Hai Lia!

LiaBooks

Lia Indra Andriana, penulis yang menurut saya sangat produktif dalam berkarya. Tercatat, dari sejak tahun 2006 Lia sudah menerbitkan 19 buku (15 novel dan 4 non-fiksi), baik yang ia tulis sendiri maupun beberapa berkolaborasi dengan penulis lain. Sebagai teman, saya banyak belajar dari dia, juga sering ‘curi-curi’ ilmu menulis dari obrolan dengan Lia, hehe. Seneng deh punya temen kayak Lia, orangnya baik hati dan tidak sombong, jadi kenapa tidak sekalian saya tanya-tanya buat di blog ini? Pasti yang lain yang lagi belajar nulis juga pengin tahu sedikit teknik-teknik atau rahasia nulisnya. Yuk!

Hai Lia! Pertama, selamat yaa buat rilis novel terbarunya yang berjudul Paper Romance..😀 Oke, sekarang aku mulai tanya-tanya tentang novel terbarumu ini, yaa.. Idenya dapat dari mana sih, kok kamu menuliskan tokoh utama yang profesinya juga sebagai penulis? Dan lagi si penulis ini juga sedang dalam proses penulisan buku baru. Jadinya kayak melihat ‘kehidupan dalam kehidupan’ gitu.😀

Thaaanks! Untuk novel Paper Romance, aku banyak dapet ide dari serial barat 🙂 tapi sih sebenernya dari dulu memang pengin nulis tentang penulis yang sedang menulis novel (ribet ya, hehe)..

LOL! Ribet yang seru, sih! Oya, aku juga sering kagum dengan kedalaman risetmu saat menulis, misalnya saat nulis Khokkiri tentang kepribadian ganda, atau novel-novel setting Korea lainnya. Nah di Paper Romance ini kamu banyak memasukkan unsur dari beberapa bidang. Misalnya, istilah-istilah medis saat si Kev sakit pembuluh darah di otaknya. Lalu ada selipan tentang proses penulisan novel itu sendiri meski tersirat, dan ada tentang proses pembuatan film, juga istilah-istilah tentang make up. Bisa diceritakan proses risetnya untuk Paper Romance ini? Atau karena hal-hal itu juga pernah kamu geluti sendiri?

Kebetulan ada beberapa yang memang aku pernah belajar, misalnya tentang dunia medis dan perfilman, namun untuk masalah make up itu aku banyak tahu dari temenku yang kebetulan suka dan sering bikin make up seperti Eli, tokoh di dalam Paper Romance. Dari temen ini juga aku banyak belajar tentang dunia teater juga meski enggak banyak kumasukin.🙂

Ooo, gituu… Sekarang tentang pengkarakteran tokoh, ya. Ada tips enggak untuk gimana sih bisa menciptakan karakter masing-masing tokoh dan memperkuatnya? Misalnya, untuk Kev Mirrow kamu berpatokan sama tokoh film siapa gitu? Atau ada cara lain barangkali?

Tipsnya sih, lebih mendekatkan diri sama si tokoh. Bisa diajak ngobrol dulu misalnya, haha! Atau bikin pertanyaan,  jika ada kejadian seperti ini, what will Kev do?  Kalau ada orang yang ngomong A, apa respon Kev. Nah, untuk Kev sendiri awalnya aku ambil dari tokoh Patrick Jane di TV series The Mentalist, tapi dengan berbagai modifikasi.

Oya, setelah sekian banyak buku yang kamu tulis dan kebanyakan ada tentang Korea-nya, di novel Paper Romance ini benar-benar enggak ada unsur Korea-nya, tapi tentang kehidupan orang-orang muda di Jakarta. Ada perbedaan atau kesusahan? Maksudku, selama ini kan kamu seolah-olah sudah nyaman menulis dengan unsur Korea itu.

Sebenernya di setiap novel yang aku tulis, aku selalu mencoba belajar atau mendapatkan sesuatu yang baru. Makanya riset itu penting. Nah untuk masalah setting, meski di negeri sendiri, riset itu tetep juga harus dilaksanain.

Kalau untuk Paper Romance ini, karena bisa dibilang ini pertama kalinya aku bikin novel yang hampir keseluruhan dialog pakai bahasa gaul Jakarta (novel setting Indonesiaku lainnya mengambil tempat di Jawa Timur 🙂 ), memang ada sedikit kesulitan yaitu pada dialog. Selain karena aku bukan orang asli Jakarta, aku pun juga enggak pernah pakai ‘lo-gue’ di kehidupan sehari-hari, makanya untuk dialog aku perlu sampai revisi lebih dari 3x dengan dibantu editorku.. .Mbak Tia Widiana🙂

Ah, keren deh si mbak editornya, jadi pengin kenalan, hehe. Sekarang tentang profesimu sebagai penulis. Sudah berapa tahun ya? Apa kamu sudah puas dengan pencapaian-pencapaianmu selama ini?

Novel pertamaku terbit di tahun 2006…jadi… bisa dihitung tuh berapa tahun, huahaha.. Kalau masalah puas…hm… aku termasuk orang yang enggak gampang puas. Aku selalu punya target pencapaian dan harapan-harapan yang lain.

Nice! Nah dari sekian banyak buku yang sudah kamu tulis dan terbitkan, kan ada fiksi dan non-fiksi juga tuh. Boleh pilih enggak buku yang menurutmu terbaik atau yang paling kamu suka selama ini, 1 fiksi dan 1 non fiksi. Kasi alasan, yaa…

Kalau non fiksi, aku selalu nulis berdasarkan pengalaman pribadiku, jadi hmmm… sebenernya agak susah kalau disuruh milih mana yang terbaik. Kalau fiksi, setiap novel punya kesulitan dan kesenangan tersendiri saat nulisnya, jadi sebenernya masing-masing novel jadi fave-ku karena memberikan kenangan tersendiri. Tapi kalau disuruh milih, aku pilih Paper Romance aja deh… jadi biar sekalian bisa promosi… Bagus lho, ayo dibeli!! *penulis narsis* 🙂

Kamu punya penulis favorit, enggak? Atau penulis yang kamu jadikan kiblat dalam cara menulismu?

Aku suka Sophie Kinsella dan Ilana Tan.

Terakhir, ada enggak kepenginan nulis tentang genre atau konflik apa gitu yang belum kesampaian sampai sekarang? Tentang apa dan kenapa tuh kok belum kesampaian?

Aku pengin nulis cerita horor, hahahahhaha. Belum kesampean karena… aku takut risetnya, hahhaa… enggak sih, cuma masih ada beberapa ide novel lain yang juga nunggu antrian nulis.

Thank you, Lia!! Dan sebagai penutup, kamu boleh nulis apa pun yang kamu mau: promosi, pesan untuk yang mau jadi penulis, salam manis buat penggemarmu, or anything, bebaasss!! Hehee, silakaaaann …..

Yang pengin jadi penulis… menulis itu memang butuh proses kok… banyak baca, banyak latihan nulis, dan komitmen untuk mau menulis. Udah gitu aja deh, dan jangan lupa baca buku terbaruku ya yang judulnya Paper Romance. Thanks buat kesempatan masuk ke dalam Hai Author! juga ya.🙂

Saking banyaknya buku-buku Lia, saya sampai bingung mau nampilin yang mana buat diupload di sini, hehe

Tapi setidaknya beberapa yang saya upload di atas itu yang ngegambarin buku-buku Lia yang saya favoritin…

Marrying AIDS yang ide ceritanya berat namun dikemas dengan romantis, Khokkiri juga novel mikir tapi manis, SeoulMate yang bikin saya mulai suka dengan genre fantasi, atau (not) Alone in Otherland yang menceritakan kisah 100 harinya hidup di Korea Selatan.

Resensi buku-buku Lia yang saya buat ada di sini dan kalau mau lebih puas lagi tanya-tanya sama Lia, feel free to greet her at twitter account: @sayaquavi😀

Ikuti kuis interaksi bareng Lia Indra Andriana di sini: http://wp.me/p2VMdq-a8

82 thoughts on “Hai Lia!

  1. Hai kak Lia, mau nanya nih😀

    1. Penasaran nih kak, penulis memang cita-cita kakak dari kecil ya? Kalau bukan, dulu cita-cita kak Lia apa?

    2. Ada tips gak kak untuk membuat alur dalam ceritanya rapi? Hihi abisnya baca Paper Romance, Oppa & I, Marrying Aids, alurnya terarah dan gak ketebak, jadi gak bisa berhenti baca, selalu bertanya-tanya ‘abis ini gimana?’ Daebak kak🙂

    3. Dari 15 novel kakak, siapa tokoh yang paling ‘deket’ sama kak Lia?

    4. Kak pernah ngalami writer’s block gak? Ngatasinnya gimana?

    Kak, aku tunggu novel horor nya ya, tapi juga dibalutin romance dong hehe
    Kalau diijinkan dapet buku plus ttd Kak Lia saya request Khokkiri, abisnya gajah dalam covernya imut banget, sinopsisnya juga bikin kepo, udah cari-cari novel di toko buku selalu gak ada😦 masih penasaran banget.
    Sabariah @cabbyy_
    Thankyou Kak..

    • 1. Sebenernya sih nggak tahu juga apa cita-citaku sejak kecil. Waktu kecil suka banyak hal, tapi nggak bisa kalau dibilang cita-cita. Salah satu hobi ya nulis ini, yang puji Tuhan ternyata terwujud🙂
      2. Tulis dulu. Tentuin alur yang ingin kamu tulis dan jadikan pegangan, akan lebih mudah diikuti dan kamu nggak bakal bingung waktu menulis.
      3. Ketiga tokoh wanita di Khokkiri
      4. Sebenernya sih bukan writer’s block tapi lebih tepatnya males dan takut nulis. Cara paling mujarab adalah ngobrol dengan temen, lihat sekeliling, banyak baca, banyak denger, banyak nonton🙂
      Thx a lot sudah ikutan event ini.

  2. Hai Lia! Aku punya banyak pertanyaan yang uda tumbuh di otakku. Tapi, sebelumnya aku di panggil dengan nama Lia juga, lho! Hahahahaha … Jadi, kalo ngeliat nama kakak di novel jadi pengen ketawa sendiri😀

    1. Aku itu pengen banget bisa jadi penulis seperti kak Lia. Tapi, setiap kali nulis aku pasti merasa takut! Takut kalau tulisan ku itu gagal. Udah 6 hasil tulisan ku gagal di tengah jalan dan itu semua karena, aku bingung gimana cara menciptakan sebuah kejadian dengan kejadian lain itu ‘mencekik’ pembaca. Saya mohon tipsnya kak T_T

    2. Gimana sih caranya buat ngilangin rasa gak pede? Ini masalah berat untuk ku, kak. Jadi, setiap x nulis dan di baca ulang aku itu sering bilang ‘akh! Karya ku masih jelek. Masih jauh di banding tulisan di luar sana yang bagus’ seperti itulah kak. Hal itu sering menghantui kepalaku makanya, aku takut buat mulai nulis😦

    3. Kak gimana sih tips untuk menghidupkan sebuah kejadian? Misal pas banget lagi ada adegan sedih gitu padahal kitanya di situ lagi kondisi senang atau marah. Gimana tuh kak?

    4. Sebagai jajaran penulis ‘best’ kak Lia punya aturan nulis gimana sih? Sesuai mood kah? Atau asal tebas aja kah? Bagi-bagi dong kak!

    5. Aku pernah baca di google katanya, pembaca itu sangat suka bagian pembuka yang ‘mencekik’ nah, otakku gak ngerti kak. Bisa gak kakak kasih penjelasan dengan contoh kecil?

    6. Ini hal yang dari dulu pengin banget ku tanya. Kakak itu kpopers yah? Soalnya, di serial Oppa&I penulisan bahasa korea kakak aku suka. Jadi bisa nambah kosakata ku gitu atau karena hal lain gitu selain bukan kpopers? *hehe*

    Sekian pertanyaan ku. Harus di jawab ya kak Lia! Hahahaha .. Sesama wanita bernama Lia gak boleh pelit! Huahahahahhaa …

    Dari 3 buku yang disodorin(?) aku pengen banget yang ‘Seoul Cinderella’ alasannya? Karena, itu buku kak Lia pertama yang pengen aku baca tapi di tokbuk di kotaku parah banget! Semua novel Penerbit Haru dan buku kak Lia lainnya gak ada di raknya. Aku cek kompie di buat stock kosong padahal aku tanya ke penerbit kata baru cetul bulan lalu dan hal itu terjadi sampek sekarang! Ngenes T_T dan karena, aku suka sama covernya makin buat aku penasaran ama ceritanya!

    WiLia ^^ @Lia_97Line

    • Halo ‘kembaran’😄

      1. Kalau kamu selalu takut, kamu nggak pernah akan tahu hasilnya. Itu dulu yang perlu kamu jadiin pegangan. Agak bingung nih kenapa kok harus membuat kejadian yang ‘mencekik’ pembaca? Kasihan dong pembacanya tercekik melulu ;P. Sepertinya, pertama-tama yang harus kamu lakukan adalam memupuk rasa percaya dirimu, hilangkah semua pikiran negatif, banyak berusaha (baca dan nulis). Dalam menulis itu yang penting kamu enjoy dengan tulisanmu. Kalau kamu sendiri nggak enjoy, gimana para pembaca🙂

      2. Cuma kamu sendiri sebenernya yang bisa nyelesaiin masalah ini. Yang penting hilangkah pikiran negatifmu saja

      3. Sebelum menulis adegan, bayangin adegan yang mau kamu tulis. Bayangkan dirimu sebagai si tokoh dalam novelmu dan coba tanya, apa yang ‘aku’ rasakan saat mengalami kejadian ini. Buatku lumayan berhasil cara ini

      4. Kalau aku selalu punya target. Misalnya novel A harus selesai dalam 2 bulan, maka dalam 1 hari aku harus menulis 1 bab. Setiap hari harus menulis. Meski dalam kondisi malas, target ini harus ditepati. Lama-lama akan terbiasa, kok.

      5. Itu juga aku baru denger haha. Mungkin maksudnya, awalan yang dramatis? Sebenarnya sih, kamu sendiri kan juga seorang pembaca… tentunya tahu ada novel yang sejak awal memikat banget, ada yang enggak. Nah, bab awal yang bisa bikin kamu ketagihan baca inilah yang mungkin kamu sebut sebagai ‘mencekik’. Kalau kata para editor novel di tahun 2000-an saat Teenlit sedang marak, awalan bab yang mengisahkan anak yang telat masuk sekolah itu so lame banget. Jadi, hindari awalan bab yang pasaran.

      6. Kalau dibilang Kpopers sih kayaknya bakal masuk Kpopers angin-anginan kali ya. Haha. Aku suka Korea dan budayanya, termasuk lagu-lagunya. Aku tahu beberapa lagu Korea, tapi judul dan penyanyinya seringnya lupa

      Thanks Lia atas pertanyaannya. Semoga jawaban ini membantu ya^^

  3. Hai Kak Lia, mau tanya nih. Aku kagum dengan risetnya Kak Lia di novel-novelnya Kak Lia yang bersetting di luar negeri. Tadi sudah dibahas sedikit tentang riset yang Kak Lia lakukan. Yang mau aku tanyakan, selain tanya teman, apalagi riset yang bisa dilakukan? Terutama kalau nggak ada teman yang tahu tentang seluk-beluk tentang yang dibahas?

    Oh iya, aku mau Paper Romance yaa, promosinya Kak Lia mempan nih hehe
    from : Najwa Shufia @najwasc

    • Oh ada satu pertanyaan lagi. Kak Lia dapet inspirasi menulis dari mana sih? Selain itu, mencari ide cerita yang belum pernah ada sebelumnya itu kan susah. Bagaimana cara mengolah ide cerita yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru?

    • Internet is every writer’s best friends. Kalau dulu sebelum era internet secanggih ini, agak susah (dan males)untuk riset. Tapi sekarang, tinggal ketik-ketik di hape, semua jawaban bakal tersedia. Jadi, jangan enggan untuk cari di google, google maps, blog, youtube, bahkan facebook dan twitter bisa sangat membantu. Terkadang, baca juga buku-buku yang berhubungan dengan yang sedang kamu tulis.

      Untuk inspirasi, menurutku sendiri aku nggak pernah membuat sebuah novel yang benar-benar original. Biasanya aku mengolah beberapa hal yang aku sukai dan menuliskannya. Ditambah beberapa imajinasi… jadilah sebuah novel. Banyaklah berkhayal🙂. Posisikan dirimu sebagai tokoh utamamu, apa saja hal-hal yang menarik bagimu, bisa diaplikasikan ke dalam tulisan.

  4. Hai kak lia
    jujur aja aku baru baca novel kakak yg paper romance, krna itu jga aku jdi mulai suka baca novel dan mulai nulis2 dikit *kok jadi curhat?

    Aku mau nanya2 ya kak
    1) krna aku ini newbie bnget di dunia tulis menulis, ada saran gak gmana biar ide yg ada bisa diungkapin dalam tulisan dengan baik?
    2) gmana biar cerita yg kita buat itu gak flat jdinya? Aku masih bingung mau nulis konflik nya gmana -___-
    3) cara biar cepet dapet inspirasi gmana ya kak?
    4) oiya selama kakak jdi penulis, apa aja suka duka yg kakak alami?
    5) kakak udh pernah nulis novel tntg detektif gtu belum? Kayaknya seru tuh😀

    itu aja deh pertanyaan nya. Kalo boleh aku mau “seoul cinderella” nya deh. Dari resensi yg aku baca si kayak nya bagus, trus di toko buku di daerah ku gak ada novel ini. Jadinya penasaran kaaaak u,u

    di jawab ya kak lia.
    dita @dita_kyuchan

    • Halo Dita. Seneng dengernya. Yuk nulis terus🙂

      1. Satu-satunya cara sebenernya adalah dengan banyak latihan dan banyak membaca. Setelah membaca buku-buku yang sudah terbit, coba bandingkan dengan tulisanmu, sete;ah itu revisi. Perkaya kosa kata juga penting karena seringnya kita ingin mengungkapkan sesuatu tapi malah nggak tahu kosakatanya🙂
      2. Tetapkan alur cerita sejak awal. Seperti cerita pada umumnya, pasti ada bagian awal, tengah, dan akhir. Fungsi membuat alur ini juga untuk melihat bagian mana dari ceritamu yang terasa flat dan bisa diubah menjadi kejadian menarik.
      3. Inspirasi itu bisa dateng dari mana aja. Bisa pas ngobrol, baca, nonton, bahkan bisa pas lagi di toilet haha. Jadi banyak-banyak explore saja keseharianmu sendiri
      4. Sukanya, bisa ketemu banyak temen-temen baru, salah satunya seperti ini… bisa discuss langsung dengan temen-temen semua. Apalagi kalau ada yang bilang setelah baca novelku, mereka jadi ingin menjadi penulis dll. Dukanya sih terlalu banyak menghadap komputer haha
      5. Belum. Semoga suatu saat nanti bisa ya^^

      • Waaaa makasih banyak kak lia jawaban nya🙂
        walaupun gak menang kuisnya tpi dapet jawaban yg memuaskan dari kak lia ;))

  5. Hai Lia! aku mau tanya dong
    1. Dari sekian banyak novel mu, novel yang mana yang pembuatannya sangat sulit atau rumit?
    2. Gimana cara kakak mengatasi kalau saat menulis sebuah novel kehilangan ide? bagaimana cara kakak untuk mendapatkan ide itu kembali?
    3. Dari semua karya-karya kak lia, manakah tokoh/karakter yang paling berkesan untuk kak lia?
    4. Apa cita-cita kak lia memang menjadi penulis? Jika iya, mengapa? Jika bukan, apa cita-cita kak lia sebelumnya dan mengapa?
    5. Novel kakak kan ada yang ber-kelanjutan dan langsung ending. nah kakak lebih suka novel yang langsung ending atau berkelanjutan?
    6. Biasanya berapa lama waktu kak lia untuk menyelesaikan satu buku novel?

    nah sekian pertanyaan dari ku dan… kirimin aku novel khokkiri dong aku penasaran banget nih soalnya di blog ini di kasih tau kalo ada hal kepribadian gandanya. aku penasaran banget kepribadian gandanya seperti apa.

    From: Wina (@annsbdwina)

    • 1. Yang paling rumit Khokkiri. Rumit karena di novel ini aku harus memelihara 5 tokoh utama dengan kepribadian yang sangat berbeda sehingga setiap kali mau menuliskan pergantian tokohnya butuh sedikit ‘semedi’😄
      2. Kalau aku, biasanya, dengan ngobrol dengan teman-teman, baca dan nonton film
      3. Kalau tokoh cewek, paling suka Eri di Marrying AIDS. Aku menjadikan salah satu dosenku sebagai role model di naskah itu. Waktu temen-temen kampusku baca, mereka langsung tahu siapa yang kujadikan contoh haha.
      4. Waktu kecil kayaknya aku nggak punya cita-cita yang pasti
      5. Aku biasanya lemah dalam membuat novel yang terus berlanjut, jadi aku lebih suka yang satu jilid saja
      6. Normalnya 1-3 bulan untuk draft 1. Baru setelah itu proses self edit lagi selama 1bulan.

  6. Senang bisa nanya nanya sama penulis kak lia ka aku mau nanya gimana cara menjadi penulis yang sudah mengeluarkan buku yang bagus apa kakak memang dulunya sekolah jurusan kesenian atau tidak?makasih
    Pengen banget dapet novel seoul cinderalla penasan banget sama ceritanya…

    • Aku lulusan Kedokteran Gigi yang sama sekali nggak berhubungan dengan dunia buku. Tapi, sejak kecil aku suka sekali membaca dan menulis cerita.
      Yang penting kamu punya passion dan nggak males menulis, maka kamu bisa menjadi penulis. Yang penting banyak latihan menulis dan jangan putus aja🙂

  7. Hai kak lia !!
    Nama kita hmpr sama loh kak , nama ku lita andriana. jgn – jgn kita saudara😛

    1. Ga berniat ganti genre ?? selama ini kan romance terus , gimana karus suspense ??
    2. Pernah ditolak sama penrbit ?? Ginmana cara kakak ngebangkitin semangat ??
    3. Kalau habis ditolak sama penerbit , naskahnya direvisi sama kamu sendiri atau temen mungkin ?? Ngerevisinya itu dirubah total atau bagian tertentu yg menurutmu kurang ??
    4. Pas kecil cita cita kakak apa ??
    5. Apa dari dulu , bakat menulisnya udah keliatan ??
    6. Nama twitternya kakak kan @sayaquavi. jelasin dong kok quavi ??
    7. Pas lagi bosen nulis naskah , apa yg dilakukan untuk mengatasi jenuh ??
    8. Suka korea ya kak ?? Boyband apa girlband ?? Sebutin + kasih alasannya dong
    9. kakak pernah sekolah di korea yaa ?? ceritain dong kok bisa sekolah di situ ?? dapet beasiswa kah ??
    10. kakak kan suka pergi ke korea tuh , apa pas itu kakak udh bisa lancar ngomongnya ?? kalau blm , trus kakak ngomong pake bhs apa ??
    11. Kalau ke korea , kan bnyk enaknya. Menurut kakak , ada ‘ yg gak enak ‘ pas di korea ??
    12. Menurut kakak , org korea itu sikapnya gimana ??
    13. Risetnya kakak di novel itu terasa banget. apa karena sudah prnh ke sana ?? kalau blm pernah ke korea , caranya gmn supaya membangun setting yg terasa bgt kyk novelnya kakak ??
    14. Untuk tokoh, kayaknya detail bgt.. itu kakak gimana cara buat tokohnya ?? apa dari sikap sendiri trus dituangkan ke novel ??
    15. Kepikiran untuk buat novel tapi bukan di korea ?? kalau iya , negara mana ??
    16. Gimana caranya supaya bikin novelnya itu alami / ga dibuat – buat ??
    17. temanya kakak , sebenarnya kan bnyk yg nulis. gimana caranya supaya ” gak pasaran” ??
    18. misal novelmu difilmkan , novel apa yg km pilih ?? pemainnya sapa di benakmu ??
    19. kalau nulis tokoh, km berandai – andai gak ?? misal kev itu kayak artis korea
    20. mau tanya ttg nulis di mana ?? email ??
    21. kalau fansnya kakak minta dikomentari naskahnya atau jadi editor , kakak mau ?? kalau mau kirim di mana ???
    22. Ada gak temen kakak yg ga tau kalau kakak itu penulis ??
    23 seoul cinderella ini kyk drama korea. apa idenya dr situ ?? kalau iya , drama apa ??
    24 tempat favorit kakak kalau lg bwt naskah d mana ?
    25 apa yg memmbuat kakak pertama kali nulis novel ?? ditawari penerbit ??
    26. kayaknya kakak , fasih bhs korea yaa. Blh tanya gak ” km ganteng skali ” di bhs korea apa ?

    Pengen seoul cinderella. pas baca resensi nya kok kayak drama korea yaa ..
    @Litaa_FAN

    • Wah iya, jangan-jangan kita saudara *cek akte kelahiran :))
      Dan aaargh pertanyaanmu lebih banyak dari ujian pas kuliah huahaha.
      Kujawab beberapa pertanyaan ya. Beberapa yang lain karena sudah ada yang tanya jadi kulompatin🙂
      1. Haha I love romance. Kalaupun suatu saat menulis suspense, pasti juga bakal romance-suspense. Anyway, aku pernah nulis romance fantasy (SeoulMate dan SeoulMate is You) dan drama psikologi(Khokkiri) lho. Udah baca belum? *malah nagih😄
      2. Sering. Ngomong sama diri sendiri ‘selalu ada jalan kalau usaha’ dan jangan pernah menyerah
      3. Biasanya aku tanya pendapat teman dan discuss, jadi revisi sesuai dengan hasil discuss. Kadang ditulis ulang, kadang hanya menambah sedikit
      4. –
      5. Nggak bisa dibilang bakat sih. Cuma dari kecil emang suka nulis
      6. Panjang ceritanya. Lain kali aja ya🙂
      7. –
      8. –
      9. Iya, pernah. Tapi hanya 3 bulan. Biaya sendiri
      10. Nggak lancar. Meski nggak lancar, masih bisa komunikasi kok. Bahasa Inggris, bahasa Korea dan yang paling manjur… bahasa tubuh🙂
      11. Ga enak karena kurang lama haha
      12. Ramah. Dan suka skinship :))
      13.-
      14. Biasanya buat breakdown karakter tokoh. Sebagai penulis, harus mengenal dulu karakter kamu. Kalau sudah ‘kenal’, kamu bakal tahu si tokoh ini bakal merespon apa jika menghadapi kejadian ‘A’ dst
      15. Cekoslovakia🙂
      16. Banyak latihan nulis dan baca
      17. Sebenernya bingung juga haha. Aku sih nggak ada tips tertentu, yang pasti menulis saja yang aku suka
      18. Khokkiri/Paper Romance/SeoulMate. Kalau SeoulMate, pengin salah satu dari artis ini: Jang Geun Seok/Siwon/Jung Il Woo
      19. Biasanya memang ada role model-nya terutama untuk fisik, supaya lebih mudah dituangkan ke tulisan
      20. sila ke twitter @sayaquavi
      21. Tergantung sikon. Bisa tanya dulu ke @sayaquavi
      22. Kalau temen deket, semua tahu kok
      23. Bukan haha. Seoul CInderella idenya setelah membaca Summer in Seoul-nya Ilana Tan plus ada satu temenku dulu yang selalu bawa pembantu ke mana-mana, jadi pengin bahas tentang bidang itu haha
      24. Di rumah. Atau di cafe (pas di Korea)
      25. Awalnya ikut lomba yang dibuat Puspa Swara tahun 2005. Naskahku nggak menang, tapi puji Tuhan bisa terbit
      26. jalsyaengkyeosseo/meosisseo

  8. Hai Kak Lia..
    jujur aja dari sekian banyak novel kak Lia aku baru baca yang khokkiri. Aku suka tema ceritanya tentang kenangan ,kepribadian ganda ,yang sekilas ngingetin aku sama film korea two faces of my girlfriend yg pernah aku tonton, hehe tapi dengan masalah yang lebih kompleks dan juga lebih banyak alter ego..🙂
    mau tanya dong kak,
    1) masih berhubungan sama khokkiri nih, kak Lia punya pengalaman sendiri ngga sama seseorang berkepribadian ganda kaya si tokoh di novel ? gimana tuh riset nya soalnya si tokoh kaya beneran nyata.. hehe
    2) aku juga hobi nulis tapi ngga tahu harus start dari mana untuk nulis, gimana sih caranya bikin paragraf awal novel kita supaya pembaca pengen terus lanjut ke paragraf-paragraf selanjutnya?
    3) biasanya cari inspirasi dimana kak? pegunungan, pantai , kamar mandi, or ?😀

    ohh iya , buku yang pengen aku baca buku yang paling tebel dari kak Lia. apa tuh kira-kira? paper romance ? hehehe
    semakin tebel bukunya semakin aku suka, soalnya semakin aku tenang dan lama membaca nya. senang rasanya hidup diantara karakter-karakter di novel dan sejenak ngelupain masalah yang ada. Kaya buat refreshing gitu🙂

    sekian kak, itu aja yang pengen aku tanyain.
    sukses terus buat buku-bukunya kak Lia🙂
    see yaa~ *bow*

    ^ Luthfia @lululump94 ^

    • 1. Kebetulan masalah DID atau kepribadian ganda bukan hal baru buatku. Topik ini adalah salah satu topik yang menarik minatku sejak kecil. Waktu itu pula aku adalah mahasiswa kedokteran gigi, jadi dengan mudah bisa membaca buku medis yang jadi referensi. Kalau dalam kejadian nyata, aku belum pernah mengalaminya sendiri. Tapi waktu aku menulis, kebetulan aku sering berbincang di sebuah forum internet dengan seorang pria yang istrinya juga mengalami hal ini. DIa banyak curhat tentang istrinya dan bagaimana cara mengatasinya. Naskah ini juga sempat ia baca beberapa bab awal dan aku berterima kasih karena diperbolehkan mengambil beberapa pengalaman pribadinya.

      2. Cara yang paling sederhana adalah: mulai menulis dan jangan berpikir terlalu jauh. JIka mengalami kesulitan, langkah awal cobalah menulis kejadian sehari-hari yang kamu alami jadi bisa benar-benar menuliskan perasaanmu.

      3. Jujur, kalau lagi mentok… biasanya dibawa tidur terus pas ke kamar mandi paginya, idenya muncul deh (bukan maksud jorok lho^^)

      Yang paling tebel Khokkiri (meski terlihat tipis tapi panjang banget haha), di urutan kedua ada Paper Romance

      • hihihihi.. makasih kak Lia udah jawab, makasih juga udah mau bagi sedikit tips nya. udah aku noted kak “mulai menulis dan jangan berpikir terlalu jauh. JIka mengalami kesulitan, langkah awal cobalah menulis kejadian sehari-hari yang kamu alami jadi bisa benar-benar menuliskan perasaanmu.”

        ternyata khokkiri lebih tebel dari paper romance, udah baca khokiri tapi belum baca paper romance jadi aku kira lebih tebel paper romance nya.😀

        thanks buat kesempatan untuk bertanya.
        thanks buat jawaban inspirasionalnya.
        sukses selalu🙂

  9. Hai Kak Lia, Aku rizma, salah satu dari ratusan bahkan ribuan pembaca novel-novel karya Kak Lia. Sebagai pembaca sekaligus orang yang lagi belajar nulis juga, ada beberapa hal yang ingin kutanyakan pada Kak Lia. Terima kasih untuk Kak Dini yang udah ngasih kesempatan ini.

    1. Gimana sih kak rasanya jadi penulis terkenal yang secara udah ngeluarin 19 novel dan dikenal banyak orang? suatu hari nanti aku juga pengen jadi penulis kayak Kak Lia. tapi mungkin masih butuh banyak belajar yaa…
    2. Awal mula debut novel Kak Lia itu gimana sih? Cerita dikit dong..
    3. apa Kak Lia pernah mengalami kegagalan dalam menulis novel? Ditolak penerbit atau semacamnya?
    4. Yang terakhir, mungkin pertanyaannya agak aneh nih, Kak Andry Setiawan itu saudaranya Kak Lia ya? Wah, apakah background keluarga Kak Lia itu keluarga penulis? kapan-kapan bikin duet kakak adik aja… pasti bakal seru…😀

    Kalau suruh milih novel Kak Lia, aku mau semuanyaa… hehehe, tapi kali ini aku mau minta Paper Romancenya aja.. udah lama diincer, tapi belum kebeli juga… dan karena banyak sekali komen positif dari temen-temen setelah membaca novel ini, aku jadi pengen bacaPaper Romance. Kalau dapet, ntar aku doain Kak Lia makin sukses deh, tapi kalau ga dapet, juga tetep aku doain kok,😀

    That’s all, terima kasih untuk kesempatannya kak. aku tunggu jawabannya ya🙂

    Rizma @NoonaHyunRa

    • 1. Wah, aku nggak merasa terkenal nih haha.
      Amin! Jangan putus asa ya!
      2. Awalnya ikut lomba yang dibuat Puspa Swara tahun 2005. Naskahku nggak menang, tapi puji Tuhan bisa terbit
      3. Wah, banyak! Sampai sekarang pun setiap kali menyerahkan naskah juga pasti deg-deg an kalau nunggu catatan revisi dari editor🙂
      4. Iya. Kalau dari keluarga sama sekali nggak ada yang berhubungan dengan dunia tulis menulis. Semoga suatu saat tercapai ya

  10. Hay kak Lia, salam kenal ya^^ *berasa nyebut nama sendiri*
    aku ada bberapa prtanyaan nih untuk kakak:
    1. Diisi ya kak, menurutku menulis itu………………………..
    2. Selama kakak malang melintang didunia kepenulisan, pencapaian terbesar apa sih yg sampek sekarang gak bisa kk lupain?
    3. Misalnya nih, ada org tiba2 nanyak ke kakak, ‘Apa sih hebatnya jadi seorang penulis novel itu?’ kakak jwb apa?
    4. Salah satu daya tarik utama buat pembaca sebelum mmilih novel itukan diliat dari judul novel itu sendiri. Menarik atau tidak. Nah, aku penasaran nih, gimana sih cara kak Lia untuk membuat judul novel yg unik, simple dan menarik sehingga lgsg memancing minat pambaca untuk mmbeli novel kita itu?
    5. Kita berandai andai ni ya kak. Ehhmmm, seandainya tokoh Kev Mirrow di Paper Romance benar2 ada didunia nyata. Terus si Kev dtg ke kakak smbil ngasi 2 prtanyaan yg hrus kk pilih..
    > kamu mau gak jadi pacar aku? *ciee* Atau
    > kamu mau gak nulis novel brg aku?, kita duet buat nyiptaiin satu novel baru karya kita brdua. *cieelagi* kakak bakal pilih yg mana? Atau mlah mau dua2nya. Alasannya ia kak😉
    okedeh segitu aja.. Diantar 3 novel diatas. Aku sangat sangaaaat ingin sekali punya novel Paper Romance, tiap ikutan GA paper romance gak prnh mng sih:(.. Alasanya krn dari novel ini aku jdi kenal kakk, judulnya unik, novel bestseller, bercerita tntang dunia kepenulisan yg bisa aku ambil plajaran dr novel ini nntinya, penasaran sm ceritanya yg beda dr novel2 lain, mau dekat2 sama Kev #PLAKK hehehe:D..
    From Rulia @Lia_nded19

    • 1. …. hidupku
      2. Hm… berkat buku-bukuku, bisa ketemu orang-orang di JUMP Korea, bahkan ditraktir makan di sana🙂
      3. Setiap profesi pasti punya ‘kehebatan’ sendiri-sendiri. Hebat atau enggak juga dinilai dari diri masing-masing. Bagiku pribadi, penulis novel itu hebat karena melalui tulisan, seorang pembaca bisa menangis, tertawa, bahkan terinspirasi untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dalam hidupnya.
      4. Untuk novel biasanya diskusi dengan temen-temen dan juga editor. Selain itu, aku sendiri juga harus merasa sreg dengan judulnya, baru deh bener-bener dipake.
      5. Hauahahahhaha. Jawaban pertanyaan ini simple aja: kutolak semua. Aku nggak mau jadi pacar cowok yang ampun deh amit-amit sifatnya *ketok-ketok meja. Aku nggak sesabar Eli, aku juga nggak bakal bisa toleran dengan sifatnya. Jadi ya… begitulah
      Nah, nulis bareng sama Kev aku juga ogah. Kayanya malah kita berantem mulu dan naskahnya nggak jadi-jadi🙂

  11. 19 Buku dalam 7 Tahun, Kak Lia Produktif sekali. Salut!
    Kadang Memulai itu sangat sulit, untuk sampai ke buku 19 pasti mesti ada buku pertama. Kalau boleh tau, bagaimana seorang Lia dengan buku pertamanya? Apa emang dari sekolah suka menulis, atau gak sengaja masuk ke dunia penulis?
    Masih soal memulai, saat akan memulai menulis sebuah novel/buku apa “First step”nya, apa mesti semedi dulu mencari ide, atau…?
    Terima Kasih Buat Jawabannya, penasaran sangat dengan Paper Romance, selain Covernya mencuri perhatian. Dari resensinya, ceritanya sangat menarik.
    Salam Sukses =)

    • Kemaren baru Beli Paper Romance, krn udah lama ngidam buku itu… ikutan Kuis gak pernah menang.. Jadi aku pengen Khokkiri aja, covernya lagi2 mencuri perhatian, si gajah kecil yg unyu. Bukan menilai buku cuma dari cover, pas nengok2 resensinya di internet, walau katanya novel ini berat/bikin mikir, penasaran sama saudari kembar Della dan Becca plus ada tema psikologisnya.

    • Halo Chi!
      Aku dari kecil suka nulis tapi nggak pernah serius. Waktu SMP getol-getolnya nulis tapi waktu itu aku kebanyakan nulis novel remaja dan suspense karena terpengaruh Fear Street dan Goosebumps R.L Stine. Naskah-naskah awalku lebih banyak membahas pembunuh berantai dan monster haha.
      Setelah itu SMA vakum nulis. Baru pas kuliah tersentil buat nulis lagi, dan puji Tuhan novel pertamaku terbit tahun 2006.

      Sebelum mulai nulis aku mematangkan ide dan karakter serta alur. Baru setelah itu, aku mulai nulis

  12. Hai Kak Lia!!
    Aku ikutan kuisnya yaaa🙂

    Nah, ini dia my questions :
    1. Di beberapa novel kaka yang setting tempatnya di Korea, ada beberapa kalimat yang make bahasa Korea asli. Nah, kaka make bahasa Korea lewat translator atau karena kaka emang jago bahasa Korea?
    2. Kaka pernah nggak ngalamin yang namanya Writer Block? Kalo pernah, cara kaka ngatasin Writer Block itu sendiri gimana?
    3. Langkah-langkah untuk melakukan riset seperti mengambil setting tempat di Korea, apa aja ya kak?
    4. Tujuan kaka menjadi penulis apa? Selain untuk melahirkan sebuah karya. Terus yang motivasi+yakinin kaka untuk jadi penulis apa?
    5. Saat kakak kolaborasi untuk nulis novel, cara kaka membagi bagian alur dgn partner kaka gimana? Pernah nemuin kesulitan ngga pas lagi kaya gitu? Dan menurut kaka sendiri, lebih enak menjadi penulis solo atau berkolaborasi?

    Okeh sekian pertanyaan dari aku kak, maaf ya kak akku banyak nanya.. hehe

    Oh iya, aku ke pengen banget novel kak yang Paper Romance. Baru liat covernya yang unyu udah bikin tertarik banget. Dan waktu itu aku sempet baca sinopsisnya, nyatanya baru sinopsisnya aja udah bikin aku penasaran, apalagi pas baca isi ceritanya.

    From: Nurdiani Soffa >> @SoffaKim9

    • Hai Soffa. Thanks ya atas pertanyaannya. Kujawab langsung ya
      1. Ada yang memang aku tahu, ada yang aku perlu tanya ke temen Korea atau temen yang bisa bahasa Korea
      2. (sudah dijawab)
      3. (sudah dijawab)à
      4. Kalau dulu sih, pengin karya dibaca orang lain. Tapi karena sekarang ini sudah menjadi pekerjaan tetap, selain itu karena juga ingin menyambug hidup *tsaaaah😄
      5. Kalau novel kolaborasi, harus saling berkomunikasi. Untuk Oppa&I series bareng Orizuka, kita bagi per bab beda penulis. Untuk Bubble Love setelah nulis per bab, saat self editing, kita saling mengecek secara keseluruhan.
      Lebih suka nulis solo karena lebih gampang. Gampang atur waktunya dan gampang atur alur ceritanya karena nggak perlu komunikasi intens dengan pihak lain

  13. Halo kak Lia! Yeay, akhirnya kaka Dinoy buka kesempatan ini buat asking ke kakak😀

    Aku punya beberapa pertanyaan-pertanyaan:

    1. Apakah kakak punya tempat-tempat tertentu gak buat membangkitkan ide supaya mengalir deras?
    2. Menurut kakak, apa sekarang ini kakak sudah bisa disebut penulis sukses? Apa kakak udh puas dengan pencapaian kakak sekarang ini?
    3. Kakak kan pernah duet nulis bareng penulis lain, tantangan apa saja yang kakak alamin? lalu bagaimana cara mengatasinya?
    4. Apakah kakak bakal menulis dengan setting selain Korea Selatan?

    Aku mau Paper Romance karena aku penasaran sama pasangan Kev-Eli yg katanya unik bgt ^^

    • Halo Woon! Kujawab ya pertanyaanmu
      1. Hm, kalau dulu aku harus berada di tempat yang tenang saat menulis. Tapi sekarang, aku bisa juga menulis di depan TV, di depan orang yang ngobrol dll. Tapi, kalau tempat yang membangkitkan ide… kayaknya nggak ada yang spesifik🙂
      2. Aku orang yang nggak pernah puas haha. Aku selalu punya target setiap tahun yang penginnya bisa aku penuhi. Kalau dibilang èsuksesè, aku amin-kan saja, tapi penginnya bisa lebih sukses lagi haha.
      3. Tantangan terbesar adalah nyamain waktu buat komunikasi dan juga pemikiran
      4. Hopefully yes… one day

  14. Hai, Kak Lia… (jujur aku bingung manggil “kak Lia” apa :D)
    Oke, aku mau tanya sesuatu nih
    Buku favorit kak Lia apa sih, Dan siapa penulis favorit kak Lia? buku favorit seorang penulis itu berpengaruh besar nggak sih sama buku yang ditulis? misal, karakternya sedikit terinspirasi dari buku favoritnya gitu,, apa pernah kejadian sama kak Lia?
    Dan terakhir, biasanya kan di dialog cerita suka banyak yang melenceng dari rencana jalur ceritanya, Gimana sih kak cara menyejajarkan isi cerita dengan dialog dan karakter tokoh?
    Oke itu aja pertanyaan yang aku ajukan untuk kak Lia, selebihnya kayaknya udah ditanyain Kak Dini deh hihi.. maaf ya kak kalo kebanyakan, habis aku udah lama banget nunggu sesi pertanyaan untuk penulis gitu. Dan untuk pilihan bukunya, aku pilih buku Paper Romance.
    Alasan aku memilih buku itu, karna menurutku buku ini pasti romantis. Menurut puluhan review dan komentar tentang buku ini, setiap lembarnya terasa beraura romantis seperti judulnya. Dan aku juga nggak tau maksud potongan kecil diujung buku itu buat apaan -_- Udah gitu waktu baca sinopsisnya, bikin orang garuk-garuk pala nggak ngarti maksudnya apaan pula. Tapi itulah uniknya Paper Romance, kalau luarnya udah nggak biasa, pasti isinya luar biasa! Hehe.. #cekeletek

    Fannyda Allya @fannydaa ~

    • 1. Aku suka Sophie Kinsella dan Ilana Tan. Kemarin baru baca novelnya Jojo Moyes dan juga suka banget🙂
      Kalau karakter, sebagian besar aku mengolah karakter dari film dan TV series. Kalau novel kayaknya jarang. Tapi beberapa novel memang kutulis setelah membaca novel lain. Misalnya SeoulMate dibuat setelah membaca The Mediatornya Meg Cabot. Seoul CInderella ditulis setelah baca Summer in Seoul-nya Ilana Tan
      2. Dialog dibuat untuk menunjukkan karakter tokoh, juga untuk membuat alur berjalan. Jadi, kalau dialog itu nggak ada manfaatnya untuk perkembangan cerita, jangan ditulis🙂. Saat menulis dialog, selalu ingat apa tujuan kamu menuliskan dialog itu, jadi pasti bisa keep on track

  15. Hi kak, salam kenal ya :)). Hmm aku mau nanya dong..
    Hmm dalam pembuatan sebuah novel itu kan ada bagian editing nya, nah pasti ada kan bagian cerita yg awalnya kk buat yg mgkin harus di ubah/di hilangkan oleh sang editor?? Apakah kk pernah saling berbeda pendapat dengan editor tersebut? Dan jika pernah penyelesaiannya bagaimana??
    Lalu dalam pembuatan cover novel kk, pernah ada kendala nggak?? yaa.. maksudnya apa kakak pernah juga berbeda pendapat dengan editor bagian cover?? Dan bagaimana pula kk menanggapinya?
    Sekian pertanyaan aku, makasih kak😀

    Oia.. hmm aku mau Paper Romance dong kak😀 hihi, soalnya penasaran bgt sama isinya.. *kedip kedip mata
    .
    Yuni Ayu >> @yuniamidong

    • Halo Yuni, ini jawabanku ya.
      1. Berbeda pendapat selalu ada, itulah fungsinya sebuah komunikasi. Biasanya kita bakal kasih argumen masing-masing, baru setelah itu memutuskan yang mana terbaik.
      2. Selama ini penerbit selalu menerima masukan dari penulis jadi sampai saat ini belum pernah ada kendala sih🙂

  16. Hai, Mbak Lia, senang berjumpa disini. Dan, sama seperti yang lain aku juga akan mengajukan beberapa pertanyaan padamu. Langsung saja ya?! Ini pertanyaannya. “Mbak Lia ‘kan udah lama jadi penulis, kira-kira ada cerita yang mengesankan, yang kira-kira bisa membuat para calon penulis yang down kembali semangat lagi buat nulis setelah baca jawaban mbak ini? Dan satu lagi, sekarang ini ‘kan banyak banget pembaca yang suka mereview novel yang selesai dibacanya. Yang mau aku tanyakan, berapa penting arti review itu buat mbak? Dan, gimana cara mbak menyikapi kritikan-kritikan pedas dari mereka?”
    Oke, itu saja pertanyaannya. Ditunggu jawabannya Mbak Lia.

    Dan, novel yang aku inginkan adalah Paper Romance, karena novel ini adalah wishlist yang tertunda, sejak lama aku sudah jatuh cinta sama novel ini. Alasannya jelas karena aku sudah baca beberapa resensi, mereka bilang novel ini punya tokoh berkarakter keren bernama Kev, dan pekerjaan Kev juga cukup menarik perhatianku.

    Dian. S >> @DeeLaluna

    • Halo juga Dian. Cerita yang mengesankan tentu ada. Salah satunya adalah email-email dari para pembaca. Dulu pernah ada yang mengirimkan email panjang lebar setelah ia membaca Marrying AIDS. Kebetulan novel ini mengambil tema penyakit AIDS dan si pembaca ini juga adalah seorang yang dekat dengan ODHA (Orang dengan HIV Aids), lebih tepatnya tunangannya adalah penderita AIDS. Ia menceritakan tentang kondisi hidupnya dan meminta dukungan dari situasinya. Meski aku nggak bisa membantu banyak, lewat buku-bukuku aku berharap banyak yang bisa memetik sesuatu dari dalamnya. Hal-hal seperti itu adalah salah satu alasan kenapa aku tetap menulis.

      Review dari pembaca penting banget. Sebulan pertama setelah novel terbit selalu membuatku deg-deg-an karena ingin tahu bagaimana respon pembaca dari hasil kerjaku. Aku selalu berusaha mengambil sisi positif dari setiap kritikan dan berusaha memperbaikinya.

      Thanks atas pertanyaannya ya🙂

  17. Hai, Lia!
    Mau tanya, bagaimana cara kamu menentukan cerita apa yang akan kamu tulis selanjutnya?
    Apakah kamu mencari ide cerita sendiri, diberikan penerbit atau bagaimana?
    Lalu, saat membuat draft novel, apakah kamu melakukan riset baru mulai menulis atau langsung menulis sambil melakukan riset?
    Terakhir, dari belasan novel yang kamu udah buat, yang mana yang kamu rasa paling lambat dalam pembuatannya dan yang mana yang paling cepat? Tolong jelaskan juga kenapa, ya.

    Thank you in advance😀

    • Dan aku lupa mau request buku😄
      Saking semangatnya pengen nanya, jadi lupa request bukunyaa. Maafkan yaa😀
      Aku mau request Seoul Cinderella. Boleh ya? Iya.. #yakin

      From: Miss ZP @miss_zp

    • Halo Miss ZP!
      Untuk ide cerita, ada yang dari aku sendiri ada juga yang dari penerbit. Bisa juga gabungan dari keduanya.

      Riset selalu dilakukan di awal-tengah dan akhir. Karena sekarang internet makin oke, riset bisa dilakukan sembari menulis. Lagipula, aku tipe penulis yang nggak betah berlama-lama di depan naskah. jadi seringnya setelah menulis beberapa kalimat, aku ngacir ke internet🙂

      Yang paling cepat adalah novel pertamaku yang berjudul My Cousin is Gay. Novel yang hanya ditulis kurang dari 1 minggu. Alasannya: kurang riset dan masih sangat bersemangat haha. Kalau aku baca novel itu lagi, sudah pasti banyak pertanyaan dariku sendiri ‘ih kok gini. Ini aku nulis apa sih? dll’. Makasih banget buat Puspa Swara yang dulu mau menerbitkannya.

      Yang paling lambat.. hahaha… ada satu naskah yang sampai sekarang masih berhenti di halaman 60 dan belum dilanjutkan. Rencananya sih ingin diselesaikan, semoga saja, karena sudah lebih dari 3 tahun terbengkalai.

  18. Hai kak Lia!
    aku lagi belajar nulis juga nih jadi sekalian tanya tanya,heheh😀 em,kak selama aku belajar bikin cerita ada beberapa hal hal sulit,
    kayak cara menghidupkan karakter.kakak punya tips atau trik khusus nggak biar karakter tuh bisa melekat di pikiran pembaca?
    ng..yang kedua,gimana caranya membuat pembaca seakan akan menjadi bagian dari cerita itu kak? aku sering baca banyak cerita,beberapa dia antaranya bener bener bagus banget sampai sampai bikin kita merasa jadi tokoh itu,atau teman dekat si tokoh.kayak paper romance,itu kak..berasa pengen jadi Eli atau Tiffany :3
    yang ketiga kakak punya tips nggak biar cerita itu nggak terasa membosankan tapi juga nggak lebay atau nge-bingungin (konfliknya banyak dan muter muter) ?
    terus yang ke-empat nih kak..ini yang terakhir,dan aku rasa ini permasalahan banyak penulis pemula juga,heheh..gimana caranya sih kak biar bisa membangkitkan mood,motivasi dan ide untuk menulis? seringkali ada mood,tapi nggak ada ide..atau ada ide,tapi nggak ada mood jadi nggak ngambil laptop.kalau kakak sendiri gimana cara mengatasi hal hal kayak gitu?
    hehe,kayaknya itu aja kak pertanyaan aku..makasih ya kak ^v^
    kalau boleh..aku mau khokkiri nya dong kak pas liat covernya gelap gelap gitu,terus ada gajahnya jadi lucu.penasaran deh sama ceritanya.banyak juga yang udah bllang novelnya keren,jadi makin greget..
    sekali lagi makasih ya kak lia,dan kakak pemilik wordpress ini @dinoynovita heheh😄

    me:RE @AfterifeyOffic

    • Halo! Untuk masalah karakterisasi, aku sudah jawab di pertanyaan yang lain ya🙂

      Kalau cara mmebuat pembaca seakan menjadi bagian cerita… hm… agak bingung juga jawabnya. Selama kamu bisa bikin alur cerita dan gaya penulisan yang menarik pasti pembaca bisa ikut hanyut kok.

      Tipsnya gampang… banyak baca. Dengan banyak baca kamu tahu novel-novel seperti apa yang menarik. Pelajari dan mulai latihan nulis lagi

      Kalau aku, mood atau nggak mood tetap harus nulis. Latihan kedisiplinan itu penting apalagi kalau masih belum bisa teratur menulis. Semangat ya🙂

  19. Hai, Kak Lia!
    Apa sih yang membuat kakak begitu tertarik menuliskan novel yang sepertinya kental sekali dengan unsur korea? Apa ada pengalaman berkesan sehingga membuat kakak tidak dapat melepaskan ketertarikan kakak dengan korea? penasaran abis pas liat cover khokkiri, kenapa itu auranya dark tapi tiba-tiba muncul satu gajah yang imut? Apakah ada filosofinya tersendiri atau hanya sebagai pemanis saja?😀
    Saat membuat sebuah novel hal pertama kali yang terlintas apa? Apakah ide ceritanya terlebih dahulu? ataukah gambaran dari si tokoh-tokohnya?
    Menurut pandangan Kak Lia sendiri, Novel / Buku yang baik dan menarik itu yang bagaimana? Apakah hanya dari segi isinya saja, ataukah ada hal-hal lain yang menjadi pertimbangan?
    Adakah kisah unik yang ingin dibagi saat proses penulisan novel khokkiri, kak?
    Saat menulis, saat yang paling tepat menurut kakak tuh yang bagaimana? Apakah saat malam hari? Saat sedang bersantai di taman kota, misalnya? Atau yang lain?
    oh iya, penasaran sama alasan kenapa kakak suka sama Sophie Kinsella dan Ilana Tan?
    Kalo seandainya kesampaian nulis cerita horor, Apa yang mau diangkat temanya? apa tentang hantu-hantuan? atau tentang misteri-misteri gitu. Tentang pembunuhan misalnya, kak? :p
    Dan yang terakhir bagaimana cara kakak menjaga konsistensi dalam menulis? Ini adalah kendala yang mungkin paling sering ditemui manusia apalagi bagi seseorang yang ingin menjadi penulis terkadang ada saja yang membuat tidak konsisten..

    Aku pengen novel Khokkiri soalnya pengen kenalan sama Richard-Della-Adriel-Becca-Lucie, pengen tahu karakter Becca kayak gimana. pengen mendalami isi ceritanya.. pengen tahu apa makna dari ingatan dan kenangan yang kakak ceitain dalam novel itu dan apa hubungannya sama gajah (plus covernya yang ‘dark’ abis itu), pokoknya pengen kepoin itu novel setelah baca review-nya :p

    Spesial thanks untuk mbak Dinoy yang sudah mengizinkan diriku untuk berpartisipasi dalam event yang keceh ini😀

    Salam,
    Mita
    @Scarenia

    • Halo Mita. Alasannya cuma satu: karena suka aja. Hehe.

      Apa Mita sudah baca Khokkiri? Si gajah yang ada di cover sangat berkaitan dengan isi cerita dari awal sampai akhir, makanya covernya seperti itu🙂

      Dua-duanya. Kadang ide ceritanya dulu, kadang karakter tokohnya dulu. Dari situ, baru aku kembangkan lagi

      Novel yang menarik itu kalau bisa membuat pembaca terus membaca dari awal sampai akhir, bahkan setelah selesai membaca, kesan dari novel itu masih tetap ada.

      Suka Sophie Kinsella karena tema tulisan yang dia ambil selalu unik dan rom-com dalam penulisannya kental banget. Ilana Tan selalu bisa membuatku tidak melepaskan novelnya sampai halaman terakhir🙂

      Aku suka menulis langsung setelah bangun tidur saat masih terasa fresh.

      Untuk cerita horor, masih belum terpikirkan nih.

      Maksudnya konsistensi ini apa ya? Masih agak bingung nih.

  20. Hai Kak Lia!
    Satu pertanyaan sederhana dari aku, dari semua novel yang Kakak bikin, mana yang menjadi favorit Kakak? Dan mengapa?
    Satu pertanyaan saja nampaknya kurang haha tambah lagi deh, siapa tokoh di dalam novel-novel Kakak yang Kakak favoritkan? Satu lagi boleh deh hahaha kalau suatu saat aku jadi penulis, maukah Kakak berduet denganku?

    Aku pengen Paper Romance soalnya gregetan tiap ikut Giveaways ini novel gagal mulu. Padahal obsesi banget buat memiliki #Eiyaaaa
    Oke, sekian saja, thanks ^^

    Deta Nur Fauziah
    @detarainbow

    • Halo Deta. Yang menjadi favorit adalah Khokkiri karena… hm… satu-satunya novel dewasaku dan pembuatannya cukup menyita tenaga *fiuh!

      Yang aku favoritkan:
      Lucie di Khokkiri. Tokoh yang awalnya aku benci tapi di akhir cerita justru aku ingin berteman dengan orang seperti ini
      Kev di Paper Romance. Meski ogah punya temen kayak dia, tapi diamati dari jauh cukup menyenangkan dan bisa dijadikan bahan gosip🙂

      Untuk berduet jika ada kesempatan dan waktu boleh saja🙂

  21. Hai kak Lia ^^
    Aku mau tanya nihh,, gimana sih biar buat tulisan kita itu menarik?? Maslahnya setiap kali aku buat tulisan cerita untuk lomba gak pernah menang nih.. Ada resep gak nih kak untuk buat tulisan menjadi lebih menarik untuk orang membacanya? Hehehe..

    Aku pengen novel Paper Romance kak soalnya bentuk bukunya unik trus ada gambar orang yang terselip dibuku dehh,, Imut gambarnya.. ^^

    Fr: Dessy Intan Kusuma
    @Dessyintan_

    • Halo Dessy. Tulisan yang menarik itu sebenarnya relatif. Tapi, dengan banyak belajar menulis dan banyak membaca, pasti tulisan kita terasah. Jangan takut menerima kritikan selama itu membangun dan jangan patah semangat.

  22. Hai Kak Lia!

    Saya mengagumi Kak Lia dari novel SeoulMate😀
    Saya heran, Kak Lia bisa membuat ide cerita fiksi yang genre-nya fantasi dengan luar biasa! (rasanya ingin putar lagu Big Bang – Fantastic Baby)

    Oke, langsung saja, sebagai penulis pernahkah Kak Lia mengalami Vacuum of Power? (eh salah) maksudnya Vacuum Of IDEA? Kalau sudah begitu, bagaimanakah Kak Lia mencari inspirasi-inspirasi segar?

    Saya ingin Paper Romance atau Khokkiri🙂 Karena saya belum punya yg versi tanda tangan🙂

    @amaliaz_K

    • Halo Zazai
      Untungnya selama ini belum pernah. Yang ada malah Vacuum of Time. Saya kekurangan waktu buat menulisnya🙂

  23. Kak Benard batubara pernah bilang kalau mengetahui buku-buku apa atau siapa saja penulis yang dibaca oleh penulis-penulis hebat adalah mengetahui isi kepala mereka. Bukankah kegiatan membaca memang tidak bisa di pisahkan dari menulis?. Makanya, aku penasaran deh sama ritual baca Kak Lia. So, here my Question.

    1. Buku dengan genre apa yang paling banyak Kak Lia baca/koleksi?
    2. Buku karya siapa yang paling banyak Kakak baca? Kenapa?
    3. Buku karya siapa yang menjadi Favorit kakak? Judulnya? Dan kenapa?
    4. Siapa sih penulis Favorit Kak Lia?
    5. Siapa penulis yang memberi pengaruh sangat besar terhadap gaya kepenulisan kak Lia?
    6. Aku penasaran nih kak dengan personal library Kak Lia, pengen ngintip deh hehe. Nah kalau Kak Lia di kasih kesempatan ngintip personal library famous people, siapapun. Personal library siapa sih yang pengen Kakak lihat? Kenapa?
    7. Dalam setahun, rata-rata berapa banyak buku yang Kak Lia baca?
    8. Punya kebiasaan nulis rutin nggak kak kayak Ernest Hemingway, yang nulis di pagi buta saat ga ada orang yg ganggu! Atau Murakami yang terkenal dengan dailyroutin-nya yang sangat disiplin?
    9. Ada nggak buku yang baru-baru ini Kak Lia baca dan pengen di rekomendasi ke orang lain? Judulnya apa dan karya siapa?
    10. Tips terbaik yang pernah Kak Lia dapat tentang kepenulisan?

    The last but not least terimakasih buat Kak Dini dan Kak Lia yang udah kasih kesempatan buat jadi lebih dekat, dan menambah ilmu. Sukses selalu buat kalian berdua Hwaiting !.
    Kalau Kak Lia dan Kak Dini berkenan ngirim aku buku sih ^_^, aku pengennya Paper Romance. Semoga ceritanya sekeren Covernya dan review teman-teman yang pernah aku baca.

    Terima kasih
    Dessy @dessydesma1

    • Eh, ada dua nama Dessy yang ikutan, jadi bingung hehe.

      1. Romance
      2. RL. Stine dan Enyd Bliton. Karena koleksi saat masih kecil dan kebanyakan serial
      3. Animorphs-K.A Applegate. I love how she describes the characters
      Me Before You-Jojo Moyes. Membahas topik yang berat namun tetap bergenre romance
      Autumn in Paris-Ilana Tan. Gaya bahasanya keren sekali, padahal yang dibahas sangat simple
      Remember MeÉ-Sophie Kinsella- Novel bahasa Inggris pertama yang kubaca dan sama sekali nggak bisa kuletakkan sampai selesai baca
      4. Sophie Kinsella, Ilana Tan
      5. Hm… sepertinya R.L Stine dan K.A Applegate di awal-awal nulis dulu
      6. Sophie Kinsella. Pengin tahu apa aja yang dia baca
      7. wah berapa ya. Kayaknya nggak sampai 50 deh
      8. Aku selalu punya target menulis setiap haru (kalau sedang mengerjakan proyek nulis). Setidaknya 1-3 bab setiap hari
      9. Me Before You-nya Jojo Moyes. Totally awesome!
      10. Jangan nulis sesuatu yang kamu sendiri nggak enjoy🙂

  24. Assalamualaiikum😀
    Hai kak Lia, aku mau meluncurkan pertanyaan nih😀

    1. Biasanya menghabiskan waktu beraapa banyak sih kak untuk membuat sebuah novel yang aiiih gak bisa di utarakan dalam kata-kata,very very very amaizing hehehe😀

    2. Kak aku pernah nih waktu nulis novel eh tau taunya berenti di tengah jalan karena idenya makin lama makin ngawur ? Itu menurut kakak gimana ngatasinya kak?🙂

    3. Kalau misalnya cerita kakak gak diterima para readers apa yang bakalan kakak lakuin? Apakah kakak akan berhenti menulis atau berusaha untuk jadi lebih baik lagi?

    4. Apa saja yang memotivasi kakak untuk tetap berkarya di dunia nulis?🙂

    Sekian kak, itu pertanyaan dari aku. Hehe.. Congrats banget buat kakak yang udah nerbitin novel novel keren. Huuaaaa.. Semangat buat karya-karya kakak yang lain, pasti sukses dan huaa cerritanyaa bikin ppenasaran abiiiss..😀.

    Kak aku request novel Paper Romance yaakk kak🙂. Huhu penasaran banget.. Uda nyarik-nyarik di toko buku tpi urung dapet samppe sekarang. Hehe.. Makasihh kak🙂

    Nahdina @DinaLA_
    🙂

    • Halo Dina, ini jawabanku ya
      1. Kalau aku membuat novel dalam 1-3 bulan. Kalau novel yang very2 amazing itu penilaiannya dari pembaca lho hehe
      2. BUat alur dulu secara utuh supaya waktu penulisan lebih gampang
      3. Nggak pantang menyerah dong. Terus berusaha!
      4. Kalian, para pembaca haha. Karena sekarang ini juga adalah pekerjaan tetap… tentu saja royaltinya untung menyambung hidup haha

  25. Hai kak Lia! Gimana kabarnya? semoga baik-baik saja ya semoga kakak selalu dilimpahi keberkahan oleh-Nya ya😀 aamiin.
    aku mau tanya nih, boleh yaaa😉

    1. gimana sih kak cara membuat tokoh dalam novel atau cerita yang kita buat menjadi benar-benar “hidup” benar-benar ada seperti nyata?

    2. bagaimana sih cara menemukan judul yang tepat, pas, bagus, wow, dan cetar membaha badai. judul yang pokoknya badai gitu…?
    karena masalah yang selalu Aku hadapi pas mau buat cerita adalah membuat judul dan juga nama-nama tokohnya. aku sering kebingungan sendiri, alhasil aku ambil dari nama temen-temenku aja. abis kalo kebanyakan mikir malah jadi gak mood buat lanjutin cerita yang mau dibikin -_- Aku juga mau jadi penulis kayak kakak do’ain ya kak😀

    3. Apa sih yang membuat Kakak menjadi penulis? apakah karena hobi? atau kakak punya tokoh penulis yang kakak kagumi gitu,

    4. Apasih novel yang pertama kali kakak baca dan bikin kakak pengen nulis juga?

    5. Kakak pernah nulis cerita soal ‘kehidupan’ pribadi kakak gak untuk dimasukan ke novel kakak?

    6. kapan pertama kali kakak mulai menulis dan mulai menyukai tulisan?

    7. berapa banyak koleksi novel yang kakak punya atau baca? >.< ini pertanyaan yg selalu bikin aku penasaran karena ada yang bilang penulis awalnya adalah pembaca. dan mereka juga banyak membaca hueheheh

    aku mau banget banget banget novel kakak yang “paper romance”!! soalnya aku suka bangetttt sama yang namanya kertas dan naksir sama warna covernya!! hijauu ..< hueheheh dan juga dialognya pake bahasa gaul lagi, udah gitu kakak bilang ada soal make up nya lagi ! karena gabisa dandan jadi siapa tahu bisa buat belajar juga. hheheeh makasih kakak! sukses terus yaaaa!🙂

    From:
    Sekar Ayu Kartika Sari
    @Sekarayuree

    • Halo Sekar.

      1. Pertanyaan ini kayaknya yang paling laris ya. Coba cek postingan di atas ya, karena sudah aku jawab🙂
      2. Untuk judul tentunya disesuaikan dengan cerita. Jika kamu kesulitan bisa berdiskusi dengan teman dan editor. Selama ini, itulah yang kulakukan
      3. Karena hobi. Dulunya karena suka banget baca novel akhirnya ingin menulis sendiri deh
      4. Karya-karya R.L Stine dan K.A Applegate
      5. Menuliskan kisah pribadi secara utuh sih nggak pernah. Tapi di beberapa bagian, sadar nggak sadar aku memasukkan ‘aku’ ke dalamnya.
      6. Menulis waktu SD
      7.Yang aku punya? Hm, nggak pernah hitung sih tapi aku punya 3 rak besar berisi novel-novel dan buku yang lain

      Semoga jawaban ini bermanfaat ya

  26. Hai kak Lia… Apa kabar?
    Aku ada beberapa pertanyaan nih buat kak Lia, mohon dijawab ya kak🙂
    1. Siapa sih yang ngajarin kakak nulis novel? Atau kakak belajar sendiri?
    2. Apa sih yg kakak lakukan kalau pas nulis tiba-tiba ditengah jalan semangat nulis mulai luntur? Apa yang memotivasi kakak agar semangat nulis itu bisa kembali?
    3. Pas kak Lia melakukan riset nih, klo misal g ada temen kakak yg berkecimpung dibidang yg dibutuhkan cerita, trus biasanya kakak tanya-tanya ke mana?
    4. Oh yah, kakak biasanya buat kerangka cerita dulu atau langsung ngetik aja, ngbiarain alurnya ngalir sendiri gitu?
    5. Bagi tips dong kak, gimana caranya nulis cerita yg menarik dan g membosankan?
    6. Sejauh ini, harapan apa yg belum bisa kakak capai?

    Klo menang aku pengen deh dapet novel khokkiri, soalnya dari awal aku uda penasaran kenapa kok dinamai gajah? Trs, pas baca reviewnya baru tahu kalo gajah itu punya daya ingat yg kuat, kaitannya dg kenangan. Dan kenangan itulah yg jadi inti cerita, jadi penasaran emang kenangan apaan sih? Tentang yg mati itu yah? Atau gimana?

    Fr : @windyagustin8

    • Halo Windy, ini dia jawabanku
      1. Learning by doing. Belajar dengan langsung praktek nunlis
      2. Pengin ingin selesai. Aku nggak betah kalau naskah nggak selesai selesai haha
      3. Cari di internet. Tanya-tanya orang yang lebih ahli di bidangnya juga bisa
      4. Bikin kerangka dulu. Meski nggak detail tapi lebih gampang kalau sudah ada kerangkanya supaya nggak bingung di tengah-tengah
      5. Banyak latihan nulis dan banyak baca
      6. Penginnya ada novelku yang difilmkan🙂

      Thanks atas pertanyaannya ya

  27. Hai Lia!
    Aku mau tanya dong,
    1. Pesan apa yang disampaikan dalam Novel Paper Romance ini?
    2. Untuk novel yang berlatar korea,bagaimana kamu melakukan riset? Langsung ke Korea kah? Atau search di Internet?
    3. Di karya mbak yang fiksi, adakah True Story nya berdasarkan pengalaman sendiri seperti karya non fiksi mba?
    4. Yang terakhir, bagaimana mba menghadapi pembaca yang suka maupun tidak suka dengan karya mba?

    Aku mauuuuu bangeetttt sama Paper Romance, setelah baca review ini malah jadi tambah mauuuuuuuuuu bangeeeeettt hehehe, semoga bisa dapet +ttd mba..Amin

    Anita Amaliyah @anitaaa_nit

    • Halo Anita, ini jawabanku ya
      1. kata èmaafè itu sebuah kata yang sederhana
      2. kebanyakan melalui internet dan tanya temen-temen
      3. ada non fiksi:
      Ga Gi Gu Gigi, Dentistory, GokilboyéGokilgirl, SeoulVivor, (Not) Alone in Otherland
      4. Dengan senyumaaaaan haha. Aku berupaya memberikan respon pada semua pembaca yang sudah membaca karyaku, baik yang suka maupun enggak

  28. Hallo salam kenal mbak Lia, aku mau tanya yaa..
    1. Apa yg mempengaruhi kamu menentukan ide dan karakter tokoh dari novel yg akan dibuat? trendkah, tantangankah atau lainnya?
    2. Apa kiatnya saat meniupkan ruh pada tokoh di novelmu agar tokoh itu bisa seakan-akan hidup saat dibaca?
    Terimakasih…
    Aku sebenarnya mau novel yg mana aja tapi kalo boleh pilih mau Paper Romance karna reviewnya teriak pake toa ke aku begini: LO HARUS BACA INI SEGERA ATAU LO BAKAL NYESEEELLLL! IT’S SUPER AWESOME!
    @ratipramita

    • Halo Rati, ini jawabanku ya
      1. Aku menulis sesuatu yang aku suka. Sesederhana itu kok🙂
      2. (sudah dijawab di atas-atas)

  29. Hai kak Lia! Annyeonghasaeyo… ^^
    Ada beberapa hal yang sangat ingin aku tanyakan langsung kepada seorang penulis,dan hal ini bener-bener bikin aku penasaran..
    1. Novel khokkiri adalah novel untuk pembaca dewasa.Bagaimana perasaan kak Lia saat menulis novel dewasa? Apakah kak Lia merasakan sesuatu yang berbeda saat menulis novel dewasa dibandingkan novel remaja?
    2. Dalam membuat sebuah novel,kak Lia lebih milih mana? Menggunakan sudut pandang orang pertama atau sudut pandang orang ketiga? Jangan lupa alasannya,ya?
    3. Menurut kak Lia,lebih mudah mana? Membuat sebuah novel dengan happy ending atau sad ending atau gantung?
    4. Novel pertama kak Lia,butuh waktu berapa lama dalam pengerjaannya?
    5. Novel kak Lia yang mana sih,yang pengerjaannya memakan waktu tercepat? Jelasin ya,kak! Kenapa bisa secepat itu?
    6. Saat kak Lia sedang dalam proses pembuatan sebuah novel,ada ga sih lagu yang sering kak Lia dengerin sebagai penyemangat kak Lia?
    7. Terakhir nih terakhir… (hehe),Kak Lia,bagi tips dong! Alur-alur membuat sebuah novel supaya ga pupus ditengah jalan!😀

    Wah!!! Si gajah ‘unyu’ itu menarik perhatianku🙂
    Sangat beruntung jika aku bisa mendapatkannya disini…
    Khokkiri!!! I want it.😉

    Neomu.. neomu.. kamsahamnida ^^

    rizki oktavia @rizki_1004

    • Halo RIzki. Ini jawabanku ya.

      1. Riset yang dilakukan lumayan menyita waktu. Ada beberapa bagian yang aku enggan sekali menulisnya, terutama yang beradegan dewasa.
      2. Saat ini aku lebih nyaman menggunakan POV 3 karena bisa menjelajah setiap tokoh dari kaca mata seorang pengamat.
      3. Sama saja. Tergantung keperluan cerita
      4. 1 minggu
      5. Novel pertamaku. 1 minggu karena kurang riset dan masih semangat membaca haha
      6. Lagu secara khusus nggak ada tapi playlistku penuh dengan lagu Korea dan lagu rohani saja.
      7. Tuliskan alurmu secara keseluruhan itu baru mulai menulis🙂

  30. Hai Kak Lia !

    Pertanyaan dari saya singkat aja kak😀
    Bagaimana cara kakak membangun kebiasaan menulis itu sndiri ? Apakah kakak menulis stiap hari ? Bagaimana kalo sdang tidak mood ? Akan tetap menulis dan di edit nanti atau brhnti sjenak ?

    Oya , kakak pertama nerbitin buku itu umur brapa kak ?

    Buku yg aku pengen adalahh …… Paper romance , karena khebohan munculnya di twitter , tebelnya itu bikin ngiler , dan resensi2 di goodreads yg byk ksi bintang 4 atau 5 …

    Dari : dayu ledys
    twitter : @dayuledys

    • Halo Dayu. Ini jawabanku ya
      Aku mendisiplinkan diri menulis setiap hari, Meski sedang nggak mood, tetep harus nulis. Meski agak kacau, nanti bisa di edit sendiri🙂
      awalnya waktu kuliah… di umur 20 tahun

  31. hai kak ^^ aku Putri. sebelumnya salam kenal ya kak.🙂
    langsung to the point aja deh kak, aku mau tanya-tanya nih
    1. kak, apa kakak berfikir bakat menulis itu ada semenjak kita lahir? dan apakah bakat itu menurun dari gen manusia? seperti kata pepatah buah jatuh ga jauh dari pohonnya
    2. gimana pengelaman pertama kali kakak nulis? apa kakak awalnya cuma iseng atau buat tugas di sekolah (kayak aku)
    3. menurut kakak, seseorang disebut penulis itu sewaktu buku yang dia tulis sudah diterbitkan?
    4. kak, cara buat munculin ide buat nulis gimana sih? aku coba beberapa cara tapi rasanya susah banget munculin ide itu.
    5. sebenernya penulis itu biasanya nilai bahasa indonesianya gede ga sih kak?
    6. oya kak, menurut kakak nulis itu mending langsung di laptop/pc atau di note/ kertas-kertas?
    7. perasaan kakak gimana sih waktu menanggapi komentar-komentar miring dari orang tentang karya kakak? apa kakak nyuekin atau mungkin komentar lagi atau minta maaf atau gimana kak?
    8. negara dan kebudayaannya yang kakak suka apa sih?
    9. terkait sama buku yang menyangkut negara/ settingnya di luar negeri, apa kakak pernah kesana negara itu sebelumnya?
    10. kak, sebelum nulis kakak pasti punya inspirasi kan? inspirasi kakak awalnya dari benda atau orang kak? atau hewan? terus seberapa penting sih inspirasi itu meurut kakak?
    11. kakak biasanya suka bawa-bawa note sama alat tulis kemana-mana ga? karena kata guru aku ide bisa datang dimana aja dan kapan aja, jadi harus sedia alat tulis buat ngingetin/ ngecurahinnya
    12. kelak apa kakak bakalan berhenti nulis?
    13. oke deh kak, the last nih. kakak lebih suka kalo ending cerita yang kakak buat / yang kakak baca itu sedih atau bahagia?

    oke deh kak, segitu dulu aja aku tanyanya. maaf kak mungkin bertele-tele, tapi aku pribadi berharap kakak jawab semuanya ya kak. (/\>.<) maaf nyusahin juga kak, kebanyakan nanyanya, tapi pertanyaannya masih banyak yang berkelebat di kepala aku. :3 semoga kakak ga migrain baca ini (sedia oskadon pancen oye d(^_^)b

    oya, aku mau paper romance dong kak (kalo boleh). tapi berharap banget kakak ngasih aku paper romance. xD soalnya selain penasaran, aku juga kepengen dapet ttd kakak :') oya, aku gasuka liat review buku dari orang-orang, aku cuma liat review dari bukunya yang di belakang buku itu dan liat ratingnya. aku gasuka kalo liat reviewnya, karena aku pengen ngusut tuntas masalah dalam buku itu sendiri (ala detektif) dan gamau tau isi dan maksud cerita kalo bukan aku sendiri yang baca (yaelah curcol lagi) oke deh, makasih ya kak udah mau mendengar pertanyaan aku ini (dan curcolnya). makin sukses ya kak ^^ see U

    putri dwiningsih @putriputridw

    • Salam kenal Putri.
      1. Tidak, Menulis itu bisa dilatih
      2. (sudah dijawab)
      3. Setelah diterbitkan, akan disebut sebagai ‘penulis profesional’
      4. Kurasa ide bisa datang dari mana saja. JIka kamu tertarik dengan ;sesuatu’, kamu bisa mengolah sesuatu itu menjadi sebuah ide yang akhirnya menjadi tulisan
      5. Nggak selalu. NIlaiku pas-pas-an aja haha
      6. Tergantung masing-masing penulis. Aku suka bikin catetan alur di hape, tapi kalau nulis langsung di laptop. Temenku yang lain, leih suka nulis dulu di buku baru dia pindah ke laptop
      7. Tiap orang punya pendapat sendiri-sendiri, jadi apapun komentar mereka itu hak mereka. Jika komentar itu langsung ditujukan ke aku (mention twitter, email, post di facebook), sebisa mungkin aku memberikan respon.
      8. Aku suka Indonesia dan Korea.
      9. Sementara ini, yang di luar Indonesia aku hanya menulis novel bersetting Korea. Ada beberapa novel yang aku hanya riset melalui internet karena belum memiliki kesempatan pergi ke negaranya. Tapi beberapa yang lain aku buat setelah aku menginjakkan kaki ke Korea.
      10. Tanpa inspirasi, nggak akan bisa tercipta sebuah karya, kan? Awalnya dari buku dan film yang aku tonton
      11. Cukup bawa hape aja. Langsung ditulis di situ. Tapi jarang sih aku nulis begitu
      12. Mudah-mudahan akan terus menulis
      13. Sama-sama suka. Sesuai kebutuhan cerita saja

      Thanks ya udah nyempatin diri nulis pertanyaan buatku

  32. Kesekian kalinya ikut kuis yang berhadiah #PaperRomance gak pernah menang, kayaknya aku pernah bookmark laman ini, tapi lupa buat ikutan, baru meluncur lagi pas liat di postingan reviewnya mbak Yuska😀

    Pertanyaan buat Lia Indra Andriana:
    1. Apa yang mendasari membuat novel-novel bersetting negara lain?
    2. Tertarik buat novel thriller?
    3. Jika ingin menjadi tokoh dalam sebuah novel, ingin menjadi siapa dan di buku apa?
    4. Manakah tokoh yang paling berkesan selama membuat novel? Mengapa?
    5. Bagaimana cara menghadapi writer’s block? Ada tips-tips khusus untuk menghadapi itu?
    6. Bagaimana pendapat Kak Lia tentang perbukuan Indonesia?
    7. Jika novelnya di-film-kan, mau terjun langsung dalam pembuatan skenarionya atau mempercayakan kepada script writer handal?
    8. Menurut Kak Lia, hal apa yang mendasari sesuatu yang beraroma Korea sangat diminati penduduk dunia sekarang ini?
    9. Ke depannya, tertarikkah membuat novel dengan unsur lokal mengangkat suatu budaya yang menjadi ciri khas di negara kita?
    10. Jika masuk ke negeri dongeng, mau ke negeri mana?

    #TebarGaramKeberuntungan
    #MerapalJampiJampiTimbunan
    ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ

    Salam,
    @lucktygs

    REVIEW (Not) Alone in Other Land
    http://luckty.wordpress.com/2013/04/16/review-not-alone-in-other-land/

    • Alasanku mau Paper Romance:
      1. Covernya unyu badai menggoda buat dibaca.
      2. Kalo dapet bukunya, pasti langsung dibaca plus langsung dibuat reviewnya di notes FB dan blog wordpress.
      3. Abis baca, langsung aku taro di perpus sekolah seperti buku-buku terbitan Haru lainnya buat dibaca murid-murid unyu😀

      Ini beberapa buku terbitan Haru yang pernah kureview:
      REVIEW Ojou!
      http://luckty.wordpress.com/2013/07/10/review-ojou/

      REVIEW Duet
      http://luckty.wordpress.com/2013/04/15/review-duet/

      REVIEW 4 Ways to Get a Wife
      http://luckty.wordpress.com/2013/03/15/review-4-ways-to-get-a-wife/

      REVIEW (Not) Alone in Other Land
      http://luckty.wordpress.com/2013/04/16/review-not-alone-in-other-land/

    • Halo Lucty, ini dia jawabanku:
      1. Aku hanya pernah menuliskan dengan setting Korea. Alasannya simple aja: karena aku suka🙂
      2. Saat ini belum, semoga suatu saat ya
      3. Wah, bentar…. mikir dulu… Hmmmm tokoh utama dalam novel Sophie Kinsella yang manapun aku mau. Alasannya: semua tokohnya selalu energic meski kadang careless dan suka berbuat konyol
      4. Lucie dari Khokkiri. Awal bikin, aku sebel banget sama dia. Tapi setelah naskah selesai, dia tokoh fave ku🙂
      5 – (sudah dijawab)
      6. Semakin berkembang pesat.
      7. Kebetulan aku juga penulis skenario meski karyaku belum banyak. Jadi, aku ingin terlibat langsung meski tidak mendapat porsi penulisan yang besar juga tak masalah
      8. Karena sedang ngetrend. Haha, nggak jawab pertanyaan ya. Hm, mungkin karena promosi mereka yang gencar haha *tetep ga hawab pertanyaan
      9. Tentu
      10. Ehem.. mikir bentar ya… Ke dunianya Sleeping Beauty kali ya. Aku jadi Beauty-nya, jadi bisa tidur terus (saya hobby tidur haha)

  33. kok nasib saya samaan ya sama komen diatas😀 *colekmbakLuckty* aku juga udah berkali2, hmm klo gasalah udah 7 kali ikutan kuis berhadiah Paper Romance gaada yang nyantol😦 tapi tetep gamau nyerah xD kekeuh pengen dapet gratisan soalnya sayang sama perjuangan 7 kali itu huhuhu…

    THIS IS MY QUESTIONS:
    1. Siapa yang menjadi ‘penggerak semangat’ kakak untuk berkarya dan menghasilkan karya lebih banyak lagi?
    2. Dimana biasanya ‘comfort zone’ kakak saat menulis?
    3. Bagaimana cara promosi buku kak Lia hingga menjadi bestseller?
    4. dari semua buku kakak yang udah terbit, buku apa yang paling banyak mendapat penolakan sebelum akhirnya terbit?
    5. Gimana cara mengatasi penolakan tersebut agar kakak tidak menyerah?
    Last, give me one word to explain all of your books! ^^v

    Love, @meliarawr

    • Halo Amelia. Semoga beruntung ya hehe
      1. Diri sendiri. Soalnya rasa malas itu datang dari diri sendiri
      2. rumah
      3. kerja sama dengan bagian promosi penerbitnya dong🙂
      4. Khokkiri
      5. DIdiemin dulu beberapa lama, baru direvisi lagi🙂

  34. Thanks semua yang udah berpartisipasi di kuis interaksi dengan Lia Indra Andriana. Kuis sudah ditutup, dan seminggu ke depan Lia akan berusaha jawabin semua pertanyaan kalian! Oya, pemenangnya juga Lia sendiri yang pilih ya, pengumuman tanggal 25 Juli 2013, well, keep update in my timeline😉

    • 31 penanya dengan lebih dari 100 pertanyaan. Fiuuuh~ *sok-sok ngitung*
      Thanks Kak Dini atas kesempatannya, memperbolehkanku menuh-menuhin isi blog. Makasih juga buat semua yang sudah ikutan. Beberapa hari ini saya jadi olah raga tangan dan otak haha. Banyak pertanyaan menarik yang juga bikin saya mikir. Thanks all~

  35. Makasih kak, Dini udah d kasih kesempatan bertanya ^^, dan makasih buat Kak Lia yang sudah bersedia jawab pertanyaanku ^^. Sukses terus buat kalian berdua….

  36. Congraaatz ya buat Luckty kemarin sudah dipilih oleh Lia Indra Andriana dan dimention di twitter. Tunggu kiriman bukunya, ya dari Lia.. ^^. Untuk yang lain, tungguin kuis interaksi dengan penulis lain di blogku ini. Thank you and keep update!😀

  37. kak Lia novelnya udah banyak banget ya, hihi. salut banget sama kak lia, penulis produktif yang bahasanya ringan tapi tetap diracik sehingga menarik! sukses terus buat kak Lia🙂 ditunggu novel-novel lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s