Montase by Windry Ramadhina

Montase

Judul: Montase

Penulis: Windry Ramadhina

Penerbit: Gagas Media

Genre: Drama, Romance

Terbit: Desember 2012

Tebal: 368 Halaman

Harga: Rp 49.000

Bagaimana rasanya jika hidup dan masa depanmu sudah diatur oleh orang lain, dan kamu tak sanggup mengelak? Padahal, kamu punya mimpi yang sangat ingin kamu raih dengan segenap hati. Mimpi yang melibatkan passion-mu, yang membuatmu sanggup merelakan waktu-waktumu untuk melakukan hal itu dan meninggalkan sejenak prioritas utamamu. Lalu, bagaimana rasanya ketika seseorang hadir dan merenggut hatimu secara perlahan-lahan, membuatmu tersadar ada sesuatu istimewa di dalam dirinya yang sanggup menyita seluruh perhatianmu? Seseorang yang juga menggugah kesadaranmu untuk kembali bersemangat mewujudkan mimpi. Montase adalah cerita tentang penggalan-penggalan hari seorang pemuda yang berusaha untuk tetap berjalan meraih mimpi dan cintanya, meski halangan dan tantangan terus diberikan.

Rayyi adalah seorang mahasiswa di Institut Kesenian Jakarta. Biasanya kan, seseorang yang belajar seni ya didasarkan atas kemauannya sendiri, kan? Tetapi tidak dengan Rayyi. Tidak sepenuhnya salah juga, sih. Maksud saya, Rayyi menyukai membuat film. Namun di IKJ Rayyi terpaksa mengambil peminatan Produksi Film sementara yang ia inginkan adalah membuat film dokumenter. Rayyi harus melakukan hal tersebut karena ambisi ayahnya yang adalah seorang produser film komersial terkenal dan memiliki rumah produksi besar yang nantinya akan dipercayakan kepada Rayyi. Keterpaksaan yang membuat Rayyi sering mencuri waktu untuk mengikuti mata kuliah film dokumenter, dan diam-diam di waktu senggangnya dia merekam kegiatan orang lain di kehidupan sehari-hari demi membuat film dokumenter.

Lalu suatu hari, Rayyi bertemu Haru, mahasiswi IKJ asal Jepang yang sempat membuatnya geram karena mengalahkan film dokumenternya dalam suatu kompetisi. Padahal, menurut Rayyi film yang dibuat oleh gadis pendek ini biasa-biasa saja. Apalagi, sifat dan pembawaan Haru yang ceroboh dan suka terburu-buru yang membuat menyusahkan orang lain, bagi Rayyi membuat gadis ini semakin tidak menarik. Tetapi, lewat satu pertemuan Rayyi mendapati bahwa gadis ini sungguh di luar dugaannya. Apalagi ketika mereka pergi berdua, dan Rayyi merekam Haru untuk tugas kuliahnya, saat itulah Rayyi tahu bahwa pelan-pelan Haru telah mencuri hatinya. Banyak hal yang Rayyi dapat dari Haru, terlebih ketika Rayyi tahu alasan Haru mengambil kuliah tentang film dokumenter dan bukannya seni rupa seperti hobinya, juga karena orang tuanya Haru, tetapi bedanya Haru melakukannya dengan suka hati. Haru menyadarkannya bahwa sebuah mimpi itu harus diraih, di sisi lain papa Rayyi terus bertindak tegas untuk Rayyi konsentrasi di bidang Produksi Film Komersial. Lalu, bagaimana Rayyi memilih jalan hidupnya sendiri?

Novel Montase ditulis oleh Windry Ramadhina dengan sudut pandang orang pertama, yaitu sudut pandang si Rayyi sebagai tokoh sentral. Dan yang saya sukai, meski ceritanya bersifat drama dengan alur yang cenderung datar, tetapi penuturan Rayyi sebagai tokoh utama pria tidak perlu dibuat menye-menye. Poin plus untuk novel ini. Konfliknya apik, masalah-masalah yang diutarakan dapat ditangkap oleh saya sebagai pembaca dengan baik, dan juga adegan-adegan sehari-hari yang diceritakan juga sederhana tetapi kuat. Hal tersebut merupakan poin plus lainnya. Tetapi seperti yang saya bilang, alurnya cenderung datar sempat membuat saya merasa gemas di tengah-tengah. Lalu yang sedikit mengganjal, tentang penggunaan gaya bahasa di dialognya. Dengan segmen tokoh-tokohnya dewasa muda (rata-rata berusia 20 tahun), panggilan-panggilan ‘lo-gue’, tetapi mencampurkan kata-kata baku formal di tengah-tengahnya. Misalnya, kata ‘mengapa’ alih-alih ‘kenapa’, membuat sedikit aneh jika dialog tersebut divisualisasikan.

Tetapi secara keseluruhan, saya dapat mengatakan novel ini bagus, meski bagus yang agak tanggung. Haha. Entahlah, saya merasa di beberapa bagian novel ini memang agak mengganjal meskipun saya menyukainya. Makanya saya ‘hanya’ memberi 3 dari 5 bintang di goodreads. Karakter-karakter lain di novel ini juga lumayan membantu memperkuat cerita, terutama Samuel Hardi, sineas film dokumenter terkenal yang arogan tetapi sangat dikagumi oleh Rayyi. Pada akhirnya, jika jalan hidupmu sudah ditentukan oleh orang lain yang sangat berpengaruh bagimu, tetapi keputusan akhir tetap ada di tanganmu, kan? Dan proses Rayyi memilih inilah yang menjadikan novel Montase ini menarik.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s