurangnya di bagian apa atau seharusnya gimana, jadi nggak asal omong. Bisa buat masukan juga, belajar dari kesalahan. Ada juga yang langsung diunfollow. ๎’

Hah? Maksudnya siapa unfollow siapaaa? Wkwk

Penulisnya unfollow aku. Rahasiaaaaaa!!

Oalaaahh hahaha! Kalau sampai ada yang intens komunikasi dengan penulis, bahkan mugkin sampai dia minta saranmu untuk buku selanjutnya, ada?

Ehmmmm, kasih tau nggak ya? Sebenernya agak rahasia karena diminta jangan bilang siapa-siapa, paling diminta baca cerpen atau karya dia yang lain apakah bagus apa nggak, kalau untuk masalah teknik aku nggak bisa, bukan bidangku. Lebih fokus ke ceritanya.

Omong-omong dari tadi aku belum tahu penulis favoritmu. Siapa siih? Dan karyanya yang paling kamu favoritin yang mana?

Kalau penulis Indonesia: Sitta Karina, karya favorit semua seri Hanafiah; Farida Susanty, karya favorit semua yang dia tulis baik buku atau blognya; terus Windry Ramadhina dengan buku Memori.๐Ÿ™‚

Penulis luar: Rainbow Rowel (Eleanor & Park), John Green (The Fault in Our Star), Collen Hoover (Point of Retreat), Gayle Forman (Where She Went).

Tambah satu penulis Indonesia: Mahir Pradana dengan Here, After.

Nah nama penulis favorit udah, buku favorit udah… Sekarang, bolehlah narsis dikit… resensi favorit dong. Maksudnya ya resensimu sendiri yang kamu ngerasa di sini aku bagus nulisnya nihh… ngulas bukunya oke. Ehehehe. Resensi buku apa dan tetep… kenapa?

Resensi yang menang lomba, karena selain bukunya disuka banget, bikin reviewnya juga penuh usaha, riset sana sini, seharian buatnya, pokoknya memorable banget buat diriku pribadi. Kayak Thirteen Reasons Why; Here, After; The Fault in Our Star, Divergent, lahhh malah semua.

Bukunya juga ngaruh ke diriku pribadi, kayak Thirteen Reasons Why misalnya, setelah baca buku itu aku jadi berhati-hati ngomong sama orang, jangan langsung judge orang kalau baru pertama kenal, karena kita tidak tahu apakah perkataan kita yang awalnya ditujukan untuk bercanda bisa jadi serius sama dia. Biasanya reviewnya berbau curhat kok :p

Dua pertanyaan terakhir nihh…

Siap!

Pertama, agak (bukan agak, tapi banget ya) personal…. *uhuk* Dengan sering-sering baca novel romance, apakah memengaruhi kehidupan percintaanmu? ย Maksudnyaa… mugkin kamu jadi ngarep punya pasangan seperti di novel-novel, ataauu….

Buahahahahahahaha

Atau kamu pengin kamu dan pasanganmu bisa seromantis di novel-novel ituu. *emot kabur, haha*

Kalau itu pasti, ehehehe bercanda deng. Mungkin sedikit banyak berpengaruh, kayak misalnya temenku tanya tipe cowokku seperti apa sih? Terus aku jawab, cariin yang kayak Siwon Super Junior dong atau Nicholas Saputra, hahahaha.

Namanya cewek pasti suka berandai-andai, tapi nggak langsung percaya juga kalau apa yang terjadi di dunia fiksi seperti novel romance bisa terjadi di dunia nyata, kenyataanya sadis, Jendral!๐Ÿ˜€

Buat seneng-seneng aja sih, dan kalau dapat yang sesuai dengan karakter yang aku suka seperti di novel atau dia bisa romantis, ya alhamdulillah yah….

Hahhahaa. Udah ya jawabannya… pertanyaan terakhir…. Kamu kan bilang dengan blog buku kamu pengin ngumpulin berbagai macam kisah cinta… lalu kamu sendiri nggak tertarik nulis kisah cinta alias novel romance? ๎˜

Sebenernya pengin, tapi aku nggak jago nulis. Dulu sebelum nulis review sesekali aku ikut tantangan nulis di @writingsession tapi tiap nulis nggak bisa panjang. Sering kepikiran ide pengin buat kisah seperti ini, ide ada tapi waktu mau memanjangkannya kok susah banget. Akhirnya menjadi pengumpul kisah cinta aja.

Thanks banget yaah Sulis mau ditanya-tanya…. Sekarang permintaan terakhir #dikeplak

Sama-sama…. ๎„

Permintaannya: Sulis jadi Duta Resensor nih ceritanya. Katanya sekarangg resensi itu suka ngejelek-jelekin lah, subjektiflah, bla… bla… bla… Tapi tolong dong Sulis bikin kalimat kampanye yang intinya: Ayo nulis resensi buku!๐Ÿ˜€

IMG-20140103-WA0005

Duh tahu aja dulu aku mau kepilih jadi…. *ngayal* :p

Pokoknya jadilah dirimu sendiri, tulis apa yang ingin kamu tulis, apa yang kamu dapat dari buku tersebut. Kalau buku itu bagus, sebarkan, biar dunia tahu dan bisa menikmatinya juga. Kalau bukunya banyak kekurangan, kasih saran dan kritik yang sopan dan membangun, biar sama-sama belajar, nulis itu nggak gampang. Keep reading, keep writing. ๎•

Yaaay!! So how was it?! Siapa di sini yang belum main-main ke Kubikel Romance?? Sini aku kasih tahu alasanku menyukai blog ini:

  1. Genre yang mendominasi tentu saja favoritku: romance. Tapi jangan khawatir, karena seperti yang Sulis bilang juga, dia terbuka dengan genre lain kok. Dan lagi, romance itu biasanya suka menyusup juga di genre-genre utama lainnya. Misalnya, fantasi ada romance-nya juga. Jadi, menurutku isi blog ini untuk koleksi bukunya termasuk lengkap, dalam dan luar negeri juga.๐Ÿ™‚
  2. Tampilannya oke, Sulis termasuk yang niat mengatur lay out blognya agar pengunjung nggak bosan, dengan warna-warna pastel nan romantis lah, seperti judul blognya. Hehe๐Ÿ˜‰
  3. Di sini spirit pembaca buku dan juga resensornya kerasa banget! Artikel resensi buku yang update itu pasti, tapi Sulis juga rajin mengikuti tantangan-tantangan membaca buku dalam setahun yang di-host oleh blog lain, dan, tahun ini dia juga menjadi host untuk Indonesian Romance Reading Challenge, lho! Jadi untuk yang masih kentang alias kena tanggung dalam hal membaca dan meresensi buku, main ke blog ini bisa banget kepecut karena juga… (lanjut bawah)
  4. Prestasi Sulis ini keren dalam hal meresensi buku! Dia suka ikutan lomba/kompetisi menulis resensi buku dan banyak menangnya!! Cek aja di menu awards, di situ juga ditautkan link-link resensi yang dilombakan, jadi kalian bisa tuh ngikut pola Sulis meresensi, kali aja bisa ketularan rezeki seperti Sulis.๐Ÿ˜€

Alright, yang ingin berkontak langsung dengan Sulis, sila sapa dia juga di akun Twitter: @peri_hutan she’s such a kind person to talk to.๐Ÿ˜€

3 thoughts on “BlogCrossing: Kubikel Romance by Sulis Peri Hutan

  1. makasih banyak ya kak Dinoy, seneng bisa ngobrol dengan kakak :p
    Untuk tampilan blog, terimakasih sekali buat Nana @ Reading In The Morning, karena dia yang buat kemudian aku menambahkan pernak-perniknya ^^
    sukses selalu untuk kak Dinoy :p

  2. Aww. Jadi semakin mengenal Ibu Peri. Saya termasuk salah satu blogger/pembaca nubie yang menjadikan buku-buku bacaan Ibu Peri sebagai referensi saat ingin membaca buku-buku romance.๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s