Restart by Nina Ardianti

restart cover

Judul: Restart

Penulis: Nina Ardianti

Penerbit: Gagas Media

Genre: Roman, Drama, Chicklit

Terbit: Mei 2013

Tebal: 456 Halaman

Harga: Rp 55.000

Move on, dong! Kalau lapar, makan… sakit, ya minum obat. Nah kalau patah hati?? Ya move on lah, Syiana! Kayak cowok di dunia ini cuma si Yudha aja. Diselingkuhi sama pacar emang nyakitin, but it’s not the end of the world. Lo nggak perlu jadi cewek ter-pathetic di dunia hanya karena masalah lo ini. You are single, pretty, and impressive, if only you could realize this. Dan satu pertanyaannya sekarang, apakah lo mau berlarut-larut dalam ketraumaan lo akan cinta, atau membuka pintu hati lo buat cowok baru??

Restart karangan Nina Ardianti ini bercerita tentang susahnya move on yang harus dilakukan oleh seorang perempuan yang memergoki pacarnya berduaan dengan wanita lain di dalam kamar hotel. Hal ini tentu bukan sesuatu yang mudah, dan tentunya menyakitkan. Maka dari itu Syiana susah sekali melupakan hal ini, dan lebih-lebih dia nggak mau berhubungan sama sekali dengan Yudha, mantan pacarnya. Jauh-jauh ke Hongkong atas nama pekerjaan padahal aslinya ingin runaway dari sakit hatinya, eh malah Syiana bertemu nggak sengaja dengan Yudha. Dan di tengah-tengah pelampiasan kekesalan Syiana akan hal ini, dia bertemu dengan cowok lain di sebuah bar. Cowok yang menyebalkan bagi Syiana karena telah menuduhnya yang bukan-bukan. Tapi yang nggak Syiana duga pada akhirnya, cowok ini jugalah yang di kemudian hari selalu datang di hidupnya dan mengajarkannya arti move on yang sebenarnya.

Saya nggak tahu alasan Nina (atau Gagas Media?) menamakan novel ini Restart, karena menurut saya ‘Move On’ lebih tepat dipakai sebagai judul karena inilah premis cerita ini menurut saya, dan penggunaan katanya lumayan sering di dalam cerita. Saya baru pertama kali membaca novel yang ditulis oleh Nina Ardianti, dan kesan pertama, saya menyukai caranya bercerita. Tema cerita yang dia angkat bukan hal yang baru: patah hati, susah melupakan, ketemu orang baru lalu menjalin cinta, tapi lantas dalam hubungan yang baru juga menemui masalah-masalah yang membuat luka baru lagi. Tapi tema yang standar ini tetap bisa saya nikmati karena penulisannya yang mengalir dan enak. Saya mengibaratkan gayanya bercerita ala metropop yang ditulis oleh Ika Natassa – dan ya, Ika adalah salah satu penulis favorit saya. Belum lagi, settingnya adalah para banker, juga penggunaan bahasa Inggris yang lumayan sering dalam dialog, membuat kemiripannya dengan cerita-cerita Ika Natassa semakin banyak. Well, i am not saying that Nina ’mencontek’ gaya Ika lho ya, karena ternyata Nina sendiri di keseharian bekerja di dunia perbankan, dan penggunaan bahasa Inggris dalam dialog sehari-hari adalah wajar untuk novel yang ceritanya berisi para kaum urban.

Untuk para karakternya, well, what can i say, sebenarnya juga standar, hehe. Syiana, bankir cewek yang suka sarkas, cenderung pesimistis dalam menghadapi hidup, bertemu dengan Fedrian, anak band yang dari luar tampak over percaya diri, tapi sebenarnya juga cenderung menganalisa segala sesuatu dengan baik. Bagi Syiana, kehidupan yang benar adalah kehidupan yang terencana, pendapatan tetap, jaminan finansial yang oke, dan tentunya sikap hati yang setia. Bertemu dengan Fedrian seolah berkebalikan dengan segala kriteria itu. Meski Dejavu adalah band yang sedang populer, tapi kan penghasilan sebagai artis sering tidak menentu, apalagi risiko Fedrian untuk tidak setia sangat besar karena dia dikelilingi para penggemar yang kebanyakan perempuan juga. Di sinilah lantas konflik itu terjadi, bagaimana Syiana benar-benar berusaha untuk move on dan membuka hatinya untuk Fedrian, tapi beberapa kali terjegal juga oleh trauma masa lalunya.

Seperti yang saya bilang, saya suka gaya penulisannya Nina. Narasinya yang ditulis dari sudut pandang pihak pertama juga tidak membosankan, dialognya pun lugas dan lincah. Hubungan antarkarakter juga smooth, hampir tidak ada celah. Tapi ada hal yang membuat saya bingung di novel ini, dan ini lebih ditujukan ke tim penyunting Gagas Media. Padahal selama ini saya cukup nyaman dengan gaya editing Gagas, bagaimana caranya memadukan kata-kata baku dan tak baku sehingga penulisannya tidak kaku saat dibaca. Tetapi, di sini kompromi untuk kata tak bakunya membingungkan saya, sementara di lain hal penggunaan kata baku juga ada yang kurang tepat. Misalnya, kata ‘pengen’ yang kalau menurut KBBI seharusnya ‘pengin’ (informal dari kata ‘ingin’), atau kata ‘mengacuhkan’ yang konsisten dipakai dengan makna mengabaikan, padahal kata dasar ‘acuh’ menurut KBBI berarti ‘peduli’ meski pengunaannya lazim sebagai makna negatif tapi harus tetap diikuti kata ‘tak’ di depannya. Dan sekali lagi saya harus pasrah dengan pemakaian kata ‘pukul’ untuk menunjukkan waktu, meski dalam dialog tak formal, misalnya ‘lo balik pukul satu’. Ya, sepertinya itu memang gayanya Gagas, karena sudah beberapa kali saya menemukannya dan tidak hanya dalam satu novel. Meski secara pribadi menurut saya penggunaan kata ‘jam’ lebih tepat untuk dialog kasual. Boleh cek di KBBI deh, kata ‘jam’ juga ada contoh penggunaannya dalam dialog, kok. Hehe.

Oh satu lagi, mungkin ini juga problem bagi novel kebanyakan, yaitu ceritanya dari awal sampai tengah sudah menarik dengan konflik dan gaya penceritaan yang asyik, tetapi ketika sudah mulai mendekati akhir cerita, saya merasa cara penyelesaian konfliknya agak dipaksakan dan berunsur cheesy, sih. Gimana ya bilangnya, saya takut spoiler nih, hehe. Tapi kalau dibayangkan itu kejadian beneran, saya akan berpikir, idih lebai sampai segitunya mempermalukan diri sendiri untuk ngajak balikan, hehe. *eh, ini udah spoiler belum, sih?* ;)))

So overall i like Restart, and looking forward to read another novel of Nina Ardianti.🙂

Ps: Thanks buat mbak @asdewi untuk pinjaman novelnya ini, hihi.

One thought on “Restart by Nina Ardianti

  1. Pingback: Hai Nina! | Dinoy's Books Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s