Hai Nina!

NinaArdianti

Hai Author! kali ini menyapa satu penulis cewek yang mendeskripsikan dirinya sebagai a hopeless romantic and (self-proclaimed) normal lady – nyontek bio twitternya, hihi. Novel terbarunya berjudul Restart rilis di bulan Mei 2013 lalu. Saya sudah membaca novel itu dan saya sangat menikmati caranya bertutur. Hiyaaakh, kalau kamu menyebut nama Nina Ardianti, maka tidak salah lagi, mari ngobrol dengan kakak cantik satu ini….

Hai, Nina! Terima kasih ya buat waktunya. Nah, yuk nggak pakai basa-basi, langsung kita mulai tanya-jawabnya berkaitan dengan novel dan profesimu sebagai penulis.🙂 Pertanyaan pertama untuk novel terbarumu, kenapa judulnya Restart bukannya ‘Move On’? Hehe, ya i know move on itu kan memang cuma tema ceritanya, but why Restart?

Jawaban jujur atau jawaban jaga image, nih? Let me go with jawaban jujur aja ya, hehehe. Alasannya karena semua judul yang saya ajukan ke editor nggak ada yang diterima. Lalu akhirnya, ketika bukunya sudah mau diterbitkan, diberitahu kalau judulnya ‘Restart’ dan saya setuju. Udah sih, gitu aja. Nggak ada drama.

Singkat, padat, jelas, dan no drama! Hihihi. Lanjut, ya…. Jujur nih, Restart ini berdasarkan pengalaman pribadimu bukan, pas habis patah hati? Hehe, atau setidaknya, ada unsur kisah nyatamu di sana?

Saya rasa ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan kepada semua penulis fiksi, ya? And no one believes even though I am constantly answering with, “BUKAN WOYY!!” Hebat bener kisah hidup saya kalau bisa terus-terusan ditulis di buku. Tapiii… banyak adegan, terutama bagian percakapan, yang merupakan fiksionalisasi dari kejadian nyata di sekeliling saya. Kalau ada yang komentar bahwa bahasa yang saya gunakan kayak sehari-hari banget… LAH KARENA MEMANG SEHARI-HARI NGOMONGNYA KAYAK GITU. Banyak juga kejadian-kejadian kecil yang lucu dan menarik, atau selepetan tajam yang bikin berbalas pantun dengan kata-kata sarkastis, yang saya masukkan ke dalam cerita.

Teman-teman saya udah terbiasa kalau misalnya lagi ngobrol, tiba-tiba saya suruh berhenti karena mau saya catat di ponsel atau di notebook. Karena kalau nggak dicatat, pasti bakalan lupa. Padahal kadang yang diobrolin lucu banget dan menarik.

Di novel itu kan juga ada lagu-lagu baru yang ceritanya sih diciptakan oleh Fedrian Dejavu. Pastinya kamu dong yang bikin…. Itu beneran kamu bikin liriknya jadi sebuah lagu gitu, plus ada nadanya? Idenya dapat dari mana?

As much as I want to admit it, but unfortunately they’re not mine. Yang buat teman saya, namanya Indra (atau biasanya kami memanggil dia sebagai Oon). Karena saya tahu dia bagus banget dalam menulis puisi (dan saya payah banget), saya minta tolong supaya dia membuatkan lirik lagu. Udah minta tolong, saya minta dibikinin dua lagi. Saya kasih tau penginnya kayak gimana, dan… VOILA! Jadi deh. Nggak susah, hihi…

Sayangnya, karena kami berdua payah dalam bermusik (Oon sedang belajar biola nggak bisa dihitung. Baru beberapa bulan soalnya xP), maka lirik lagu ini hanya sampai di mata pembaca, belum sampai di telinga pendengar.

Kalau ingin tanya idenya dapat dari mana, bisa ditanya langsung kepada yang bersangkutan di akun Twitter @harimau_belang (you better pay me, On…).

Keseharianmu kan bekerja sebagai karyawan bank, seberapa banyak kamu mengambil cerita di dunia kerjamu untuk diadaptasi di novel Restart? Temen-temen kantor ada yang komen nggak sih, misalnya bagian tertentu mirip banget dengan kondisi nyata di kantor …

IMG_1289

(pic credit: Nina Ardianti)

Seperti yang sudah saya jawab di pertanyaan nomor dua, bahwa walaupun plot utamanya merupakan fiksi, tapi detail-detail di dalam cerita berdasarkan kehidupan nyata. Jadi kalau ditanya seberapa banyak saya ngambil cerita di dunia kerja, jawabannya ya… banyak. Hehehe… Dan teman-teman kantor suka menebak-nebak, ‘eh si A itu si X ya?’

Oh gitu…. *nodding* Oh ya aku lihat di goodreads, kamu lumayan rajin tuh ninggalin komentar untuk review novel-novelmu dari goodreads user. Buat kamu, seberapa banyak sih review itu memengaruhimu untuk penulisan selanjutnya? Pernah nggak baca satu review yang bikin kamu sampai ‘termenung’ banget gitu? Misalnya, karena saking banyaknya kritik-kritik pedasnya di review itu, hehe.

Salah satu prinsip saya dalam menulis adalah, you can’t please everybody. Akan ada yang menganggap bagus, menganggap biasa-biasa aja, atau menganggap bahwa saking jeleknya tulisan kita nggak perlu dibaca dan sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah. I cannot control what people think about my writing, yang bisa saya lakukan adalah memperbaiki kualitas tulisan saya secara kontinyu. Gampangnya, kalau saya nggak suka dengan tulisan saya, gimana caranya orang lain akan suka dengan tulisan tersebut? Dan saya juga berprinsip, saya akan menulis apa yang saya senang untuk membacanya. Berhubung kebetulan genre yang saya pilih itu mainstream banget (haloooo… contemporary romance—kurang mainstream apa coba?) dan penggemar romance di luar sana banyak, jadi lebih mudah untuk menelusuri dan mencari feedback.

Saya nggak mengabaikan kritik—dengan catatan kritik itu membangun dan bukan sekadar trolling nggak jelas. Kalau ujung-ujungnya sudah masalah selera, sih, biasanya saya berpikir… just let it go. Karena kita nggak bisa berdebat tentang selera.

Jadi, membaca review jelek pastinya bikin sedih, tapi bukan alasan untuk nggak menulis lagi (alasan nggak menulis biasanya lebih sering kepada malas dan nggak ada ide, hihihi).

Kamu sendiri juga suka baca dan mereview buku. Kalau lagi jalan-jalan di toko buku, biasanya bakalan tertarik ambil satu buku untuk dibeli karena faktor apa aja?

Yang pertama, penulisnya. Kalau saya sudah suka sama seorang penulis, biasanya akan beli bukunya nggak pakai mikir lagi. Kalau perlu pre-order sebelum bukunya terbit. Tapi berhubung di toko buku sekarang banyaaaaakkk… banget buku-buku dari penerbit baru dan penulis baru, biasanya saya mengandalkan Goodreads. Saya kapok mengandalkan Twitter, biasanya biasnya keterlaluan. Goodreads juga bias, sih, hanya saja masih lebih mending lah daripada Twitter.

Paling aman sih, rekomendasi teman. Apalagi kalau teman yang satu selera sama kita. Langsung deh baca nggak pakai mikir ;D

Kamu pernah duet sama Moemoe Rizal untuk proyek Gagas Duet Fly to the Sky. Kalau dikasih kesempatan duet lagi, tapi kali ini bareng penulis idolamu, kamu mau duet bareng siapa? Kenapa tuh milih dia, dan pengin nulis cerita seperti apa?

Errr… berhubung saya ngefans sama Julie James dan Lindsey Kelk, sama mereka boleh lah… (#Sombong #KemudianDikeplakMassa). Tapi ya realitasnya, mah, nggak mungkin. Eh tapi ini kan berandai-andai ya? Baiklah.

Pinginnya nulis cerita tentang…. apa ya? Bingung juga, sih. Saya nggak selalu banyak ide soalnya. Huehuehue… Tapi alasan kenapa saya pengen kolaborasi dengan mereka… ya karena saya ngefans. Hihihi.

Maafkan jawaban yang nggak komprehensif ini.

Terakhir, aku baca di domainmu kalau kamu tergabung juga jadi First Team Reader-nya Gagas Media. Berarti kamu sering berkutat dengan naskah-naskah mentah dan menemukan banyak naskah yang berpotensi jadi buku bagus atau sebaliknya, terkesan ditulis sekadarnya aja. Ada tips nggak buat temen-temen yang sedang berkutat dengan draft-nya, biar naskah dengan tema apa pun bisa asyik dibaca dan nggak ngebosenin?🙂

First reader? Astaga, itu udah lama bangettt. Saya bahkan udah lupa…

Hmmm… tips ya? Errr… apa ya. Intinya sih seperti yang saya bilang di atas, bahwa: 1). Harus menyukai apa yang kita tulis, 2) Kita menulis apa yang kita ingin baca. Dan untuk tahu hal tersebut mau nggak mau kita harus banyak baca, bukan? Prinsip saya sih, begitu.

Sebelum mengirimkan kepada penerbit, coba deh, cek-cek ombak dulu dengan meminta supaya teman-teman di sekitar kita untuk membaca draftnya. Biasanya saya begitu, sih. Tujuannya minta masukan. Karena percayalah, setelah berkutat dengan draft selama sekian lama: NGGAK ADA YANG NAMANYA PANDANGAN OBJEKTIF DARI DIRI KITA SENDIRI. Makanya, minta orang lain buat berkomentar. Dan jangan gampang sensi. Kalau dikritik sama temen sendiri aja sensi, gimana dikritik sama pembaca beneran yang marah-marah karena udah ngeluarin uang banyak untuk beli buku kita?

Terakhir, jangan menyerah kalau ditolak. Coba lagi award bukan hanya berlaku bagi peserta Indonesian Idol. Tapi juga kepada kita di dunia nyata.

Terima kasih ya Nina Ardianti buat waktunya menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk blogku. Nah, sekarang sebagai penutup silakan sampaikan apa pun untuk pembaca interview ini, bebaass boleh promosi bukumu atau titip salam, asal jangan nulis cerpen di sini, ehehehe…. Silakan:

Stay calm and keep reading, ya ;)))

Nina’s out.

Thank you Nina Ardianti for the nice and fun answers! Nah, kamu punya akun twitter? Boleh banget deh menyapa Nina di akun @NinaArdianti juga kulik domainnya di www.ninaardianti.com.🙂

43 thoughts on “Hai Nina!

  1. Pingback: Nina Ardianti | A so called interview

  2. Hai kak Nina, sebenarnya bingung juga sih mau nanya apa di sini. Orang sehari-hari udah biasa nanya-nanya via mention di Twitter. Hehehe. Tapi setelah mikir-milir lagi, saya kemudian ingat pertanyaan yang berseliweran di kepala saya saat membaca buku-buku kak Nina. Hmm..menurut saya, salah satu kekuatan dan kelebihan tulisan (cerpen & novel) kak Nina terletak pada penggambaran tempat (setting) yang sangat teramat detail. Sumpah, itu keren banget. Sepertinya beliau mengenal betul seluk beluk kita Jakarta. Kak, Nina asli Jakarta ya? Hehehe

    Oke, jadi pertanyaan saya adalah:
    -CandraKirana di novel FTTS itu nyata kak? beneran ada restaurannya? (maklum, saya belum pernah ke Jakarta kak😦 )
    -kapan kiranya kak Nina akan menepati janji menyelesaikan Stuck di blog itu lho. Saya kangen sama Ilham, kak. Kangen!
    -setelah novelnya Kemal selesai (entah kapanpun itu), tidak adakah keinginan bikin novel ttg Ilham dewasa? kan Simple Lie, si Ilham masih cupu ini. Hahaha.

    Udah ah segitu aja.
    Nanti kak Nina ngos-ngosan jawabnya.
    Oh iya, saya request Impossible ya. Karena belum punya seri Glam Girls. Pengen baca tulisan kak Nina untuk genre teenlit.😉

    -Dian-
    @dianbookshelf
    Email: dianmayasariazis@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/dianbookshelf/status/407069987816210432

    • Dear Dian,
      Makasih yah udah berpartisipasi. Pertanyaannya langsung aku jawab di bawah ini ya.

      1. CandraKirana di novel FTTS itu nyata kak? beneran ada restaurannya? (maklum, saya belum pernah ke Jakarta kak😦 )
      Nggak adaaaa. Huheuheuh.. Karena waktu itu harus bikin lokasi pertemuan pertama antara Edyta dengan Ardian, saya dan Moemoe mikir sebaiknya restorannya dibikin aja. Terus saya cari nama yang bagus di Wikipedia, huehuehu… Nemu nama Candrakirana. Jadi kalau mau dicari di sepanjang jalan Kertanegara, nggak akan nemu, sih…😀

      2. kapan kiranya kak Nina akan menepati janji menyelesaikan Stuck di blog itu lho. Saya kangen sama Ilham, kak. Kangen!
      Iyaaaa… Sebentar ya. Secaraa itu cerita nggak ada plotnya, harus mikir dulu. Dan nyari waktu (serta mood) buat nulisnya. Heheh… tapi janji bakalan saya selesaiin, kok. Sabar ya. Tak akan lari Ilham dikejar.

      3.Setelah novelnya Kemal selesai (entah kapanpun itu), tidak adakah keinginan bikin novel ttg Ilham dewasa? kan Simple Lie, si Ilham masih cupu ini. Hahaha.
      Hahahaha.. Sejauh ini sih belom ada. Nggak tau nanti ya. Ga menutup kemungkinan, tapi ga janji juga ya. Hehe… Abisan udah ada beberapa project ngantre buat ditulis. itu si draft Kemal Arsjad aja belom selesai dan udah menggantung selama setahun.

      Udah terjawab semua kan, ya? :))

  3. Hai, kak Nina, mau nanya nih..
    1. Dari semua buku yang pernah diterbitkan, cover yang mana paling bikin kakak terkesan?
    2. Hal apa yang paling sulit dilakukan saat bikin novel duet?
    3. Kalo kakak dikasih tantangan di suruh bikin novel dengan genre berbeda, kakak pilih genre apa? Alasannya?
    Terima kasih kak🙂

    Aku request Glam Girls yah😀 karena yang punyaku udah lecek-lecek akibat banyak yang pinjam😀

    from: Delta @DeltaYordani

    • Halo Delta, makasih yah udah berpartisipasi. Ini jawaban atas pertanyaan kamu.

      1. Dari semua buku yang pernah diterbitkan, cover yang mana paling bikin kakak terkesan?
      Restart. Karena dikasih tujuh pilihan cover dan saya sibuk bikin polling ke orang-orang terdekat dan di kantor minta mereka milih yang mana.

      2. Hal apa yang paling sulit dilakukan saat bikin novel duet?
      Yang paling susah itu sebenernya menyatukan ide. Karena kan pasti saya punya ide dan ingin ini dan itu sementara pasangan duet saya ingin hal yang lain. Jadi mencapai konsensus bahwa cerita akan dibawa kemana itu yang agak sulit. Apalagi kan harus konsisten, Karena bisa jadi apa yang ada di bayangan saya berbeda dengan apa yang ada di bayangan pasangan duet saya. Komunikasinya mesti intens dan mau terbuka satu sama lain.

      3. Kalo kakak dikasih tantangan di suruh bikin novel dengan genre berbeda, kakak pilih genre apa? Alasannya?
      Emmm… apa ya? Agak susah kalau ini. Saya suka cerita detektif, tapi kayaknya kalau harus bikin novel detektif saya nggak sanggup. Hahaha.. Mungkin paranormal kali ya. Kayaknya seru😀

  4. Halo mbak Nina, aku mau nanya dong.. Aku baru baca novel mbak Nina yang Restart, dan baru aja selesai baca novel itu udah dibawa “jalan-jalan” sama teman-temanku. Dan pendapat kami sama, kami jatuh cinta sama tokoh Ian nya hehe. Nah, gimana sih caranya mbak Nina membuat tokoh dengan karakter yang kuat? Apakah karena ada tokoh aslinya atau gimana? Sekian mbak, terimakasih

    Saya mau novel Glam Girls ya mbak Soalnya udah baca sinopsisnya, dan penasaran bagaimana rasanya menjadi cewek populer😄

    Nama : Dyah Muawiyah
    Twitter : @dyahmuawiiyah

    • Haloooo Dyah, thanks ya udah berpartisipasi.
      Dikasih pertanyaan kayak gini, jadi grogi deh😀

      Sebelumnya makasih banget udah suka sama Ian, dapat salam balik dari Ian. Hehehe…

      Menurut saya, bikin karakter yang kuat itu tricky dan gampang-gampang susah. Yang pertama pastinya, menentukan saya inginnya si tokoh ini karakternya kayak gimana. Misalnya pintar, sabar, pengertian tapi keras kepala dan nggak bisa dibilangin. Atau misalnya dia adalah orang yang nyinyir dan sinis. Baru habis itu saya akan mencari kira-kira secara fisik, saya ingin tokohnya kayak siapa. Kalau nggak ada di dunia nyata, Googling aja, gampang. Nah habis itu saya baruu menulis berdasarkan gambaran yang dibuat tadi. Kalau kita punya gambaran orangnya kayak gimana secara fisik, akan jauh lebih gampang menuliskannya. Tapi itu bukan harga mati, kok.

      Selama ini semua tokoh saya nggak pernah ada orangnya di dunia nyata karena kebanyakan ngambil sedikit dari si A, sedikit dari si B, sedikit dari si C. Jadi nggak ada yang plek-plekan persis sama.

      Begitu.

  5. Hai kak Nina! Saya ingin bertanya. Langsung saja…
    Ada 3 pertanyaan:
    1. Menurut kakak, sesuatu yang harus ditonjolkan dalam novel itu apa? Dan bagaimana cara membuatnya.
    2. Aku baca review orang lain tentang novel ‘Restart’ ada setting dari Hongkong. Apa kakak pernah kesana? Kalau belum, lalu bagaimana kakak mendeskripsikan negara tersebut (kakak, kan terkenal dengan kedetailannya🙂 )
    3. Mengenai konflik cerita. Bagaimana cara agak kak Nina dapat membuat satu peristiwa menjadi lebih menarik sekalipun itu adalah cerita yang sudah sering dibahas.

    Saya request novel restart. Soalnya belum punya.
    @ZahraAvifah

    • Dear Afifah, thanks ya atas pertanyaannya. Here goes the answers.

      1. Menurut kakak, sesuatu yang harus ditonjolkan dalam novel itu apa? Dan bagaimana cara membuatnya.
      Semuanya tergantung dari tujuan kamu nulis novel tersebut ingin bercerita tentang apa. Kalau misalnya genrenya thriller, berarti alur, detail, penokohan, teka-teki harus kuat. Atau kalau menulis romance, berarti selain konflik dan masalah, yang harus diperhatikan adalah interaksi antara dua tokohnya. Bagaimana proses mereka jatuh cinta, bahasa tubuh, dan adegan-adegan yang menunjukkan kalau mereka saling tertarik satu sama lain.

      2. Aku baca review orang lain tentang novel ‘Restart’ ada setting dari Hongkong. Apa kakak pernah kesana? Kalau belum, lalu bagaimana kakak mendeskripsikan negara tersebut (kakak, kan terkenal dengan kedetailannya🙂 )
      Hehehe.. Kalau ke Hong Kong sih kebetulan pernah beberapa kali, tapi waktu menulis adegan yang ada di HK pun saya nggak ingat secara detail semua tempat yang saya sebut. Jadi saya melakukan apa yang semua orang lakukan: meng-Google-nya. Saya lihat peta, lihat daerah yang ingin saya tuju, Terus cari foto-fotonya, di sekitar situ ada apa, dan cari-cari postingan artikel atau blog tentang daerah/tempat tersebut untuk ingat ambiencenya. Banyak cara kok🙂

      3. Mengenai konflik cerita. Bagaimana cara agak kak Nina dapat membuat satu peristiwa menjadi lebih menarik sekalipun itu adalah cerita yang sudah sering dibahas.
      Maksudnya ini kayak Restart, ya? Hehehe… Iya, saya tahu bahwa ceritanya standar banget. Malahan ada yang bilang males baca karena kayak FTV gitu. Tapi dari awal saya menyadari hal tersebut kok. Karena saya ingin orang menyukai proses kedua tokohnya jatuh cinta. Dan itu memang nggak gampang. Saya menekankan pada interaksi antara kedua tokoh dengan menonjolkan karakternya masing-masing. Mungkin kalau orang lain akan berbeda. Jadi tergantung masing-masing penulis akan menonjolkan/memberikan penekanan pada aspek apa.

  6. 1. Denger2 katanya kk pengen buat novel teenlit krn request dr adik kaka ya? Kira2 kisah crita apa yg ingin kk buat?
    2. Kalo misalnya kk jd buat novel teenlit itu apa kk akan memasukan sdikit kisah adik kk kedalam tulisan tsb krn ini adl request dr dia?😀
    3. Kalau sedang menulis,tempat dan suasana apa yg kira2 mnrt kk enak dan nyaman untuk menulis? Dan alasanya nya ka:)
    trims.

    aku mau novel restart aja soalnya belum punya dan penasaran ada kisah moveon apa dlm novel ini😀

    Nama: Linda Novianty
    Twitter: @NoviantyLinda

    • Thank ya Linda atas pertanyaannya.

      1. Denger2 katanya kk pengen buat novel teenlit krn request dr adik kaka ya? Kira2 kisah crita apa yg ingin kk buat?
      Huehuehe.. iya. Sebenernya nggak ingin yang aneh-aneh, sih. Ceritanya juga mungkin nggak luar biasa penuh konflik, lebih kepada cerita hidup seorang anak SMA. Ada kisah cintanya juga, tapi lebih kepada mengejar mimpi dan menemukan jati diri, sih. Mudah-mudahan bisa selesai. hehe..

      2. Kalo misalnya kk jd buat novel teenlit itu apa kk akan memasukan sdikit kisah adik kk kedalam tulisan tsb krn ini adl request dr dia?😀
      Nggak sama sekali. Hahaha… Orangnya pasti nggak mau😀

      3. Kalau sedang menulis,tempat dan suasana apa yg kira2 mnrt kk enak dan nyaman untuk menulis? Dan alasanya nya ka:)
      trims.
      Saya sebenernya bisa nulis dimana aja, tapi tetep lebih senang ke kedai kopi. Biasanya interior dan lightingnya hangat jadi atmosfernya mendukung buat nulis. Di rumah juga bisa, tapi kadang2 aja, biasanya kalau di rumah kerjaannya kalau ga tidur ya nonton televisi. Heheh..

  7. Hai kak Nina cantik, aku mau nanya nih hihi
    1. Apa sih yang membuat kakak untuk terus menulis? Ketika kakak lagi malas atau gak dapet ide, apa yang kakak lakukan dan cara mengatasinya? Hehe (abisnya untuk membasmi penyakit ini susah bgt kak-.-)
    2. Dari semua novel kakak, yang mana yang paling berkesan di hati kakak? Dan alasannya ya kak:)
    Aku mau novel Restart, abisnya temanya menarik. Move on. Sekarang banyak cewek yang susah move on, sepertinya ini cocok =))
    Nama : Sabariah
    Twitter: @cabbyy_

    • Halo Sabariah,, thankies udah berpartisipasi ya. Here goes the answers.

      1. Apa sih yang membuat kakak untuk terus menulis? Ketika kakak lagi malas atau gak dapet ide, apa yang kakak lakukan dan cara mengatasinya? Hehe (abisnya untuk membasmi penyakit ini susah bgt kak-.-)
      Saya nulis karena memang ingin nulis. Jadi kalau lagi malas atau memang nggak dapat ide, saya sih berusaha untuk nggak maksain diri ya. Karena biasanya yang ditulis nggak akan memuaskan diri sendiri. Jadi paling saya biasanya melakukan aktivitas lain, jalan-jalan, makan, nonton serial televisi, nonton di bioskop, ngobrol, membaca buku, browsing atau apa pun lah. Dari situ biasanya suka ada ide yang bisa membantu saya untuk kembali menulis.

      2. Dari semua novel kakak, yang mana yang paling berkesan di hati kakak? Dan alasannya ya kak:)
      Restart dan kemudian Fly to the Sky. Alasannya sesederhana bahwa Edyta dan Syiana adalah dua orang yang tumbuh bersama saya. Saya nulis cerita tentang mereka dari saya SMP. Sampai akhirnya muncul novelnya, saya bersyukur banget. Perjalanan panjang, nih. :))

  8. Waduuuh … seneng deh bisa nanya2 ^^

    1. Bisa kasih tips gak biar bisa konsisten nulis?
    Kan Kakak kerja di bank, tuh. Pasti ada banyak kerjaan di luar jam kerja, tapi kenapa Kakak masih bisa nulis dan baca2? Pasti ada tipsnya dong, dibagi ya…
    2. Ide Restart ini dari mana?
    Soalnya kan di pasaran banyak banget yang bertema “move on”. Apa Kakak terilhami dari tema tersebut atau memang ingin membuat tema “move on” menjadi lebih segar dengan draft yang Kakak miliki?
    3. Seberapa berpengaruhkah merebiew buku-buku orang lain dengan pembuatan novel sendiri?
    Sebab dengan mereview, pastinya Kakak bisa tahu positif-negatif nya tulisan orang lain. Apa dari situ Kakak jadi belajjar banyak atau malah merasa tidak ada efeknya dengan gaya penulisan Kakak karena beda genre?

    sekian aja, Kak. Itu ada penjelasan pertanyaannya, biar lebih nyampe di poin yg saya tanyakan. Hehehe
    Oiya, saya kepengen Restart ^^

    Salam Manis, Argalitha
    @argalitha

    • Halo Argalitha, makasih buat pertanyaannya.

      1. Bisa kasih tips gak biar bisa konsisten nulis?
      Kan Kakak kerja di bank, tuh. Pasti ada banyak kerjaan di luar jam kerja, tapi kenapa Kakak masih bisa nulis dan baca2? Pasti ada tipsnya dong, dibagi ya…

      Sebenernya sih, semua orang pasti bisa. Tinggal mau atau nggak aja. Kalau saya, karena nulis merupakan salah satu cara untuk aktualisasi diri dan saya senang melakukannya, jadi pasti saya akan meluangkan waktu untuk nulis. Begitu pun dengan membaca. Menulis dilakukan kalau pulang kantor atau weekend atau kapan pun kalau ada waktu senggang dan mood lagi ada. Hehehe… Kalau membaca sih lebih gampang karena bisa dilakukan dimana aja. Saya biasanya kemana-mana selalu membawa buku yang sedang dibaca, jadi kalau harus menunggu atau bosan, saya akan lanjut membaca. Sebenernya sesederhana itu, sih.

      2. Ide Restart ini dari mana?
      Soalnya kan di pasaran banyak banget yang bertema “move on”. Apa Kakak terilhami dari tema tersebut atau memang ingin membuat tema “move on” menjadi lebih segar dengan draft yang Kakak miliki?

      Pada awalnya sih saya hanya ingin membuat cerita tentang Syiana. Terus berhubung di Fly to the Sky ceritanya Syiana udah punya pacar, saya ingin dia putus terus pacaran sama orang lain. Heheheh… Kebetulan tema move on waktu saya menulis draftnya lagi hits dimana-mana. Jadilah saya menulis tentang itu. Saya nggak ada tujuan spesifik ingin bikin tema move on mnejadi lebih segar atau apa, yang saya inginkan sih (mudah-mudahan) orang yang membaca Restart menikmati ceritanya sama seperti ketika saya menuliskannya.

      3. Seberapa berpengaruhkah merebiew buku-buku orang lain dengan pembuatan novel sendiri?
      Sebab dengan mereview, pastinya Kakak bisa tahu positif-negatif nya tulisan orang lain. Apa dari situ Kakak jadi belajjar banyak atau malah merasa tidak ada efeknya dengan gaya penulisan Kakak karena beda genre?

      Sedikit banyak pasti terpengaruh. Seenggaknya kita bisa menilai bahwa alur cerita seperti apa yang kita ingin atau nggak inginkan atau karakter apa yang bisa membuat kita jatuh cinta, dialog yang bikin kita gemes, dan lain-lain. Saya memutuskan untuk menulis dengan genre contemporary romance pun setelah banyak membaca buku di genre ini. Jadi, apa pun yang kita baca, pasti ada manfaatnya.

  9. Hai Kak Nina!

    Sebelumnya aku mau bilang kalo aku sukaaaa banget sama gaya penulisan kakak. Gaya penulisan kakak yang kayak bahasa anak-anak muda jaman sekarang tuh ngalir, nyantai, tapi nggak asal ceplos. Bikin pembaca jadi betah berkutat dengan novel kakak seharian, serius deh.. xD

    Omong-omong, boleh nanya-nanya nggak, nih Kak?

    1. Gaya penulisan kan emang ciri khas seorg penulis. Kakak kan terkenal dgn gaya penulisannya yg nyantai kayak anak muda. Kalau penerbit meminta kakak utk buat novel yg memakai bahasa kaku tanpa ada “lo-gue” dan tanpa ada kalimat bahasa inggrisnya (full bahasa indonesia) mau nggak? Dan mau bikin cerita ttg apa?

    2. Pernah nggak ngiri sama kehidupan salah satu tokoh yg ada di novel kakak? Atau naksir sama tokoh fiktif buatan kakak sendiri? Kalau pernah, siapa?

    3. Kalau misalnya kakak buat sebuah draft novel. Saat udh setengah jalan, tiba-tiba kakak kepikiran utk ubah alur cerita, dan kata teman-teman kakak juga lebih bagus alur cerita yg baru. Kakak lebih baik mempertahankan naskah lama, memperbaharuinya, atau membuat naskah baru? Alasannya?

    P.S: I’M IN LOVE WITH ILHAM! Huaaaa.. Kalau bisa, bikin satu novel yg tentang dia yg udah dewasa, dong Kak.😀
    Atau nggak, short story ‘Meet Cute’ dan ‘Stuck’ dipanjangin aja jadi novel, hehehe.. *dikeplak* xD

    Oiya, kalau aku terpilih, aku request… Fly to the Sky! Soalnya penasaran banget pengin baca, temen-temen aku juga udh pada rekomendasiin.. T.T

    Aku juga penasaran bgt siapa penulis Indonesia favorit kakak, hihi. xD

    Maaf ya kak kalau nanya nya ribet, hehe. Kalau ada waktu mohon dijawab yaa.😀

    Fabiola Izdihar
    @wolfhan88

    • Halooo Fabiola. thanks ya udah berpartisipapsi.

      1. Gaya penulisan kan emang ciri khas seorg penulis. Kakak kan terkenal dgn gaya penulisannya yg nyantai kayak anak muda. Kalau penerbit meminta kakak utk buat novel yg memakai bahasa kaku tanpa ada “lo-gue” dan tanpa ada kalimat bahasa inggrisnya (full bahasa indonesia) mau nggak? Dan mau bikin cerita ttg apa?

      Hehehe.. Kayaknya kalau untuk jangka waktu dekat dengan berat hati saya tolak deh. Bukan apa-apa, cuma nantinya saya nggak bisa jadi diri sendiri. Saya nulis kan tujuannya buat aktualisasi diri, untuk bikin saya senang dalam menjalani prosesnya, jadi yaaa.. saya inginnya menulis apa yang saya ingin tulis dan saya ingin baca. Tapi ke depannya nggak menutup kemungkinan untuk menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar sih, hanya saja saat ini belum dulu.

      2. Pernah nggak ngiri sama kehidupan salah satu tokoh yg ada di novel kakak? Atau naksir sama tokoh fiktif buatan kakak sendiri? Kalau pernah, siapa?

      Ngiri sama Edyta. Huehuhe… Punya kakak cowok dua orang dan protektif. Edyta itu saya buat waktu saya SMP karena saya ingin menjadi kayak dia. Dari semua tokoh, karakter Edyta ini kayaknya paling mirip sama karakter saya di dunia nyata. Kalau naksir tokoh di novel sendiri sih, kayaknya sering. Hehehehe… Sama siapa? Ada deh.😀

      3. Kalau misalnya kakak buat sebuah draft novel. Saat udh setengah jalan, tiba-tiba kakak kepikiran utk ubah alur cerita, dan kata teman-teman kakak juga lebih bagus alur cerita yg baru. Kakak lebih baik mempertahankan naskah lama, memperbaharuinya, atau membuat naskah baru? Alasannya?

      Saya akan rubah. Mungkin ini ada akibat dari sifat perfeksionis saya ya. Kayak misalnya saat ini, saya udah nulis 120 halaman A4 tapi sejujurnya saya belum sreg dengan ceritanya dan tiba-tiba kepikiran untuk merubahnya supaya alur lebih cepat. Saya akan menulis ulang–well, mungkin nggak semua ya.. Pasti ada yang masih dipakai. Tapi buat saya menulis itu kepuasan pribadi, jadi… yah whatever it takes lah.😀

      P.S: I’M IN LOVE WITH ILHAM! Huaaaa.. Kalau bisa, bikin satu novel yg tentang dia yg udah dewasa, dong Kak.😀
      Atau nggak, short story ‘Meet Cute’ dan ‘Stuck’ dipanjangin aja jadi novel, hehehe.. *dikeplak* xD

      Hehehe.. kita lihat aja nanti ya tentang ini.

      • Waah, makasih banget ya kak udah dijawab😀 Aku juga ngiri sama Edyta, tapi kayaknya lebih ngiri sama Syiana deh soalnya dia disukain sama dua cowok ganteng.. T.T
        Oh ya aku juga jadi tau harus diapain itu naskah ku yg udh lama banget gak ditengok di laptop hehe =_=

  10. Hai kak Nina! Mau nanya dong, aku sering kesulitan kalau mau meng-“fiksionisasi” kisah nyata hidupku seperti yang kakak lakukan. Entah dimana letak kesulitannya. Aku cuma ngerasa, ada beberapa hal dalam hidupku yang menarik untuk dituliskan, tapi pas udah dirangkai jadi kata-kata, terasanya biasa aja. Apa ada saran khusus? Makasih😀

    Aku request Glam Girls karna aku udah baca Restart dan Fly to The Sky. Aku emg lg pengen ngoleksi seri Glam Girls. Udah punya Outrageous sama Unbelivable, lg ngincer Glam Girls tp gak dapet2, so… #kode :p

    Makasih kak Dini udah ngadain event kece ini. I really love it xD Keep blogging, writing, and reading😀

    From Alfindy Agyputri @alfindyagyputri

    • dear Findy, thanks ya buat pertanyaannya.

      Tanya: Hai kak Nina! Mau nanya dong, aku sering kesulitan kalau mau meng-”fiksionisasi” kisah nyata hidupku seperti yang kakak lakukan. Entah dimana letak kesulitannya. Aku cuma ngerasa, ada beberapa hal dalam hidupku yang menarik untuk dituliskan, tapi pas udah dirangkai jadi kata-kata, terasanya biasa aja.

      Sejujurnya saya nggak pernah mentah-mentah ‘memfiksionisasi’ hidup saya, karena pada kenyataannya, hidup saya nggak semenarik itu kok. Yang saya sering tulis di buku itu lebih kepada kejadian menarik, percakapan lucu dan sarkastis, atau jokes sederhana yang lucu. Biasanya saya nulisnya as it is. Apa yang terjadi ya ditulisnya apa adanya. Disesuaikan dengan adegan yang ditulis sih. Masalah terasa biasa aja… errr… mungkin nggak sih, itu perasaan kamu aja? Siapa tau yang lain nggak menganggap begitu.😀

      Semangattt!!

  11. Hai Nina yang cantik, walau aku belum pernah membaca buku-bukumu, boleh yak aku ikutan nanya😀

    1. Saya dengar sebagian penulis membuat outline terlebih dahulu sebelum menulis, sebagiannya lagi menulis aja dengan lancar jaya tanpa pakai outline. Kamu tipe penulis yang mana?
    2. Untuk menulis sebuah novel, tentu dibutuhkan sebuah riset, minimal riset ecil-kecilan ala Google lah ya. Nah, buat kamu, berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk melakukan riset tersebut? Lebih lama melakukan riset atau menulis novelnya?
    3. Di antara dua piliha ini; kamu pilih yang mana? Novelmu tidak begitu laris tapi dikenang dalam waktu yang lama, atau, novelmu best seller tapi setelah itu dilupakan sama sekali?

    Terima kasih banyak atas kesempatannya

    Salam manis
    Fardelyn Hacky
    @fardelynhacky1

    • Halo Fardelyn. Salam manis juga ya.
      Ini saya jawab pertanyaan kamu. Semoga berguna.

      1. Saya dengar sebagian penulis membuat outline terlebih dahulu sebelum menulis, sebagiannya lagi menulis aja dengan lancar jaya tanpa pakai outline. Kamu tipe penulis yang mana?

      Saya….gabungan keduanya. Hehehe.. Saya bikin outline untuk guidance menulis, tapi kalau di tengah jalan ternyata ada ide-ide yang mengalir di luar outline, kemungkinan besar akan saya pakai. Jadi fleksibel aja.

      2. Untuk menulis sebuah novel, tentu dibutuhkan sebuah riset, minimal riset ecil-kecilan ala Google lah ya. Nah, buat kamu, berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk melakukan riset tersebut? Lebih lama melakukan riset atau menulis novelnya?

      Untuk menulis sesuatu yang mendasar, seperti karakter, saya melakukannya sebelum menulis. Saya bisa googling atau interview orang yang terkait. Seperti misalnya beberapa waktu yang lalu saya interview corporate lawyer karena ceritanya mau bikin tokoh yang berprofesi sebagai lawyer. Sebelumnya saya membuat daftar pertanyaan kira-ira apa aja yang dibutuhkan untuk memenuhi karakter dan aktivitas si tokoh ini. Jadi pertanyaannya nggak melebar kemana-mana. Namun untuk detail yang nggak terlalu penting sih, biasanya saya googling pada saat menulis. Jadi langsung fokus apa yang saya cari dan langsung saya tulis.. Dibanding riset, lebih lama nulis novel lah… Hehe

      3. Di antara dua piliha ini; kamu pilih yang mana? Novelmu tidak begitu laris tapi dikenang dalam waktu yang lama, atau, novelmu best seller tapi setelah itu dilupakan sama sekali?

      Nggak begitu laris, tapi dikenang dalam waktu yang lama. As cheesy as it is, saya menulis untuk kepuasan diri dan senang banget kalau diapreasiasi. Kalau ternyata best seller, itu adalah bonus.

  12. Hai kak Nina, salam kenal ^^

    Aku suka bgt baca novel, trs kadang2 aku suka mikir, kenapa kebanyakan dr para penulis memilih tema percintaan, apa para penulis tsb gak mrs tersaingi atau ragu dgn tema novel yg udah banjir spt itu (?), nah dr sini aku penasaran dgn jwban kak Nina..
    1. Gimana cara kak Nina membuat sebuah jln cerita yg beda dan gak gampang ditebak oleh para pembaca, khususnya novel yg bertemakan percintaan yg saat ini udh semakin banyak?

    2. Dari semua novel kakak yg udh terbit, kakak pernah jatuh cinta sm 1 tokoh di slh satu novel kk gak? Kalo ada tokoh siapa dan kenapa?

    3. Menurut kakak pribadi, hal apa sih yg paling mencermin diri kakak dlm hal menulis? ‘ini aku bgt’ yg bikin pembaca tau kalau itu mmg khasnya kakak😀

    kalo blh milih, aku pingin bgt request novel Restart, alasannya krn aku bnyak baca respon yg wah dr org2 kl novel ini keren bgt, dan tentunya bkn aku penasaran. Aku jg sebelumnya blm prnah baca novel karya kakak, jd tentunya bikin penasarn lg hehehe…

    RULIA, @Lia_nded19

    • Dear Rulia, thanks ya atas pertanyaannya. Jawabannya sebagai berikut;

      1. Gimana cara kak Nina membuat sebuah jln cerita yg beda dan gak gampang ditebak oleh para pembaca, khususnya novel yg bertemakan percintaan yg saat ini udh semakin banyak?

      Aduh, saya sih nggak pernah berusaha ingin terlihat berbeda. Bukan apa-apa, biasanya ketika kita berusaha terlalu keras untuk menjadi berbeda, biasanya jatuhnya akan biasa-biasa aja. Yang saya lakukan hanya mencoba jujur, saya ingin menulis apa itu yang saya tulis. Saya ingin membaca apa, itu yang saya ingin tulis. Lagi pula there’s nothing new under the yellow sun. Yang penting sih, kita menonjolkan apa kekuatan kita dan dari situlah kita menarik pembaca.

      2. Dari semua novel kakak yg udh terbit, kakak pernah jatuh cinta sm 1 tokoh di slh satu novel kk gak? Kalo ada tokoh siapa dan kenapa?

      Ini udah ditanyain kayaknya di atas, hehe…

      3. Menurut kakak pribadi, hal apa sih yg paling mencermin diri kakak dlm hal menulis? ‘ini aku bgt’ yg bikin pembaca tau kalau itu mmg khasnya kakak😀

      saya punya kecenderingan menulis terlalu detail. Apa-apa dituliskan dengan panjang. Adegan ngambil minum aja bisa satu paragraf panjang sendiri, hehe… Kadang bagus, tapi nggak jarang juga bikin alur jadi lambat. Tapi sejauh ini saya merasa itu salah satu kekuatan saya.

  13. Hai kak Nina!
    Aku ikutan nanya yaa🙂
    Pertama, apa tema novel yang paling kakak gak sukai? Nah kalau misal ada tantangan buat nulis tentang tema itu dengan penulis favorit kakak, mau terima gak? Alasannya?

    Kedua, apa yang kakak harapkan dari para pembaca novel kakak? Alasannya?

    Ketiga, ketika naskah sudah selesai. Kalau kakak mau nerbitin, penerbit apa yg kakak cari? Yg lagi trkenal kah atau yang desain covernya bagus atau yg gmn?

    Aku mau novel Fly to the Sky yaa..Makasih kak, sukses🙂

    Hanifah Putri – @hanifahae

    • Halo Hanifah.
      Makasih yah udah berpartisipasi.

      Ini jawaban untuk pertanyaan kamu.

      Pertama, apa tema novel yang paling kakak gak sukai? Nah kalau misal ada tantangan buat nulis tentang tema itu dengan penulis favorit kakak, mau terima gak? Alasannya?

      Nggak suka novel horor. Disuruh nulis horor? Nggak deh, Makasih. Hehe…

      Kedua, apa yang kakak harapkan dari para pembaca novel kakak? Alasannya?

      Saya sih hanya ingin pembaca merasa terhibur dan nggak nyesel udah meluangkan waktu untuk membaca buku saya dan menghabiskan uang untuk membelinya😀

      Ketiga, ketika naskah sudah selesai. Kalau kakak mau nerbitin, penerbit apa yg kakak cari? Yg lagi trkenal kah atau yang desain covernya bagus atau yg gmn?

      Yang pertama, penerbit sesuai dengan genre dan karakter buku yang mau diterbitkan oleh kita. Biasanya penerbit yang terkenal udah punya prosedur yang jelas untuk menerbitkan buku. Jadinya memang lebih mudah mengikutinya. Masalah desain cover sih kita an bisa kasih usulan maunya gimana, yang penting bukunya lolos buat diterbitin dulu🙂

  14. hay kak Nina,
    masih bingung nih. saat akhir cerita kan ada nama twitter Syiana dan Ian. trus iseng-iseng buka ternyata memang ada dan ternyata ada twitter Edyta juga, kok kayak nyata banget yah kak? *penasaranbanget

    By @susantriRD

  15. Hai Mbak Nina!
    Aku punya beberapa pertanyaan buat mbak.
    1. Menurut Mbak Nina, jika kita terinspirasi pada sebuah adegan film atau novel karya orang lain dan memasukkan inspirasi itu ke dalam karya kita, bisa disebut plagiat nggak sih mbak?
    2. Di novel mbak semua cowok-cowoknya selalu mendekati sempurna, kayak Ilham, Fedrian, Andrian, sampai si Aulia pun yang awalnya aku kira cowok rese’ pun jd terkesan manis. Mungkinkah Mbak Nina menciptakan mereka karena mbak punya mimpi punya pendamping sesempurna mereka?
    Pertanyaan terakhir😀
    3. Gagasmedia kan lagi buka lini baru, “BOSS” yang menurutku itu cita rasa yang sering mbak sajikan di novel mbak. Ada rencana buat ikutan nyumbang bikin novel untuk lini baru ini mbak? Aku harap sih iya!!!! Heehehehe

    Aku request novel Glam Girls karena dua novel lainnya aku sudah baca.
    Makasih mbak Dinoy udah jadi tuan rumah event berhadiah ini😀

    Dian. S
    @DeeLaluna

    • Halo Dian, makasih yah atas pertanyaannya.

      1. Menurut Mbak Nina, jika kita terinspirasi pada sebuah adegan film atau novel karya orang lain dan memasukkan inspirasi itu ke dalam karya kita, bisa disebut plagiat nggak sih mbak?

      Menurutku sih tergantung seberapa banyak yang kita pakai. Kalau plek-plekan sampai dialognya, ya iyalah. Tapi kalau hanya sekedar terinspirasi, kayaknya nggak. Karena kan, yang namanya ide nggak ada yang original, pasti satu sama lain saling menginspirasi. Kalau baca Fly to the Sky, itu terinspirasi dari film Serendipity, tapi kan saya dan Moemoe nggak bener-bener menyontek Serendipity. Hanya saja ide dasarnya sama.

      2. Di novel mbak semua cowok-cowoknya selalu mendekati sempurna, kayak Ilham, Fedrian, Andrian, sampai si Aulia pun yang awalnya aku kira cowok rese’ pun jd terkesan manis. Mungkinkah Mbak Nina menciptakan mereka karena mbak punya mimpi punya pendamping sesempurna mereka?

      Hahahaha… orang mah nggak ada yang sempurna. Tapi iya, saya buat karakter kayak mereka karena saya tahu, saya dan berjuta-juta perempuan di luar sana, alam bawah sadarnya pasti ingin punya pasangan kayak mereka. Jatuh cinta sama karakter fiksi kan menyenangkan. Iya kaaan? :)))

      Pertanyaan terakhir😀
      3. Gagasmedia kan lagi buka lini baru, “BOSS” yang menurutku itu cita rasa yang sering mbak sajikan di novel mbak. Ada rencana buat ikutan nyumbang bikin novel untuk lini baru ini mbak? Aku harap sih iya!!!! Heehehehe

      Hehe.. belum tahu. Kita lihat nanti aja ya. Saya sih ada beberapa project, tapi belum tahu bisa masuk ke genre itu atau nggak🙂

  16. Hai kak Nina! Btw, namamu sama kayak nama Tante-ku lho, sama2 cantik pula :)))
    oke, cus ke pertanyaan!

    1. Mana yang lebih penting, fans atau haters? Alasannya?
    2. Menurut kakak, tipe penulis ideal yg digandrungi pembaca & slalu ditunggu2 karyanya itu seperti apa sih?
    3. Apakah kakak akan tetap menjadi penulis novel fiksi atau ingin mencoba menjadi penulis puisi/essay/artikel/dll?

    Aku mau Restart, abis gregetan sering bgt denger orang2 ngomongin novel ini
    Xoxo, Amelia @meliarawr

    • Dear Amelia, makasih yah udah berpartisipasi. Ini jawaban atas pertanyaan kamu.

      1. Mana yang lebih penting, fans atau haters? Alasannya?
      Sejujurnya? Saya sangat respek dan mengapresiasi para pembaca saya. Mereka biasanya adalah yang bilang bagus kalau memang bagus, dan nggak segan mengkritik atau memberikan ide pengembangan untuk cerita maupun karakter. Jadi, saya memilih fokus kepada yang positif aja, mengingat bahwa saya nggak bisa menyenangkan semua orang. Biar gimana pun, pasti akan ada yang nggak suka sama saya.

      2. Menurut kakak, tipe penulis ideal yg digandrungi pembaca & slalu ditunggu2 karyanya itu seperti apa sih?
      Berkaca dengan bagaimana saya menjadi harcore fans beberapa penulis, saya rasa bagaimana si penulsi tersebut memiliki karakteristik yang membedakan dia dengan penulis lain. Entah jalan cerita yang penuh twist, atau interaksi antar karakter yang nggemesin, atau karakter yang lovable. Jadi beda-beda untuk tiap penulis.

      3. Apakah kakak akan tetap menjadi penulis novel fiksi atau ingin mencoba menjadi penulis puisi/essay/artikel/dll?
      Puisi dan essay saya nyerah, deh. Hehehe…Mungkin karena saya ini terpengaruh banget sama budaya pop ya, jadi senengnya yaaaa.. yang nulis buku fiksi kontemporer aja😀 Kalau nulis artikel, alhamdulillah udah nyoba. Kebetulan menjadi salah satu kontributor di Yahoo! SHE Indonesia. Mampir ya, ke http://id.she.yahoo.com/blogs/author/nina-ardianti/ Siapa tahu berguna🙂

      • Jadi lebih memilih fans daripada haters ya, okesip😀 hmm, ciri khas ya? saya setuju sama kakak! ^^ ciyeee ternyata kak Nina penulis artikel, di Yahoo! pula. Suka nulis apaan nih?? jangan-jangan gosip :p #kabur
        makasih atas jawabannya kak, memuaskan & berguna banget!

  17. mau tanya ke kak Nina..
    tapi pertama-tama mau kasih selamat buat kak Nina dan Restart nya yang udah menang Kategori Penulis & Buku Fiksi Terfavorit API 2013. woohoo *tebar confetti* , sayang nya aku ngga bisa dateng ke IRF hari kedua. cuma dateng pas hari pertama u,u
    pertanyaanku :
    – pernah kepikiran buat bikin novel thriller gak kak? hehe
    – sebagai penulis yang juga karyawan. gimana sih kaka bagi waktunya biar deadline buku lancar, kerjaan juga kelar?
    – waktu di umumin restart sebagai pemenang novel terfavorit apa yang langsung kakak pikirin, sama pengen bilang big big big thanks sama siapa kak? hehe kepo dikit

    itu aja.. selamat sekali lagi kak..
    oiya request restart aja yg baru menang. kebetulan aku kudet sampe belum baca yg itu hehe *ampuniaku*

    Luthfia @Luthfia1004

    • Halooo Luthfia, makasih yaaaa atas ucapannya.
      Here goes the answers.

      1. pernah kepikiran buat bikin novel thriller gak kak? hehe
      Sejauh ini sih belum. Susah kayaknya, ya… Hehehe…:D

      2. Sebagai penulis yang juga karyawan. gimana sih kaka bagi waktunya biar deadline buku lancar, kerjaan juga kelar?
      Prinsip saya sih, yang harus didahulukan adalah kerjaan kantor. Karena kan saya hidup dari situ, hehehe… Pulang kantor, pas weekend, atau kalau cuti. Yang penting niat aja, kalau udah niat pasti ada jalan buat ngebagi waktu.

      3. Waktu di umumin restart sebagai pemenang novel terfavorit apa yang langsung kakak pikirin, sama pengen bilang big big big thanks sama siapa kak? hehe kepo dikit
      hahaha… Langsung mikir, “OMG! THIS MIGHT NOT HAPPEN AGAIN IN THE FUTURE!! THIS MIGHT BE MY GREATEST ACHIEVEMENT!!” hahahaha.. Karena, siapa yang nyangka, sih? Mau bilang makasih untuk semua yang udah vote, para pembaca, dan tentunya semua yang ada di GagasMedia yang udah membantu mewujudkan Restart🙂

  18. Halo kak Dinoy & kak Nina! Makasih bgt buat ka Dinoy udh ngadain kuis (lagi) & jg mau ngucapin selamat atas novel perdananya!! Selamat jg buat kak Nina yg menang di Kategori Penulis & Buku Fiksi Terfavorit API 2013 yeay!!

    Buat ka Nina, aku mau tanya nih

    1. Menururt ka Nina, apasih yg orang cari dalam sebuah buku?

    2. Have you ever read yourself as a character in a book? Kalo pernah, siapa?😀

    3. Apa bagian favorite ka Nina dr sebuah buku?

    Untuk hadiahnya, aku request Restart karena ceritanya berbau2 musik, very interesting!

    Thanks in advance ka Dinoy & ka Nina!❤

    • Halo Balqis, thanks ya udah berpartisipasi.

      1. Menururt ka Nina, apasih yg orang cari dalam sebuah buku?
      Aduh, susah ini ngejawabnya. Ya beda-beda ya, kalau saya sih baca buku karena ingin terhibur🙂

      2. Have you ever read yourself as a character in a book? Kalo pernah, siapa?😀
      Belum pernah sih, sejauh ini.

      3. Apa bagian favorite ka Nina dr sebuah buku?
      Kalau buku favorit saya, yang saya suka adalah bagian interaksi antartokoh dan percakapan yang lucu tapi cerdas. Biasanya susah, Sampai sekarang aja saya nggak bisa bikin kayak gitu. Hehe :))

  19. Halo kak Nina yg cute..
    Aku mau nanya bbrpa hal nih:)

    1. Sejak umur berapa mulai suka nulis?

    2. Gimana sih kak cara untuk percaya dri sma tulisan sendiri? Krna aku tuh org nya sering minder sma tulisan sendiri.

    3. Kasih kata-kata motivasi donk ka biar semangat.. hehe🙂

    Jujur aku belum prnah baca novel kak Nina. Jadi penasaran sma org yg blg cara penulisan kk yg santai itu gmana sih?

    Klo boleh aq mau novel duet kk “Fly To The Sky”
    Why? Because i’m CloudAddict🙂
    Aku suka bgt sama awan dan langit.
    Berharap suatu saat nanti bsa terbang kesana.. hehe🙂

    Makasih🙂

    Nama : Irna Ametha
    Twitter : @irnaametha
    E-mail: irnaclouds@ymail.com

    • Halo Irna, makasih yah atas pertanyaannya. Here goes the answers.

      1. Sejak umur berapa mulai suka nulis?
      Dari SMP sih, nulis serial Edyta dan kawan-kawan di buku tulis. Dan itu berlangsung sampai lulus SMA. Iya, Edyta yang di Fly to the Sky.

      2. Gimana sih kak cara untuk percaya dri sma tulisan sendiri? Krna aku tuh org nya sering minder sma tulisan sendiri.
      Laahhh, sampai sekarang saya juga masih suka nggak percaya diri sama tulisan saya. Hehehe… Tapi nggak membuat saya berhenti nulis juga sih. Yang penting nulisnya jujur dari hati dan banyak-banyak membaca untuk tahu mana yang menurut kita bagus dan mana yang nggak. Itu akan membantu memperbaiki kualitas tulisan.

      3. Kasih kata-kata motivasi donk ka biar semangat.. hehe🙂
      When you’re trying hard to impress everyone with your writing, it mostly ends up with disappointment. So, true to your self, write honestly and appreciation will come along.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s