Tokyo-Falling by Sefryana Khairil

tokyo-stpc

Judul: Tokyo – Falling (STPC)

Penulis: Sefryana Khairil

Penerbit: Gagas Media

Genre: Romance, Drama, Dewasa Muda, Traveling Fiction, Setiap Tempat Punya Cerita

Tebal: 338 halaman

Terbit: Oktober 2013

Cara dapat: Kado dari Kak Astrid (November Club BBI ^^)

Harga normal: Rp 53.000,00

Ada yang percaya ungkapan “jodoh di tangan Tuhan”, atau “kalau jodoh nggak ke mana”, atau malah “jodoh itu ya harus dicari dan diusahakan, dong!”. Yang mana yang kamu pilih?? Thalia menganggap bahwa jodoh itu tetap harus diusahakan, meski ia tetap percaya bahwa jika jodoh pasti bertemu. Seperti di saat dia ditugaskan ke Tokyo oleh majalah tempatnya bekerja, dan kebetulan Dean, mantan pacarnya, sedang berdinas di ibu kota Jepang ini. Menurutnya, ini adalah kesempatan untuk dapat bertemu dengan Dean dan memperbaiki hubungan mereka kembali, karena Thalia menganggap Dean adalah orang yang tepat untuknya. Nah di sisi lain, ada Tora, cowok Indonesia juga yang ditugaskan untuk meliput beberapa acara di Jepang. Namun kedatangannya pun punya maksud khusus untuk bertemu Hana dan coba merajut kembali hubungan asmara bersama mantan kekasihnya ini, yang memliih berpisah karena ketidakpastian hubungan mereka berdua. Jika jodoh, maka seharusnya hubungan Thalia-Dean, Tora-Hana dapat berjalan dengan lancar, kan, alias balikan? Tapi, kok….

Oke, saya akan mencoba meringkas sesingkat mungkin isi cerita ini agar tidak spoiler, karena menurut saya sebenarnya konfliknya ya itu-itu saja, hehe. Jadi seperti yang sudah saya bilang di atas, apa tujuan khusus Thalia dan Tora datang ke Tokyo, tetapi malah dua orang yang tak saling kenal ini selanjutnya melakukan perjalanan bersama selama bertugas di Tokyo. Diawali dengan Thalia yang marah-marah karena ditabrak oleh Tora sehingga lensa kameranya retak. Dia menuntut Tora untuk mengganti dengan lensa yang sama persis, padahal menurut saya ini juga bukan murni kesalahan Tora, karena Thalia pun melepas lensanya di tempat terbuka yang ramai. Gemesnya juga, Tora sudah berniat bertanggung jawab tapi teruus direwelin sama Thalia, karena harus mendapat lensa yang sama persis. Akhirnya, Tora yang punya lensa yang sama menawarkan untuk dipakai bergantian dengan cara mereka melakukan liputan bersama-sama.

Witing tresno jalaran saka kulino kalau orang Jawa bilang, rasa suka dan bahkan cinta karena kebiasaan bareng-bareng. Thalia jadi agak melupakan kekecewaannya karena Dean yang awalnya menunjukkan antusiasme bertemu dengannya, tetapi malah sibuk sendiri dengan pekerjaannya, hal yang sebenarnya juga sudah diketahui Thalia dan menjadi penyebab berakhirnya hubungan mereka sebelum ini. Nah, Tora, dia masih tetap dengan misinya mengejar Hana. Hingga akhirnya Tora tahu kalau Hana akan segera… *teeettt, spoiler alert!* Hehe, yang jelas adegan Tora mencari Hana bersama Thalia ini mengingatkan saya pada bagian di novel Infinitely Yours; yang pernah baca novel karya Orizuka pasti tahu maksud saya.

Oke, jadi dua orang yang sama-sama dikecewakan oleh orang yang mereka cintai akhirnya seperti menemukan keduanya saling mengisi kekosongan hati masing-masing. Wajar aja, sih, bukan ide yang terlalu segar, tapi tak mengapa. Hanya saja yang saya sayangkan adalah novel ini lebih cenderung ke eksposisi, perunutan apa saja yang dilakukan Thalia dan Tora, dan juga mereka ke mana saja. Ceritanya Tora seolah menjadi guide yang menjelaskan pada Thalia tentang tempat-tempat yang mereka kunjungi dan juga sejarah di balik tempat tersebut. Mungkin, karena tema STPC-nya jadi memberi porsi khusus bagi penjelasan beberapa tempat. Namun maaf kalau saya tidak bisa terlalu memberi contoh spesifik nama-nama tempat itu, jujur bagi saya penjelasan itu hanya sekadar berlalu karena di sini yang ditonjolkan (banget) adalah dramanya. Yang paling saya ingat adalah Tokyo Big Sight sebagai tempat bertemunya mereka pertama kali, dan juga penyebutan Gunung Fuji. Yang lainnya, baca sendiri ya…😀 #selftoyor

Nah secara keseluruhan, saya sih merasa oke-oke saja walau nggak bisa bilang suka banget. Dari awal sampai ke tengah, cenderung eksposisi dan kurang chemistry, tapi untungnya nggak sampai bosan karena penulisan Sefryana yang rapi dan tiap adegannya nggak sampai bertele-tele. Ya, saat tengah menuju akhir memang akhirnya lebih timbul sih chemistry-nya antara Tora dan Thalia. Tapi paling gemes sama epilognya. Sebenarnya dari beberapa bab menuju akhir sudah dapat diduga bagaimana akhir ceritanya, tetapi pas di bab paling akhir terkesan banget didramatisir or should I say, cheesy?? Mulai deh berondongan perasaan yang mendayu, melankolis, dan muter-muter, padahal intinya, hei mereka berdua itu kan… *teeett, spoiler alert again!*😀 Kritik dari saya, seharusnya epilognya bisa lebih taktis karena toh di bab-bab sebelumnya pembaca sudah diarahkan bagaimana perasaan dan keputusan mereka berdua setelah berpisah juga usai sepuluh hari jalan bareng di Tokyo. Hehehe.

Lalu, saya juga mau mengkritisi hal-hal teknis penulisan, udah lumayan nih nandai sampai ngelipet beberapa halamannya:

  1. Matanya bulatnya berbinar (hal. 64)
  2. “Dengerin lagu apa?” tanya Thalia pelan pada Tora agar. Alis Tora terangkat. (hal. 118 ) -> agar apa? kayaknya ada kata/kalimat yang hilang, nih.😦
  3. Penasaran denga selera musik Thaila (hal. 118).
  4. Bangunan-banguman menjulang (hal. 121)
  5. Bibirnya keduanya (hal. 180)
  6. Berdenting karena berentuhan (hal. 221). -> kurang s.
  7. Membangkitkan seluruh syaraf (hal. 226) -> saraf (KBBI)
  8. Kesegeran aroma (hal. 227)
  9. Memadamkan apa yang sudah dipercikkan Tora (hal. 227) -> apa maksudnya api kali ya, lebih pas, meski bisa juga sih itu tetep apa, gaya penulisannya kali?
  10. Hingga tidak akan waktu berpisah dengan Tora. (hal. 255) -> tidak akan ada waktu, lebih pas.
  11. Frasa baru pernah di beberapa kalimat terasa asing dan janggal buat saya. Contoh: Baru pernah Tora merasa sesedih ini. (hal. 299) -> belum pernah?  ; tetapi ia baru pernah merasakan gempa seperti tadi (hal. 222) -> baru sekali? baru sekarang? Dan sebenernya ada beberapa lagi, duh lupa nggak ditandai. Cuma merasa aneh aja, sih, tapi kalau dari konteksnya aku ngerasa makna yang mendekati adalah belum pernah atau baru sekarang.
  12. Di depannya benteng terdapat (hal. 315) -> tanpa nya lebih efektif karena sudah diikuti kata benteng.
  13. Meski agak tomboy (hal. 315) -> tomboi (KBBI).
  14. Biar bagaimana pun (hal. 317) -> mestinya tanpa spasi.
  15. Ia da Tora (hal. 317) -> dan.
  16. Seenggaknya lo usaha, Bro (hal. 323) -> harusnya dikursif karena itu kan panggilan akrab dari brother dan merupakan kata asing.
  17. Berusaha menggosongkan pikiran (hal. 323).
  18. Alis Thalia melengkung naik mendengar pertanyaan Thalia. (hal. 331) -> harusnya Tora.
  19. Disertai lagu theme song (hal. 188) -> lagu dan song kan searti, jadi harusnya “lagu tema”, atau “theme song” saja.🙂

Jadi kesimpulannya? Nice story lah, meski kalau boleh membandingkan dengan karya Sefryana Khairil lain yang pernah saya baca, saya lebih suka yang itu, yaitu novela Dreamland di Gagas Duet “Beautiful Mistake”.

Stars: 3 of 5

Note: Diikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2014

6 thoughts on “Tokyo-Falling by Sefryana Khairil

  1. Pingback: Joining Indonesian Romance Reading Challenge 2014 (!!) | Dinoy's Books Review

  2. komplit bangetttttttt
    aku juga baca ini, sebenernya untuk pobar BBI bulan Desember kemaren, tapi reviewnya…..
    setelah baca reviewmu, iya ya, mirip bukunya Orizuka, tema utamanya emang sedikit mainstream sih, tapi aku suka hubungan mereka yang terjalin pelan-pelan.
    soal lokasinya, jujur aku malah nggak hapal sama sekali, banyak banget tapi seru bisa tahu Tokyo secara mendetail🙂

  3. Pingback: Dinoy’s Books Review 2014 Challenge!! ^^v | Dinoy's Books Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s