Hai Nilam!

Hai Nilam!

Hai Author! Kali ini edisi spesial. Beda dengan beberapa artikel Hai Author! sebelumnya yang tanya jawabnya via E-mail, kali ini saya berkesempatan untuk ketemu dan ngobrol langsung dengan Nilam Suri, penulis dari novel Camar Biru. Adalah hari Minggu yang cerah di tanggal 28 April 2013, bertempat di Café Suryo, Pejaten, saya beruntung menjadi salah satu dari empat reviewer Camar Biru yang dipilih oleh Nilam dan Gagas Media untuk menjadi pemenang event #MeetNilam, ngobrol dan makan siang seru bareng Sang Penulis. Yuk simak beberapa obrolannya… ^_^

Hai Nilam! Jadi kenapa, sih, memilih Camar sebagai lambang sekaligus judul novel?

Sebenernya waktu itu yang kepikir cuma pengin sesuatu yang berkaitan dengan origami, nemulah burung Camar… Eh tapi ternyata ada yang protes lho di Goodreads! Katanya kalau gambar yang di cover  ini sih bukan burung Camar, tapi burung Bangau! Haha… tapi kurang bagus juga kali ya, kalau judulnya ‘Bangau Biru’! Dan kenapa biru? Jujur gue juga gak tau, itu kayak muncul gitu aja pas nulis, tapi setelah dipikir-pikir, pas aja sama isi ceritanya dan penggambaran si Nina yang suram gitu.

Wah, kreatif juga. Tapi lucu juga gitu idenya, masih nyimpen origami berbentuk burung sampe sepuluh tahun! Kalau aku sih udah ilang atau enggak berbentuk lagi kali, ya!

Oh iya soal itu, kejadian beneran lho sama temenku! Jadi ya lucu-lucuan aja, mereka nyimpen benda yang dari sedotan gitu dan saling bilang, kalau sepuluh tahun masih ada, mereka nikah! Dan temenku yang sempet panik gitu karena ternyata sampai sepuluh tahun dan masih sama-sama nyimpen, haha! But nothing serious sih, just for fun.

Pas baca Camar Biru ini, ada yang sedikit mengganjal buatku, yaitu tentang si Nina yang mengalami pemerkosaan. Di situ aku merasa masih kurang diperdalam aja emosinya, gimana traumatisnya sebagai seorang cewek, dan apalagi kan dia diem-diem aja gitu, enggak cerita ke siapa pun juga soal kejadian ini. Kenapa bisa gitu, sih?

Iya, sebenernya aku juga enggak mau terlalu memperdalam ya di masalah itu. Belum pernah alami, amit-amit ya jangan sampai, atau tahu persis orang yang mengalami hal itu. Kalau cuma baca-baca kan kurang terlalu dapet feel-nya juga, dan fokusku juga bukan ke pemerkosaannya itu. Oh ya sebenernya selama ini, korban perkosaan yang enggak lapor tuh lebih banyak lho daripada yang melaporkan diri. Alasannya juga untuk menjaga diri sendiri, nah apalagi kalau kayak si Nina ini kan dia diperkosa sama pacarnya sendiri, bisa-bisa dibilang suka sama suka lagi…

Oh, gitu… Hm, iya bener juga. Nah kalau proses penulisan Camar Biru ini gimana, Nilam? Mulai ditulis kapan dan berapa lama?

Camar Biru ditulis mulai akhir tahun 2011, dan cepet aja nulisnya, sekitar satu sampai satu setengah bulan. Yang lama sih di proses editingnya, ya… Dan Camar Biru ini sebenernya aku kembangin dari cerpenku setahun sebelumnya.

camarbiru utk blog

Wah, dari cerpen ya? Bisa bagiin dong tipsnya untuk ngembangin cerpen jadi novel gitu.. Biasanya kan, kalau udah nulis cerpen sampai selesai, ya udah ngerasa udah ending gitu.

Menurutku, cerpen itu biasanya enggak sampai bener-bener end ya. Pasti bisa dikembangin lagi. Kalau Camar Biru, awalnya cerpen tentang perjanjian nyimpen barang dan akan  menikah setelah sepuluh tahun itu. Justru yang aku akhirnya kembangkan dan jadi novel ya cerita setelah sepuluh tahun itu berlalu. Bisa kok kita melakukan stretching di cerpen yang kita tulis, dengan lihat celah mana nih yang bisa diperluas lagi? Mau nambahin di depan, di tengah, atau bikin cerita baru lagi setelah kisah di cerpen selesai. Kalau di Camar Biru yang aku lakukan adalah menulis ulang lagi, mengembangkan cerita dari akhir cerpenku.

Tentang menjadi seorang penulis fiksi, kamu sendiri sejak kapan mulai suka menulis? Bisa diceritain awal mulanya mulai nulis cerita fiksi, ya …

Aku dari kecil udah suka banget baca, dan mulai coba iseng-iseng nulis cerpen itu sebenernya dari SMP, tapi cuma buat penghias diary aja, ahaha. Nah, pas kuliah aku ngambil kelas yang namanya “Penulisan Populer”, yang ngajar sastrawan gaek gitu namanya (alm.) Ismail Marahimin. Dari kelas dia itulah aku jadi sadar kalau ternyata aku emang suka banget nulis, dan yakin apapun profesiku nanti pasti berhubungan sama tulisan.

Biasanya mood yang paling enak buat kamu nulis tuh pas gimana sih? Ada tempat favorit yang nyaman buat nulis?

Aku orang yang mood-nya dipengaruhi sama cuaca, dan cahaya matahari, hehehe. Dan biasanya mood terbaikku buat menulis itu either lagi gerimis, atau, saat senjakala. Ada sesuatu tentang langit yang berwarna lembayung yang bikin daya kreativitasku jadi lebih lancar, ahahaha.

Tempat menulis favoritku itu…..Starbucks Perpustakaan UI Depok. Pertama aku suka kopi, terus aku selalu yakin kalau aku tuh lebih kreatif kalau deket air, perpustakaan itu kan di depan danau, dan view danau yang tenang tapi bagus itu lumayan bikin aku jadi lancar menulis.

Kalau dikasi kesempatan buat peranin salah satu tokoh di Camar Biru nih (boleh cowok juga, hehe^^), dan sedikit mengubah jalan cerita, kamu mau jadi siapa dan ngapain? Misalnya, kamu pengin jadi bapaknya Nina dan bisa lebih melindungi Nina pas dimarah-marahin sama ibunya.

Aku mau jadi Danish (sahabatnya Nina) ! Gak mau banget deh jadi Nina, hidupnya susah! Ahahaha. Danish itu keren kan, sukses, cakep, disayang orangtua, terus bisa gonta-ganti cowok sesuka hati, seru kan! Hehehehe.

Terima kasih Nilam… ^.^ Nah,, sekarang silakan sampaikan apa pun untuk teman-teman yang mampir di blog resensiku ini. Boleh promosi, salam-salam,pesan, atau apa aja…😀

Hihihi, promosi aja kali ya… Jadi, jadi, buat kalian yang suka cerita yang manis tapi masih pengin cerita yang agak menapak ke bumi, mungkin Camar Biru bakalan cocok buat kalian. Apalagi kalau ada yang diem-diem naksir sahabat sendiri, monggo banget lho, Camar Biru-nya dibaca. Kali aja dapet referensi, ahahahak.

Kalau mau baca tulisan-tulisan iseng aku yang lain, bisa ditengok di blog http://lakeviewcreativity.blogspot.com. Di situ ada beberapa cerpen-cerpenku. Bisa dibaca, bisa dikomen, bahkan bisa dikritik dan dibantai, ahahahah. Enjoy! Thanks banget ya Diniiii…..

Penulis yang satu ini memang ramah abiss… dan waktu acara berlangsung, dia juga enggak ragu-ragu ngajak kami ngobrol untuk mencairkan suasana. Maklum, terkadang kami masih kikuk untuk bisa ngobrol langsung dengan penulis yang novelnya kami sukai ini… Oh ya, bocorannyaa.. Nilam sekarang lagi nulis novel baru yang masih berkaitan dengan Camar Biru… yaitu cerita dari sisi Sinar. Yang udah baca Camar Biru, pasti tahu siapa itu Sinar. Yang belum, buruan gih, baca! Dan silakan mention Nilam untuk kenal dia lebih dekat di akun twitter: @justutterly

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s