How Dinoy Write a Book Review ._.

Okeh, Aul! Aku jawab tantanganmu tentang gimana sih caraku menulis review buku?? Masa aku kalah sama anak kecil!! *eh* *lalu dikeplak Aul*

Okeh… Jadi, gimana sih caraku nulis resensi buku?? Pertama-tama, dibaca dulu bukunya. Kalau udah selesai, ya tulis pendapatnya di blog, terus ditaruh di goodreads deh linknya. Udah.

Dih,, gitu doang. Gak seruu… x)))

Jadi aku inget, pertama kali nulis resensi yang agak panjang dan niat lalu dipajang di blog pribadi tuh, tanggal 20 Agustus 2011. Aku waktu itu bikin Writing Project, di mana aku menulis resensi buku sebagai latihan untuk pengembangan cara menulisku. Ceritanya bisa dibaca di sini: http://dinoycute.blogspot.com/2011/08/writing-project.html

WritingProject

Nah, jadi dulu resensi-resensiku ditaruh di blog yang random, sebelum aku memindahkannya ke sini biar bisa gabung sama Blogger Buku Indonesia aka BBI. Menurutku, manfaat nulis resensi ya itu tadi, melatih nulis, juga belajar menganalisa cerita dari segi alur, konflik, karakter, dan hal-hal teknis penulisan seperti kebakuan kata dan hal-hal kecil seperti typo yang kalau berulang ya gengges juga sik.

Resensi-resensi awalku dulu memang lebih menekankan ke ceritanya, aku menceritakan ulang garis besar isi buku sambil kasi pendapatku terutama yang aku suka. Lalu, makin lama makin berkembang mulai kasi pendapat tentang alurnya… “kok lambat, ya”, konfliknya… “seru dan tak tertebak nih!”, karakternya… “penggambaran si tokoh nanggung, nih” atau juga masalah teknis penulisan “banyak typo, kebakuannya nggak konsisten”. Nah, hal-hal seperti itu menurutku menjadikan juga sebuah resensi menjadi objektif. Jadi nggak melulu ngecap, bilang bagus, layak baca! Atau malah, nggak gue banget! Kesimpulan biasanya tetap aku kasi, apakah aku merekomendasikannya atau tidak, tapi setelah melalui beberapa ulasan tersebut.

Mengenai tahapan menulis resensi sendiri, akhir-akhi ini aku memberi pola seperti ini:

  • Memberi hook yang menjadikan pancingan apa yang menarik untuk membaca buku ini. Biasanya ini kucetak miring gitu, jadi seolah-olah kalau buku tuh ini blurbnya.
  • Menuliskan sinopsis buku tapi ala-ala aku sendiri, memberi gambaran si buku ini ceritanya tentang apa
  • Mulai mengulas isi buku menurut pendapatku, pertama biasanya tentang isi ceritanya dulu baru teknis penulisan.
  • Memberi kesimpulan apakah aku suka atau enggak.

Begitu, sih.. Oh satu lagi, aku juga sebenarnya enggak terlalu suka nulis yang panjang-panjang. Simpel karena aku juga nggak suka baca resensi yang panjang-panjang, apalagi kalau penceritaan isi bukunya banyak banget sampai nulis ulang beberapa adegan. Tapi untuk teman-teman yang menulis seperti itu, aku juga cukup salut dengan ketelatenan mereka, apalagi kalau ulasannya sampai mendetail. Makanya kalau baca resensiku, ya sepertinya hanya pendapat secara umum dan kurang detail. Tapi ya, itulah caraku.. aku menuliskan misalkan alurnya lambat, karakternya kuat si A yang dibuat heartless, tapi hampir tidak pernah sampai detail memberi contoh adegan, kecuali itu memang bener-bener memberi kesan kuat.

Nah, semoga ini menjawab pertanyaannya dik Aul nan keceh.. Kalau kamu, gimana caranya nulis resensi buku??😀

4 thoughts on “How Dinoy Write a Book Review ._.

  1. Pingback: Antara Zelie, Buku dan Review | Me: Book-admirer

    • Hahha Tika, masa teratur sih? Masih sederhana menurutku. AKu udah main ke blogmu. IH baguus layoutnya. #losfokus. Wkwk. Tapi someday boleh juga kucoba review ala curhat, biar gak bosen. Hehehe ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s