Hai Tia!

Hai Author! kali ini menyapa seorang perempuan yang beberapa bulan lalu berhasil memenangi salah satu kontes penulisan yang diselenggarakan oleh penerbit besar. Dia adalah Tia Widiana, dan novel yang membuatnya menang adalah “Mahogany Hills”. Mari berbincang dengannya!! ^^

Mahogany Hills

Hai Tia, apa kabar? Semoga tidak terlalu terlambat, tapi selamat yaa untuk keberhasilanmu memenangi kontes penulisan novel Amore yang diselenggarakan Penerbit Gramedia Pustaka Utama.🙂 Dan novel yang menang itu, yaitu berjudul “Mahogany Hills” juga sudah aku baca dan bikin resensinya pula di blogku. Sudah baca resensiku, kah? Semoga tidak keberatan dengan beberapa kritiknya, hehe, tapi secara keseluruhan aku puas kok membacanya. ^^ Nah, sekarang kita ngobrol-ngobrol yuk!

Boleh diceritakan proses penulisan “Mahogany Hills” ini secara umum? Apakah kamu menulisnya khusus karena ada lomba Amore tersebut, atau naskahnya memang sudah ada jadi kamu tinggal memperbaikinya untuk diikutkan lomba? Bagikan juga asal ide cerita dan lama nulisnya, ya.

Tia Widiana

Sebelum menulis Mahogany Hills, saya lagi nulis cerita lain. Usia tokoh serta konfliknya beda banget sama Mahogany Hills. Kalau menuruti ceritanya, mungkin lebih cocok masuk Metropop. Tapi begitu baca soal lomba Amore, saya langsung banting setir. Usia dan konfliknya dibuat lebih dewasa. Naskah sebelumnya sih, karakterknya agak-agak konyol, pokoknya nggak banget. ^^

Ide cerita sih saya yakin udah tersimpan lama di kepala saya, perjodohan, arranged marriage dan semacamnya. Mungkin karena saya lumayan terpesona dengan bagaimana manusia bersikap pada sebuah komitmen yang dipaksakan untuk mereka. Pilihannya antara menentang habis-habisan atau bersikap lebih dewasa dan mencoba mencari sisi baiknya.

Kalau soal penulisan lumayan cepat, sekitar 3 minggu, enggak termasuk plotting dan bikin daftar adegan. Setelah didiamkan dan dipoles dikit, baru dikirimkan ke penerbit.

Kamu menulis tentang pernikahan berdasarkan perjodohan di sini. Padahal kamu sendiri kan belum menikah, tuh (bener, kan?? ^^;;). Pertanyaanku, bagaimana caramu untuk mengetahui tentang kehidupan pernikahan sehingga dapat kamu jadikan bekal penulisan konflik dalam novelmu ini? Adakah pengalaman pribadi dari orang lain yang kamu jadikan bahan pendukung cerita di sini?

Nggg, anu…. saya udah nikah. Biarpun begitu, kehidupan pernikahan saya enggak jadi dasar cerita Mahogany Hills (kalau dibandingkan Mahogany Hills yang penuh intrik dan drama, rumah tangga saya bisa dibilang membosankan, hahaha, syukurlah!)

Kalau konflik sih nggak dari mana-mana, karena biasanya konflik antara Jagad dan Paras terjadi karena karakter mereka yang bersikap berbeda saat dihadapkan pada suatu kondisi.

Astaga, maaf Tia, kirain masih single! Duh …. *insert muka malu*😀 Nah, oke lanjut pertanyaan ketiga. Judul “Mahogany Hills” sendiri diambil karena setting tempatnya, yaitu di kawasan Sukabumi, di mana terdapat sebuah rumah yang dijadikan tempat tinggal Jagad dan Paras. Kenapa memilih Sukabumi? Dan apakah rumah bernama “Mahogany Hills” itu beneran ada?

Waktu bikin plot dan outline, saya masih nggak tahu akan berlokasi di mana. Tapi untuk kepentingan cerita, saya menetapkan beberapa syarat; tempat itu bisa ditempuh bolak-balik dari kota besar (bisa Jakarta, Bandung atau Bogor karena Paras akan dirawat dan Jagad harus menemaninya) serta berada di dataran tinggi yang sejuk. Sukabumi terpilih kemudian.

Oh ya, mulanya Mahogany Hills berjudul Mahoni Hills, semata karena saya suka aja sama kombinasi dua kata itu, hehehe. Tapi atas saran dari editor, diubah jadi Mahogany Hills.

Mahogany Hills tidak benar-benar ada, murni imajinasi saja.

Sejauh ini apa pendapat pembaca yang paling berkesan yang Tia terima tentang “Mahogany Hills” ?

Waktu ada pembaca yang bilang kalau mereka jadi lebih sabar menghadapi suami karena terinspirasi oleh kesabaran Paras. Awwww… *meleleh*

Lalu, bicara tentang target selanjutnya. Setelah menang lomba penulisan novel, untuk selanjutnya apa nih yang sedang kamu lakukan dalam hal menulis? Sedang menyusun naskah baru, kah? Ada target-target berikutnya yang ingin Tia capai?

Nggak muluk-muluk, saya ingin tetap menulis. Naskah baru sedang disusun, tapi nggak beres-beres, hahaha. Rasanya masih ada yang kurang. Sekarang lagi diendapkan dulu sembari nulis cerita yang lain. Siapa tahu kalau kapan-kapan saya baca lagi, saya tahu di mana letak salahnya.

Target saya ingin menulis lebih dari dua naskah novel dalam setahun. Ini target menulis aja.

Kalau menerbitkannya sih, di luar kuasa saya jadi nggak bisa nargetin, hehehe.

Nah sekarang bicara tentang kehidupanmu sehari-hari, ya. Profesi Tia sebagai apa sih sekarang, boleh diceritakan?

Selain sebagai tukang masak dan tukang beberes rumah, saya juga kadang jadi editor lepas, itu pun masih pemula banget, masih banyak yang kudu dipelajari :))

Apa sih hal-hal yang paling bikin kamu BISA dan NGGAK BISA nulis? Maksudku, suasana atau hal-hal yang mendukung untuk menulis, dan juga sebaliknya.🙂

Suasana yang bikin nggak bisa nulis kalau ada ponsel buat main Candy Crush dan jaringan internet. Kalau udah ada salah satu dari dua hal itu, udah deh dijamin slacking off. Makanya kadang saya nggak buka ponsel seharian dan nggak konek ke internet.

Kadang alasannya sih buka internet buat riset, padahal ujung-ujungnya nanti baca-baca artikel atau berita yang nggak ada hubungannya, paling parah nge-Youtube video nggak jelas. =____=

Yang bikin bisa nulis di suasana sepi, dingin dan ada teh. Bikin betah nulis.

Terakhir, jika kamu diberi kesempatan untuk memerankan salah satu tokoh dalam “Mahogany Hills” dan sedikit mengubah jalan cerita yang kamu tulis sendiri…. Kamu memilih jadi siapa dan pengin melakukan hal apa? Aku kasih contoh ya: Ingin jadi Jagad dan bisa  lebih ekspresif lagi menunjukkan rasa sayang ke Paras.😀

Kayaknya nggak ada yang pengin diubah lagi ya… Udah pasrah ama cerita yang sekarang ^^;

Nah, terima kasih Tia untuk kesediaannya menjawab beberapa pertanyaanku. Sekarang, silakan giliranmu menyampaikan apa pun untuk pengunjung blogku, bebas saja, hehe. Silakan…

Terima kasih buat wawacancaranya, Mbak Dinoy, senang deh akhirnya ada di sini juga.

Terima kasih juga buat pembaca Dinoy’s Books Review kalau kebetulan membaca ini. Mahogany Hills sudah bisa dibeli di toko buku sekitar Anda, aih… x)

How to contact Tia Widiana:

Twitter: @tiawidia

Blog: www.mauritia.wordpress.com

One thought on “Hai Tia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s