BlogCrossing: Atas Nama Buku by Selviana Rahayu

Karena membaca adalah cinta dan menulis adalah rindu

Atas Nama Buku [www.atasnamabuku.wordpress.com]

blogselvi4

Saat mulai mengubek-ubek blog ini, aku sering dibuat senyum-senyum sendiri baca resensi yang menurutku sering berbau curhat, maka tema yang aku dapat dari blog ini adalah Blog Resensi Curhat, hihihi…

Dan saat aku mengatakan pendapatku ini ke sang pemilik blog, langsung dong dapat protesan seperti ini ….

Huaaa kok resensi curhat sih, Mbak? Kayaknya nggak deh. Hahaha… kebetulan aja itu mah ceritanya sama kayak kisah hidupku :p

 Hahaha, pertanyaannya, kebetulannya kok sering banget gitu… Misalkan aja resensi novel Restart yang Selvi buat …

blogselvi1

[Eniwei. Sebelum masuk ke reviewnya, ada baiknya saya tulis warning di pendahuluan bahwa sebagian isi review ini mungkin akan mengandung sedikiiiiit curcol. Hak hak hak hak! *ketawa dzolim*]

Atau di resensi buku Kejaiban Rezeki ..

blogselvi2

[Membaca buku ini mengingatkan saya bahwa begitu banyak hal yang kerap luput dari perhatian kita padahal Allah jelas sudah menunjukkan tanda-tandanya. Namun, kebanyakan dari kita ternyata malah menghindar lantaran hal tersebut “nggak gue banget”. Padahal, apa yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah, dan begitupun sebaliknya bukan?]

Oh, mungkin yang terakhir lebih tepat disebut refleksi dari Selvi kali ya, daripada sebuah curhat, hehe.😀

Selain itu, ada kekhasan yang membuat aku tergelitik saat membaca resensinya, Selvi sering menulis dengan gaya komunikatif, seolah benar-benar ngobrol atau cerita dengan seseorang. Misalnya …

blogselvi3

[Seandainya 5 bintang sudah cukup untuk mendeskripsikan bagaimana kerennya buku ini. Sayang saja, sepertinya kalian masih akan menuntutku untuk bercerita apa kerennya buku ini.]

Emangnya siapa sih yang nuntut Selvi untuk cerita? Lucu aja bacanya, tapi bikin aku penasaran dengan pembahasannya selanjutnya. Hehehe …

Oh ya, ada satu artikel yang bikin gemes lagi… yaitu wawancara Selvi dengan salah satu Blogger Buku Indonesia… Yang diwawancara adalah sesepuh BBI yang akrab juga dipanggil Rahib, tapi wawancaranya ituu…. Jauuh dari kesan formal dan ewuh pakeweuh. Hiahahaha…  Maksudnya akrab banget dan kadang-kadang bikin ngejitak, idih ini sama orangtua nggak sopan, yaa… hehee.

blogselvi5

Menurutku, yang bikin betah berkunjung di blog ini adalah bagaimana cara Selvi berkomunikasi. Sebelum menyampaikan ulasannya tentang kesan-kesannya terhadap buku yang telah selesai dibaca, Selvi biasanya akan memberi pembuka yang sifatnya ngobrol santai, sehingga nggak terlalu terasa kita akan dibawa lebih dalam ke analisanya tentang suatu buku. Analisa yang memang subjektif, tidak terkesan menggurui, dan buatku memberi gambaran jelas akan suatu buku.

Genre buku yang ada di sini pun cukup beragam. Ada tentang motivasi, roman, psikologi, atau buku sastra. Hmm, bener-bener masuk ke dunia seorang penikmat buku, deh. Kesimpulannya sih, blog ini asyik banget buat discrolling-scrolling untuk cari referensi bacaan baru…

Nah, setelah membahas dan merekomendasikan blog ini, sekarang saatnya ngobrol suka-suka dengan sang empunya blog …

Sejak kapan seorang Selviana Rahayu mulai suka baca buku, dan masih inget nggak buku apa yg pertama kali bikin kamu terkesan banget sampai sekarang? Ibarat kata dibaca berapa kali pun nggak akan bosen, hehe. Ceritakan, ya…

Suka baca sebenernya mulai dari kecil, dari umur 4 tahun. Karena bapak suka baca koran setiap pagi. aku jadi keinfluence deh. Akhirnya dibeliin majalah Bobo, sampai kuliah masih langganan lho, hehehe… sekarang udah nggak.

Buku yang pertama kali aku baca dan langsung berkesan itu buku 7 Keajaiban Rezeki by Ippho Santosa. Ini adalah buku motivasi (non fiksi) yang mana lumayan banyak temen-temenku yg memandang buku-buku motivasi hanya untuk mereka yg hopeless. Padahal nggak gitu juga😀 Well, apa pun hal negatif yg mereka bilang soal buku Ippho dan Ippho-nya sendiri, aku pada dasarnya udah woles sih. Karena terlepas dari gimana negatifnya Ippho, in fact, aku mendapatkan pelajaran berharga banget dari buku ini. Bisa dibilang saat baca buku ini aku mengalami masa turning point dr kehancuran menuju arah yg lebih baik. *tsaaahhh* Buku ini mengubah cara pandangku soal pernikahan, keluarga, pekerjaan, dan pandangan terhadap diri sendiri. terutama mengenai keimanan…🙂

Gaya meresensimu tuh seperti lagi ngobrol dua arah dan komunikatif. Jadi seolah-olah kamu lagi berhadapan dengan seseorang pas lagi ceritain isi buku. Misalnya, ‘Sayang saja, sepertinya kalian masih akan menuntutku untuk bercerita apa kerennya buku ini.’ (resensi ‘Katarsis’). Kenapa toh milih gaya resensi seperti ini? Dan aku bayangin kamu bener-bener ngomong sendiri di kaca sambil nulis pas lagi bikin resensi. Haha, bener nggak sih?

Dalam meresensi, aku nggak punya gaya khusus sih sebenernya. Ya begitulah aku. Nggak sadar juga kalau ternyata “iya ya, emang gayaku kayak gitu ya?” 

Aku emang doyan ngomong sendiri. Kadang, teman itu bukan apa yang ada di sekitar kita, tapi apa yang ada di pikiran dan imajinasi kita bisa kita jadikan teman supaya nggak kesepian :p

Nggak sambil ngaca lah…😀 Nulis biasa aja depan kompi dengan pasang muka serius.

Kalau lagi main-main ke toko buku dan belum ada rencana mau beli buku tertentu… yaa, random book shopping, lah. Biasanya kamu bakalan tertarik comot satu buku karena faktor apanya nih? Penulis kah? Blurbnya? Cover? Hehe, tolong dibagikan…

Penulis, penerbit, blurb, dan harga. Kesemuanya saling berkaitan. Tapi yang paling utama sih penulis dan penerbit. Cover sih nggak terlalu jadi patokan.Ttapi kalo ancurnya ancur banget ya ogah juga :))

Jika dikasi kesempatan untuk bedah buku berdua saja dengan seorang penulis, kamu mau dengan penulis siapa dan buku apa tuh? Ini nggak harus penulis idola atau buku favorit ya, bisa juga buku yang paling kamu geregetan nggak suka, dan pengin protes banyak sama sang penulis. Hehe… Alasan ya, alasan…. :)))

Mau sama Eka Kurniawan atau Ayu Utami! Lagi-lagi penulis Indonesia. Hehehe… novel ataupun cerpen mereka tuh ajiiibbb banget. Serius jenius membius… pengin nanya berapa lama sih Eka observasi sampai bisa menghasilkan satu buku sebrilian Cantik itu Luka? Mau tanya Ayu Utami juga gimana caranya biar jadi single enjoy dan nggak mikirin nikah terus #eaaa <<< yg ini becanda wkwkwk… aku lebih pengin mengulas soal cara mereka menciptakan sebuah karya tulis🙂

 Terakhir, jadi manfaat meresensi buku buat kamu itu apa, sih? Kenapa juga mesti repot-repot mengulas suatu buku setelah dibaca?🙂

Awalnya nulis review buat ikutan Serapium Reading Challenge di Forum Buku Kaskus. Lumayan, tahun lalu dapet juara 3 padahal reviewku termasuk kacrut dan asal banget. Nah, tahun ini, cenderung males-malesan mereview karena terbatasnya waktu *haiyah*

 Manfaat mereview buku: aku bisa kasih pendapat pribadiku ke teman-teman pembaca, penulis, dan penerbit mengenai buku yang aku baca. Bagi penerbit dan penulis, tentunya review pembaca menjadi patokan mereka untuk lebih baik ke depannya. Nggak ada review yang dianggap angin lalu, menurutku. Semua masukan itu pasti dibaca oleh penerbit dan penulis itu sendiri.

Sedangkan bagi pembaca, review adalah pemandu bagi mereka untuk menentukan buku apa yang mereka layak beli, layak punya, layak baca atau nggak, atau bahkan hanya sekedar pinjam saja. ini tentunya jadi ajang komunikasi tersendiri bagi para blogger pembaca buku untuk saling sharing mengenai buku yg direview. nah, dari sini akan timbul korespondensi yg menghasilkan pertemanan. positif sekali bukan?😀

Okee.. terima kasih ya Selvi buat jawaban-jawabannya. Sekarang tolong rekomendasikan next BlogCrossing, dong, blog resensi buku yang konsepnya beda dengan punyamu gitu…

Aku mengusulkan blog mas Ijul (metropop-lover.blogspot.com) untuk diulas. Alasannya karena blog itu unik yaitu mengkhususkan mereview buku-buku bergenre metropop Indonesia… Juga, seperti kita semua tahu, blog ini punya akun twitter tersendiri yang followersnya mencapai ribuan😀

About Selviana Rahayu – @selebvi (by Miss ZP) …

IMG-20130723-WA0000

Selvi itu unik. Perfeksionis yang toleran. Mudah beradaptasi namun tetap menjadi diri sendiri. Ibarat kerang, dia itu kuat padahal sebenarnya rapuh.

One thought on “BlogCrossing: Atas Nama Buku by Selviana Rahayu

  1. tuh kan bener.. selvi review curcol! *gak santai
    yap, memang menarik baca blog neng satu ini.
    seleb banget lho, dia! muehehe..
    tapi kak Dinoy emang cermat banget ya dan cepet. ckckck. nunggu bang Ijul nih buat diubek *duduk manis*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s