Trave(love)ing 2 by Roy Saputra and friends

Traveloveing 2

Judul: Trave(loveIing 2

Penulis: Tirta Prayudha, Eliysha Saputra, Diar Trihastuti, Roy Saputra

Penerbit: Gradien Mediatama

Genre: Traveling, Novel based on true story

Terbit: 2013

Tebal: 304 Halaman

Harga: Rp 48.000

Why do you travel? Pertanyaan yang digulirkan di halaman pertama buku ini. Pertanyaan yang layak dijawab bagi mereka yang memutuskan untuk melakukan perjalanan. Bagi beberapa orang, perjalanan berarti juga jeda untuk dapat mengambil keputusan terkait dengan cinta. Beberapa orang itu adalah Tirta, Roy, Sasha, dan Diar. Mereka berempat memiliki masalah percintaan masing-masing yang mengiringi langkah kaki dan jelajah mata mereka di Hanoi, Ha Long Bay, Philadelphia, New York, Prancis, Italia, juga Jakarta. Traveling karena love. Inilah Trave(love)ing seri 2 yang baru selesai saya baca…

Di tahun lalu ada buku berjudul Trave(love)ing dengan tagline: hati patah, kaki melangkah. Dari situ sudah tahu kan kalau premisnya sedih, haha. Nah di tahun ini Roy Saputra kembali melanjutkan proyek ini dengan menggandeng tiga penulis berbeda. Kali ini ada Tirta yang menceritakan pengalaman traveling-nya saat ke Vietnam. Ia bercerita tentang Hanoi yang seperti kota Jakarta pada masa lampau, juga Ha Long Bay yang serupa surga. Dalam perjalanannya ini, Tirta berbekal kegundahannya akan dua wanita yang sedang menjejali ruang hatinya. Hati tak boleh dibagi, maka dari itu dalam perjalanannya ini Tirta bertekad ia harus memilih. Kembali pada kekasih yang telah membuatnya nyaman tapi sering juga jenuh, atau seorang wanita baru yang kehadirannya serupa pengalaman seru. Dari cerita-ceritanya tentang tempat-tempat yang dia alami, saya jadi memutuskan dalam hati kalau suatu saat saya harus menjejakkan kaki saya di Vietnam.

Lain halnya dengan Diar. Dia mengambil paket perjalanan wisata ke tiga negara Eropa, yaitu Italia, Swiss, Prancis. Perjalanannya ini ia mulai sendirian dan bergabung dengan para peserta tur yang asing. Perjalanannya juga menyisipkan kegalauan hati, ketika menimbang ajakan Bintang untuk menjalin hubungan kembali. Bintang adalah mantan pacar Diar yang tak kunjung memberi kepastian akan akhir cerita cinta mereka. Diar gerah dengan enam tahun yang seperti tak bermuara. Dan perlu menempuh perjalanan udara belasan jam demi menumpangi gondola, menyaksikan menara Eiffel yang fantastis, juga makan bakmi termahal seharga setengah juta rupiah untuk memantapkan keputusannya.

Dan yang menarik juga ada Sasha. Gadis remaja yang sekolah di Amerika Serikat ini memutuskan untuk melakukan perjalanan panjang dari belahan barat ke timur negeri Paman Sam itu. Ia awalnya sendiri saja, sebelum akhirnya bergabung bersama dua sahabat yang lainnya itu. Perjalanan yang seru dan memompa adrenalin juga, namun disisipi kebingungan menentukan arah hubungannya dengan pacarnya. Sasha memiliki pengalaman buruk dengan hubungan cinta jarak jauh, dan saat kini ia harus melakukannya lagi dengan pacarnya yang sekarang, ia pun gelisah. Dan ketika ia mengharapkan perjalanannya memberikan kesenangan dan kepastian untuk dapat memutuskan, ia malah mengalami hal buruk di Philadelphia. Kota yang dijuluki sebagai kota persahabatan itu malah bagaikan The City of Friendshi(t) bagi Sasha.

Trave(love)ing 2: 10 kota, 5 negara, 3 benua, 2 pilihan, 1 jawaban. Proyek yang digagas oleh Roy Saputra ini bagi saya lebih menarik dan lebih dapat dinikmati seri duanya daripada seri pertama. Di sini Roy sendiri seolah bertindak sebagai perantara cerita ketiga kawannya. Ceritanya pun ada sedikit, ketika dia baru kembali dari perjalanannya ke Kuala Lumpur yang diceritakan di seri pertama. Di sini Roy diceritakan bertemu dengan seorang perempuan yang membuatnya penasaran dan menantang hatinya untuk mengatakan cinta. Kenapa saya lebih menyukai yang kedua? Karena di sini penuturannya lebih mengalir. Mulai dari runutan cerita, deskripsi tempat-tempat yang dikunjungi, juga masalah cinta yang mengiringi perjalanan mereka. Banyak kalimat yang quotable yang munculnya nggak maksa, larut saja dalam cerita dan pemikiran mereka berempat. Tetapi secara teknis penulisan, saya akan memberikan kritik kepada editor. Masalah typo, ada tapi tidak krusial. Tetapi ada beberapa kata yang tidak ditulis sesuai KBBI, yaitu: hapal (hafal), atmosfir (atmosfer), jahil (jail), lagipula (lagi pula), familiar (familier), dan menghadang (mengadang). Ah ya dan Perancis. Menurut saya ini penting, menyebut nama negara di sebuah buku traveling, seharusnya Prancis.

Saya merekomendasikan buku ini buat teman-teman yang senang membaca cerita perjalanan berunsur drama. Ini adalah kisah nyata para penulisnya, yang ditulis ala novel. Bravo, Roy Saputra, semoga ada seri ketiga yang lebih menarik lagi.🙂

 

One thought on “Trave(love)ing 2 by Roy Saputra and friends

  1. Pingback: Traveloveing 2 : versi ttd. : Romeogadungan.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s