Good Memories by Lia Indra Andriana

Good Memories

Judul: Good Memories

Penulis: Lia Indra Andriana

Penerbit: Haru

Genre: Teenlit, romance, drama

Terbit: September 2013

Tebal: 336 Halaman

Harga: Rp 49.000

“I want to creates good memories while I’m here.” Kalimat yang diucapkan Maya ini, entah kenapa begitu berkesan buat saya, di antara kalimat-kalimat bagus lainnya di novel ini. Good Memories adalah buku keduapuluh dari Lia Indra Andriana, dan merupakan seri ketiga dari Hi!Kwangdae yang diterbitkan oleh Penerbit Haru. Novel ini bercerita tentang interaksi antara para pelajar asing di kelas bahasa di Kwanghan Daehakkyo (Kwanghan University), Seoul-Korea Selatan. Dan di antara tujuh pelajar asing yang belajar bahasa Korea di level 2, ada Maya dari Indonesia, serta Luc dari Prancis yang akan membawa kita ke berbagai kenangan hari-hari yang mereka lalui. Mari, akan saya ceritakan sedikit pada kalian…

Lain halnya dengan pelajar-pelajar lain yang mengharapkan dan sangat senang saat diberi kesempatan berkuliah di luar negeri, Maya sebaliknya. Keputusan untuk kuliah di Korea – yang membuatnya harus mengambil kelas bahasa Korea terlebih dahulu – adalah permintaan dan inisiatif dari orang tuanya. Maya malah mati-matian berusaha untuk pulang ke tanah air. Tak lain alasannya adalah karena dia tak mau berlama-lama menjalin hubungan cinta jarak jauh dengan Alva, pacarnya, seorang mahasiswa kedokteran.

Yang saya herankan di sini, hubungan antara Maya dan Alva tampak lebih berat sebelah, yaitu Maya jauh lebih terlihat sayang daripada Alva. Simpel saja, mengenai penyebutan, Maya memanggil Alva dengan ‘kamu’ dan sesekali ‘sayang’ saat bermanja-manja. Juga, ungkapan ‘I love you’ tak terhitung Maya lantunkan bagi Alva. Tetapi Alva, pria ini terkesan cuek dan memanggil Maya dengan kata ganti ‘lo’, dan sering terlihat risi tatkala Maya mengungkapkan perasaan hatinya. Meski digambarkan bahwa Alva adalah cowok yang cool, tetap saja hal ini tidak masuk akal bagi saya, sama pacar sendiri gitu lho! Belum lagi, ketimbang memperhatikan keadaan Maya yang jauh di sana, Alva malah ribut dengan titipan-titipan barangnya sendiri, juga tuntutan agar Maya pulang saat dia berulangtahun. Pembaca pasti akan dengan mudah jengkel dengan dua orang ini. Alva yang memanfaatkan Maya, dan Maya yang kok ya segitu cintanya sama Alva sampai mau-mau saja diperlakukan seperti itu.

Luc, cowok Prancis pesolek ini, tentunya tidak bisa menerima keadaan ini. Dia yang dekat dengan Maya di kelas bahasa, sering mempertanyakan tindakan tak wajar Maya saat meresponi permintaan-permintaan pacarnya. Nah apalagi ketika Luc merasakan suka kepada Maya, dia pun berusaha selalu memberikan hal-hal manis dan baik kepada Maya. Saat Luca tahu kalau Maya punya project Good Memories, yaitu menciptakan kenangan-kenangan baik sebelum ia pulang ke Indonesia – yang menurutnya pasti tak akan lama lagi – maka Luc pun dengan senang hati membantu Maya. Malahan, Luc tampak lebih bersemangat ketimbang Maya-nya sendiri. Luc tahu kalau Maya sudah punya pacar di Indonesia, tapi Luc tahu pacar Maya itu tidak berlaku baik padanya, maka Luc pun menganggap bahwa pacar Maya adalah saingan yang harus dikalahkan.

Membaca Good Memories ini cukup cepat, hanya sehari. Saya kembali menemukan cara menulis Lia yang efektif, deskripsi yang cukup, dan membuat gemas dengan karakter-karakternya. Ya, di halaman-halaman awal saya sempat menemukan kalimat yang terlalu panjang. Tapi syukurlah tidak banyak, deskripsi dan latar belakang tentang Maya yang ada di Korea Selatan pun tidak bertele-tele, langsung digulirkanlah konflik itu. Dan premisnya, tentang menciptakan kenangan sebelum pulang adalah hal yang bagus. Di sini diceritakan suasana belajar di kelas bahasa yang dihuni oleh para pelajar asing. Dari suasana yang sangat tenang, kaku, hingga pelan-pelan tercipta kehangatan.

Lia mengaku latar belakang suasana kelas bahasa ini dia ambil dari pengalamannya sendiri saat belajar di Seoul. Dan memang, saya pernah membaca pengalamannya itu di (Not) Alone in Otherland, buku nonfiksi yang salah satunya memuat pengalaman Lia saat di Seoul. Saya jadi familier dengan suasana kelas yang diceritakan oleh Lia, jadi seperti cerita Seoul di (Not) Alone in Otherland yang difiksikan, hehe. Secara keseluruhan saya memang menikmati ceritanya, terlebih karena cara bercerita Lia. Tetapi, jujur saya belum menemukan bahwa buku ini memukau. Ya, sekadar bagus saja, karena di beberapa bagian masih ada yang belum jleb. Misalnya, kenapa Luc menyukai Maya? Tiba-tiba saja begitu? Apalagi diceritakan di sini Luc adalah cowok yang suka berdandan, sedangkan Maya malah lebih cuek terhadap make up. Saya belum menemukan momen yang membuat Luc menyukai dan jatuh cinta pada Maya, please tell me if i passed this part, Li.🙂 Lalu juga tentang Alva yang saya bilang di atas tadi, terang-terangan memanfaatkan Maya, dan juga kebegoan Maya yang mau saja seperti itu. Oh, ternyata memang semuanya terjawab di belakang kenapa mereka berdua bisa bersikap seperti itu. Tapi, di perjalanan ceritanya, masih terasa tanggung, kenapa dua orang yang berpacaran ini kok tampak lebih berat sebelah.

Satu lagi poin penting, bagi saya seri ketiga Hi!Kwangdae ini merupakan penyegaran dari dua seri sebelumnya (Close to You, Ojou!). Saya menikmati juga dua seri itu, bagus, dan kentara sekali ceritanya tentang pelajar asing dan partner Koreanya, juga diceritakan kalau salah satu dari cowok atau cewek di dua novel itu memiliki karakter yang dominan. Nah kalau di Good Memories ini, Luc dan Maya tampak imbang, sama kuatnya. Dan malah tidak diceritakan interaksi langsung dengan partner Korea dari Hi5, organisasi yang membantu pelajar asing beradaptasi di Korea. Pola yang bagus menurut saya, jadi tidak membosankan. Saya harap dapat segera membaca seri keempat Hi!Kwangdae yang memiliki cerita menarik lainnya. Eh, mau ada berapa seri ya, Penerbit Haru? Hehehe…

2 thoughts on “Good Memories by Lia Indra Andriana

  1. Wah.. ni novel msih anget bgt ya.. baru terbit.. iri deh ma ka Lia! Dalam sthun bsa ciptain 2 novel :p

    Kmaren di Paper Romance ada Nathan dari Amrik tokok yg bsa buat aq jtuh cinta, skrg Luc dri Prancis. Oke kita liat nti, bsa gak luc buat aq jtuh cnta jga.. hehe

    Hi!Kwangdae itu apaan ya ka?

    • Hi! Kwangdae itu label untuk novel-novelnya Penerbit Haru yang menceritakan kehidupan pelajar asing di Kwanghan University. Kwanghan University sendiri adalah universitas fiktid di Seoul. Nah, seri Hi! Kwangdae sudah ada 3: Close to You (Clara Canceriana), Ojou! (Andry Setiawan) dan Good Memories ini yang ditulis oleh Andry Setiawan. Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s