Hai Ika!

IkaNatassa

Have you ever read those novels, or maybe one of those?? Saya sudah. Saya ingat membaca A Very Yuppy Wedding karena dipinjami teman, dia juga yang mengenalkan saya akan genre bacaan metropop dari Gramedia Pustaka Utama. Eh, kok bagus banget ya cerita dan penuturannya. Dan biasanya kalau saya udah suka dengan buku satu penulis, maka saya akan mengikuti karya berikutnya. Terbukti, Divortiare juga nggak kalah memukaunya dengan A Very Yuppy Wedding, begitu pun Antologi Rasa. Jadi sudah tahu penulis yang saya maksud?? Yup, mari berbincang dengan Ika Natassa…🙂

Hai Kak Ika Natassa.. Terima kasih ya atas kesediaannya menjawab pertanyaan-pertanyaanku via E-mail. Jadi profesi kak Ika Natassa ini adalah seorang bankir, dan biasanya nih yang aku tahu orang yang bekerja di bank itu udah cukup ruwet dengan pekerjaannya. Tapi kak Ika masih tetap punya waktu buat nulis, ya. Bisa diceritakan gimana bagi waktunya, dan biasanya mood paling enak buat kak Ika nulis tuh kapan dan dalam suasana kayak apa?

Bagi waktunya gampang kok, aku kan bekerja dari hari Senin sampai Jumat, jadi menulis biasanya dilakukan pas weekend, sekitar 2-3 jam setiap Sabtu. Biasanya aku lebih suka menulis santai di rumah daripada di tempat umum.

Tokoh-tokoh utama kak Ika selama ini ya biasanya selalu seorang bankir. Apakah ini karena sama dengan profesi kak Ika, jadi memudahkan menulis karakter dan settingnya? Biasanya, karakter dari si tokoh utama itu kak Ika ambil dari seseorang yang kak Ika kenal, atau malah dari pribadi kak Ika sendiri?

We always have to assume that our readers are smart, saat kita bercerita tentang profesi atau kehidupan suatu karakter, sedapat mungkin harus mendekati real.  Karena itu aku memilih untuk menulis fiksi yang karakternya kebanyakan banker, karena aku sendiri memiliki profesi yang sama sehingga memudahkan dari segi riset. Inspirasinya bisa datang dari mana saja, dari orang-orang yang aku temui maupun pengalaman sendiri. It’s like all of my past encounters put into a blender: hasil yang keluar adalah karakter dan kisah di novel-novelku.

Bahas tentang Antologi Rasa. Novel ini ditulis dari 3 sudut pandang tokoh di dalamnya (Keara, Harris, Rully). Ada kesulitan enggak kak, saat menulis dengan 3 sudut pandang ini? Bisa dibagi juga tipsnya ya untuk cara penulisan dengan 3 sudut pandang ini, biar penceritaannya juga tetap kuat.

Awalnya sulit banget, karena menulis dari point-of-view orang pertama berarti bercerita dengan ‘suara’ tokoh tersebut.  Dengan adanya 3 karakter utama di Antologi Rasa, berarti aku juga harus bisa ‘berperan’ menjadi masing-masing karakter tersebut saat bercerita.  Aku sih caranya pertama dengan mencari patokan lagu yang pas dengan masing-masing karakter, kemudian saat menulis dari salah satu POV karakter aku melakukannya sambil mendengarkan lagu ini.  Selain itu, aku juga memberi jeda seminggu dari menulis antar karakter.  Jika minggu ini aku menulis part Harris, maka aku baru menulis part Keara minggu depannya, memberi waktu buat refresh kepalaku dari dialog-dialog dan cerita ala Harris yang sudah melekat minggu sebelumnya.

Tentang karakter seorang Kearra di Antologi Rasa. Kesannya tuh ini cewek bitchy, dengan lifestyle kebarat-baratan, tapi dia kayak bisa langsung ‘anteng’ waktu lagi bahas atau ketemu sama Rully. Kalau dalam kehidupan kak Ika sendiri, pernah enggak alami ketemu seseorang yang langsung bikin kak Ika mengubah sudut pandang hidup kak Ika selama ini?

Selalu ada orang yang kita temui yang bisa membuat kita tiba-tiba mengubah cara pandang terhadap sesuatu.

Gaya hidup yang kak Ika ceritakan di novel sering bikin aku bertanya-tanya, apa emang bener ya lifestyle-nya wanita karier se-high class itu dengan segala barang bermerk terkenal dengan harga yang bikin shock, hehe. Gimana ya cara kak Ika mengadopsi gaya hidup seperti itu di realita dan dibawa ke dalam novel? Apa pandangan kak Ika sendiri dengan gaya hidup jetset seperti itu?

Umumnya pekerja muda di kota-kota besar seperti Jakarta – the so-called yuppies – menghabiskan sebagian besar waktunya mengejar karier, sibuk di kantor.  Belanja atau makan di tempat-tempat yang disebut orang high class itu adalah bagian dari cara mereka bisa menikmati hidup di tengah-tengah kesibukan kerja itu, pretty normal I guess. 

Ending cerita Antologi Rasa ini agak nggantung, ya. Keara enggak jadian sama siapa-siapa juga, Harris juga akhirnya tetap terima kalau cuma bisa temenan sama Keara, Rully apalagi enggak sama siapa-siapa. Ini sama kayak ending Divortiare yang dibikin nggantung. Apa ending yang menggantung ini memang sudah jadi ciri khas kak Ika saat menuliskan cerita?

Saat menulis novel, aku sama sekali tidak merencanakan dari awal endingnya bagaimana, I just let the story takes me one page at a time.  Dan bagiku, happy ending itu tidak ada, kalau ending kan berarti hidupnya habis, hehehe.  Happy ending is a process, it’s not an ending, dan biasanya ditandai dengan adanya kesempatan baru yang muncul di hidup kita, because opportunities can lead anywhere.  Begitu pulalah aku mengemas ending Antologi Rasa dan Divortiare.  The last page is not the end, it’s just an opportunity that might lead anywhere.

Apa arti seorang editor bagi kak Ika? Selama ini saat berdiskusi dengan editor mengenai cerita dalam naskah, perubahan besar seperti apa yang pernah kak Ika lakukan berdasarkan saran dari editor? Kasi contohnya ya, kak.🙂

Editor yang menangani naskahku sama dari buku pertama, Rosi Simamora dari Gramedia.  And I just love working with her.  Aku diberikan kebebasan untuk menulis naskah, dia tidak mengharuskan harus menganalisa outline-nya dulu – some other editors do this.  Jadi biasanya setelah draft pertama dariku kelar, aku kirim ke dia, dia baca, dan kemudian dia E-mail kasih masukan – jika ada.  Di A Very Yuppy Wedding tidak ada perubahan kecuali beberapa koreksi kata-kata, Divortiare juga sangat mulus, Twivortiare juga mulus banget. While untuk Antologi Rasa, editorku dulu yang menyarankan untuk memperbanyak peran Harris, sehingga di final draft-nya aku ada menambahkan sekitar 5 halaman adegan yang berpusat pada Harris.  She said to me that her hunch is telling that readers will love Harris and would want more of him, I guess she’s right🙂

Nah kalau arti pembaca? Pasti kan juga sering menerima masukan dari pembaca untuk cerita selanjutnya yang kak Ika bikin. Apa masukan yang paling menarik dari pembaca yang bikin kak Ika mempertimbangkannya di naskah?

Pembaca itu buatku bisa dikatakan sebagai teman berkarya.  Aku makin semangat menulis kan juga jika makin banyak yang baca dan suka buku-bukuku.  Aku tipe yang rajin baca review, baik itu di Goodreads, blog pembaca, Twitter, dan lain lain.  Biasanya sehari dua hari setelah bukuku rilis, aku akan mulai mencari review bukuku itu dengan bantuan google, dan beberapa saran di situ bisa kupakai untuk mengembangkan tulisan berikutnya. Sebagai contoh, dulu ada yang bilang kenapa aku tidak mencoba menulis dari POV tokoh utama yang laki-laki, saran itu kemudian aku ikuti saat menulis Antologi Rasa.

AR Trip

Bersama pembaca melakukan trip Antologi Rasa di Singapore
(cr: Ika Natassa)

Terima kasih banyak ya kak Ika untuk kesediannya menjawab delapan pertanyaanku ini untuk rubrik Hai Author! Nah sebagai penutup, silakan kak Ika menyampaikan sesuatu untuk pembaca blogku. Boleh promo, salam bagi pembaca, atau apa aja terserah kak Ika.🙂 Silakan kak:

Terima kasih buat semua pembaca yang selama ini sudah beli dan baca bukuku, menyempatkan waktu untuk review, dan juga membantu spread the joy of reading dengan bercerita ke teman-temannya.  Semoga bisa selalu menjadi pembaca yang menghargai jerih payah penulis menghasilkan karya itu dengan selalu membeli yang asli dan tidak berburu pdf gratis🙂

Nah… Hope you enjoy my mini interview with Ika Natassa.. Untuk tahu lebih banyak tentang penulis ini, silakan buka domainnya di ikanatassa.com atau sapa dia di akun twitter @ikanatassa

55 thoughts on “Hai Ika!

  1. aku baca antologi rasa, trus hmm,, a very yuppy wedding itu kayaknya juga udah baca, tp udah lama banget bacanya ampe ngga inget isinya apao_O
    Hahha😄

  2. Hai Kak Ika! By the way, aku penggemar berat novel kakak yang Antologi Rasa lo. Apalagi sama The Gorgeous Harris, ugh i love him!

    Sepertinya kan Kak Ika selalu menciptakan karakter cowok yang bisa bikin cewek-cewek pada klepek-klepek tuh. Nah pertanyaanku, apakah Kak Ika nggak mau nyoba pake karakter cowok yg fisiknya ga sempurna (punya wajah yg biasa aja)? Biar ada tantangan gitu ka, bikin pembaca tetap suka tulisan kaka walau tokoh cowoknya nggak ganteng kaya biasanya. Atau jangan-jangan tipe cowok Kak Ika memang yang kaya gitu ya (yg badannya minta dipanjat), makanya jd inspirasi kak ika dlm menciptakan tokoh cowoknya? Udah gitu aja😀

    Aku mau hadiahnya novel ‘Divortiare’ karena mau ngasih ke kakak aku yg profesinya banker juga. Apalagi hub. dia sama pacarnya lagi krisis. Jd ga mau aja ntar dia kebelet nikah eh ntar malah cerai.

    Ruth Munthe
    @ruthmunthe

    • Hai Ruth, aku memiliki keyakinan bahwa pembacaku tidak se-shallow itu🙂 Mereka suka dan betah baca ceritanya bukan hanya karena tokohnya cakep (I know this from the reviews I’ve read hehehe). Dan message yang aku sampaikan juga bukan masalah karakter fisik, tapi lebih ke konflik internal/pergulatan batin seseorang serta bagaimana cara pandangnya dalam menghadapi permasalahan hidup. Physical appearance itu hanya bonus buat hiburan pembaca🙂

      • oohh iya betul betul kak. Konflik memang lebih penting daripada penampilan. Kalo suka sama tokohnya anggap aja bonus. Tapi makasih loh ka, dikasih bonus cowok ganteng kaya Harris Risjad ke pembaca. Wehehe^^

  3. Hai Kak Ika ! ..😀
    yeay!,, seneng akhir nya bisa tanya-tanya kak Ika.. (thanks buat kak Dini ^^ )
    langsung aja ya kak..
    1 . Sejak kapan Kak Ika kepikiran buat jadi penulis ? sebelum jadi bankir atau malah sesudah jadi bankir ?
    2 . Kak, kasih tips dong gimana sih cara bikin alur cerita yang, kuat, rapi , dan ngga terlupakan?
    3 . diantara A Very Yuppy Wedding, Divortiare, sama antologi rasa, mana yang proses penulisannya paling lama, Kak?
    4 . Kak Ika punya penulis favorit ngga kak? yang jadi inspirasi atau sedikit banyak mempengaruhi gaya menulis kak Ika?

    Kalo boleh aku mau request A Very Yuppy Wedding . banyak yang bilang bukunya bagus, tapi aku belum punya kesempatan buat baca. jadi aku pilih A Very Yuppy Wedding aja..🙂

    Terima kasih buat kesempatannya.
    Sukses Selalu Kak Ika buat buku-bukunya (dan kak Dini buat Blog nya )🙂

    Luthfia
    @Luthfia1004

    • Hai Luthfia🙂
      1. Aku suka menulis dari kecil, dan bagiku menulis itu hobi. Pertama kali menulis novel sampai kelar itu Underground, yang kutulis waktu masih 19 tahun.
      2. Proses penulisan yang paling lama itu Antologi Rasa (sekitar 3 tahun), sementara Divortiare +/- 8 bulan, dan AVYW paling singkat, hanya +/- 2 bulan.
      3. Penulis favoritku salah satunya Dewi Lestari. Aku suka cara dia menerapkan banyak pengetahuan logis (termasuk hasil riset) ke dalam novel2nya, dan aku terinspirasi untuk juga dapat seperti Dee, kuat di riset sehingga cerita itu seakan2 faktual.

  4. Hallo kak Ika, aku mau tanya; Apa yg selalu ingin kakak dapat saat sedang dan setelah menyelesaikan tulisan?
    apa yg kakak harapkan dari tulisan-tulisan kakak?
    Makasih Kak Ika dan Kak Dini atas kesempatan bertanyanya.
    Kalo terpilih aku mau A very yuppy wedding😀
    rati @ratipramita

    • Sebelumnya makasih Kak Dini udah diingetin😀
      Alasan aku pilih buku A very yuppy wedding karna katanya bagus, buktinya bikin kak Dini cari novel2 Kak Ika lagi. Yang kedua karna ada kata weddingnya, aku suka dan tertarik … Mungkin efek kebelet nikah yg tidak (tidak ingin) disadari :))))

    • Halo Rati. Yang jelas setelah menyelesaikan tulisan itu senang banget, tapi juga ada timbul perasaan sedih/rindu menulis because I actually enjoy the process of writing. Proses menulis itu bikin excited tiap hari karena begitu aku punya waktu luang, rasanya nggak sabar untuk segera melanjutkan ceritanya.

  5. Halo Kak Ika. Ada beberapa pertanyaan yang mau aku ajuin. Dijawab, ya, Kak🙂
    1. Sebenernya mengapa Kak Ika nulis? Apa alasan utama yang jadi pendorong buat kakak untuk nulis terus?
    2. Apa hambatan berarti yang oernah kakak temui saat proses penulisan?
    3. Setiap kali nulis selama 2-3 jam tuh berapa halaman biasanya dihasilkan, Kak? Gimana ya caranya biar sekali nulis langsung mengucurkan banyak kata?
    4. Sejauh ini mana buku kakak yang paling berkesan–baik saat proses penulisannya atau ketika sudah dilempar ke ‘pasar’?
    5. Ada mimpi untuk jadi full-time-writer? Dan, apa ada mimpi untuk sukses di genre selain metropop?

    Aku request divortiare aja, deh. Jujur belum pernah baca Kak Ika sebelumnya. Penasaran gimana kakak ngebawa cerita–pengen kenalan, pengen tahu juga gimana peliknya kehidupan tokoh di Divortiare dan yang paling penting, pengen sekali terinspirasi sama kakak🙂

    Ruri Alifia R
    @rurimadanii
    *repost karena lupa nulis username. Ihihihi.

    • Hai Ruri.
      1. Aku menulis karena aku suka, menulis itu hobi sejak kecil. Dari usia SD aku udah suka bikin cerpen sendiri, ditulis tangan di kertas HVS, kemudian dijilid sendiri juga.
      2. Kadang terkendala waktu untuk riset, atau moodswings. Tapi aku menganggap hal2 seperti ini bukan kendala, aku menganggapnya sebagai tantangan aja.
      3. Tidak tentu, tergantung mood dan ide mengalir aja. Kadang dapat hanya 1 halaman, kadang bisa sampai 5-10 halaman. Aku nggak mau menjadikan menulis itu beban yang pakai target2 segala, I do it because I like it. Kalau lagi mampet ide ya sudah, tidak usah dipaksakan. Lebih enak begitu, kalau pakai target2an nanti jadi beban sendiri, and writing is no longer fun.
      4. Semuanya berkesan baik kok🙂 AVYW itu best-seller hanya 1 bulan setelah rilis (padahal aku penulis baru yg tidak ada namanya), dan mengantarkanku ke nominasi Penulis Muda Berbakat di ajang Khatulistiwa Literary Award. Divortiare dan Twivortiare ‘dicintai’ banyak pembaca, and I really really appreciate it. Antologi Rasa juga alhamdulillah banyak disukai, dan banyak ‘menarik’ pembaca2 baru juga yang dulunya belum pernah baca bukuku. So I’m genuinely happy with all of them.
      5. Menulis itu hobi, jadi aku nggak mau menganggap itu sebagai pekerjaan full time atau part time. Terkait genre, aku juga tidak pernah terlalu memikirkan. Buatku, yang penting itu menulis, membiarkan ide2 yg ada di kepala mengalir di kertas, apapun ceritanya. Genre itu kan hanya kategorisasi yang dibikin penerbit, dan cara pembaca mengkelompokkan bacaan. A writer shouldn’t care about genres, they should just write whatever it is inside their head, sehingga tidak terpenjara pada genre🙂

  6. Halo kak Ika *nyengir*🙂

    1. Kakak kan suka membaca review dari pembaca, bagaimana tanggapan kakak jika salah satu pembaca kakak mereview novel kakak hanya dengan penilaiannya sendiri. Contoh jika dia tidak suka pada salah satu novel kakak, lalu dia mereview dengan ‘seenak jidatnya’. Biasanya review-kan mempengaruhi pembaca lain.
    2. Kan selama ini genre novel kakak metropop, ada keinginan buat nulis genre horor gitu? Atau genre teenlit? Kan lebih banyak peminat kak, maksud saya biasanya remaja jarang membeli novel metropop🙂 Apa karena kakak uda lebih nyaman dengan genre metropop?
    3. Apakah kak Ika tidak merasa terbebani dengan menulis? Kan kakak uda kerja banker, otomatis setelah pulang capek. Waktu weekend, biasanya waktu berlibur gitu hehe.. berarti seperti menulis adalah hiburan sendiri buat kakak ya? Wah, you’re cool kak >.< I want to be like you😀

    Aku request A very yuppy wedding deh kak, abisnya judulnya lucu.

    Sabariah – @cabbyy_

    • Halo Sabariah.
      1. Review itu sifatnya personal, pandangan/opini seseorang terhadap apa yg dia baca sesuai dengan standar pribadinya, karena itulah review tidak pernah seragam. Ada yang suka, ada yang tidak suka, itu wajar. Everybody is entitled to their own opinion. Tentu kalau ada review yang jelek aku sedih, wajar hehehe. Beberapa review juga aku ambil sebagai masukan, sebagai contoh dulu ada yg mereview Divortiare dan bilang bahwa dia ingin lihat aku menulis dari point of view tokoh pria. Itu yang kemudian aku lakukan di Antologi Rasa.
      2. Sudah dijawab di pertanyaan oleh penanya yang lain🙂
      3. Menulis itu bagiku hobi, karena hobi tentu tidak menjadi beban. Hobi itu sesuatu yg bener2 seneng kita lakukan, seperti orang yg hobi nonton tentu nggak beban kalau mau nonton film, justru excited. Orang2 yang hobi olahraga, pulang kerja dan merasa capek aja masih sempet kok main bola misalnya, atau main tennis. Capeknya tidak terasa karena hobi🙂

  7. Hai kak Ika ! (Say hello juga utk kak Dini ^^)

    Sebelum nya saya mau ucapin terima kasih sm kak Dini karena sudah membuka ksempatan bagi para reader utk bertanya lgsung dgn kak Ika ^^ *cipika-cipiki* hehehe..

    Saya mau tanya sedikit sama kak Ika nih.. Kak ika adalah salah satu dr penulis berbakat di Indonesia yg karya” nya uda ga di ragukan lagi. Nah utk mencapai semua itu pasti perlu perjuangan dan pengorbanan dong..
    * Pengalaman menarik apa yg pernah kak Ika rasakan selama menjadi penulis novel?
    * Selama kak Ika memutuskan utk jadi seorang penulis, apa yang kak Ika harapkan utk ke depannya?
    * Apa arti menulis bagi kak Ika sendiri?

    Karena menurut saya, menjadi seorang penulis bukan sebuah keputusan yg mudah, jd penasaran dgn jawaban kak Ika. ^^ Dulu saya punya cita” ingin menjadi penulis novel, tp kandas begitu aja karena memilih utk fokus pd pekerjaan yg skg. Mgkin dgn mendengar jawaban dr seorang penulis sperti kak Ika dpt mengubah pendirian saya utk kembali menulis cerita..🙂

    Saya memilih novel A Very Puppy Wedding karena penasaran dgn cerita seorang perempuan yg dituntut oleh pekerjaan tp jg harus tetap memikirkan kehidupan pribadinya ^^

    Salam hangat,
    Florentina @lyasalim

    • Halo Florentina.
      1. Setiap moment yang aku pakai untuk menulis atau mencari ide atau riset, bagiku menarik, karena pada saat itu aku dalam proses membangun suatu dunia sendiri, untuk kemudian aku share buat orang2 lain ikut menikmati dunia itu.
      2. Tidak muluk2, agar selalu punya ide untuk menulis, dan bisa menulis makin bagus.
      3. Arti menulis: hobi yang menyenangkan yang alhamdulillah menghasilkan🙂 Menghasilkan bukan saja dari segi kepuasan finansial, tapi juga kepuasan karya sendiri bisa dibaca orang banyak, serta membuka tali silaturrahmi. Sejak aku menulis dan karyaku dikenal orang, jadi punya banyak teman baru, kenalan baru, dan itu sangat menyenangkan🙂

  8. Hai, Kak Ika! Hai, Kak Dini! ^^

    Setelah baca tanya-jawabnya Kak Ika sama Kak Dini, aku punya beberapa pertanyaan nih :
    1. Kenapa Kak Ika, memilih buat menulis genre metropop? Apa alasannya?
    2. Salah satu buku Kakak, judulnya Divortiare dan Twivortiare. Kok bisa dapat ide buat pakai kata itu? Apa sih artinya, Kak?
    3. Di antara semua tokoh yang pernah Kakak buat, Kakak paling suka sama siapa? Kenapa?
    4. Dari tokoh-tokoh itu, ada ngga yang karakternya Kakak ambil dari diri sendiri?

    Kalau aku beruntung kali ini, aku pilih novel “A Verry Yuppy Wedding.” Karena belum pernah baca karya Kakak, jelas aku penasaran sama karya Kakak. Aku pilih,novel ini karena ini karya Kak Ika yang pertama. Rasanya seneng banget baca novel yang merupakan novel pertama penulisnya ^^

    Makasi,🙂
    Resita Putri
    @ResitaPutri_07

    • Hai Resita.
      1. Pertanyaan tentang genre sudah aku jawab di pertanyaan2 sebelumnya.
      2. Divortiare itu bahasa Latin, artinya perceraian. Saat mencari judul, aku selalu mencari kata (atau frasa) yang unik, sehingga saat orang meng-google kata/frasa itu, result pertamanya adalah tentang bukuku. Saat mencari judul buat lanjutan Divortiare, aku ingin terdengar mirip, tapi tidak ada padanan Latin yang pas, jadi aku ciptakan aja kata sendiri ‘Twivortiare’, twi-nya berasal dari twit karena novel itu diangkat dari tweets-nya Alexandra.
      3. Tidak bisa memilih🙂
      4. There’s always a little bit of the writer in every story and every character that he/she writes, let it be a little trait in the character, an experience, or his/her views on things.

  9. Hai kak, ikutan eventnya ya ;D

    Hai kak Ika, mau nanya dong. Kakak pernah gak, ngerasa jatuh cinta banget sama satu ide untuk tulisan kakak, sampai-sampai rasanya gak bisa move-on buat nulis novel lain? Soalnya aku pernah ngerasa gitu. Rasanya mentok di ide itu and cinta mati, jadinya bingung waktu disuruh tulis yang baru dengan ide lain. Hehe. #curcol :p

    Buku pilihanku: A Very Yuppy Wedding” karna direkomendasiin mas Ijul xD

    Sekian dan terima kasih😀

    Alfindy Agyputri
    @alfindyagyputri

    • Hai Alfindy.

      Saat kelar menulis Divortiare aku merasa begitu, I thought Divortiare was the best thing that I could do, bahwa semua kemampuanku sudah kucurahkan di situ. Tapi ujung2nya kita akan membuka mata sendiri kok, ternyata ada ide cerita lain yang tidak kalah menariknya yang bisa dieksplor di karya berikutnya. Just give it time, and meanwhile, open your eyes, try new things, learn new stuff. Berusahalah membuka kesempatan untuk mengalami/baca/lihat/dengar banyak hal, sehingga dapat jadi inspirasi menulis berikutnya.

  10. Hello kak Ika…
    Truthfully, aku blum prnah baca novel kak Ika,mkanya aku penasaran bgt siapa sih kak Ika itu.. dan stlah bca interview diatas aku jdi sdkit tau. Kita punya bbrpa persaaman lho kak :p.. aq pgen kerja di bank dan pngen juga jdi penulis*labil ,tpi kakak ambil dua-duanya.. wow two thumbs up!!!
    My questions..
    1. Kak Ika pernah berencana buat novel berlatar blkang negara lain kyak Korea,Cina atau yg lain?
    2. Pernah gak sih naskah kakak ditolak penerbit? Dan klo pernah apa yg kk lakuin ke naskah itu? Diabaikan atau di re-write??
    3.Kata-kata motivasi hidup kakak apasih *kepo

    Aku mau novel “Antologi Rasa” karena..
    1. Aku ga punya novel metropop, pernah baca tpi pinjem dari perpus wktu SMP. Krna event ini jdi rindu sama genre itu -_- 🙂 ..
    2. 3 pov? Omo! Gmna sih itu? Slma ini cma bca 2 pov.. feelnya msh dpet ga ya walau pke 3 pov.. hmm penasaran..

    Okedehh~
    Thank youu buat kak Dini yg SELALU ngasih ksempatan kmi buat nanya2 ke author beken dan kak Ika yg sdh mw mluangkan wktu ditgah2 pekerjaan yg sbuk buat jwab pertanyaan kmi.. hehe😄

    Nama : Irna Ametha Ginting
    Twitter : @irnaametha

    • Hai Irna.
      1. Menurutku agar bisa menulis seotentik mungkin dan orang yang baca benar2 merasa sedang berada di situ (khususnya ketika penulis sedang mendeskripsikan suatu tempat), maka penulis harus riset dgn meticulous, termasuk kalau bisa mengunjungi tempat itu sendiri, capturing every essence of the place (the atmosphere, the look, the smell) untuk kemudian dituangkan ke tulisan. Karena itu aku belum terpikir utk menulis tentang negara2 yg tadi kamu sebutkan. Namun aku udah pernah menulis dengan latar belakang keriaan penyelenggaraan balapan Formula One di Singapura, yang aku tuangkan di novel Antologi Rasa.
      2. Pernah, aku diamkan beberapa lama kemudian aku terbitkan sendiri🙂
      3. Tidak punya motto hehehehe.

  11. Hai kak Ika, salam kenal🙂
    ini pertanyaan dr aku:
    1. Selama kakak menjadi penulis, pengalaman/hal menarik apa sih yg paling membekas dihati kakak smpai saat ini?
    2. Kaka pernah gak kepikiran buat nulis novel dgn genre yg berbeda dan menantang? Contohnya menulis dgn tema horor atau yg bertema fantasi gitu kak? Kalo iya alasannya knp?
    3. Dari semua novel yg kaka tulis, ada gak satu novel yg isinya tntang kisah kaka pribadi, atau mungkin sekedar curcol? Kalo ada dinovel yg mana kak?
    4. Kak aku sering bgt coba2 nulis naskah, tapi blm smpai prtngahan jln cerita aku udh mulai bosan gak tau mau nulis jln cerita yg gimana lg. Pas cb baca ulang dr awal, pasti ujung2 ngerasa minder, takut naskah aku itu jelek. Nah, kak Ika sndiri pernh gak sih ngalamin kejadian yg kyk gitu? Cara efektif buat kaka ngatasinya gimana sih kak?
    5. Mending naskah kaka diblg jelek sm editor atau sama pembaca? *nahloh
    6. Punya lagu favorite yg menginpirasi gak kak? Lagu apa tu?

    Aku pilih novel A Very Yuppy Wedding deh, soalnya judulnya lucu dan unik, jalan cerita yg manis. Setelah baca reviewnya juga tambah penasaran buat baca sampai habis, dalam hati aku teriak, SUMPAH, AKU PINGIN BACA. Hehehe
    thx kak Ika dan Kak Dini🙂
    Rulia @Lia_nded19

    • Halo Rulia, karena pertanyaannya masih banyak, aku hanya jawab sebagian ya.

      1. Banyak pengalaman menarik sejak jadi penulis, salah satunya adalah setiap berkenalandan ketemu pembaca, I always like to meet new people and to hear what they think about my book. Salah satu pengalaman yang paling berkesan waktu ada pembaca yang email ke aku bahwa membaca Divortiare membantu dia survive masa-masa dia dalam proses perceraian. It touched me that my book has touched a person that much.

      4. Tentu pernah merasa insecure pada naskah sendiri, apalagi jika dalam proses penulisan, kita juga sambil baca2 buku2 lain, dan banyak buku2 di luar sana yang jauh lebih keren dari buku kita sendiri. Normal kok. Yang penting punya keyakinan aja bahwa kualitas sebuah tulisan itu tergantung selera pembaca juga, setiap buku/naskah pasti ada pasarnya. Jadi yang penting kita hanya perlu menulis yang terbaik sesuai yang kita bisa, dan mudah2an totalitas kita dalam menghasilkan karya itu diapresiasi oleh pembaca.

  12. Hay hay ka dinoy dan ka ika:D aku mau nanya ini buat ka ika:
    1. Apasih tantangan terbesar kaka dalam menulis?
    2. Apa motto hidup kaka sebagai seorang penulis?
    3. Dan apa sih tips dari kaka buat menulis cerita yang gak ngebosenin? Mungkin bisa sharing sedikit.hehe
    Udah ka itu aja:)

    aku mau novel Antologi Rasa aja,soalnya setelah search di gugel banyak yang bilang kalo novel ini seru.
    Sekian dan terimakasih…:D

    Nama: Linda Novianty
    Twitter: @NoviantyLinda

    • Hai Linda,

      1. Tantangan terbesarnya mungkin dorongan untuk selalu menghasilkan karya yang menurutku lebih baik dari sebelumnya, dengan demikian aku jadi terus membandingkan dengan karya2 sebelumnya.
      2. Tidak punya motto🙂
      3. I write what I want to read, ini yang selalu aku tekankan di setiap karya yang aku tulis. Karena aku sendiri tidak ingin kehilangan minat/bosan pada cerita yang aku tulis, aku tidak pernah membuat outline. Aku membiarkan ide2 mengalir apa adanya, tanpa rencana. Tiap aku menulis satu paragraf, kadang aku bahkan tidak tahu di paragraf berikutnya akan menulis apa. Aku tidak pernah merencanakan ending buku di depan. Mungkin cara penulisan yang begitu yg membuat pembaca juga merasa tidak bosan🙂

  13. hai, kak Ika! aku mau tanya nih.. awalnya kak Ika bisa jadi penulis itu seperti apa? pasti ada jatuh bangunnya kan kak? kalau boleh tahu kayak gimana perjalanannya? siapa tahu aku bisa dapat pencerahan😉
    soalnya aku pengin bisa nulis juga seperti kak Ika🙂
    Karena membaca Twivortiare, aku langsung suka dengan gaya tulisan kakak😀

    Aku request novel Antologi Rasa😀 penasaran sama tokoh Harris. Banyak fans kak Ika yg suka sama tokoh ini. Aku yang termasuk fans kak Ika jadi kepo nih —

    Terima kasih^^

    Nama: Irnalasari
    Twitter: @irnari

    • Hai Irna,
      Menulis itu hobi dari kecil kok, jadi dari dulu memang aku suka menulis cerita, dulu awal2nya selalu menulis cerita di buku tulis, handwritten. Kemudian saat akhirnya aku bisa menyelesaikan naskah AVYW, aku kirim ke Gramedia Pustaka Utama, alhamdulillah sekitar 4-5 bulan kemudian naskahku diterima dan menjalani proses editing sampai akhirnya diterbitkan.

  14. hallo kak ika…
    aku ikutan nanya-nanya ya disini..ini nih yang pengen aku tanyain
    1. kak ika kan punya buku-buku yang laris manis..menurut kak ika dimana kekuatan buku2 itu bisa sampai byk bgt org yg suka.
    2. lebih milih mana kak…nulis buku sesuai keinginan pasar biar jd bestseller ato nulis sesuai kemauan sendiri walopun ga sesuai permintaan pasar?
    3. punya cerita yang mentok ide ga? terus diapain.kalo udh gt?

    itu aja kak..semoga dijawab

    aku mau buku a verry yuppy wadding…setiap kali.ketoko buku aku selalu gagal buat beli buku ini..ga tau kenapa semoga kali ini berhasil..amin

    nunik
    @nuchan_yjycj

    • Hai Nunik.
      1. Aku sendiri tidak tahu, biarlah pembaca yang menilai, bagiku yang penting adalah menulis sebaik2nya sesuai yang aku bisa🙂
      2. Prinsipku I write what I want to read. Jadi aku memisalkan diriku sendiri sebagai pembaca: aku tulis apa yang mau aku baca.
      3. Tentu ada, ya dibiarin aja. Aku tidak pernah memaksakan diri dalam menulis. Karena bagiku menulis itu hobi, hobby is supposed to be fun, tidak boleh dibikin stress.

  15. Saya sudah baca AVYW *walau pinjem*, Divortiare, Twivortiare, dan Antologi Rasa-nya Kak Ika. Hanya tinggal belum baca Autumn Once More aja😀

    Saya suka dengan cara bertutur yang sekaligus menjadi ciri khas di setiap buku Kak Ika. Saya mempunyai sedikit pertanyaan untuk Kak Ika, mudah-mudahan bisa dijawab pertanyaan dari saya:
    1. Selama ini kan genre yang Kak Ika pilih selalu berkisar metropop. Jika suatu saat Kak Ika diminta untuk menulis genre lain di luar metropop, kira-kira akan menulis buku dengan genre apa dan alasannya?
    2. Pertanyaan kedua memang agak umum dan sering ditanyakan, tapi saya penasaran dan ingin mendengar jawaban dari Kak Ika. Bagaimana cara dan kiat-kiat Kak Ika dalam menghalau writer’s block?

    Hanya itu saja pertanyaan dari saya. Dan jika saya terpilih untuk memenangkan salah satu buku dari Kak Ika, saya pilih AVYW. Karena buku itu belum saya miliki dan sekalian melengkapi koleksi saya. Terima kasih😀

    Tammy Rahmasari @alizarinnn

    • Hai Tammy.
      1. Pertanyaan tentang genre telah aku jawab di pertanyaan2 sebelumnya di atas.
      2. Aku tidak pernah memusingkan writer’s block, saat tidak ada ide yang keluar untuk ditulis ya sudah biarin saja, tidak usah dipaksakan. Writing is supposed to be fun, no pressure. Aku biasanya meninggalkan naskah, dan menikmati kegiatan lain saja: hang out, menonton, membaca, mendengarkan musik, dll. Nanti tiba2 ide itu muncul sendiri kok.

  16. Hai kak Ika, aku ikutan ya🙂
    langsung nanya aja deh,
    1. Apa kesulitan kakak dalam menulis selama ini?
    2. Pernah jatuh cinta sama karakter yang kakak bikin ga? Siapa tuh? Hehe
    3. Butuh berapa lama kakak nulis novel? Secara kakak kan seorang banker dan hnya bisa nulis di hari weekend aja?
    4. Kakak nulisnya punya target ga berapa hal. gitu? Misal setiap minggu harus slesai 10 hal? Kalau ada, apa trgetnya?
    5. Menciptakan karakter itu susah ga sih ka? Kalau boleh tau, bgaimana tips bikinnnya?
    Duh, kbanyakan ya? Maaf deh, semoga bisa dijawab semua🙂
    sukses ya kak, buat novel selanjutnya🙂

    aku mau novel A Very Yuppy Wedding. Judul n covernya menarik, apalagi ceritanya.. Jadi penasaran. Mau bnget baca novel ini, pasti banyak kisah manisnya..
    *mupeng

    By Hanifah Putri
    twitter : hanifahae
    email : hanifahputri_18@yahoo.
    co.id

    • hai hani,
      1. challenges-nya di mencari ide yang baru dan meningkatkan kualitas tulisan, dan mencari waktu dan kondisi yg pas buat nulis.
      2. don’t we all love harris and beno?😉
      3. tiap novel beda2 waktu penyelesaiannya, tergantung waktu dan lancarnya ide. AVYW 2 bulanan, Divortiare sekitar 8 bulan, Twivortiare sekitar setahun, dan AR 3 tahun. kadang kalau nggak capek pulang dari kantor, aku juga nulis malam sebelum tidur, kadang hanya sempat weekend.
      4. nggak punya target, krn bagiku menulis itu hobi, kalau pake target kayak ngantor aja :))
      5. langkah awal menciptakan karakter itu adalah mengamati orang2 di sekeliling kita. perhatikan semua ciri2 khasnya, bukan hanya fisik, tapi juga personality, hobi, traits dll. saat membangun karakter, maka kita ibaratkan dgn orang2 sekeliling kita itu, sifatnya pasti kompleks. yang baik pasti ada kekurangannya, yang jahat juga pasti ada kebaikannya. jangan single dimension.

  17. Hi Kak Ika… Aku punya 2 Novelnya AVYW dan Antologi Rasa, pertama beli AVYW kecanduan dan penasaran dengan Antologi Rasa.
    Sama seperti kk, aku juga suka nulis dan kerja di bank.
    Ke pertanyaan:
    1. Kalau selama ini di dalam novel mengulas kehidupan bankir, apa kakak nanti berminat keluar dari confort zone mengupas profesi lain di novel selanjutnya? Yang sama sekali gak ada hubungannya dengan dunia perkantoran. Atau lebih Ekstrem lagi bukan genre Metropop🙂
    2. Selain menulis, aku lihat kak jago menggambar dan mendesign sendiri cover novelnya, apakah kalau nanti ada kesempatan kk mau mengembangkan diri jadi pelukis atau pembuat design cover untuk penulis lain?
    3. Selain menulis dan bekerja, apakah kk juga punya keinginan terpendam jadi editor atau penulis skenario film?
    Oke itu aja, thank u

    • 1. pertanyaan tentang genre dan tema sudah dijawab di atas. intinya sih bagiku yang penting adalah ‘i write what i want to read.’ saat menulis aku tidak pernah memikirkan genre, aku tulis apa aja yang mengalir dari kepalaku. genre itu yg mengkelompokkan kan market dan penerbit🙂 terkait profesi lain, memang aku inginnya ini menjadi ciri khasku. sudah banyak yg mengupas profesi lain. dan aku selalu menganggap pembaca itu cerdas, jika kita bercerita ttg suatu profesi, asumsiku mereka mengerti sebenarnya gimana, jadi jika aku ingin menulis ttg profesi lain yg mendalam, harus riset yg mendalam juga, dan saat ini aku blm punya keinginan maupun waktu utk melakukan itu.
      2. untuk penulis lain belum kepikiran.
      3. nggak, i’m happy with what i do now🙂

  18. Thank you mbak Dini atas kesempatan langka ini.
    Salam kenal kak Ika.🙂
    Saya cuma pembaca jauh di Makassar yang sampe sekarang kesampean MnG bareng kak Ika.
    Kapan sih kak ke Makassar?
    Saya mau novel-novelku ditandatangai. Boleh?

    Oke well, saya sudah membaca tulisan-tulisan kak Ika sejak tahun 2010 (agak telat ya). Pertama kali baca A Very Yuppy Wedding, waktu itu saya masih 20 tahun, kuliah semester pertengahan. Genre metropop belum sepopuler sekarang ini. Bahkan untuk ukuran mahasiswa (teman-temanku) saat itu, belum banyak yang ‘ngeh’ apa itu genre metropop. Jadi waktu mulai baca bukunya Ika Natassa, saya tidak menaruh harapan apa-apa. Karena saat itu pun bukunya saya pinjam punya sahabat dari hasil barter. Kami (saya dan sahabat saya) sesama book lover, punya kebiasaan saling pinjem koleksi pribadi. Maklum, kami mahasiswa dengan uang jajan yang tidak seberapa. Harus pinter-pinter mengelola. Jadi saat itu saya berpikir, kalopun setelah baca dan ternyata saya tidak suka bukunya, I have nothing to lose. Maklum, waktu itu baru pertama kali saya (akan) baca tulisan Ika Natassa. Jadi belum tau kayak apa tulisannya. Right?

    Dan reaksi setelah baca?
    Satu kata yang kepikiran saat itu: WOW!
    Buku ini ‘paling cerdas’ dibanding novel-novel metropop yang sudah saya baca.
    Sekaligus ikut ‘mencerdaskan’ saya. Banyak pengetahuan ttg perbankan saya dapat dari buku ini. Belum lagi pesan moralnya.
    Saya suka gaya bertutur kak Ika beserta karakter-karakter dalam A Very Yuppy Wedding.
    They’re like real. Andrea, Adji, Firman, Inge, bahkan Radit. See? Saya masih ingat tokoh-tokohnya. Saking cintanya sama buku itu (padahal cuma pinjaman). Waktu itu saya sempat mengutarakan kepada tsahabat saya (pemilik buku) supaya ‘mengikhlaskan’ bukunya untuk saya yang kemudian ditolak mentah-mentah oleh dia. Alasannya, itu novel favoritnya, for God’s sake. Yeah, I know it.

    Sampai saat nulis ini, saya sudah lulus kuliah. Makanya sudah bisa menyisihkan duit buat beli buku-bukunya. Alhamdulillaaah🙂
    Saya sudah baca semua tulisan kak Ika yang lain: Divortiare, Twivortiare dan Antologi Rasa, kecuali Underground (ini bener kan judulnya?). Dan sampai hari ini, saya juga masih jatuh cinta sama tulisan-tulisannya, pun ikut follow akunnya Alex, Harris dan Keara. Hehehe
    Oh iya, dalam buku-bukunya, kosa kata Bahasa Inggris-nya makin tahun makin ruwet, saya pun harus banyak belajar untuk bisa mengimbangi.😉

    Jadi, untuk kesempatan langka ini, saya akan gunakan sebaik mungkin untuk mengajukan pernyataan yang sudah lama mengendap di kepala saya kepada kak Ika:
    1. Jauh sebelum nulis buku genre metropop, pastinya kak Ika punya penulis yang kak Ika favoritkan dan dijadikan panutan dalam dunia menulis, sehingga kak Ika bisa menghasilkan ‘tulisan cerdas’ kayak saat ini. Bagi dong kak, siapa aja penulis favoritnya untuk genre metropop, both Indonesian and foreign. Saya juga mau ikut baca, biar saya bisa secerdas kak Ika. Amin!
    2. Tokoh Beno itu, jauh beda dengan tokoh-tokoh lain dalam buku-buku kak Ika. I mean, he’s a surgeon doctor. Pastinya risetnya pun lebih intens dibanding para banker itu. Karena ini jauh dengan keseharian kak Ika. Nah, apa dr. Beno ini terinspirasi dari tokoh nyata dalam kehidupan atau lingkungan sekitar kak Ika? Soalnya sejak baca Divortiare dan Twivortiare, saya suka gemes sama keras kepalanya Beno. Gak pernah mau ngalah. Nyebelin kan? kok ada ya orang yang gini banget? pengen jedotin ke tembok. Eh, tapi saya suka pas dia sudah jadi bapak trus jadi penyayang banget. Hehehe. Jadi ya, tolong cerita dong tentang tokoh Beno ini mbak. Sekaligus bahasa Jawa di buku Divortiare itu saya gak ngerti kak. Help me!

    Udah sih mbak, itu aja. Kayaknya ini pun bikin ngos-ngosan bacanya.
    Maaf ya kak. Maklum, baru kali ini dapat kesempatan bertanya sama mbak Ika.
    Sekali lagi maaf. Beneran.

    Saya sih kan sudah baca semua buku kak Ika, tapi satu yang belum saya miliki pribadi itu A Very Yuppy Wedding itu, kan waktu bacanya dulu minjem. Nah kalo ditanya kenapa? jawabannya sudah jelas sekali saya paparkan diatas. Thanks before.

    Dian Maya @dianmayy

    • Hai Dian,
      thanks atas message-nya yg panjang, aku selalu suka baca gmn pendapat pembaca ttg buku2ku. thanks juga udh suka buku2ku ya. kapan2 kalau aku main ke makassar aku kabarin.
      1. aku tidak punya penulis favorit dari genre metropop, aku biasanya menilai suka apa nggak dari baca bukunya aja, siapapun penulisnya. namun ada 2 penulis bergenre ini yg aku suka banget, yaitu alberthiene endah khususnya lewat buku cewek matre, dan syahmedi dean dengan tetralogi fashionnya. aku suka karena ceritanya menghibur tapi tidak shallow.
      2. risetnya banyak dari google sih, tentang kesibukannya aku perhatiin aja keluargaku banyak yg dokter. dari segi sifat dll, semua karakter yg aku ciptakan di buku2ku itu – termasuk beno – adalah percampuran dari hasil pengamatanku ke banyak orang, kadang jg dr interaksiku dgn orang lain, but not one particular person. bahasa jawa di Divortiare aku juga minta terjemahin temen, jadi aku juga kurang paham hehehe.

  19. Hai kak Ika!

    Aku sebenernya baru baca novel kakak yang A Very Yuppy Wedding dan cerpen Critical Eleven.
    Mau tanya 2 hal:

    1. Gimana sih risetnya untuk menciptakan tokoh pria di novel-novel kakak? Apakah cuma berdasarkan keinginan para cewek akan suatu sosok cowok yang perfect atau kakak bener2 nanya atau observasi ke cowok-cowok langsung, kayak gimana jalan pikiran mereka terhadap karier, lawan jenis, masa depan dll? Abis, aku suka ngerasa karakter cowok2 di novel2 itu too good to be true sih kak.

    2. Critical Eleven katanya bakal jadi novel ya kak? Kapan keluarnya? Kepincut ceritanya banget setelah baca di Autumn Once More. Penasaran abiiissss…. I NEED MOAR OF IT!!

    Kalo sampe kepilih jadi pemenang (tebar jampi-jampi) aku pengen Antologi Rasa karena pakai 3 POV dan 2 di antaranya cowok. Selalu suka cerita yang dibuat dari POV cowok.

    From Nana @_marsh113_

  20. Aku baru baca A Very Yuppy Wedding jaman kuliah, errr…bukunya kemana yaaa… (‘-’ ) (._. ) ( ._.) ( ‘-’)

  21. Honestly, aku jatuh cinta dengan hasil karya kak Ika Natassa gara-gara short story “Critical Eleven”. Ceritanya persis dengan apa yang selalu jalan-jalan di otak^^ akhirnya ada yang menceritakan sisi lain dari sebuah travelling (meski nggak total bahas itu sih)….
    Pertanyaanku simple aja sih:

    1. Setiap menulis apa ada masa perenungan?
    2. Kak Ika punya penulis yang jadi influence kakak ga sih?
    3. Buku apa yang membuat Kak Ika terinspirasi untuk menulis?

    Kalo kepilih jadi pemenang sebenernya pengen request Underground (hehe :3) itu satu-satunya buku kak Ika Natassa yang belum aku baca. Tapi, karena g ada di pilihan, mungkin Antalogi Rasa aja deh (membaca untuk ketiga kalinya sekarang). Ok, Thanks kak atas jawabannya ^^

    From Yannissa MR @yannissamiftah

  22. Hay ka Dinoy, makasi ya udh bkin kuis lagi.. Aku akn ttp smangat ikutan kuis kaka🙂

    Hay kak Ika! Salam kenal ya!🙂
    Jujur deh, aku belom pernah bca satupun novel kaka. Payah banget ya aku😦 Padahal kalo diliat banyak orang yang takjub baca novel kaka… Huwaa~~ jadi penasaran😦

    Oh iya, aku tanya-tanya sedikit ya kak🙂
    1. Biasanya saat kaka sedang lakukan apa dan di tempat yang seperti apa, ide di pikiran kaka bisa tiba-tiba muncul?
    2. Dalam mendesign cover novel kan biasanya perlu tim design khusus. Nah, kalo kaka pengen design novel kaka sendiri, kaka mau seperti apa design cover-nya?
    3. Berapa lama jarak waktu peluncuran novel A Very Puppy Wedding dan Divortiare? Selama proses kedua novel itu, adakah kejanggalan atau kesulitan saat menulis maupun saat penerbitannya?
    4. Pernah nggak dalam novel yang kaka tulis, kaka menyelipkan sedikit karakter kaka? Nah, klo iya, karakter yang bagaimana? Kenapa kaka milih karakter seperti itu?

    Maaf ya kak kalo kebanyakan pertanyaannya..hehe
    Abis kapan lagi bisa tanya2 ke penulis🙂
    Bdw sukses selalu ya kak untuk semua karyanya😀😀

    From: Nurdiani Soffa >> @SoffaKim9

  23. Makasih yaa yang udah ikutan kuis interaktif ini. Oke, sekarang saatnya menunggu kak Ika untuk menjawab satu per satu pertanyaan kalian, ya. Tunggu juga pengumuman pemenangnya paling lambat tgl 20 September 2013, kalau ada perubahan pasti aku update di twitter dan di sini juga. Thanks all! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s