After D-100 by Park Mi Youn

After D100

Judul Buku: After D-100

Penulis: Park Mi Youn

Penerbit: Haru

Genre: Novel Korea terjemahan, Dewasa, Pernikahan

Terbit: Juni 2013

Tebal: 382 Halaman

Harga: Rp 63.000

Dia tidak mencintaiku. Setelah 2 tahun menikah, aku baru menyadari bahwa suamiku yang selama ini kubangga-banggakan ternyata tidak memiliki perasaan cinta terhadap diriku. Jadi dia menikahiku karena alasan ‘itu’? Dan dia juga menyimpan rahasia yang membuat aku selama ini merasa dibodohi?? Astaga … Aku, Kang Gyung Hee, tidak akan mau selamanya seperti ini. Tunggu saja Lee Jung Chul, 100 hari lagi kamu akan merasakan bagaimana rasanya dicampakkan oleh orang yang selama ini selalu mengharap cintamu!

Jika boleh mengibaratkan, mungkin seperti itulah perasaan yang sedang diungkapkan oleh Kang Gyung Hee. Paragraf pembuka tersebut bukan saya cuplik dari novel After D-100, melainkan saya tulis sendiri berdasarkan cerita yang telah saya baca tersebut. Mengetahui bahwa pasangan hidup yang telah tinggal bersama selama 2 tahun, ternyata menyimpan rahasia besar yang ditutup rapat dalam sebuah ruangan yang tidak pernah diizinkan untuk dimasuki, tentu bukanlah hal kecil bagi seorang wanita. Belum lagi, ketika di belakang dirinya, suaminya itu mengatakan kalau selama ini dia tidak pernah sungguh-sungguh mencintainya. Saya bisa membayangkan perasaan Kang Gyung Hee. Patah hati tentunya. Dan saya senang, ketika dengan patah hatinya itu Kang Gyung Hee tidak lantas menjadi rapuh, melainkan menjelma menjadi sosok wanita kuat yang mulai menunjukkan ketegasannya. Perubahan sifatnya serta merta membuat Lee Jung Chul terbelalak dan tidak lagi memandangnya sebelah mata. Tidak lagi memperlakukan wanita itu sekadar sebagai seorang istri yang bertugas melayani suami.

After D-100 ditulis oleh Park Mi Youn, seorang novelis Korea, menceritakan tentang kehidupan rumah tangga pasangan Korea yang diliputi rahasia-rahasia dari kehidupan masa lalu. Novel ini juga mengangkat isu penting dalam kehidupan pasangan suami-istri, yaitu ketidakhadiran buah hati di antara mereka. Tapi sebelum lanjut memberikan kesan tentang novel ini, saya akan memberi peringatan kalau genre novel ini adalah dewasa, seperti yang saya tulis dalam keterangan novel di atas. Maksud saya, benar-benar untuk dewasa, karena terselip beberapa adegan – maaf- ranjang di dalamnya. Yang sebenarnya adegan tersebut wajar saja sih, kan dilakukan oleh sepasang suami-istri. Saya juga cukup salut dengan usaha dari tim penerjemah dan editor yang berusaha memperhalus detail adegan-adegan sex tersebut.

Untuk konflik dan alur cerita sendiri, saya sangat menikmatinya hingga larut dalam jalan cerita. Di sini Kang Gyung Hee berperan sungguh kuat dengan karakternya. Pembaca pasti akan dengan mudah berada di pihaknya dalam masalah ini, dan dengan mudah pula menyalahkan sang suami, Lee Jung Chul yang terkesan tega pada istrinya sendiri. Tapi, nanti ketika kamu terus terbawa oleh konflik yang digulirkan, kamu akan menemui kejutan-kejutan yang ‘menyenangkan’ bagi naluri membacamu. Bagi saya, setiap masalah yang dihadirkan di setiap bab memberi kepuasan bagi saya sebagai pembaca yang tidak mau dibuat bosan oleh sebuah novel.

Selain Kang Gyung Hee dan Lee Jung Chul, tokoh-tokoh lain di novel ini juga membuat ceritanya semakin ramai. Dalam kehidupan rumah tangga, tak lengkap rasanya jika tak ada pihak ketiga. Maka dihadirkanlah Mina, wanita dari masa lalu Lee Jung Chul untuk semakin mengguncang perasaan Kang Gyung Hee. Juga In Sik, pria tampan yang tampaknya tertarik pada Kang Gyung Hee. Akan semakin menarik menyimak kisah bagaimana seorang wanita yang merasa cintanya tak terbalas pada suaminya, berusaha berdiri sendiri tanpa kehadiran pendamping hidupnya itu lagi. Pada akhirnya pertanyaan ini akan dihadirkan pada diri kita sendiri: apakah kita sungguh-sungguh dapat hidup bersama orang yang tidak mencintai dan tidak membutuhkan kita? Maka Park Mi Youn pun menuliskan nasihat seperti ini di dalam salah satu adegan novel: “Sebaiknya  kau  nanti  menikah  dengan  lelaki  yang  tidak  bisa hidup dan  tidak  bisa  bernapas  tanpamu.”🙂

51 thoughts on “After D-100 by Park Mi Youn

  1. heuu… taon ini udah 19, kurang 1 taon lagi udah 20😄
    tp mau tetep komen deh :p

    resensinya kurang greget~ maksudnya kalo diceritain secuplik juga habis Gyunghee berubah apa ada perubahan di rumah tangganya mungkin bisa lebih menarik orang lg buat bacanya :3
    tapi yah aku udah tertarik bacanya dari pas nemu di gramedia sih mwahahaha

    kriteria suami ideal? heuu… pacar aja blm punya /plak
    yg jelas pngennya yg bisa mendukung hobiku Korea2an tnpa banyak protes deh hahaha!!

    Chelle @mmiauw

  2. Sebenernya saya sudah sering baca FF dengan cerita seperti ini~
    tapi memang kisah selanjutnya berbeda dengan ff yang pernah saya baca. But, couse i like reading story so I think this story is good to reading😀

  3. Wah sebagian besar dari cerita itu sama dengan dorama-dorama Korea kebanyakan yg saya nonton, setidaknya rata-rata begitu deh. Review Kak Dinoy yg menuliskan garis besarnya saja, bikin saya menebak-nebak apa yg terjadi, rahasia apa yg disembunyikan suami, dan bagaimana akhir ceritanya.

    Yup, saya mau banget baca novel ini sebab saya belum pernah membaca novel bergenre Korea asli (maksudnya ditulis langsung oleh penulis orang Korea). Ingin tahu sensasi ceritanya, apakah sama seru dengan nonton doramanya.

    Kriteria suami ideal saya, hm iya yang bisa kompromi dengan hobi traveling saya dan menerima saya apa adanya, serta yang bisa membuat saya mencintai dia apa adanya juga.

    Restu @Sakura_Rei (semoga Kak Dinoy masih ingat umurku😉 hehe )

  4. haaii.. haaiii..
    aku pernah lihat beberapa kali buku ini, di gramedia, melihat itu berarti, dipegang, diterawang, ditimbang untuk dibawa pulang, hihihihi.. tapi entah kenapa, ga jadi terus beli nya, tentu dengan beberapa pertimbangan.

    pengen baca novel ini,karena covernya tuh unik, eye catching bgt, dan nampak seperti Korea2 gitu, trus juga aku belum pernah baca novel bernuansa Korea, yang pengarangnya orang Korea asli. Sejauh ini, cuman nikmatin drama serialnya aja, hihihi. Setelah baca resensinya, waah semakin penasaran, sambil komatkamit amit-amit menikah dengan orang yang ternyata ga cinta sama saya(tok..tok..tok).. Pengen tahu endingnya kayak apa, konflik2 kehidupan keluarganya seperti apa. Sepertinya akan cukup banyak air mata yaah, hikss aku sukaa proses menikmati novel dengan selipan airmata di beberapa bagiannya, tentu dengna pemaparan yang asik dan mengalir enak, jadi makin penasaran untuk baca terus (as u review)

    heeem… utk pertanyaan berikutnya : kriteria suami idaman saya (for info, saya juga udah menikah lohh), ga usah muluk-muluk, yang penting dia takut Tuhan dan sayang sama saya dan juga keluarga. Dengan begitu, mudah2an perjalanan kehidupan keluarga berjalan harmonis selamanya. Amin.

    semoga saya bisa dapet buku ini cuma-cumaa.. *yeaaayyyy

    xoxo,
    Els @ShiningEl

  5. 1. Cerita yang diSuguhkan memang lumayan pasaran apalagi dengan kehadiran Mina sebagai orang ketiga, tapi pas ketika aku baca tokoh Keempat ‘In Sik’ tertarik pada Gyun Hee sepertinya pas Konflik disini cerita yg akan ramai, sehingga mengundang aku untuk ingin membaca cerita ini~😀

    2. Setiap wanita pasti menginginkan Seorang Suami yang Seagama, Sudah Mapan & Saling Memahami (kalau bisa punya kesamaan kegemaran)

    3. @Silvi4rini_

  6. Hallo, kak DIni. Aku datang lagi buat ikutan kuis.hhe. *siapa tau kali ini menang* ^^v

    Sebenernya, baru aja kemarin aku ke toko buku *niatnya nyari novel yang explicit love story itu, tpi msih blm ada*, dan liat tumpukan novel ini. Iseng, aku baca sinopsis di bagian belakangnya. Pikiranku sih, kayanya si cewenya itu mau bles dendam sama cowo yg udh bkin dia merasa dicampakkan. Kan ada tulisan klo g salah “Setelah hari itu, aku tidak mencintainya.” , sementara si cowonya bilang “Setelah hari itu aku mencintainya.”

    Nah, setelah baca resensinya kak Dini, kayanya asik gitu yaa menyaksikan cerita di mana seorang cewe melakukan aksi pembalasan sama cowo yang selama ini ternyata ga pernah mencintainya. Juga perjuangan Gyung Hee untuk bangkit dari keterpurukan hidupnya karena suami yang sebenernya ga pernah benar2 mencintainya. Dan yang paling penting itu, pengen tahu seberapa hancurnya Jung Chul nanti setelah menyadari kalo dia itu mencintau Gyung Hee, tapi Gyung Hee mungkin memutuskan buat meninggalkan dia. *yes!!!*
    Karena umurku juga udah 20 something, jadi memang lebih tertarik sama cerita soal marriage life, dibanding yang pacar2an anak sekolah gitu.hhe. Juga, kayanya bisa jadi sejenis seminar *?* gitu ya Kak, soal menghadapi kehidupan pernikahan. Ya, itung2 belajar dulu sebelum nanti nikah.hhe.

    Kriteria calon suami aku sih, terlepas dari kriteria fisik, tentunya pengen suami yang mencintai dan mengerti aku luar dalam. Menerima bukan cuma sifat baik kita, tapi juga sifat burukku. Bisa menjadi pemimpin dalam keluarga dan selalu jadi pegangan saat aku ngerasa mau jatuh. Dan seperti yang ditulis Park Mi Young, yaitu laki2 “yang tidak bisa hidup dan tidak bisa bernapas tanpamu.” *hayee*

    Sekian ^^

    Nesya Juliana – @J_thelady

  7. Seperti halnya novel yang bertemakan kisah romantika Keluarga yang rumit.Di dalam Resensinya ini lebih menguntungkan pihak penulis novel Korea sendiri yah.. dengan berbagai macam kebaikan-kebaikannya. sedangkan novel yang bergenre sama di indonesia lebih luas low pembahasannya dan g monoton tentang Hubungan suami-istri saja.

    Tapi Sovar Resensinya menarik buat aku baca novelnya nich dan bisa membandingkan kuwalitas penulis-penulis indonsia dan penulis luar.
    dan pastinya patut menjadi reverensi saya yang akan Menikah tahun ini (Amin).

    kriteria suami aku itu , yang pasti seiman itu yang terpenting dan bukan Duda hahah😛.
    Nich buku akan aku persembahkan buat calon suamiku, agar bisa menghargai istrinya nanti dalam bergagai hal.

    Nur Laily @lail_el

  8. isha salah satu pecinta drama korea. barusan aja baru nyelesain nonton drama korea 20 episode ;p tapi kalo boleh jujur, isha belum pernah baca nove korea, dan ini menjadi salah satu ‘penasaran’ yang cukup menghantui. apalagi dai konflik yang terjadi. apakah kang gyung hee dapat membuat suaminya jatuh cinta, atau malah sebaliknya?
    suami ideal, yang pasti saling mencintai. tidak merokok dan punya arah tujuan yang sama🙂
    @ishavanisa

  9. Hi Dini..

    Setelah membaca resensi After D-100 milik mu yang terbayang adalah apakah benar pernikahan di kehidupan nyata akan seperti yang tergambarkan oleh si penulis. *kyaaa* >.< Very interesting terus bikin penasaran ingin punya. Akhhh.. Jadi ingin sekali baca novel ini.

    4 Bulan terakhir ini saya sendiri senang membaca novel yang berasal dari Korea Selatan. Penggambaran ceritanya menyenangkan bisa membawa pembaca merasakan semua emosi. Kadang saya bisa tertawa atau bahkan tersenyum sendiri dan juga menangis karena ada bagian cerita yang mirip sekali dengan kehidupan yang saya alami. Hihihi..

    Suami impian itu dia sayang keluarga, humoris, bisa menjadi pemimpin keluarga, dan selalu bisa membawa kebahagian dalam kehidupan berumah tangga nantinya.

    Rista Afriyanti @RistAfriyanti12

  10. Hay kak!! Aku ikutan lgi yaaa GA nya🙂

    Menurut aku resensi itu penting apalagi untuk novel. Selain untuk menilai dari segi isi novelnya, kita juga bisa tau cuplikan yang ada di novel. Dan resensi kaka yang ini, bisa jadi bentuk info juga. Soalnya, kaka ngejelasin bayangan adegan dewasa di novel ini meski nggak detail. *nggak mungkin kan di ceritain yang detail..hehe* jadi calon readers hendaknya menimbang-nimbang dulu kalo mau baca..hehe
    Maaf kak, kenapa cuplikan novelnya hanya satu paragraf?
    menurut aku diselingi lagi aja cuplikannya, minimal satu kalimat. Biar bikin calon radersnya tambah penasaran.. hehe
    tapi aku suka cara kaka mengeluarkan pendapat kaka mengenai novel tersebut. Penyampainnya singkat, padat, dan jelas. Memang menulis resensi nggak perlu terlalu panjang. Menulis resensi itu nggak dinilai dari panjang atau pendeknya, yang penting cara kita untuk menuturkan kata-katanya, dan juga bagaimana kita menyampaikan penilaian kita terhadap suatu novel.
    Dan dari penjabaran kaka di atas. Aku penasaran dengan konflik2nya. Konflik dalam sebuah rumah tangga. Kalo dengan kata rumah tangga agak rumit gitu ya. Konflik pacaran ama orang yang udh berumah tangga kan beda.. hehe😀
    Nah, aku pengen banget novel ini, terutama karena ini novel berlatar Korea. *lagi-lagi Korea* iyadong, karena saya pecinta Korea😀
    dan lebih fantastik lagi ini ditulis sama novelis dari Korea. Ya ampun aku belom pernah punya novel terjemahan. Waktu itu pernah ikutan kuis novel ini, tapi kalah😦 mungkin belum beruntung.

    *kriterian calon suami menurutku, aku tuh pengen punya calon suami yang wajahnya asia-asia gitu deh, kaya cowok2 Korea. Terlebih karena saya keturunan Cina, jadi pengen cari suami yang kurang lebih wajahnya kaya gitu. Tapi yang terpenting, aku pengen punya suami yang setia bukan setiap tikungan ada loh..hehe tapi ini memang bener SETIA, terus yang perhatian, bisa imbangin sikap saya yg kadang tempramental, dan tak lupa aku paling benci sama perokok, Kalo masalah ganteng itu masalah belakangan deh.

    From: Nurdiani Soffa >> @SoffaKim9

    • Soffa: makasih masukannya, ya.. jawabannya sama dg jawabanku ke Chelle.. aku kalo ngeresensi tuh suka se-moodnya sih, haha. Tapi akan jadi masukan untuk lain kali lebih memasukkan lagi unsur2 yang memancing minat baca. ^^

  11. Pengen novel yg terjemahan korea , karna aku kan penggila korea. dari dulu ikut novel kyk terjemahan tapi kalah terus. Terus, aku pengen baca yg konflik dewasa . aku kasih saran mbak , gimana kalau diberi cuplikan ?? biar seru gitu

    kriteria : kalau bs sih suka korea juga , tapi kalau gak suka ya gpp asal dukung hobbyku .. Gak marahan & ngrokok !! Yg pasti setia , dan cina. soalnya mukaku sih cina

    Lita @Litaa_FAN

  12. Ikuuutan kuis ya mbaaak! Salam kenal!
    Kok kayak drama korea Full House ya? Menikah tanpa cinta, ada pihak ketiga.Meski lama-lama cinta juga sih.

    Hmm komen buat resensinya, gambar kurang gede tuh mbak. He he
    Terus quote-quote kayaknya kurang. Soalnya aku biasanya tertarik baca novel dari cuplikan quote yang so sweet. Baru tahu kalau ini novel dewasa. Soalnya gambar dan judul nggak menyiratkan kalau itu novel dewasa.

    Kriteria suami ideal ituuu yang takut istri. Eiiits tapi maksudnya takut istri nggak makan, takut istri nggak bahagia, takut istri nggak bisa tidur karena mikirin utang.

    Intinya dia bisa membahagiakan istri lahir dan batin deh. Nggak akan menyakiti hati dengan selingkuh atau menyakiti secara fisik. Say no to KDRT. Suami yang bisa membina rumah tangga sehingga aman, damai, sentosa, sejahtera.
    *halah

    @ayuniadesty

  13. Hello Kak Dini, wah udah lama ga kunjung ke blog ini.. hehe
    Okelah, novel After D-100…
    Resensi Kak Dini itu selalu bikin penasaran ya, apalagi sama buku yang ini *kedipkedip*. Jadi alasan aku pengen punya buku ini itu karna mungkin bisa jadi pelajaranku tentang arti kasih sayang sebenarnya. Aku penasaran banget, katanya buku ini juga lucu dengan tingkah-tingkah si Kang Gyung Hee yg berusaha menarik perhatian suaminya. Ditambah konflik yg bikin aku semakin gigit jari karna hadirnya Mina & satu lagi yg bikin aku geregetan, In Sik, apalagi pas liat kata “tampan” yang menggambarkan si In Sik itu. Penasaran banget deh sama buku ini, apalagi ditambah Lee Jung Chul akhirnya sadar kalau dia cinta sama Kang Gyung Hee ^^ waah geregetan banget deh pengen tau perasaan mereka yang sebenarnya!
    Hm.. kriteria pasangan ideal ya? walau menurutku masih jauh dari kata “akan menikah”, tapi tentu aku punya kriteria pasangan untukku yang ideal. Yang penting pasangan itu saling melengkapi alih-alih saling pengertian, karna tiap manusia itu nggak ada yang sempurna. Jangan “mencari” pasangan karna itu yang akan membuatmu sengsara, tapi “dapatkanlah” pasangan yang tepat, yang harus berkorban untuk mendapatkannya, karna cinta butuh pengorbanan, yang dapat membahagiakan pasangannya & juga seperti kata Park Mi Youn di atas juga, “Sebaiknya kau nanti menikah dengan lelaki yang tidak bisa hidup & tidak bisa bernapas tanpamu.” Pokoknya seseorang yang nggak cuma mencintai bagian kebaikanku, tapi juga menerima keburukanku & bisa menjadi contoh untuk keluarga kami nanti🙂

    Dewi253294 @dewi_waruwu

  14. Halo, makasih ya untuk kesempatan giveawaynya. Udah lama pingin cobain baca sesuatu tentang domestic drama, dan yang ini menarik banget. Kebetulan saya juga lumayan demen Korean😀

    Komen untuk resensinya adalah, saya suka paragraf pertama yang dibuat oleh Kak Dini. Bukannya nulis plek sinopsisnya di sana. Soalnya dengan merangkum semuanya dengan kata-kata sendiri begitu bikin jadi lebih gampang dicerna, sebenernya ini buku tentang apa. Kenapa saya pingin baca buku ini? Karena saya lumayan tertarik dengan tokoh utama ceweknya yang bukannya menya menye nangis bombay waktu tahu suaminya nggak cinta dia, tapi dia strong dan malah mau membalas suaminya itu😀 Kalau ada tokoh semacam itu, ceritanya biasanya menarik.

    Kriteria suami idaman? Yang setia dan bisa pegang komitmen. Yang bisa buat saya ketawa, tapi bisa juga diajak untuk berbincang serius. Yang bisa diajak seru-seruan bareng, tapi juga tahu saatnya kapan harus mendengarkan dalam diam…. Kalau boleh lebih spesifik, saya juga pingin yang suka baca ^^

    Nama: Fenny Wong
    twitter saya di @fennywong

  15. Ikutan juga yah🙂
    1. Kasi komen tentang resensiku >>> culikan novelnya kurang banyak say, hehehe..cuman 1 paragraf (maruk yah :D)
    kasi alasan kenapa kamu ingin baca novel ini >>> penikmat segala macam genre novel dan setelah baca review-nya pengen baca novelnya deh🙂
    2. Apa sih kriteria calon suami/istri ideal menurut kamu? >>> seagama, bisa menjadi imam yang baik dan bisa menerima aku apa adanya.. (Alhamdulillah uda nemu, yeay ^_^)
    3. Nama >>> ailina
    Twitter >>> ailina85
    4. Share link resensi novel After D-100 ku ini untuk kasi tau kamu udah ikutan kuis ini, dan kasi hestek #GAD100 lalu cc akunku >>> done🙂

  16. salam kenal mba dinoy,saya lisa,ingin sedikit memberi pendapat soal resensinya🙂
    Sebenarnya resensinya sudah cukup bagus,dan menunjukkan konflik yang ada di dalamnya,,namun agak kurang greget dan bkin penasaran hingga pembaca (aq sendiri) saat pertama membaca resensi merasa kalau ceritanya agak biasa dan mudah ditebak akhirnya.
    Tapi aq salut untuk penekanan kalau novel ini adalah untuk dewasa,karna kadang saat membuat resensi yang walaupun membuat pembaca tertarik tapi lupa untuk menekankan kalau novel tsb bergenre dewasa:)
    Btw,senang berkenalan dengan mba dinoy,sukses slalu,maaf kalau ada kata2 saya yg kurang berkenan🙂
    Emm,,untuk suami ideal..seseorang yang bisa membuat saya jatuh cinta dan saat disampingnya,saya menjadi yakin untuk hidup bersamanya dunia maupun akhirat.dan tentunya diridhoi Allah swt dan kedua orang tua🙂

  17. Halo aku mau coba ikutan kuis ini..

    Dari apa yang ditulis dalam resensi Dini di atas sebenernya inti cerita dalam novel ini udah sering ditemukan di beberapa fiski lainnya, cerita tentang satu pasangan yang ternyata salah satunya bertepuk sebelah tangan, selanjutnya muncul pihak ketiga dari masing pasangan yang memperkuat konflik. Agak ngingetin sama drama sassy girl Chunhyang sih yang gak jauh beda kayak ini. Dan entah kenapa yang bikin penasaran sama novel ini itu dari Judulnya yang menjadi daya tarik. Pertama denger judul novel pasti reader berpikir apa sih arti dari After D-100, ada apa sih cerita di dalamnya, tentang genre apa dsb.Nah dari resensi ini udah cukup jelas alur yang dibawakan dalam novel After D-100, bagaimana penjabaran inti cerita dan karakter tokohnya. Cuman menurut aku kenapa gak dibikin lebih penasaran dengan cara pengungkapan dari sisi judul yang benar2 bikin tertarik dengan pengulasan penuh? pasti lebih greget lagi deh kalo kamu nuangin beberapa kutipan lagi yang menginti pada judul. Misal ada dialog yang dalamnya nyebutin 100hari atau sebagainya. Selebihnya sih resensinya uda bagus🙂

    Kriteria suami menurut aku yang penting itu Pria yang punya tanggung jawab dan kuat imannya. Karena kalo dia udah tanggung jawab, dia pasti tahu benar apa arti penting dari keluarga, dan dia pasti selalu berpikir apa yang seharusnya dia lakukan.

    – Thya @lideronyu

  18. Hallo kak Dini, salam kenal yaaa:)

    setelah aku baca resensi novelnya aku pikir paragraf pertama itu cuplikan dari novelnya, ternyata bukan. Pemilihan katanya bagus dan mudah dimengerti banget. lanjut paragraf selanjutnya, memang si ceritanya uda banyak dibuat ff dan drama korea juga. Tapi penggambaran ceritanya bikin penasaran bgt, apa yg tersimpan dibalik ruangan yg tidak boleh dimasuki itu, terus alasan apa yg membuat Lee Jung Chul menikahi Kang Gyung Hee, dan kalo memang gk cinta, kenapa mereka bisa bertahan sampe 2 tahun, menurutku sih gak spenuhnya Lee Jung Chul yg salah, pasti ada sebab yg kuat mendasari semuanya. Dan sebab itu yg bkin aku berimaginasi sendiri dan kepo bgt gmna endingnya.

    aku harus dapet novel ini, karena aku blm pernah baca tentunya, dan ceritanya juga menarik serta konflik yg tersuguh juga pasti gak sembarang konflik, dari resensinya aja udah bkin aku suka bgt dan pngen baca sampe akhir, jadi aku mesti kudu dapet novelnya. Pasti novelnya gk akan aku simpen sebelum aku selesai baca. Aku juga pngen tahu gmna orang Korea menuangkan pikirannya lewat tulisan.

    Kriteria suami idamanku lumayan banyak nih, hehe.. yg pasti orangnya mesti cinta ya sama aku, itu point terpenting, kedua dia harus bertanggung jawab, kalo punya sifat itu pasti dia pekerja keras dan mau menghidupi keluarga dan gk akan macem2, dia mapan dan menghargai perempuan, karena aku muslim jadi aku mau suami aku itu bisa menjadi imam yg baik dan mampu membimbing keluarga dijalan Allah. Kalo fisikli sih ak mau cowok menarik, bersih, gak bau, ganteng, tinggi, wangi, dan punya alis tebal.

    Akiko Lahitani @akikosiwon407

  19. بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
    Mencoba peruntungan,walaupun sepertinya tipis,tapi usaha dulu lbih baikkan daripada cuma baca doang,salam kenal •*˚*•(*) γα (*)•*˚*• Mbak..
    Kenapa saya ingin sekali baca novel ini
    1.Karena saya hobi menbaca baik novel maupun yang lainya,walaupun setahun belakangn jarang baca..
    2.Karena saya juga pecinta korea pastinya penasaran sama novel karya asli korsel,malahan baru tahu kemaren2 ternyata ª∂a̲̅  terjemahan indonya#kudett •*˚*•(*) γα (*)•*˚*• #
    3.Resensinya mbak dina bikin lengkap penasaran saya karna sikap sang istri yang tidak rapuh dan malah jadi kuat,penasaran dia berubah jadi seperti apa,penasaran bagaimana suaminya menghadapinya..aduhhh banyak deh penasaranya..

    Kriteria calon suami idaman,yang pasti seagama,bertanggung jawab,bisa di ajak bertukar pikiran,seperti park mi youn lelaki yang tak bisa hidup dan bernafas tanpamu..
    Karna berhubungan tapi tidak dibutuhkan sangat sakit rasanya..#kyaaa curcol dikit mbak hehehe#

  20. Waduh mbak lupa terakhirnya jgn didiskualifikasi •*˚*•(*) γα (*)•*˚*• Mbak#mukamelas#please
    Endah@ristiani_ani

  21. halo salam kenal mba,,,hehe
    pertama soal resensinya, sebenernya agak kurang sih kalo menurut aku, jadi resensinya ini kurang ngajak kita buat baca novel ini dan buat penasaran endingnya kaya gimana😀, tapi over all sih resensinya sudah bisa membayangkan lah ya ada adegan2 apa aja di dalemnya, karena udah ngasih warning juga sebelumnya novel genre dewasa😀
    aku pengen banget baca novel ini karena aku suka banget baca novel2 terjemahan korea, baca novel2 mereka sama kaya kita sedang nonton dramanya dan selalu terbawa suasana ceritanya.
    mmpphh,,,untuk kriteria suami yang pertama pasti menerima aku apa adanya karena aku tidak sempuna maka pasti dia adalah orang yg dikirim Tuhan untuk memenuhi sebagiannya hehe😀, tanggung jawab dengan keluarga, dan jujur itu yg paling penting sih.

    -mutiara @mutiarashinichi

  22. Hai Dinoy, ikutan yah ^0^ –> Thanks untuk giveawaynya
    1a Pendapatku soal resensi mu : Kekuatannya ada pada paragraf 1, hanya 4 baris yg terdiri dari 6 kalimat namun sudah menggambarkan kurang lebih konflik utama novel ini tanpa membeberkan ceritanya. Kalau aku sendiri emang tipe yang ngga mau sinopsis yang terlalu banyak atau terperinci, takut akan mengurangi kenikmatan dan kejutan saat membaca, Cuma kalau untuk Korea, kadang aku kesulitan sama pelafalan nama-namanya, apakah si A ini yang cewe atau yang cowo, kadang pas baca paragraf berikutnya suka lupa😛 mungkin kalau aku yg tulis ripiunya untuk karaker cewe dan cowo akan kukasih warna font yang berbeda (tapi ini sih kayanya emang cuma aku doank deh)

    1b. Mau baca karena, yah aku jarang baca novel dewasa, apalagi yang Korea, sama sekali belum, jadi alasannya sederhana yaitu curious alias kepo alias penasaran. Walau dari segi tokoh di mana 2 cewe dan 2 cowo (1 pasang pemeran utama dan 1 pasang lagi sebagai penambah bumbu konflik) adalah standar drama Korea banget, mulai dari Endless Love, Winter Sonata, Full House, Princess Hours sampai Shinning Inheritence. Selain itu curious sama ceritanya, aku juga curious apakah novel Korea juga bisa menguras emosi seperti dramanya😛

    2, Suami ideal : Pasangan yg aku cari adalah pasangan yang mempunyai hal-hal yang tidak ada pada diri aku. Seperti Yin dan Yang yang saling melengkapi. Misal aku ini kadang suka emosian dan panik tapi dia tetap bisa sabar dan menenangkan. Misal aku lagi ingin mengontrol, dia bisa mengerti untuk mengalah dan saat aku lagi plin plan, dia bisa tegas. Tambahan teknis ga penting: pengen yg bisa main musik dan masak😀

    (moga-moga semua jawabanku ngga kepanjangan)

    Lina Riyanty @arynity

  23. aku suka resensinya, ngasi point of view dari pembaca bukannya cenderung ngespoiler cerita. soalnya aku paling gak suka klo udah tau alurnya, jadi waktu baca sensasinya berbeda🙂 keep it up!

    Alasan pengen baca? karena aku suka membaca (^_-)-☆ Semua genre aku suka. Nah biasanya cuma nonton drama atau film Korea dan udah jadi rahasia umum dramanya mereka suka lebay (red: bikin cewe-cewe pada ngiri ama kisah diDrama karena pengen punya kisah yang sama), belum pernah baca novel karya orang korea, jadi pengen tahu apa tipikal jalan ceritanya sama seperti drama atau gak.. tapi dari resensi diatas sepertinya bakalan mirip (bikin tambah penasaran :p )

    kriteria calon suami ideal bukan seseorang yang sempurna dan mampu melakukan berbagai hal yang aku inginkan, cukup sesorang yang mampu menyempurnakan hidupku hahaha.. Yang penting kita sama-sama bisa saling berbagi dan bergandengan tangan sebagai partner sehidup,

    Gema Paulina @gegint

  24. Resensi itu menilai dan membahas sebuah buku, dan aku mendapatkannya disini, tanpa spoiler dan membuat aku makin penasaran dan ingin merasakan sendiri sensasi dari cerita yg disajikan.

    Kriteria calon suami? Hmm.. yg jelas yg mau menerima aku dan Korean stuffs yg menumpuk di rumah dengan senang hati. Wkwkwk..~~

    Agatha Christy E.
    @woonlicious

    • Oh ya lupa alasan! Alasan aku pengen baca buku ini karena plot yg disajikan menarik. Dan saya juga belum pernah membaca fiksi bertema kehidupan pernikahan jadi ini akan jadi pengalaman pertama saya membaca buku genre ini ^^ Maka dari itu saya excited bgt!

  25. 1. Deg..#Jleb..baca pargraf awal dari reviewnya udh bikin mikir.. Aduh jgn sampe hal ini terjadi ketika aku menikah nanti semoga..aamiin😀
    Reviewnya lumayan jadi “spoiler” sih hehehe :p jd penasaran sama isi lengkap dari novelnya :’D.

    2. kriteria calon suami yang ideal menurut aku itu yang pengertian sama pasangannya, bisa sebagai penenang dalam hidup aku, mengayomi, mampu dan mau menasehati istrinya dan tdk merendahkan istrinya😀

  26. 1) reviewnya kena spoiler, tapi entah kenapa tetap aja buat aku penasaran kepengin baca haha xD
    good review😀

    2) kriteria calon suami yang pas aja. pas butuh selalu ada, butuh duit, butuh belanja, butuh segala keperluan rumah tangga deh pokoknya. Terus suamiku juga harus rajin ibadah😀

    @irnari

  27. Hai kak,, aku mau coba ikutan giveawaynya,,
    menurut aku pribadi resensi nya sudah cukup bagus,, hanya kurang mendetail,, ya mungkin itu yang bikin aku penasaran buat baca novelnya,,
    dan setelah baca resensi nya aku baru tahu klo genre nya dewasa,,, karena kalo dilihat sekilas covernya gak menunjukan itu😀
    penasaran apakah isinya akan seperti kebanyakan drama drama korea kebanyakan???

    dan untuk kriteria calon suami ideal aku (kebetulan banget tadi pagi juga kepikiran)… yang aku cari ya Mr. Right not Mr. Perfect. seseorang yang tepat buat aku yang bisa melengkapi kekurangan aku. karena menikah hanya sekali dan pasti pasangan harus saling melengkapi. seiman itu pasti, dan yang penting juga, harus sayang dengan keluarga, baik kluarga aku ataupun kluarganya.

    Erna Puji Astuti (@ernaeqy)

  28. umurku uda hampir 21 berarti boleh ikutan donk ya, kan udah dewasa.. xixixi..😀

    wah, review yang kakak tulis bener-bener bikin aku penasaran. Apalagi ada kutipan “Jadi dia menikahiku karena alasan ‘itu’?”, ‘itu’ yang disebutkan itu apa ya? bikin aku jadi bertanya-tanya sendiri. lalu kenapa si cewek ini baru menyadari bahwa si cowok tidak mencintainya setelah 2 tahun menikah? seharusnya dari 3 bulan hidup bersama pun si cewek sudah bisa melihat gimana sikap cowok itu ke dia. aaaa.. sepertinya novel ini penuh dengan konflik rumah tangga. dan aku setuju banget dengan kalimat terakhir “Sebaiknya kau nanti menikah dengan lelaki yang tidak bisa hidup dan tidak bisa bernapas tanpamu”, dengan begitu lelaki yg kita nikahi itu akan lbh menghargai kita. novel ini bener-bener menginspirasi perempuan agar gak ‘diinjak-injak’ oleh laki-laki ( pasti tau donk ‘diinjak-injak’ yg kumaksud itu seperti apa, bkn diinjak beneran kyk nginjak rumput -.- ).

    kriteria calon suami/istri ideal menurutku sih gak muluk-muluk tapi aku juga gak munafik. yang pertama suamiku harus sayang sama aku dan keluargaku. yang kedua suamiku gak boleh pelit, gak boleh pemarah, dan harus bisa mengerti aku ( karena kadang sifatku bener-bener menyebalkan :p ). yang ketiga, kalau bisa suamiku ganteng n kaya kayak Gu Jun Pyo – BBF ( hahahaha ).

    Novi Eldanita – @NoviEldanita

  29. 1. Sebelumnya waktu baca resensi ini, aku kira yang paragraf pembuka itu merupakan bagian sinopsis dari novelnya lho..ternyata kalimat dari mbak sendiri. Dari konflik yang diceritakan di paragraf pembuka itu bagus soalnya, bisa ngebuat pembaca tertarik untuk membaca novel D-100 ini😀. Secara keseluruhan aku suka dengan resensi singkat dari mbak Dini, karena tanpa harus spoiler ngasih endingnya gimana, jadi membuat yang membaca penasaran dengan endingnya (yah walaupun mungkin udah bisa ketebak endingnya gimana :p hehe)

    Aku ingin baca novel ini, karena pada dasarnya selalu suka dengan novel tentang pernikahan, karena mungkin nanti perjuangan yang dilakukan Gyung Hee terhadap kehidupan rumah tangganya bisa buat pembelajaran saat udah berkeluarga mwehehe. Setelah tahu konflik yang dialami Kang Gyung Hee dari resensi ini saya jadi sedih, perasaan jadi ikut diobok-obok juga padahal cuma baru ngebaca resensi ini😦. Jadi ngebayangin misal itu terjadi sama aku (semoga engga), “gimana kalau nanti calon suami aku (yang entah siapa, *masih single sampai saat ini*) ternyata ngga suka sama aku?”
    2. Hmm..kriteria calon suami sebenernya sih panjaaaaaaang tapi aku jabarkan secara singkat aja ya mbak :p. Yang selalu ditekankan sama orang tua sih pertama cari yang seiman. Jadi kriteria yang pertama itu seiman, lalu dia sayang sama ibu bapaknya, karena menurut teori saya kalau dia sayang sama orang tuanya nanti dia juga sayang sama keluarganya🙂, bertanggung jawab, dan salah satu kriteria yang aku pengen punya suami yang sama-sama punya hobi baca, suka buku kaya aku (//\\).
    3. @_tantintun
    4. https://twitter.com/_tantintun/status/358104669769306112
    *ngemil melati, moga menang*😀

  30. – Mmm…sebenernya sih tiap kali mau hunting buku pasti nyari-nyari review-nya dulu buat mutusin buku apa aja yang bakal aku beli. Dan sejauh ini, tempat aku nyari review buku selain goodread yaah blog mas ijul fiksimetropop dan blognya kak dinoy. Tapi sayang, kak dinoy kalau bikin resensi kayaknya tergantung mood, ada yang bikin greget pengen langsung tancap gas ke toko buku tapi ada juga yang bikin ragu dan mikir “kayaknya buku ini nggak terlalu bagus deh’ #Plak. Haha maaf ^^.
    Tapi beruntunglah baca resensi After D-100 dari Kak Dinoy kali ini bikin penasaran dan bikin pengen cepet baca bukunya apalagi kalimat terakhirnya tuh jleb banget “Sebaiknya kau nanti menikah dengan lelaki yang tidak bisa hidup dan tidak bisa bernapas tanpamu.”

    – Nah kalau di tanya kriteria suami ideal buat aku sih, kayak aktor Korea Song Jong ki. Ganteng, gentleman, manner sama cewek bagus, perhatian, pintar, dan punya selera humor yang bagus. Sound perfect right? namanya juga kriteria ideal. Toh faktanya, aku berharap bisa menemukan seseorang yang seperti teman, yang bisa bersama dalam waktu yang sangat sangat lama untuk membentuk keluarga kecil yang bahagia.

  31. Hallo ikut giveaway yaa…
    1. Resensinya gak panjang..terimakasih…
    Dan lebih terimakasih lagi dalam resensi yg gak panjang itu mencakup point point yg bikin penasaran, sayangnya di point-point itu sedikit (sedikit aja) kurang detail.
    Paragraf pertama yg ditulis sendiri aku acungi dua jempol. Sukses bikin kening berkerut penasaran. Itu keren!
    Terus resensinya kurang mengulas minus dari novel (atau memang gak ada).
    Sekian.
    2. Kriteria suami ideal: klik di hati dan apa adanya juga bisa menerima apa adanya aja. Yg terpenting seiman dan tanggung jawab.
    @ratipramita

  32. Aku kira tulisan yang di bold yang membuatku tertarik membaca resensinya itu cuplikan penulis di belakang buku novel ternyata eh ternyata..
    Resensinya buat penasaran apalagi di resensi di tulis salah satu isu penting kehidupan rumah tangga ‘ketidakhadiran buah hati di antara mereka’ aku berpikir kemudian menebak wah endingnya anak lagi anak lagi tidak di korea tidak di indonesia tidak di seluruh dunia judul-judulnya anak salah satu faktor keretakan rumah tangga
    Aku penasaran pingin baca after d-100 dari resensinya menurut aku unik biasanya novel/drama korea isinya percintaan tapi ini malah kebalikkannya seorang istri yang ingin balas dendam sama suami sendiri dan akhirnya apa sang istri pindah ke lain hati/ia mengubah pandangan suaminya menjadi mencintainya dan sang istri tetap setia pada suaminya

    Suami idaman aku SIWON penyanyi asal korea namanya orang hidup cuma sekali pasti muluk-muluk apalagi soal pilihan suami idaman yang bakalan menghabiskan waktu bersama senang maupun duka. Tidak perlu yang mengantar jemput istri tiap hari(dia itu suami apa supir) tetapi sayang tidak hanya sama istri tetapi sama keluarga, dan Tuhan. Kalau bisa yang pintar nyanyi biar tiap tidur di nyanyiin nina bobo dan meskipun memang 100% tidak seperti siwon karena setiap orang ada kelebihan dan kekurangan.
    Nama: Laurenzia Iskandar
    Twitter: @lierenzLD

  33. 1) Komen: Resensinya menurutku kurang misterius. Sebab alur ceritanya sudah ketahuan dari sinopsis. Satu hal yg bagus dari reviewmu adalah kamu menuliskan kembali perasaan Gyunghee. Itu, satu poin plus. Sayangnya, membaca sampai akhir, benak aku bilang: “Oh, tipikal cerita K-Drama toh.” Dalam hal ini, aku menyayangkan para penulis Korea yg sering terjebak dalam pola yg sama. Nah, hebatnya kamu adalah, kamu menyisipkan “Saya juga cukup salut dengan usaha dari tim penerjemah dan editor yang berusaha memperhalus detail adegan-adegan sex tersebut.” Kalimat ini bikin aku penasaran dengan hasil translasinya. Hasil terjemahan bisa mengurangi makna sebenarnya dari sebuah buku, atau sebaliknya, bikin lebih bagus (meski yg pertama lebih sering terjadi). Opinimu mengenai detil di luar cerita itu sendiri bikin aku penasaran, kayak apa sih gaya menulis penulis korea dewasa? Sebab jujur aja, novel Korea terjemahan yg pernah aku baca rata-rata satu tipe. Aku sendiri penulis, jadi kurasa buku ini bisa jadi referensi yg bagus untuk membuka wawasan.🙂

    2) Pertanyaan tambahan: Apa sih kriteria calon suami/istri ideal menurut kamu?
    Untuk aku, suami ideal itu sederhana: yg bisa bikin tersenyum. Tersenyum saat sore hari kelelahan pulang dari kerja. Tersenyum meski habis bertengkar hebat. Tersenyum memahami ketidaksempurnaannya dan itu bikin aku merasa bahwa kami saling melengkapi karena aku pun pasti tidak sempurna. Tersenyum karena bangga padanya.🙂

    Namaku Bee, dan akun twitterku: @psstBee
    Disclaimer: oh yeah, dua puluh tahun itu kayak jaman-jaman sebelum masehi buat aku yg sekarang. hihi.😀

  34. saya nitip jawaban sederhana saya ya, Mbak hehe🙂 wish me luck!

    Bagi saya, resensinya cukup menarik. Menarik pembaca jadi ikut penasaran dan pengen beli maksudnya😀 hehe tapi penjabaran keseluruhan konfliknya bagus, Mbak. Kita yang baca reviewnya bisa tahu apa yang jadi permasalahan disini, yang otomatis bikin penasaran gimana nanti ending ceritanya yg berbuntut dengan beli novelnya ^^

    Dan bicara soal novel terjemahan, saya selalu mengincar terjemahan korea. Kenapa? Karena seperti memindahkan dorama di layar kaca menjadi lembaran2 kertas ditangan kita, sensasinya terasa berbeda😀 sedangkan konflik rumah tangga dalam drama korea sudah tidak asing lagi, tapi entah mengapa meskipun tema tak jauh berbeda, tetapi selalu saja ceritanya terasa baru hihi.. Itulah hebatnya writer korea😉 ceritanya bikin nagih!

    Tentang kreteria calon suami idaman, hmmm.. lelaki yang tidak bisa hidup dan tidak bisa bernapas tanpaku, mungkin? Hehe
    saya hanya butuh dia yang bisa mengerti,menerima,mengayomi,menjaga,dan mencintai saya dan keluarga kecil saya kelak ^^ Saya berserah pada apa yang nanti Tuhan berikan, karena saya yakin rencana Tuhan akan jauh lebih baik daripada rencana saya sendiri🙂

    Mega Rachma @cloudixie

  35. Wah kebetulan saya juga pernah ngerensensi novel segenre judulnya After the Wedding. Kurang lebih garis besar ceritanya sama yaitu tentang pernikahan yang ternyata seusai dijalani tidak berjalan sesuai apa yang kita bayangkan sebelumnya. Saya udah bisa nebak gimana cerita After D-100 ini akan menggerakkan pembaca. Resensinya masih kurang di deskripsi tokoh mbak Dini, saya bertanya-tanya seperti apa sifat Kang Gyung Hee. Saya rasa resensi itu ditulis karena dua hal : yang pertama pembaca merasa sangat excited dengan isi cerita dan ia ingin membaginya dengan orang lain, yang kedua adalah memang ditujukan untuk memberikan direction kepada orang yang ingin membaca novel tersebut. Untuk poin pertama terlihat sekali mbak Dini sangat menikmati membaca novel ini, tapi untuk yang kedua belum terakomodasi kalau menurut saya. Kalau dari segi marketing gini, saya akan baca resensi ini tapi tidak akan bertahan lama di page ini dan membuka resensi novel yang sama di tempat lain. Kecuali, saya udah baca novelnya. Saya akan ikut nimbrung disini dan diskusi tentang pendapat saya akan novel tersebut. Untuk resensi sendiri orang biasanya menyertakan sedikit pengantar yang dapat mengetuk pembaca resensi untuk mencari tahu lebih lanjut isi cerita. Dan jika penulis mau memakai sudut pandang orang ketiga, biasanya ia akan menyertakan ratingnya terhadap buku di akhir agar ia tetap bisa memberikan argumen atau penilaian terhadap novel itu sendiri.Sukses ya Mbak Dini ^^ Btw, saya usianya 20 pas kok jadi boleh ikut ini kan? Hahahaha

    Kriteria suami ideal ya? AAAAA EXCITED :”
    Karena saya kebanyakan nonton drama korea saya mau punya suami yang romantis dan gantengnya minimal kayak Kim Hyung Joong wahahahaha. Sosok yang gentle yang akan berdiri di depan saya melindungi saya tapi dia tetep manusia yang punya kelemahan dan saya bisa mencover kelemahan itu. Sosok yang ketika pulang kerja nanti ia akan menunjukkan senyum lelahnya dan menyandarkan bahu dan seluruh keluh kesahnya pada saya. Sosok yang pada intinya akan mengangkat derajat saya sebagai seorang wanita yaitu menjaga dan meyayanginya *ebuset* tapi saya serius nulis ini lho hahaha. Di beberapa situasi sosok itu bisa aegyo/manja tapi ketika sudah keluar dari rumah ia bisa begitu diandalkan dan membanggakan. Kira-kira seperti itu ^^

    Noviati Wani Wibawati
    @noviatiwaniw

  36. heumm… resensi nya cukup menarik kak,cuma mungkin bisa dibuat agak dramatis dikit (entah penuturan,gaya bahasa,atau pemasukan sedikit klimaks yg ada dalam buku itu sehingga orang jadi lebih greget pengen baca hahha meski resensi ini udah bikin aku penasaran sih.. soalnya kayaknya masih jarang deh chicklit korea yg ngebahas soal rumah tangga (scara ya book udah umurnya kewong eike LOL…)

    eheum slain kriteria suami ideal yg macam seiman, dewasa dan pintar,dog lover and doyan jalan-jalan juga masuk ke kriteria ku.. plus ga boleh rewel soal makanan,mesti mau klo diajak wiskul ampe blesek-blesek gang..😄

    (@nayesterina)

  37. 1. Menurut pendapat saya, resensi yang baik adalah resensi yang mampu membuat pembacanya semakin penasaran karena tentunya isi resensi hanya mengulas gambaran umum dari buku tersebut. Jika detail cerita sudah dipaparkan pada resensi, untuk apa lagi membeli novel tersebut? bukan begitu tho?😉

    Setelah membaca ulasan singkat novel ini, saya merasa penasaran apakah yang terjadi setelah 100 hari? apakah mereka akhirnya bercerai? Karena jujur saja saya tertarik untuk membaca buku ini karena ulasan singkat pada paragraf pertama resensi buku ini.

    semoga saja saya bisa memenangkan giveaway buku ini sehingga mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya di atas.
    aamiin ^^;

    2. Untuk tipe calon suami ideal saya adalah tipe haebaragi (bunga matahari). Jadi ibarat bunga matahari yang hanya memandang ke arah matahari dan tentu saja ia tidak akan bisa hidup tanpa adanya matahari. Begitulah yang saya inginkan dari suami saya kelak; hanya memandang ke arah saya (setia) dan tidak dapat hidup tanpa saya ^^

    terima kasih ^^;

    by Santi Widyanin — @santway

  38. Selamat buat Lina Riyanty @arynity sudah memenangkan kuis ini.. aku suka pendapatmu tentang resensiku, juga masukan untuk kasi pembedaan nama cowok & cewek untuk novel Korea. Emang suka siwer sih, bacanya, hehe. Pasangan hidup ibarat Yin & Yang, saling melengkapi… hm, i think that’s a good point too.😀 Buat yang lain, again thanks for joining the quiz… keep update for more giveaway, yaa..

    • To Novi:
      Sudah kubacaa dan komen juga, hehe.. Well, bagus juga pendapatmu sih, wajar kalau satu novel berjuta pendapat, justru di situ menariknya. ^^ Oh ya, hadiahnya udah sampe, ya?? Enjoy… rencana mau jalan2 ke negara dan kota mana aja nih? Kalo mau ke Singapore, Bangkok, dan Kuala Lumpur, mungkin aku bisa bantu info… email aja ke dinoy.novita@gmail.com yaaa🙂

      Good luck buat travelingnya! ^^.

  39. aku pengin beli buku itu untuk kakakku, tapi aku tidak punya rekening kalau boleh , kira-kira ada yang jual novel dengan via pulsa gak ya kak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s