I’ve Got Your Number by Sophie Kinsella

I've Got Your Number

 

Judul: I’ve Got Your Number

Penulis: Sophie Kinsella

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Genre: Chiclit, romance, comedy, drama

Tebal: 576 Halaman

Terbit: Mei 2013

Apa yang dapat kamu harapkan lagi? Maksudku, kekacauan seperti apa lagi yang menurutmu bakalan menimpa Poppy? Ia kehilangan cincinnya gara-gara teledor saat berkumpul bersama teman-temannya, dengan alkohol dan juga keinginan untuk memamerkan benda cantik warisan turun-temurun tersebut, lalu ia pun harus kehilangan ponselnya! Ponsel yang seharusnya menjadi benda terpenting di saat ia harus menemukan cincin berharga itu. Namun, Poppy segera mendapat ganti ponsel lain, yang ternyata milik Sam, seorang eksekutif muda yang sibuk luar biasa. Belumlah cincin ketemu, sekarang Poppy menyediakan diri untuk menjadi asisten Sam, dengan meneruskan setiap pesan yang masuk melalui ponsel yang ditemukannya itu; sambil berharap Poppy sendiri akan menerima pesan baginya tentang keberadaan cincin pertunangannya. Dari satu kekacauan, ke kekacauan lain, itulah akibatnya kalau kau memiliki nomor pribadi seseorang, yang tak sepantasnya kau miliki!

Ini adalah pengalaman pertama saya membaca karya Sophie Kinsella, dan tanpa basa basi ataupun keraguan, saya akan mengatakan, saya menjadi penggemar Sophie Kinsella sekarang! Wohoo…. Sophie keren banget menulis novel ini. Genre novel ini adalah romance comedy, dengan mengambil setting kota besar dan kehidupan sehari-hari seorang wanita lajang bekerja, sehingga saya menuliskannya sebagai chiclit juga.

Di sini, saya terpukau dengan kemampuan Sophie menggulirkan konflik, membalutnya dengan komedi satire, yaitu ketika Poppy diberi kemampuan untuk mencemoohkan dirinya sendiri dan menertawakan kekonyolan-kekonyolan yang dibuatnya. Lalu, semakin membaca ke belakang, semakin banyak kejutannya! Mulai dari tunangan Poppy yang tampak biasa-biasa saja tetapi menyimpan gejolak luar biasa dalam batinnya, calon mertuanya yang terlihat menghakimi ‘kebodohan’ Poppy, sampai Sam, sang pria yang sifat-sifatnya membuat Poppy heran dalam arti negatif, awalnya, tetapi kemudian bergulir menjadi seseorang yang penuh kejutan.

Konflik awalnya memang adalah sebuah cincin yang hilang dan juga telepon selular yang ‘disandera’. Tetapi keingintahuan Poppy dan sifatnya yang sok mencampuri urusan profesional Sam membuat geregetan. Kok ada ya cewek yang punya segitu banyak waktu untuk mengkritik orang lain sebegitu detailnya, padahal ia sendiri bermasalah? Bisa ditebak, Sam pun sebenarnya kewalahan dengan sikap Poppy, tapi ia tak dapat berkutik selama ponsel mahapenting itu masih disandera Poppy.

Dan ya, saya sangat terhibur dengan komedi-komedi di dalamnya, terlebih dengan catatan-catatan kaki yang kocak! Misalnya:

Aku tidak pernah yakin apa artinya;

Kalau begitu mungkin bukan orang mesum; atau,

Oke, mungkin bukan “malam pertama”. Seharusnya ada istilah khusus yang berarti “malam yang dilewatkan bersama kekasih setelah mendepak tunangannya”.

Hehe, catatan kakinya lebih ke tambahan penjelasan dari pemikiran yang telah disampaikan si tokoh utama, dan bersifat lucu. Novel ini menghibur, banget. Tapi tetap saya dapat mengambil beberapa pesan, seperti: kita harus berhenti merendahkan diri di hadapan orang lain, selalu menganggap mereka superior, dan ada kalanya bersikap lebih santai dalam hubungan profesional itu sangat membantu memperlancar hubungan kerja sama. Saya jadi makin kecanduan cerita-cerita milik Sophie Kinsella, nih!😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s