Curhatan Pia tentang (Un)Broken Wings… ~ Artikel tamu + Giveaway

Camera 360

Orion.

Satu kata itu yang akhirnya dalam rentang waktu—well, jangan kaget dengernya, hihi—delapan tahun, akhirnya bisa berubah wujud dari sebuah kata menjadi sebuah buku.

Orion, salah satu nama konstelasi bintang yang sumpah saya nggak ngerti apa perbedaannya dengan konstelasi-konstelasi bintang lainnya di langit sana, akhirnya melahirkan satu nama cowok yang jadi salah satu tokoh di novel (Un)Broken Wings yang pertama kali banget saya tulis di tahun 2005. Fiuh!

Konstelasi itu—saya inget banget—saya dapetin dari sebuah kertas rasi bintang punya kakak saya. Hahaha, thanks to my sistah! 🙂

Then, I saw “Orion“ as a part of that amazingly-beautiful-constellation di kertas biru putih punya kakak saya itu. Lalu… hap! Nama Orion saya ubah sedikit jadi Rion!

Yap, Rion. Si nyebelin Rion—salah satu tokoh favorit saya🙂

“Lah terus, delapan tahun, dari 2005 sampai 2013, tuh novel diapain aja, Piii?“

Hahaha, gitu kali, ya, kurang lebih pertanyaan teman-teman. But well, it was a very long-long-long journey sampai akhirnya (Un)Broken Wings bisa jadi seperti sekarang.

Hmmm… bisa dibilang, (Un)Broken Wings ini yang menjadi ‘pintu gerbang’ di mana saya bermimpi untuk punya tulisan yang diterbitkan di penerbit mayor. Jadi penulis gitu, ceritanya. Muihihihi…

Dulu, pertama kali nulis (Un)Broken Wings pas kelas 2 SMA, saya kasih judul novel saya itu dengan judul yang ouch sangat-sangat labil pada zamannya. I’m gonna tell you this. Judulnya, Flylicious. Apa artinya? Ah, saya nggak tega buat ngejelasinnya. LOL!

Pas kelas 3 SMA, namanya berubah jadi Lil’ Anonymphous.

Hahaha, please jangan paksa saya buat ngasih tau apa artinya, oke? *kemudian saya ngegelinding ke bulan* hahaha!

Waktu itu kalau nggak salah, naskah saya yang berjumlah dua puluh sekian ribu kata itu pernah saya kirimkan ke salah satu penerbit mayor. Hasilnya, ditolak!

Hehehe jujur aja sih, dulu pengetahuan saya tentang teknik nulis pun kurang. I mean, belajar otodidak tanpa terlalu banyak membaca referensi. Jadinya, ‘kering’ gitu kali yah.

Info tentang penerbit-penerbit mayor pun sangat terbatas waktu itu. Jauuuhhh banget dengan mudahnya akses informasi sekarang ini lewat internet yang uh-so-wow (thanks to oom google, pastinya).

Terus, naskah ini pun saya ganti judulnya jadi (Un)Broken Wings—pasca dua penolakan dari dua penerbit, kalau tidak salah. Content-nya mulai saya perbaiki sampai akhirnya sampai di tiga puluh sekian ribu kata.

Nah, berhubung ditolak lagi (hiks!), saya sempet mandek dan males buat ngurusin naskah ini lagi. Diendapin aja, deh. Terus, saya lanjut nulis lagi naskah lainnya. Tapi, pas tahun 2007-an sampai 2011, bisa dibilang saya jaraaang banget nulis. Alibinya, sibuk kuliah😦 —hal yang bener-bener saya sesali sekarang, karena ternyata ‘kesibukan’ nggak bisa dijadiin alasan buat vakum nulis. Asli deh, nyeseeel banget udah vakum nulis selama bertahun-tahun gitu!😦

Dan akhirnya, di 2012, saya ‘insaf’ dan mencoba untuk pelan-pelan nulis lagi. Beberapa tulisan saya hasilkan di 2012 (walaupun belum ada novel solo yang terbit saat itu, hehehe). Mungkin fokus di 2012 itu adalah banyak-banyak baca referensi dan belajar tentang teknik-teknik menulis. Nah, sejak itulah saya mulai ‘on fire’ lagi buat nulis.🙂

Singkat cerita, di awal tahun ini, 2013 —di antara beberapa naskah yang sedang saya tulis ataupun re-write—saya merombak abis-abisan naskah (Un)Broken Wings itu. Kenapa? Karena saya pengin naskah yang pertama saya tulis itu berubah wujud jadi buku, diterbitkan oleh penerbit mayor, bertengger di toko buku, lalu orang-orang pada baca. That was… and is my dream.

Hal itu yang bikin saya ‘keukeuh’ merombak naskah (Un)Broken Wings sana-sini biar lebih fresh dan punya nilai yang marketable. Sampai akhirnya, Juli lalu, (Un)Broken Wings diterbitkan oleh Penerbit Diva Press. YEAY!!! Thank God!

Novel (Un)Broken Wings ini merupakan novel solo kedua saya yang diterbitkan oleh penerbit mayor. But still, it is my first ‘baby’ yang membuat saya mengerti, bahwa saya cinta menulis.

And one thing that  I wanna share is—kalau kalian tidak berkeberatan saya sedikit sharing, hihi—jangan buang naskah ‘lama’ kamu. Apalagi naskah pertama kamu yang duluuu pernah kamu buat dan bikin kamu bermimpi untuk jadi penulis beneran. Coba diotak-atik dulu, rombak sana-sini, re-write, re-write, re-write… lalu… voila! Terbit deh novel yang bersejarah dalam hidup kamu!🙂

So then, mariii kita menuliiis🙂

Cheers,

Pia.

===============================================================================

Nah, sudah menyimak curhatan Pia Devina tentang novel terbarunya, sekarang ikutan giveaway yuk, untuk mendapatkan novel ini yang bertandatangan Pia Devina! Akan dipilih dua orang pemenang untuk masing-masing mendapatkan satu novel (Un)Broken Wings. Syarat peserta, harus berdomisili atau memiliki alamat di Indonesia untuk pengiriman hadiahnya, ya…

Dan berikut kuisnya:

Baca dulu sinopsis (Un)Broken Wings…

Dulu kau adalah pelindungku. Dulu kau adalah penyelamatku. Dulu kau adalah cahaya yang menerangi jalan gelapku. Tapi, itu DULU. Dulu, sebelum kau meninggalkanku, membiarkanku menanggung penderitaan ini sendiri.

Namun, kepedihan itu telah menguatkanku, menuntun langkahku dalam lorong-lorong gelap tak berujung. Aku bukan lagi gadis kecilmu yang lemah. Dan aku bukan lagi bidadari kecilmu yang manis.

***

Kepergian Evan membuat Anna harus menanggung kisruh rumah tangga orang tuanya sendiri. Ia pun tumbuh dengan menyimpan api kebencian dan dendam. Kepada orang tuanya, kepada Evan, juga kepada orang terdekat Evan. Ketika laki-laki itu muncul kembali di hadapannya, sebuah rencana balas dendam pun tersusun. Sebuah rencana yang ia yakini dapat memadamkan amarahnya.

Nah, tugas kamu adalah membuat sinopsis ala kamu sendiri sekreatif mungkin. Tidak ada batasan kata, sih, tapi ikut sinopsis aslinya aja ya, sebanyak tiga paragraf. Silakan merangkai kata, membuat analogi sendiri, asalkan maknanya tidak melenceng dari sinopsis asli. Untuk clue, kamu juga bisa baca dulu resensiku di sini: http://t.co/D2s0TY7XFJ.

Sinopsis kreasi kamu silakan ditulis di kolom komentar di ARTIKEL INI ya, di kolom di bawah ini niih… hehehe. Jangan lupa nama dan akun twittermu, yaa. Lalu, seperti biasa, tetap ada tugas untuk share di twitter, yaitu kenapa kamu pengin banget punya novel ini? Contoh ngetwitnya:

Pengin punya (Un)BrokenWings karya @piadevina karena dari sinopsisnya sepertinya mengharukan #MauUBW cc @dinoynovita http://wp.me/p2VMdq-ec

Jadi yang harus ada di twit adalah: alasan pengin novel ini, mensyen ke @piadevina, @dinoynovita, hestek #MauUBW, dan link artikel giveaway ini (http://wp.me/p2VMdq-ec). ^^.

Keikutsertaan dari kalian aku tunggu dari tanggal 25 Agustus-01 September 2013, yaa… nanti di tanggal 05 September 2013 Pia akan memilih sendiri dua orang pemenangnya.

So, mari berkreasi dan… goodluck! ^^

26 thoughts on “Curhatan Pia tentang (Un)Broken Wings… ~ Artikel tamu + Giveaway

  1. Saya belum mengerti pasti apa isi cerita di novel tersebut. Tapi , saya akan mencoba membuatnya🙂

    Menurut saya , sinopsis cerita sekilas yg sudah dijelaskan tadi cerita nya mungkin tentang seorang cewek dan cowok yang dulunya bersahabat baik , atau bahkan sudah mempunyai hubungan khusus . Eh tapi , di prolog kok menceritakan mereka waktu kecil? Ah apa mungkin alur nya mundur~ tapi di cerita itu mereka sangat bahagia ketika bersama.

    Selang waktu, mereka berpisah? Mungkin ini mereka beranjak remaja~ tapi si cowok sudah mempunyai pasangan lain. Dan tidak menghiraukan si cewek . Tp si cewek tetap tegar menerima keputusan tersebut.

    Tapi , tiba disaat si cowok ingin balikan dg si cewek yg dulu suda menanti nya . Akhirnya ada rencana jahat si cewek yg akan balas dendam dg si cowok.

    Sekilas sinopsis yg saya tau. Bila ada yg melenceng dg isi ceritanya saya minta maaf. Dan sy berharap suatu saat nanti bs mengikuti jejak kak pia🙂 sukses terus!

    Salam , Rhara .
    @RhaSilkyWang

  2. Oke, biar nggak bingung dengan maksud kuisnya, aku kasi contoh ya, remake sinopsis (Un)Broken Wings menurutku…

    — “Aku menyayangimu, Evan. Tak sadarkah kau bahwa aku begitu membutuhkanmu menghadapi semua ini?? Kenapa saat aku yakin memercayakan hatiku padamu, tapi kamu malah pergi? Tak tahukah kau bahwa semua yang aku hadapi tidak dapat aku selesaikan sendiri?? Bertahun-tahun kau pergi dan kini mendadak muncul, apa aku harus tersenyum menyambutmu, bersikap seakan semua baik-baik saja? Tidak, Evan. Karena, aku bukan lagi yang dulu.”

    Evan tercengang melihat perubahan dalam diri Anna. Saat ia datang kembali untuk mulai menyayangi gadis itu lagi, namun yang ada di hadapannya bukanlah sosok yang sama. Sosok yang penuh kebencian dan marah. Sosok yang bukan lagi dapat disebut sebagai gadis baik-baik. Ke mana semua hal manis tentang gadisnya itu?

    Sementara bagi Anna, semua yang terjadi padanya terlalu perih dan sakit. Ia tak mau hanya dirinya yang merasa terluka. Baginya, semua orang di sekitarnya patut merasakan dukanya juga. Balas dendam berbalut benci dan amarah melingkupi Anna. Apakah sayap-sayap bidadari itu sudah benar-benar patah? —

  3. sinopsis :

    Dulu,aku seorang gadis kecil yang memiliki seorang teman pria yang juga pelindungku.

    Bagaimanapun keadaannya,dia selalu ada untukku.Menemaniku,mewarnai hariku dan selalu menjagaku.Hingga akhirnya kami saling menyayangi.

    Tapi sekarang,ia telah pergi meninggalkanku sendiri.Ia pergi kemana,aku pun tidak tahu karena tidak diberitahu.Aku sedih,kecewa dan penuh amarah terhadapnya.Bahkan kepergiannya pun membawa masalah pada kehidupanku.Mungkinkah ia akan kembali? Aku tidak tahu.Atau mungkinkah ia tertelan bumi? Ya,mungkin itu yang kuharapkan sekarang.

    Rizki Oktavia
    @rizKorea

  4. kak, aku ralat comment yang tadi yaa ._.v

    Sinopsis versi aku :

    Akulah bidadari kecilmu, dan kau adalah pangeranku.
    Masa lalu yang terlalu indah, dan terlalu pedih untuk kuingat.
    Kau pangeran? Benarkah?
    Pangeran macam apa yang meninggalkan bidadarinya?

    Keadaan sudah tidak sama lagi sayang, mereka sudah tidak cocok denganku.
    Kejamnya, mereka menyerangku, memberiku kesakitan yang bertubi-tubi.
    Keadaan mengubahku sayang, jangan mengharapkan bidadari yang kecil, manis, dan lugu itu ada lagi dihadapanmu. Aku bukan lagi bidadari kecilmu!

    ***

    Anna awalnya adalah seorang anak kecil yang bahagia, memiliki seorang sahabat yang ia sayang, namanya Evan. Namun suatu ketika Evan pergi meninggalkannya, seakan memaksa Anna untuk menahan beban kehidupannya sendiri. Akhirnya tanpa sadar beban-beban itu mengubah dirinya, dari gadis lemah menjadi wanita yang kuat. Bukan hanya kuat tapi juga penuh dendam, dendam yang menguatkannya. Anna membenci semua orang yang menjadi bebannya, dan berniat membalas dendam. Maka ketika Evan hadir kembali di kehidupannya, pria itu hanya bisa meratap akan keadaan yang telah berubah.

    Nah itu sinopsis yang berhasil saya buat dari sumber resensinya kak dinoy dan curhatannya kak pia😀
    Smoga menarik yaaa , ehehehehehe ~

    Dayu Ledys
    @dayuledys

  5. Dulu kita bagaikan tokoh di negeri dongeng
    kau adalah pangeran dan aku putrinya
    tapi mengapa kau berubah ??
    Kau tega meninggalkanku , masih pantaskah aku menyebut kita ‘pasangan’ , pangeranku ?

    Bertahun tahun aku kau tinggalkan , dan sekarang kau hadir kembali di hidupku
    Sebenarnya apa maksudmu ??

    Salahku aku bahwa sikapku telah berubah dari masa kecilku ??
    Tunggu balasanku Evan !

    Lita Andriana
    @Litaa_FAN

  6. Kau tahu, jalan yang kutempuh saat ini adalah jalan yang kau tunjukkan padaku.
    Jika kau tak pergi, jika kau selalu ada di dekatku, jika kau tahu apa yang ada di hatiku, aku tetaplah bidadari kecilmu yang manis.
    Tapi, waktu telah menutup gerbangnya.
    Kau pun tak mampu lagi mengembalikan diriku yang dulu, sekalipun kau telah pulang di sisiku. Karena kau yang dulu pergi, membawa serta cahaya dalam diriku. Sekarang, hanya ini yang tersisa, hati yang kelam dan luka yang dalam.
    ***
    Siapa sangka, kepergian Evan menjadi titik awal metamorfosa dari kehidupan Anna.
    Anna, gadis kecil semanis bidadari, perlahan mematahkan sayap-sayapnya, dan membuang sosok cahaya dalam dirinya. Sekarang, dia adalah Anna pemiliki hati yang keras, dan mudah mencipta rasa benci kepada orang di sekitarnya, karena baginya hidup tak lagi adil.
    Kemudian Evan kembali, dia berharap bidadari kecilnya masih menunggunya. Tapi dia kecewa karena Anna bukanlah Anna yang dulu lagi. Lalu, apakah Evan akhirnya pergi? Apakah cinta benar-benar tak mampu mengembalikan sosok Anna yang dulu? (Un)Broken Wings akan menuntun kita menemukan jawabnya.

    Dian S @DeeLaluna

  7. Apa kau pikir mudah untuk memaafkan orang yang sudah menyayatkan sebuah luka padamu?
    Kalaupun kau memaafkannya, bukankah masih ada bekas luka yang terus membuatmu mengingat kesalahannya?
    Dan ingatan akan kesalahan itu..tidakkah membuat jarak antara kau dengannya berubah?

    ***
    Kepergian Evan di saat Anna menetapkan hati untuknya adalah satu kesalahan. Rasa sakit yang ditimbulkannya membangun ‘benteng pertahanan’ bagi gadis itu–memberinya pelajaran bahwa hidup ini kejam. Melindungi diri sendiri adalah yang terpenting, tak perlu menyisakan ruang untuk orang lain. Bahkan saat Evan kembali, Anna tak bisa menemukan kembali cinta yang ia rasakan dahulu–tersembunyi dalam lubang kebenciannya.

    Apakah benar kenyataan pahit ini–Evan telah mematahkan sendiri sayap bidadari yang ia cintai?

    By: Zizi

  8. Remake sinopsis (Un)Broken Wings menurutku…

    “Benarkah Kamu Anna? Secepat itukah waktu merubahmu hingga Aku tidak lagi bisa mengenalimu seperti dulu?” mata evan menyiratkan kesedihan yang mendalam, sebuah penyesalan karena kesalahan. Anna bisa merasakannya, tapi kekerasan hatinya membuatnya tak ingin mengerti apa yang sebenarnya terjadi. rasanya sudah cukup penderitaan yang dia alami selama ini.

    “Untuk Apa Kau datang lagi setelah dulu Kau meninggalkanku sendiri? secepat itukah waktu dapat merubahku? apakah penderitaan terasa cepat bila sedang kau rasakan? apa luka yang di akibatkannya akan hilang begitu saja? masih ada bekas luka yang masih menganga! bisakah kau menyembuhkannya? sekedar menutupinya agar aku tak lagi merasa kesakitan karenanya?” kekecewaan yang selama ini hanya bisa dia pendam menyeruak setelah pertemuannya dengan evan. Anna semakin yakin akan rencana pembalasan dendamnya setelah mendengar pertanyaan evan barusan.

    “Maafkan Aku, tapi Aku punya alasan untuk semua itu,” Evan mencoba meraih sisi lembut Anna yang ia yakin hanya tertutup sementara.

    “Ya, Aku tau alasannya. apalagi kalau bukan demi kebahagiaanmu sendiri? tidak ada bedanya kamu dengan mereka, begitu egois sampai tidak memikirkan perasaan orang lain. meninggalkan seseorang dalam kesedihan sendirian akan lebih tepat dibandingkan harus mengorbankan sebuah kebahagiaan. benarkan? perubahanmu itu telah merubahku untuk tidak lagi seperti dulu,” Evan menatap Anna tak percaya, bidadarinya yang dulu telah berubah menjadi seseorang yang asing. bahkan dihadapannya.

    “Hahaha, Aku bukan anak kecil yang manis seperti dulu. inilah Aku, jangan salahkan apa yang ingin Aku lakukan. Aku hanya ingin menegakkan keadilan, aku ingin penderitaan-penderitaan itu bukan hanya menjadi kenangan pribadiku saja. aku ingin orang-orang yang terlibat didalamnya juga ikut merasakan sensasinya,” ucap Anna lagi sambil tertawa miris. menertawakan evan didepannya. lalu mulai berjalan menjauhi evan yang masih diam ditempatnya.

    “Aku masih mencintaimu,” ucapnya saat Anna melewatinya. tangisan itu jatuh, namun dengan sigap bisa dipatahkan oleh Anna. bukan cinta ketika kau membiarkanku sendirian menghadapi perasaan yang tidak ikut kau rasakan.

    Sekar Ayu Kartika Sari
    @Sekarayuree😀
    thanks kak dini😀

  9. “Kepadamu, aku menyimpan benci yang tertumpuk oleh rasa sakit akan masa lalu”

    Semua bermula dari kepergian Evan dalam hidup Anna. Hingga bertahun kemudian, Evan kembali. Dia kembali dengan segala harap yang dimilikinya untuk dapat bersama dengan bidadari kecilnya.
    Tapi Anna yang kini berdiri dihadapannya bukanlah gadis manisnya yang dulu. Anna berubah menjadi sosok gadis yang dingin dan dipenuhi oleh kebencian juga amarah. Anna bahkan berniat membalas dendam pada Evan yang telah meninggalkannya dengan cara menyakiti orang terdekat Evan.

    Bukankah dendam pada akhirnya hanya menimbulkan luka? entah pada sang pemilik dendam maupun orang-orang yang terseret di dalamnya.
    Akankah hal yang berbeda terjadi pada Anna? mungkinkah aksi balas dendamnya berhasil meredakan amarah yang gadis itu miliki? atau justru menambah luka dalam hidupnya?

    Dessy Desmawati
    @dessydesma1

    Thanks ^^

  10. Dulu aku merasa aku adalah wanita yang paling bahagia di dunia…
    Dulu kamu selalu punya cara untuk membuatku tersenyum dan tertawa, layaknya dunia hanya milik kita berdua…
    Dulu hidupku seperti pelangi, penuh warna…
    Tapi itu dulu saat aku masih menjadi bidadari kecil dari seorang pangeran kecil bernama evan..

    Kini waktu merubah segalanya, setelah sepuluh tahun dia pergi meninggalkanku dan membiarkanku menghadapi semuanya sendiri, ia ingin kembali…

    Lukaku belum sembuh, kebencianku padanya masih sangat dalam, aku seperti tak lagi mengenal sosok evan, meski sebenarnya dari lubuk hati yg paling dalam aku masih mencintainya dan sangat merindukannya…

    @Nanaadimskii

  11. Andai waktu itu kau tak pergi, andai aku tak terluka, mungkin aku tidak akan semarah ini. Di mana kau saat aku terjungkal? Di saat tameng ini sudah tidak mampu menahan kerapuhanku. Setelah membiarkanku sendirian dengan kemelut rasa sakit, tiba-tiba…, kau datang kembali. Meskipun begitu, semuanya tidak akan sama lagi. Aku bukan bidadari kecilmu yang semanis dulu.

    Maka biarkanlah aku menantang kehidupan. Siapakah yang paling kejam, yang mampu menghancurkanmu? Kupastikan aku sendiri yang akan lakukan itu!
    ***
    Bertahun-tahun Anna berkubang dengan lara. Tanpa ada bahu sebagai tempat bersandarnya seperti dulu. Sekarang pemilik bahu itu kembali dan mulai menyukai gadis itu. Evan. Dalam hatinya, keberadaan laki-laki itu tidak ada artinya lagi. Dialah yang membuat gadis yang dulunya semanis bidadari menjadi serigala liar yang penuh akan perasaan dendam terhadap dirinya. Bisakah Evan mengubah perasaan Anna seperti dulu lagi? atau ia akan melangkah mundur dan menghancurkan Anna lagi? Semuanya akan terjawab dalam kisah ini.

    Nama: Julia Primadani
    Twitter: @Juliaaprima

  12. sinopsis :
    Kamu tahu bagaiamana rasanya menyimpan dendam? Seperti melempar bara api. Mungkin, ia akan mengenai dirimu, tapi sebelum itu, ia telah menghanguskan aku. Aku tidak ingin dendam ini menyulutkan api yang berkobar lebih besar, tidak bisa padam. Aku juga tidak ingin menaruh benci yang kemudian jadi benalu, menggerogoti tiap inci rasa sayang yang kupunya. Aku tidak ingin…
    Tapi, waktu berkata lain. Ia memintaku untuk mengasuh rasa ini untukmu. Untuk orang-orang terdekatmu, dan tentu saja untuk orang yang telah merusak kebahagiaan yang seharusnya bisa kukecap.
    Ketika kau datang dihadapanku. Rencana itu tiba-tiba saja terlintas. Rencana yang kuharap bisa membuatmu menanggung penderitaan yang selama ini menderaku. Rencana yang bisa meredamkan amarahku. Rencana balas dendam.
    Bilang aku biadab. Apapapun itu. Sekalipun aku pernah mengelukan namamu, menyebut kau sebagai malaikat penyelamatku, tapi itu dulu. Sebelum dendam juga berkobar di sepasang mataku.

    Hedia Rizki
    @hediarizki

  13. sinopsis versiku🙂

    dulu aku merasa bahagia..
    dulu aku selalu tersenyum..
    dulu aku selalu merasa damai..
    karena kau selalu ada bersamaku, disampingku selalu
    tapi itu dulu..
    sebelum kau meninggalkan ku sendirian
    kini ? aku jatuh terpuruk kedalam pusaran kesedihan yang mendalam.
    menyakitkan.. sungguh menyakitkan
    setelah sekian lama, tiba-tiba kau muncul dihadapanku
    kenapa? kau kaget melihat ku yang sekarang?
    karena aku bukanlah gadis kecil manismu seperti dulu
    segalanya telah berubah Evan, aku bukanlah anna yang dulu
    tahukah kau? apa yang selalu kupikirkan selama ini ?
    yaitu … kau dan balas dendam

  14. Baiklah setelah membaca penggalan novel (un)Broken Wings, tiga paragraf. Berikut sinopsis versi saya!

    _______ “Aku takut, Evan. Sedikitpun aku tidak pernah tahu tentang takdir. Berjanjilah, berjanjilah bahwa kau akan menjagaku.” Jemari kelingking mereka terikat satu sama lain, melingkar.
    _______ “Aku janji, Anna.” Satu janji menggores, memerahkan ujung langit yang membiru. Semuda apapun mereka, tetap saja bahwa janji adalah sebuah janji. Ya, harus di tepati.

    Takdir itu tidak seperti hujan, yang selalu berbisik terlebih dahulu, menyapu langit biru yang mengubahnya menjadi kelabu. Ya takdir itu tak ada yang tahu. Sama sekali, tidak ada. Dua hari saat janji itu menggores di pendaran senja, Evan pergi. Mama Evan memutuskan untuk tinggal di luar negeri. New York. Tentu saja bocah kecil itu tak bisa menyangkalnya, ia ikut bersama mamanya dan bersekolah disana.

    “Aku akan menunggunya, dia pasti akan membawa layang-layang kemudian mengajakku bermain bersama.” Butiran kristal dari sudut matanya memercik, membasahi pipi mungilnya, saat ia sadar sosok yang di nanti-nanti tidak jua muncul. Pikirannya menerawang jauh, ia tak mungkin terus berdiri di bawah pendaran senja membuat dirinya berakar, berlumut, dan nyaris mati membatu. Laki-laki itu menghilang di telan harapan-harapan yang selalu ia gantungkan di langit. Semenjak rumah tangga orang tuanya tidak membaik, kini tidak ada lagi punggung tempat menyandarkan hatinya, membagi beban di pundaknya, penerang di jalan hidupnya yang kelam. 10 tahun kemudian laki-laki itu kembali. Janji yang tekikis waktu, mengembun. Menjadikan butiran-butiran kebencian dan kedendaman menggerogoti warasnya. Ia bukan lagi gadi kecil yang lemah, juga bukan bidadari kecil yang manis. Sayap-sayapnya telah patah. Jiwa lembutnya seperti tengah di rasuki ruh kebencian. Hati itu berwujud, ia akan terbangun dari lelapnya saat seseorang mengetuk hati dan membawa kunci hatinya. Akankah hati Anna seperti itu? Temukan jawabannya di novel (un)Broken Wings karya Pia Devina. Cekidot!

    Dedeh Dahlia
    @dahliaharupat

  15. ” Dulu….
    Kau adalah satu-satunya harapanku..
    Kau adalah cahayaku..
    Kau adalah malaikat pelindungku..
    Kau bagaikan tulang punggung yang menopangku..
    Tapi sekarang…
    Harapanku sudah pergi jauh,membuatku putus asa..
    Cahayaku telah menjauh,membuatku seperti orang buta yang berjalan di tengah keramain..
    Malaikat pelindungku meninggalkanku, sehingga aku menjadi iblis sekarang..
    Tulang punggungku patah, membuatku tidak bisa brdiri tegak..
    Apakah kau tau bahwa kau adalah jantungku?
    Walau seperti orang bodoh yg hanya mengenal dirimu
    Yang dipahami hatiku hanyalah satu hal
    Aku takkan utuh jika tanpamu
    Sakit hati seperti ini bagaimana mengobatinya dengan mudah?

    Aku seperti malaikat yang kehilangan sayap, aku tidak bisa terbang lagi..
    Aku terjebak disini, ditengah tengah kelut kehidupan yang tidak bisa kuhadapi sendiri..
    Dimana kau Evan?
    Bukankah kau berjanji untuk selalu bersamaku? Andai kau ada disini dan menggenggam tanganku, aku pasti punya kekuatan untuk menghadapi ini semua.
    Tapj itu hanya harapanku saja. Harapan yang sudah pergi jauh..
    Sekarng aku hidup tanpa pengharapan,hatiku yang kecil telah dipenuhi perasaan dendam.”

    Rasanya Evan sangat ingin memeluk Anna, bidadari kecilnya dulu. Ingin rasanya ia membelai rambut Anna, meluapkan seluruh rasa rindunya.
    Seperti disetrum listrik bertegangan tinggi, Evan sangat terkejut melihat perubahan besar dari Anna. Bukan perubahan baik, melainkan perubahan yang sangat buruk. Bidadari kecilnya tidak berubah menjadi malaikat,tetapi menjadk iblis yang siap membalaskan dendamny. Evan masih bisa menerima jika Anna membencinya, tapi tidak untuk orangtuanya sendiri. Evan dan Anna adalah teman sangat baik sewaktu kecil. Mereka selalu bersama menikmati hari-hari yang indah, sehingga membuat Anna bergantung pada Evan. Seiring berjalannya waktu,Evan pergi meninggalkan Anna sendiri, meninggalkannya bersama masalah yang harus diselesaikannya sendiri. Hati Anna yang tadinya dipenuhi cinta sekarang berubah menjadi kebencian dan dendam yang membara. Dan saat Evan kembali, Anna tidak mengenalinya lagi sebagai malaikat pelindungnya, tetapi sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas penderitaannya selama ini.”

    Nama : Irna Ametha
    Twitter : @irnaametha..

    Terimakasih kak Dini dan author Pia♥

  16. REMAKE SINOPSIS (UN)BROKEN WINGS (Pia Devina)
    Oleh: Nisa’ Maulan Shofa

    Segalanya akan baik-baik saja jika kau tak meninggalkanku. Membiarkanku menanggung sendiri masalah yang kau pun tahu aku tak mampu mengatasinya tanpamu. Masalah yang membuatku terpuruk hingga tak mampu melihat indahnya dunia.

    Namun, tidak! Sekarang aku bukan yang kaukira. Meskipun kutahu, kebahagiaanku ada jika kau di sampingku. Tapi, kuyakin segalanya akan kembali baik. Hingga akhirnya perlu kautahu, jika aku tak seperti dulu lagi!
    ***
    Sepuluh tahun memang bukan waktu yang singkat. Terlebih jika pemberi kekuatan menghilang selama itu tanpa kabar. Dan hanya janji yang tertinggal. Itulah yang dirasakan Anna ketika Evan meninggalkannya dulu. Lemah dan tak tahu harus berbuat apa di antara segala kelumit masalah keluarganya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk bangkit dan melupakan segala perasaannya kepada sahabat kecilnya itu. Dan hati Anna menyimpan benci kepada mereka yang ia anggap tak peduli padanya. Rencana balas dendam sudah terancang di sana.

    *************************************************************************
    akun twitter: @Nisa_MS_
    blog: http://lanisamoffi.blogspot.com/

    Congrates ya, Kak Piaaaa… Aku juga jadi pingin bukuin draft novel pertamaku. Hmm banyak kenangan :3

  17. Sinopsis:
    Selama ini kukira kaulah satu-satunya orang yang paham akan diriku. Aku juga mengira bahwa sosokmu akan selalu menemani hariku yang terasa kelam jika aku sendiri. Tapi itu dulu. Karena kini kau pergi meninggalkanku begitu saja dan membuatku kembali ke hari-hari yang jauh lebih kelam dari sebelumnya. Sendiri.

    Dan kau kembali disaat kata ‘kita’ tak ada lagi di dalam kamusku. Karena sekarang, hanya ada aku, tanpa dirimu. Ya, tanpa dirimu yang dulu pernah memberiku kebahagiaan. Dan sekarang yang kau sisakan padaku hanya kebencian dan sakit yang tak terperi. Aku jamin kau akan merasakan apa yang selama ini kurasakan. Pasti.
    *******
    Evan tidak menyadari bahwa kepergiannya akan meninggalkan luka yang dalam pada bidadari kecilnya, Anna. Evan pikir Anna akan menunggunya pulang dan mereka akan kembali bersatu. Tapi yang Evan tidak pernah tahu adalah bahwa Anna yang dulu bukanlah Anna yang sekarang.

    Ruth Munthe
    @ruthmunthe

  18. Dulu. Satu kalimat yang sekarang ingin rasanya aku kembali ke masa itu. Dulu aku bahagia bagaikan seorang bidadari dari kayangan yang mempunyai segalanya. Tapi itu Dulu. Sebelum semua ini terjadi, sebelum semuanya berubah, sebelum rasa sakit itu ada, dan sebelum dia pergi.

    ***
    Anna yang sekarang, berbeda dengan yang dulu. Anna yang sekarang memiliki hati yang keras sekeras batu karang. Anna yang sekarang telah kehilangan jati dirinya & kebahagian nya. Yang sekarang tersisa hanyalah kebencian yang teramat dalam pada seseorang yang nan jauh disana, seseorang yang telah menggoreskan luka sebegitu dalam sehingga ia merasa penderitaan nya ini harus dirasakan oleh orang lain termasuk Evan. Ya Evan, dia orang yang telah membuatnya seperti ini.

    Setelah 10thn berlalu,kini Evan kembali menawarkan kebahagiaan untuk Anna, yang dia yakin pasti Anna akan menerimanya. Tapi dia salah, Anna yang sekarang bukan lah Anna yang dulu. Anna yang sekarang bukan lagi bidadari kecilnya, bidadari yang selalu mempercayai dan menerimanya. Anna yang sekarang adalah Anna yang mempunyai berjuta rasa kebencian dan dendam terhadap satu nama, Evan.

    Nama: Linda Novianty
    Twitter: @NoviantyLinda

  19. >> REMAKE SINOPSIS (UN)BROKEN WINGS (Pia Devina) <<

    Seseorang boleh saja berubah, tidak ada yang melarang. Tetapi, mengapa kau harus berubah menjadi seperti ini? Bahkan lebih buruk dari jati dirimu. Kemana senyum manis yang selama ini terukir di bibirmu? Siapa yang berani merenggut canda tawamu hingga kau berubah menjadi sosok yang tidak ku kenal? Apa yang terjadi denganmu? Ribuan pertanyaan selalu memenuhi pikiran Evan ketika melihat Anna, bidadari cantiknya. Ia masih belum mengerti dengan perubahan drastis pada diri Anna, setelah kepergiannya dalam waktu yang cukup lama. Sampai saat ini, Anna menjadi sosok pendiam dengan sorot mata kebencian. Bahkan senyum manisnya berubah menjadi senyum sinis yang mengerikan. Beritahu aku, apa yang terjadi, Anna!

    ***
    Aku pikir kau adalah pelindungku, aku kira kau adalah seorang malaikat yang selalu menjagaku. Tapi ternyata aku salah, kau seperti kaktus berduri yang menggores luka tanpa henti. Kemana saja kau selama ini? Pergi dengan kebahagiaanmu dan meninggalkan masalah rumit yang harus aku tanggung sendiri? Saat ini, aku bukan lagi Anna yang dulu. Aku bahkan lupa bagaimana cara tersenyum. Dan, kaulah yang membuatku seperti ini. Sakit. Perih. Sadarkah?! Apa takdir sedang mempermainkanku?

    By: Hanifah Putri Utami
    Twitter : @hanifahae

  20. Bidadari.
    Pantaskah dia kuanggap sebagai wanita cantik suci dari kayangan? Masa lalu, ya. Sekarang, tidak.
    Dia benar-benar mengalami metamorfosa. Oh, yang kumaksud disini bukanlah metamorfosa sempurna bagai kupu-kupu, melainkan seperti nyamuk yang buruk. Perangainya, perilakunya, persepsinya. Namun, parasnya masih sama, bahkan semakin rupawan.
    Aku masih tidak percaya fakta yang baru saja aku jelaskan tentangnya. Bagaimana bisa kepribadian malaikat cantik kecilku kini bertolak belakang menjadi malaikat maut penuh hasrat dendam yang samasekali tidak kukenal?

    Pangeran.
    Masihkah dia kuanggap sebagai pangeran yang selalu menjadi pelindungku? Tentu saja tidak. Jika iya pun, sebenarnya dia hanyalah pangeran gadungan serampangan. Berani-beraninya dia meninggalkanku di saat yang salah. Samasekali tidak tepat. Tega-teganya dia membiarkanku kehilangan arah tanpanya disisiku lagi. Kemudian, dia datang secara tiba-tiba, cara yang sama seperti kepergiannya dulu. Dia bertingkah seolah tak terjadi apa-apa antara aku dan dirinya. Yang benar saja?!
    Memangnya dia pikir dirinya adalah jelangkung? Pulang tak diantar, datang tak diundang?
    Lihat saja, tidak akan kubiarkan dia seenaknya memasuki kehidupanku dengan mudah, dia harus menghadapi gejolak amarah yang selama ini kupendam.

    Amelia Aura
    @meliarawr

  21. Ingatkah kau saat kita tertawa dan menangis bersama dulu? Bersama berbagi cerita yang dulu meyakinkanku bahwa kau adalah pelindungku. Namun seketika itu, memori tentangmu berbalik. Ya, ketika kau memutuskan membiarkanku jatuh terjerembab saat aku butuh bahumu untuk sekedar melepas penat akan masalah yang seakan tak pernah lelah menderaku.
    Kepergianmu telah membuatku bermetamorfosis menjadi gadis yang kuat. Gadis yang takkan lagi butuh bahumu untuk bersandar. Gadis yang takkan merengek lagi padamu ketika jatuh. Karena, aku bukanlah bidadari kecilmu lagi.
    ***
    Beban sakit yang luar biasa akibat kacaunya biduk rumah tangga orang tuanya harus dirasa sendiri oleh Anna. Episode kelam masa lalunya itu membuatnya menjadi gadis yang penuh dendam kepada orang-orang di sekelilingnya. Terlebih kepada Evan yang telah meninggalkannya di saat ia rapuh. Lelaki itu juga harus merasakan rasa sakit yang ia rasakan. Anna pun segera meyusun skenario untuk menuntaskan dendamnya tersebut.

    Hajimemimi –> @hajimemimi

  22. Maaf nih baru sempet update di sini, tp di twitter sudah diumumkan kok di tanggal 05 September 2013. Dan, dua pemenangnya adalah:
    Hedia Rizki (@hediarizki) dan Amelia Aura (@meliarawr). Selamat yaa…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s