Hai Clara!

ClaraBooksClara Canceriana adalah salah satu penulis muda yang tiga novelnya telah saya tamatkan baca: If You Were Mine, Love Storm (duet dengan Fei), dan Close to You. Selain itu, novel-novel Clara yang lain adalah Autumn Christmas, Rain Affair dan bulan ini baru saja ia merilis novel barunya yang berjudul Love Disorder. Kali ini saya akan sedikit bertanya-tanya sama Clara tentang salah satu novelnya, dan tentunya tentang sekelumit hidupnya sebagai penulis…

Hai Clara! Menurut kamu, profesi penulis itu seperti apa sih? Apa yang membuat kamu yakin memilih profesi ini?

Profesi penulis ya orang yang mengandalkan menulis untuk mencari nafkah. Kalau aku, sebenarnya enggak kepikiran akan terjun lebih jauh ke dunia yang mulanya cuma hobi ini. Jadi kalau dibilang yakin bahwa ini adalah profesi yang aku pilih untuk bekerja, err, sebenarnya masih ngerasa belum yakin. Tapi, aku menikmatinya. 

Saat sedang memulai proses menulis, apakah kamu menetapkan target untuk dirimu sendiri? Ini di luar target dari penerbit, ya ..

Ada. Tapi enggak seketat kalau penerbit yang kasi, huahahaha…. Ya misalnya sehari ngerjain minimal 2 jam, atau kalau bisa 1 bab.

Dalam menulis cerita fiksi, biasanya seberapa kadar penulis menyisipkan pengalaman-pengalaman pribadinya? Jika boleh dibocorkan sedikit, ada enggak penggalan cerita di novel-novelmu yang berdasarkan kisahmu sendiri?

Kalau di Close to You yang jadi penggalan pengalaman ya hanya berkisar tentang pengalaman jalan-jalan ke Korea saja. Ketimbang adegan, aku lebih sering memikirkan apa yang jadi input dalam hidupku secara general kemudian diolah menjadi fiksi.

Tentang novel ‘Close to You’, ini adalah novel pertamamu yang setting-nya di luar negeri, yaitu di Korea Selatan. Bisa diceritakan proses memulai novel ini, mulai dari ide dan cara risetmu untuk setting yang notabene tempat yang asing bagimu?

Yup. Ini novel pertama yang setting-nya di luar negeri. Semua berawal dari tawaran dari Penerbit Haru untuk proyek Hi!Kwangdae (serial fiksi tentang kehidupan mahasiswa di Seoul-Korea Selatan). Mulanya bingung juga mau nulis soal apa. Browsing, main, dan cari-cari ide, akhirnya nemu kata pen pal. Aku langsung inget berapa orang yang resmi jadi temenku setelah bertemu via dunia maya. Kupikir, aku bisa ngolah ide besar itu untuk naskah Close to You.

Mulailah susun plot, riset dan meminta bantuan google map untuk menjelaskan kampus ini. Hokinya adalah pertengahan berjalannya naskah, aku justru harus berangkat ke Korea. Jadi, kalau untuk setting tempat di luar kampus dan suasana Korea, aku enggak begitu kesulitan karena sudah berkesempatan menjelajah duluan (seperti Myeongdong dan Seoul Tower). Yang sulit hanyalah proses penyusunan sistem kampus dan asrama Kwangdae ini. Karena meski fiktif, kampus ini harus terasa real di mata pembaca.

Mengambil setting Korea Selatan, di tengah tren tentang K-Pop dan K-Drama… Apa yang menjadi pembeda buat novelmu, sehingga tidak bisa dibilang ‘terseret arus’ ?

Sebenarnya sih mau dibilang terseret arus juga enggak masalah. Pembaca berhak menilai. Hanya saja aku pribadi enggak merasa menulis setting Korea ini karena hallyu wave (demam Korea) itu. Tapi, aku pikir, dengan mengandalkan Bayu sebagai tokoh utama yang punya karakter tidak percaya diri dan culun ini, termasuk salah satu pembeda yang biasanya mengandalkan prince charming di setiap naskah berbau Korea.  

Kalau menerima pujian mungkin sudah biasa dan tentunya menyenangkan, ya.. Tapi pernah enggak terima kritik yang cenderung tajam untuk novel ‘Close to You’ ini? Ceritakan, dong ..🙂

Pernah, dong. Yang paling tajam, ada yang bilang kalau Close to You punya ending yang cheesy abis. Hahahaha.

Selain masalah penjualan *uhuk* apa sih harapan yang ikut kamu sertakan untuk novel ‘Close to You’ ini? Dan apakah sudah tercapai?

Hmm…, kayaknya aku cuma berharap semua bukuku disukai pembaca xD

Terakhir nih… jika diberi kesempatan untuk memerankan salah satu tokoh di ‘Close to You’ dan sedikit mengubah jalan cerita, kamu milih jadi siapa dan ngapain? Misaaal, jadi Bayu dan pengin lebih berani nembak si Hara. Hehehe ..

Mungkin jadi Hara. Tapi, enggak mau ubah apa-apa. 

Terima kasiih, Clara.. sebagai penutup, silakan sampaikan apa pun di blogku ini.. anything, boleh promosi, salam-salam buat penggemar, puisi, hahahaa.. apa aja deh.. silakan…

Thanks buat tanya jawabnya. Sila kirim kritik, pesan atau obrolan ke twitter @kura_jjang dan cek blog claracanceriana.wordpress.com untuk buku-bukuku. I’ll do my best ^ ^9 // Yoroshiku //

 

93 thoughts on “Hai Clara!

  1. Pingback: Interaction with Author?? Ask Your Favourite Author and Pick the Book!! :D – Hai Clara! |

  2. Hai Clara, mau nanya dong, pernahkah kamu kepikiran untuk menuliskan kritikan pedas yang datang ke kamu dalam bentuk sebuah novel fiksi baru? Ya jadinya kayak Taylor Swift yang dikritik terus muncullah lagu “Mean”. Pernah nggak?

    From: Ratri Anugrah @imawesomenerd
    Hadiah pilihan: Rain Affair soalnya aku suka banget sama hujan. Setiap buku yang bertema hujan pasti aku baca (kadang minjem kalo lagi nggada duit). Hujan itu berarti banget. Waktu lagi seneng rasanya hujan ikut seneng lewat bunyi rintik-rintiknya. Kalau lagi sedih rasanya dia membantu buat menghapus kesedihan itu. Aku paling suka nulis lagu waktu hujan turun. Semoga buku Rain Affair bisa menginspirasi laguku yg berikutnya🙂

  3. Hai semua , sebenernya aku belum baca novelnya baru sekadar liat di toko buku maklum lg penghematan soalnya mau bayar uang kuliah dl
    Tp dr obrolan diatas aku ngerasa Ka clara nikmatin banget jadi penulis .
    Aku ada pertanyaan nih :
    1 . Seandainya suatu saat nanti ga bisa menulis lagi kaka mau buat apa?
    2. Pernah merasa stuck atau jenuh banget sama nulis ga ? Atau bingung pas ditengah cerita ? Atau malah karna kesibukan melupakan novel yg tengah ditulis ? Nah kalo pas udah gitu apa yg kaka lakuin biar semangat lagi selain tuntutan penerbit ?
    3. Ke depan mau buat novel bertema apa ? Apa masih soal cinta”an atau malah lebih serius gitu ?
    Udah segitu aja pertanyaannya . Tolong dijawab ya , dan thanks untuk meluangkan waktunya , sukses sama nulisnya . Semoga aku bisa menangin novelnya biar bisa ikut tenggelam di dunia fantasi ka clara

    • 1. Pertama, aku amit-amit dulu, ya. Jangan sampai aku nggak bisa nulis lagi *ketok meja* tapi aku juga punya keinginan untuk jadi penterjemah, sih. Meski kedalaman bahasa jepangku masih payah, tapi aku masih kepengin bisa nerjemahin, baik lisan maupun tulisan.

      2. Jenuh sih tentu ada. Kalau udah begitu, aku sih biasanya ninggalin naskah itu dan cari hiburan lain. Standard memang, tapi itu berefek buatku.

      3. Jujur aja aku hampir nggak pernah bisa mikir lebih jauh dari satu tahun ke depan xDD~ Aku juga orangnya suka kebebasan dan sangat moody. Jadi, apa yang aku rencanain sama apa yang kemudian aku realisasikan biasanya bisa berbeda. Makanya aku lebih senang membiarkan semua mengalir. Kalau saat itu lagi pengin buat tema cinta, ya aku buat tema cinta. Kalau ingin buat yang serius, ya buat saja.

      Trims, ya.

  4. Diantara semua novel yang pernah ditulis, mana yg butuh waktu lama dan paling sulit pengerjaannya? Kesulitannya karena apa dan tentu saja bagaimana mengatasinya?
    Aku mau novel If You Were Mine karena penasaran sama karakter Jessica yg terinspirasi dari lagu SNSD🙂 juga penasaran bagaimana dia bakal mengatasi rasa posesifnya.
    Terimakasih sebelumnya….

    @MbokneYudha

    • Hai, Nurina. Paling sulit pengerjaaan itu juga pertanyaan yang sulit aku jawab. Aku nggak tahu, ya. Tapi, aku ngerasa kalau setiap buat tulisan memang selalu sulit. Sulit, tapi menikmati. Karena aku sendiri sih juga masih belajar, kok. Tapi, kalau riset yang paling sulit, aku masih bisa coba jawab. Mungkin, aku akan menyodorkan Love Disorder sebagai riset paling heboh karena aku benar-benar serasa jadi mahasiswa kedokteran sejenak. Mulai dari belajar nama latin, sampai menonton video penjelasan mengenai bagian jantung serta embel-embelnya. Tapi, lagi-lagi aku menikmati juga. ^ ^

  5. Tadi kamu bilang kalau menulis itu adalah hobi, ceritain dong, apa kamu pernah ngerasa tertekan/stress ngejalaninnya, ketika buntu menulis cerita misalnya . . . terus menurut kamu inspirasi menulis itu apa sih, dan gimana cara ngedapetinnya?

    Diantara semua novel “yang sebenernya pengen aku punya semua🙂 he he he” aku paling pengen rain affair, soalnya aku yakin novel yang satu ini bakalan romantis banget, apalagi kalau ingt kata “rain” yang identik dengan sumber kehidupan, toh cinta adalah salah satu power untuk kehidupan kan.
    Makasih&moga sukses aja buat clara canceriana
    From
    Devia Ramadhani @dera_devia

    • Hai, Devia. Seperti yang aku bilang, awalnya memang hobi, tapi kalau sekarang mungkin sudah jadi rutinitas mungkin, ya. Sudah jadi duniaku kalau boleh sedikit berlebai xD~ cuma mungkin daripada dibilang stres, mending dibilang lagi bosen, kali ya. Secara aku juga gampang bosen. Dari situlah mungkin dianggap jadi stres atau tertekan. Kalau cara mendapatkan inspirasi, terus terang aku nggak punya trik atau cara khusus. Aku cuma berpegang ke satu hal apa yang aku serap, itu yang aku keluarkan.

  6. Hai kakak, aku ikutan ya😀

    1. Hai kak Clara, mau nanya dong, iseng2 aja nih, dari semua novel yg kk tulis, kk plg suka yg mana? Kalo bs jawab satu aja ya :p suka dlm arti, kk enjoy bgt pas nulisnya, trus smpe jtuh cinta sm tokohnya, bhkn smpe gk makan n tidur dmi nulisnya *oke aku berlebihan, tp kk ngertilah mksdku (;;

    2. Aku mau Rain Affair! Krn blurbnya bikin penasaran setengah mati sampe gk bs tidur X0 I’m serious! Ksian kan aku smpe gk bs tidur? Jd pilih aku ya kak :p

    3. Nama sudah jelas siapa: Alfindy Agyputri. Akun twitter: @alfindyagyputri (difollow ya kak ;p)

    Sekian dan terima kasih ;D

    • Halo Alfindy, Aduh, ini susah banget, ya. Kalau disuruh milih buku mana yang paling aku suka, aku angkat tangan. Aku cuma bisa bilang, kalau ada cowok model Nathan yang masuk ke hidupku secara ‘real’ aku mau buanget! xD

      • Wah, sepertinya semua penulis otomatis cinta sama semua karya tulisnya, ya. Aku sendiri aja yg sebagai pembaca juga bingung buat nentuin buku favorit. Semuanya suka😄

        Makasih kak udah dijawab :3 makasih juga buat kak Dini atas acaranya! Ditunggu acara selanjutnya!😀

  7. Hai clara! Mau tanya dong, kalau buat novel itu apa konfliknya harus banyak? Gimana sih cara atur waktu nulis disela kesibukan seorang pelajar seperti aku? Satu lagi, gimana cara membuat tokoh imajinasi kita makin real? mau novel yang Close to You ya, soalnya aku suka cerita berlatar korea. Hehe
    oh iya namaku Hanifah Putri >> @ haenifah
    makasih & sukses ya ka🙂

    • Hai, Anifa.
      Soal konflik, sebenarnya aku masih belajar, loh. Jadi, aku jawab IMHO saja, ya. Kalau buatku konflik disesuaikan sama kebutuhan si cerita. Ada yang pakai konflik berlapis-lapis, ada juga yang sepertinya cuma beberapa atau bahkan satu. Lagian, kalau si cerita cuma butuh dua konflik, misalnya, tapi kamu kasih berlapis-lapis, nanti dikuatirkan naskahnya malah menggendut dengan isi yang melebar kemana-mana atau malah bikin orang terlalu capek bacanya karena ‘penuh’ konflik. Atau justru bingung. Jadi, menurutku sebaiknya satu konflik harus jadi yang paling kuat sehingga cerita itu terasa tajam.
      Kalau soal waktu, ya, memang aku sih bersyukur udah bisa fokus cuma ke tulisan aja. Tapi, dulu aku juga punya kegiatan di kantor. Siasatnya ya cuma sediakan waktu, jangan cari waktu. Kalau masih sekolah, misalnya sediakan waktu di pagi hari atau malam, tergantung golden time kamu. Jangan kayak aku yang malah nulis di jam pelajaran, ya. Hahaha. Tapi, serius, deh. Aku menjalani disiplin waktu macam ini juga susah banget. Secara aku juga nggak disiplin. Tapi, kadang mecut diri sendiri itu perlu. Daripada naskahnya setengah jalan, kan, sayang.
      Pertanyaan terakhir soal tokoh, ya. Kalau dari aku intinya cuma satu, bersahabatlah sama tokohmu. Kalau udah saling kenal, mau nerobos ke dalam hati si sahabat ini kan juga gampang, toh. Kasih waktu intim buat kalian bicara heart to heart. Tapi, di internet sekarang banyak character chart kok. Itu ngebantu banget untuk menggali karakter tokohmu.

      Semangat, ya.

  8. Hallo Clara, :
    1. Aku mau tanya bagaimana cara mengatasi mood saat lagi malas nulis atau supaya bisa fokus nulis dan perhatian ngga banyak teralih ke hal lain? Dan dimana kamu bisa mendapatkan ide-ide untuk menulis buku dan memunculkan ide saat kamu lagi stuck?
    2. Ada rencana buat cerita genre lain selain romance? misal fantasi atau drama keluarga yang menguras emosi?
    3. Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan suatu buku?

    Hehehe, aku sih buku apa saja boleh, secara aku belum punya semua, tapi kalau boleh pilih, aku tertarik sama Rain Affair, mungkin karena yang lain pada pilih itu, jadi aku rasa aku ikut jawaban populer saja dan sama aku juga suka hujan.

    • Halo, Lina.
      1. Untuk masalah fokus, aku pribadi baru bisa fokus kalau sudah terpasang lagu yang memang pas dan juga duduk di tempat yang nyaman, biasanya ditambah secangkir kopi dingin. Tapi, cara ini mungkin belum tentu nyaman buatmu. Jadi kesimpulannya, kamu yang harus temukan cara kamu untuk bisa fokus. Ibaratnya kamu lagi belajar untuk ujian, jadi kamu juga udah tahu gimana cara belajarmu yang efektif. Lalu soal ide, ya. Menurutku, ide itu bisa kita temukan dari apa yang masuk ke dalam kepala kita. Memang sih kadang ada juga ide yang tenggelam di dalam otak. Tapi, bisa dibangkitkan lagi mungkin dengan lagu, note, atau kata-kata yang bertebaran.

      2. Saat ini masih betah di romance.

      3. Menyelesaikan suatu buku ini berarti beda ya sama menyelesaikan sebuah naskah. Karena kalau untuk jadi buku, berarti udah berhubungan sama penerbit. Dengan kata lain, bersinggungan sama kerja editor, layouter, revisi, dll. Tapi, pada umumnya untuk jadi satu buku perlu satu tahun.

      Trims buat pertanyaannya.

  9. Ka nambahin dikit ya tadi lupa kasih judul novelnya »»» CLOSE TO YOU »» itu yang aku harapin dapet ,semoga aja menang

    Trus nama twitterku : @cjmomcj

    Wish me luck

    And I hope kaka berdua sukses selalu

  10. Hai kak Clara, salam kenal yaa.. Aku mau nanyak ni, > Gimana sih kakak mendeskripsi kan makna ‘menulis novel’ itu dlm kehidupan sehari2 kakak? Jika di ibaratkan sprti barang kesayangan kakak..
    > diluar sana bnyak yg bercita2 ingin menjadi penulis yg brhasil, cthnya sprti kakak, jika mrk menyebut diri mrk sbg “Penulis yang tertunda” apa pndpat kakak tntang kata2 itu? Mungkin jwbn kakak bisa sklian mmbrikan sebuah motivasi untuk mrk+aku pribadi;)
    Oh ya, dari ke 3 novel itu, aku tertarik dan ingin skali punya novel Close To You, karena dr cover’a aja aku udh tertarik, ada amplop yg terbang diudara hihihi.. Terus stelah mmbaca resensi novel ini smkin mmbuat aku pnasaran dgn isi ceritnya, bagaimana prjlnan seorng cewek dinegara org lain*korea,jepang* serta kisahnya yg mnghadapi 3 laki2 dgn karakter yg berbda, dgn siapa akhirnya ia prg ke N Seoul Tower?
    Penasaran bgt pokoknya~ Terimakasih jg buat kak Dini ^^
    twitterku > Rulia @Lia_nded19

    • Hai, Rulia.

      Pertanyaannya agak susah juga, ya. Hahaha. Aku mungkin nggak bisa menjelaskan maknanya dengan baik, tapi yang bisa aku jawab adalah bahwa menulis itu sudah menjadi sesuatu yang kalau nggak dikerjakan kadang rasanya ada yang ganjil. Aku inget. Ada temanku orang Taiwan. Bisa dibilang pertemanan kami belum lama berjalan. Suatu hari, kami sama-sama pergi ke mal dan lihat-lihat baju. Ketika dia lihat sebuah baju di display, dia langsung bilang, “ini kamu banget, deh.” Padahal dia baru kenal aku dan tentunya nggak begitu banyak memperhatikan fashionku. Tapi, dia bisa bilang begitu. Mungkin, seperti itu pulalah menulis. Ketika aku merasa bahwa itu adalah aku banget.

      Penulis yang tertunda? Maksudnya, yang selalu menunda kalau ingin menulis? Hahaha. Entahlah, menurutku semua yang sudah mulai menulis, ya berarti disebut penulis, dong. Cuma bedanya, ada yang karyanya sudah menembus penerbit, ada yang belum. Itu aja.

      Semoga jawabanku ini bisa memenuhi pertanyaanmu. ^ ^

  11. Hai kak Clara, saya mau tanya nih, boleh ya ^^
    1. Dari beberapa cerita fiksi yg saya baca, penulis terkadang terlalu cepat dalam alur penceritaannya. Akibatnya pembaca jadi sering mengeluh, “Kok ceritanya langsung jadi gini sih?” atau menilai suatu cerita terkesan instan. Gimana sih caranya untuk mengatasi hal seperti itu?
    2. Dari sekian banyaknya penulis baru saat ini, bagaimana caranya untuk bersaing sehat dan tetap memikat pembaca untuk membeli novel kakak?
    Makasih..
    Saya tertarik dgn novel If You Were Mine. Dari referensi yang saya, novel ini mampu mendeskripsikan emosi yang baik. Apalagi dgn menceritakan tokoh perempuan yg hanya mampu memendam cintanya. Sama halnya dgn isi hati para cewek, mereka jatuh cinta dan berharap atas kejelasan cintanya. Hehe..
    -aulia- @khusnulauliaa ^^

    • Halo, Aulkey, aku coba jawab pertanyaanmu, ya.

      1. Kalau pertanyaan pertamamu ini, berarti soal alur yang terkesan cepat, ya. Aku masih belajar juga secara teoritisnya, sih, tapi kalau dari apa yang aku tahu, aku rasa penulis fiksi itu bisa tahu kebutuhan alur yang seperti apa yang perlu dimasukin ke dalam cerita. Kalau memang butuh alur cepat, kenapa nggak?
      2. Pertanyaan ini juga agak susah aku jawabnya. Tapi, kalau dibilang bersaing…, entah kenapa aku nggak merasa begitu, ya. Buatku yang penting aku tetap menghasilkan tulisan. Dan, karena aku nggak bisa memenuhi keinginan pasar secara penuh, sampai sekarang aku merasa aku menulis apa yang aku sukai dan apa yang ingin aku tahu.

      Trims, ya.

  12. Hai kak Clara, aku mau nanya nih, pernah gak ngalamin kejebak sama karakter sendiri? jadi setiap mau nulis yang baru inget sama karakter tulisan yang lama.
    aku pengen novel if you were mine, karena ada unsur fanshionnya aku jadi tertarik sejak baca review nya🙂
    Amalia Utami @tamtamami

    • Halo, Tamtami.
      Untung kamu memberikanku pertanyaan pendek, hihi. Makasih.
      Kejebak sama karakter alias nggak bisa move on itu sering banget. Gimana pun juga, selama beberapa waktu kan kami selalu ‘bersama’ ya. Jadi, selalu ada yang hal yang berkesan dari karakter itu di hatiku. Kira-kira seperti itu, sih. Hehehe.

  13. Hai, kak Clara.. Aku mau tanya nih, Sebenernya ada nggak sih, orang yang memberi Kakak semangat untuk menulis? atau bisa dibilang orang yang menginspirasi gitu.. mungkin cowok? #ehh hehe peace ya kak :p
    Trus Buku yang paling kak Clara suka itu buku apa aja kak? dan siapa penulis favorit kakak? Apa buku itu bikin inspirasi menulis kakak meluas?
    Dan pertanyaan terakhir, apa ada novel kakak yang benar ada kejadiannya? maksudku apa pernah terjadi dalam kehidupan kakak atau sekitar?
    Novel kakak begitu menarik perhatianku, romantic emosional yang ringan mudah dimengerti oleh pembaca, mau yang tua dan muda..
    Setelah baca puluhan review novel-novel kakak, aku tertarik dengan novel kakak yang berjudul Rain Affair, emosi yang ditahan seorang cewek mungkin nggak bisa mendobrak cintanya pada seseorang.. tapi kesabaran manusia memiliki batas. Aku penasaran dengan isi buku bertajuk romance ini, nggak tahan ingin membuka lebar-lebar isi bukunya!
    Fannyda Allya @fannydaa

    • Halo, Fannyda.
      Sampai sekarang, menurutku, nggak ada orang yang secara spesial menjadi semangat aku untuk nulis. Meski begitu, teman-teman di sekelilingku adalah supporter yang nyata. Pada dasarnya juga, aku menulis untuk diriku sendiri biar kepala ini nggak penuh sama khayalan-khayalan yang sering berseliweran dan kadang bikin gelisah.
      Mengenai buku, aku suka buku-buku yang ringan dan mudah dibaca. Tapi, aku juga suka baca komik, apalagi Conan, kok. Ya, cuma itu aja serial detektif yang sanggup aku baca hahahaha. Untuk penulis favoritku, agak sulit, ya, aku hampir nggak memfavoritkan ke salah satunya. Tapi, aku kagum banget sama tulisan Mbak AE, Clara Ng dan Dewi Dee.
      Lalu, yang terakhir, ya. Novel yang kejadiannya pernah ada di kehidupanku, ya. Mungkin aku akan mengajukan novel debutku, Autumn Christmas. Di sana, memang aku menggambarkan kehidupan mahasiswa sastra Jepang di mana aku juga menjalaninya. Aku juga memasukkan beberapa karakter yang aku kenal secara nyata. Tapi, itu bukan sepenuhnya kisahku. Tetap ada unsur fiksi di dalamnya, kok.
      Sekian dan terima kasih ^ ^~

  14. Hai Kak Clara!
    Aku mau tanya sesuatu ya kak🙂

    Kalau mau terbitin novel, hal terpenting yang harus dilakuin itu apa? Cara dapetin penerbit yang mau nerbitin novel kita itu gimana?
    Oh ya kak, terus kalau kaka mau edit naskah, itu edit sendiri atau make editor yang lainnya?
    ^Terima kasih^

    maaf ya kak nanyanya borongan.. hehehe. aku cuma pengen tau cara nerbitin buku itu gimana, kali aja suatu saat aku bisa nerbitin novel😀

    Terus aku mau novel ‘Close To You’
    Udah lama aku pengen banget novel ini. Apalagi ceritanya tentang Korea gitu. Lagi ke pengen koleksi novel-novel Korea. Dan novel ini wajib di koleksi🙂🙂

    • Dear Soffa. Dari pertanyaanmu, intinya adalah mengenai proses penerbitan, ya. Meski secara detail aku nggak bisa jelasin, aku akan coba kasih tahu dari apa yang udah jadi pengalamanku aja, ya.

      Bermula dari keinginan menerbitkan novel. Semua yang menulis, kemungkinan besar punya keinginan untuk menerbitkan karya mereka. Hal terpenting untuk mendapatkan apa yang mereka mau, tentunya harus menulis dulu, dong. Menulis sampai naskah itu selesai (buatku selesai itu adalah, selesai aku tulis dan juga self edit). Kalau mau terbitin novel, tapi nggak pernah nulis, lalu mau ngasih apa, dong? Hehehe. Dari naskah yang ditulis, tentunya ada kecenderungan ke beberapa penerbit yang sesuai. Misalnya, kamu menulis romance, tentu nggak mungkin kamu ngirim naskah ke penerbit yang cenderung menerbitkan horor. Itulah kenapa rajin-rajin ke toko buku dan meneliti buku apa yang dikeluarkan oleh penerbit tertentu itu menjadi hal yang menurutku penting. Dan, kalau penerbit udah bersedia menerbitkan naskahmu, berarti semua proses menuju sebuah buku, akan dibantu oleh penerbit. Termasuk masalah edit.
      Kira-kira begitu yang bisa aku sharingkan. Trims, ya.

  15. Hai! Kak clara..! Boleh ikutan tanya-tanya gak?😀

    Kak clara pernah gak merasa nggak percaya diri dgn karya novel kakak untuk diterbitin?dan gimana membuat ide cerita biar nggak terjebak dgn konflik yg klise. Satu lagi ya kak.. Gimana membuat pikiran kita tetap pada ide pokok cerita, jadi nggak buyar(?) kemana-mana.
    Untu novelnya , aku pilih close to you. Soalnya novel ini berlatarkan korea dan aku suka bgt sama novel yg mengambil setting di korea, berasa ada di korea gitu loh.. Wkwkwkw #ngarep

    from : usriyah @1004_usriyah
    terima kasih buat kak clara, semoga sukses selalu dan juga buat kak dini makasih.

    • Hai, Usri.
      Masalah nggak percaya diri sama karya sendiri itu sering banget melandaku, kok. Biasanya aku akan ganggu temanku dengan curhatan-curhatan galau. Hahahaha.
      Nah, kalau soal klise, nih. Menurutku, sih, ya, klise atau nggaknya sebuah adegan, nggak lagi penting kalau cara dia menyampaikan bisa bikin aku cenat-cenut. Hihihi. Tapi, akan lebih bagus sih kalau nggak klise. Cuma daripada ribet mikirin cara supaya nggak klise, kalau aku pribadi lebih memikirkan bagaimana menggarap supaya feel-nya bisa tersampaikan dengan baik. Untuk pertanyaan terakhirmu, sepertinya satu-satunya cara adalah dengan membuat kerangka karangan lebih dulu. Dulu, aku nggak buat. Tapi, setelah banyak hal yang perlu ‘dipikirkan’ sehingga menyita perhatian dan membuat aku jadi lupa akut, si kerangka ini sangat membantuku untuk membuatku tetap on track.

      Sekian. Trims, ya.

  16. Hai Clara! Aku ada pertanyaan nih:
    1.Writer Block pasti pernah dialami penulis,apa yang kaka lakukan utk mengatasi hal itu?
    2.Jika dapat tantangan untuk menulis tentang psikologi,tema apa yg akan dipilih dan alasannya kenapa?
    3.Punya keinginan nggak untuk menulis tentang kisah nyata? klo iya kisah siapa yg ingin kaka tulis?
    4.Buku apa yg paling berkesan buat kakak?
    sekian pertanyaan dariku smg berkesan di hati kakak.
    Buku yg aku pilih If You Were Mine,alasannya karena aku tertarik dng kisahnya yg beda dari novel2 lain.
    Terima lasih untuk Kak Clara dan Kak Dini
    Nama : Indah Meilina Rahayu
    twitter: @inmeira14

    • Halo, Inmeira.
      Aku akan coba jawab pertanyaanmu, ya.
      1. writer’s block, hmm, sepertinya aku lebih senang menyebutnya sedang bosan pada naskah. Ini ibaratnya, sedang sering main-main sama seseorang, tapi ada satu titik kamu lagi nggak mau main sama orang itu. Saat bosan itulah, aku lebih memilih untuk istirahat dengan melakukan kesukaanku yang lain seperti nonton dorama atau dengar musik.

      2. Psikologi salah satu tema yang pengin banget aku tulis. Tapi, sampai sekarang aku cuma berhasil mengumpulkan bahan materi aja. Belum berhasil masuk ke naskah karena belum punya kerangka yang kokoh.

      3. Menulis kisah nyata berarti semacam biografi gitu, ya? Sampai sekarang aku masih betah sama fiksi. Melibatkan diri pada kisah nyata, menurutku jauh lebih sulit ketimbang bergelut dengan tokoh fiktif. Kita harus kenal betul orang itu, harus tahu gimana perasaannya. Dan, semua itu butuh ketelatenan dalam berinteraksi dengan manusia lain. IMHO, sih. Hehehe.

      Semoga jawaban ini sudah cukup, ya. Thanks.

  17. hai clara ikut tanya2 yah🙂
    1. kalau kamu ditakdirkan tidak untuk menulis cerita romansa, cerita apakah yang mungkin akan kamu pilih?
    2. Selain korea, negara lain yang pengen kamu jadikan latarnya negara apa dan kenapa?
    3. Seandainya hidup kamu bisa digambarkan dengan sebuah novel, kira-kira novel berjudul apa dengan cerita hidup kamu?
    4. Kalau kamu boleh ber’duet’ untuk menuliskan sebuah novel, siapa penulis yang pengen banget kamu aja ‘duet’ ?

    maap banyak pertanyaannya😛

    pengen yang close to you, sepertinya novel andalannya clara yang ini nih, jadi penasaran pengen baca

    semoga saya yang mendapatkan bukunya ^^

    • Halo, Rinonly,
      Aku coba jawab pertanyaanmu, ya.
      1. Kalau nggak jadi penulis romansa, aku mau jadi penulis apa. Hm, ada beberapa hal selain roamansa yang memang cukup menarik perhatianku. Seperti hal-hal yang berbau psikologis manusia, penyimpangannya, juga hal-hal yang bersifat kemanusiaan. Mungkin, aku akan memilih tulisan seperti itu. Mungkin, ya. Aku belum benar-benar memikirkannya, sih.

      2. Selain Korea, aku pengin menulis tentang negara Jepang dan beberapa negara di Eropa. Kebetulan buku terbaruku memang berbau Jepang, tapi setting terbanyak tetap di Indonesia, jadi aku nggak banyak mengeksplor negara sakura itu.

      3. Untuk pertanyaan ini, aku agak kurang mudeng. Novel orang lain-kah? Atau novel sendiri-kah? Atau bikin judul sendiri untuk hidupku?

      4. Aku pernah duet dengan Fei. Dan, menurutku untuk duet ini nggak bisa sembarangan orang. Kenapa? Karena untuk menyatukan dua pikiran ke dalam satu naskah, aku harus nemuin orang yang klop dengan selera dan jalan pikiranku. Menulis duet nggak gampang juga nggak susah. Kalau udah menemukan pasangan yang pas.

      Thanks ya.

  18. Halo mbak Clara.. salam kenal🙂
    dari novel-novel kakak yg udh terbit, aku baru baca satu doang ‘Love Strom’. Aku suka bgt sama ceritanya soalnya berasa lg fangirlingan😀

    sebenarnya bingung mau nanya apaan, soalnya udh ditanyain semua sama yg lain. Aku cuma mau nanya, gimana cara kakak membangun karakter tokoh supaya bisa bener-bener dirasain sama pembaca?

    untuk novel, aku pilih ‘close to you’. wish me luck ya:) Monica Seles – @monsedede

    • Halo, Munic.
      Sebelumnya, makasih udah baca Love Storm, ya.
      Untuk membangun karakter, aku nggak punya trik atau cara khusus. Cara yang kupakai sepertinya dipakai juga oleh banyak penulis lain. Ya, nggak ada yang lain yang bisa aku lakukan selain aku ‘kenalan’ dengan karakter ini. Aku menganggapnya bukan sekadar tokoh imajinasi yang lahir dari khayalku, tapi juga ‘temanku’ di kehidupan yang lain. Kadang aku berinteraksi sama dia, sering mengajaknya untuk bicara bersama. Proses pertemanannya juga nggak beda jauh dengan pertemanan pada umumnya. Tapi, kalau secara teknis, ada beberapa web di gugel yang bisa membantu kamu membentuk karakter kamu. Pertanyaan sederhana, yang bisa kamu ajukan ke dia. Intinya, sih, anggap karaktermu ini seperti manusia pada umumnya. Begitulah kira-kira, ya.

  19. Hai, all… Cuma mau ingatkan syarat2nya dipenuhi semua yaa.. terutama nama, akun twitter, request hadiah apa & alasannya pilih novel itu.. Karena kalau nggak gitu nggak dihitung sebagai calon pemenang, lho~ Tapi kalau cuma mau tanya-tanya sama Clara Canceriana sih juga gak apa-apa.. hehee.. Yg merasa syaratnya kurang, langsung reply komentarnya sendiri, yaa.. Ditunggu 5 hari lagi buat yang belum ikutan. Hihii~ (dini aka dinoy)

    cek here for more info:

    https://dinoybooksreview.wordpress.com/2013/06/14/interaction-with-author-ask-your-favourite-author-and-pick-the-book-d-hai-clara/

  20. Hai Clara, penasaran nih sama novel love disorder kamu, karena ada unsur medis di dalamnya. Cuma info, aku juga termasuk penggemar medical drama lho ^^.

    Pengen nanya dong, dunia kedokteran kan terkenal berat dan serius tuh, apakah kamu mengalami kesulitan saat mengolah data yang ‘njelimet’ luar biasa itu untuk di ubah menjadi naskah yang ringan dan manis ala teen romance novel? Jika ya, bagaimana cara kamu mengatasinya?

    Bukunya tentu pengen Love disorder dong! penasaran bagaimana kamu menggambarkan kisah seorang dokter yang selalu terlihat serius-jenius dalam penampilannya, dan terkenal angkuh, menghadapi kehidupan pribadinya di tengah jadwalnya yang luar biasa sibuk.

    Terima kasih.

    From
    Dessy @dessydesma1

    • Ahh, maaf aku nggak nyimak dengan baik nih pilihan bukunya. Aku mau yang if you were mine aja selain karena buku itu belum sempat aku koleksi diantara buku Clara canceria yang lain (Love disorder juga belum sih ^^) juga karena cover novel ini sepertinya menjanjikan sebuah cerita manis romantis ala Clara.
      Terimakasih.

    • Hai, Dessy. Salam dari sesama penggemar medical drama. Hahaha.

      Banyak yang mengira kalau dunia kedokteran memang terkesan ‘wah’ sekali, ya. Karena memang bahannya itu cukup sulit untuk dipahami oleh orang yang masih awam. Aku juga mengalami kesulitan itu. Sewaktu baca jurnal (karena ini yang biasanya dijadikan materi buat mahasiswa FK belajar), aku langsung puyeng. Waktu nemuin bahasa latin, kepalaku langsung cekat-cekot. Hahaha. Tapi, aku pikir, setiap orang punya cara pandang tersendiri terhadap sesuatu, kan. Cara dan sudut pandang itu berbeda setiap orang. Mungkin, kalau aku memandang kedokteran dari mata seorang dokter spesialis yang punya keahlian super dan teknik mengoperasi yang luar biasa, aku akan terjebak di dalam hal medis yang ‘berat’ seperti katamu tadi. Tapi, karena aku mengambil dari kacamata seorang mahasiswa FK, tahun awal pula, aku rasa pengetahuan dan tingkat ‘berat’nya juga akan beda. Jadi, harusnya nggak terasa ‘berat’ atau ‘serius’ seperti yang dibayangkan.

      Kira-kira, itulah pendapatku.

  21. Ikutan ya, 1st of all thanks ada kesempatan bertanya pada seorang penulis yang karyanya diakui dan mendapat acungan jempol diantara kritik yang pasti, itulah hidup😛
    Setiap kali baca novel romance, pasti disisipi quote romantis yang puitis, kalau kakak diminta membuat puisi gimana, mau gak nerbitin buku puisi? Dan menyambung pertanyaan itu, sebenarnya aku suka menulis puisi, hanya kalau disuruh bikin novel/cerpen suka kesulitan. Boleh gak minta sarannya? kalau gak keberatan, silahkan berkunjung ke blogku http://shyshelovelysunshine.blogspot.com/
    Trims, buat jawabannya.

    Pilihan Novel: Close to You, karena aku ingin semakin dekat padamu🙂

    • Halo, Chi.
      Sayang sekali untuk pertanyaanmu ini, aku nggak bisa jawab. Soalnya aku bukan orang yang menulis puisi dan berkecimpung secara mendetail di sana. Jadi, sekali lagi, mohon maaf, ya nggak bisa bantu.

  22. Hai Clara!

    Apa kamu ada rencana jalan ke luar negeri lagi untuk inspirasi buat setting novel berikutnya? Selain Jepang dan Korea Selatan, Apa negara favorite lain yang ingin kamu kunjungi?
    Pernahkah terpikir untuk membuat buku traveloque, sekadar share perjalanannya?

    Saya koleksi novel karangan Clara Cancerina yang bertanda tangan. Sudah punya 2 yang ditanda tangani langsung: Autumn Christmas dan Rain Affair. Karena itu saya berharap banget bisa dapat Close To You. Judulnya mengingatkan saya dengan lagu Close To You, semoga ceritanya seromantis lagu itu. Saya juga penasaran dengan penggambaran Korsel versi Clara. Semoga bisa membangkitkan kenangan lama ;P

    Xoxo,
    Ervika
    @mizerv

    • Hai, Ervika.
      Sebelumnya, mau koreksi typo namaku, hahaha. Clara Canceriana, loh. Selanjutnya, mau bilang thanks karena kamu punya 2 bukuku bertanda tangan pula. Menjawab pertanyaanmu soal rencana ke luar negri untuk inspirasi, sebenarnya buatku ke luar negri itu bukan untuk inspirasi setting novel, kok. Perjalanan ke Korea waktu itu dan Close to You, murni hanya kebetulan. Aku memutuskan untuk menerima tawaran ke Korea itu karena Korea menjadi negara prioritas yang harus aku kunjungi selain Jepang. Tapi, kalau ada uang lagi, mau jalan-jalan ke Eropa. Aku pengin banget ke London. Tapi, perjalanan-perjalanan itu sepertinya nggak akan jadi tulisan seperti travelogue yang kamu bilang. Terpikir sih pernah. Pun, aku pernah menulis draft-nya untuk Korea Selatan itu. Hanya aja, untuk diseriusin, sepertinya belum dulu. Masih pengin fokus di fiksi romance aja.
      Mau ajak ke London? Kkk~

      Thanks buat pertanyaannya.

  23. Hi Clara, salam kenal ya..
    Pertama2 aku mau ngucapin Selamat ya..
    Wah hebat,, km sudah punya karya yg bisa dinikmati bnyk orang.. Aku selalu iri dg org2 yg mempunyai karya shngga bisa bermanfaat buat org lain .. *hehe, jd jurhat*..
    Semoga karya kamu salah satunya ya, bisa bermanfaat utk org lain🙂
    oke aku to the point utk pertanyaan ya.. *Ehemm~*
    1. Kenapa ya skrg bnyk penulis yg lebih suka mengangkat kisah dari latar belakang negara lain, misalnya kyk Korea, Jepang, Roma dll? Apakah kisah yg berlatar belakang negara kita sendiri sudah tidak menarik lagi untuk ditulis? Jujur ya aku sedikit terkejut melihat di toko buku begitu banyak judul2 novel dari negara penghasil gingseng misalnya.
    2. Apakah novel karya kamu ada yg bergenre novel sastra? Jika ada judulnya apa? Dan jika belum ada, maukah kamu menulis novel sastra tsb? Karena jujur aku suka sekali dengan kalimat yg penuh dengan kiasan.

    Untuk pilihan novelnya aku mau Rain Affair. Alasannya krn aku suka sama penyanyi/ aktor yg namanya Rain.. *looh*.. hehehe.. Ya pokonya aku penasaran aja, apa yg dikisahkan dr novel itu.. hehe
    Sekian dan terimakasih
    ini twitter aku: @apinkjuyel

    • Halo, Apink.
      Aku langsung jawab pertanyaanmu, ya.
      1. Mengenai setting yang mengusung negara luar, ya. Menurutku, bukan latar indonesia tidak menarik. Tapi, nggak ada salahnya juga kan pembaca diajak berkeliling ke negara lain tanpa perlu passport, tiket, visa dsbnya?
      2. Aku rasa aku nggak bermain di sastra ^ ^~
      Kira-kira begitu yang bisa aku jawab, ya.
      Makasih.

  24. hai kak clara , aku mau tanya beberapa pertanyaan nih .
    1. pen pal itu apa ?
    2. Gimana cara kak clara ngatasin rasa bosen pas buat novel ?
    3. Sebenarnya cita – cita kakak apa ?
    4. bikin alur yang sebenarnya biasa – biasa , tapi jadi gak biasa gimana ?
    5. Penulis favorit kakak siapa ? kenapa ?
    6. Buku favorit kakak apa ? kenapa ?
    7. Kalau mau tanya kak clara , di email boleh ? kalau boleh , emailnya apa ?
    8. Kak clara mau jadi editor novel ?

    Pengen close to you , soalnya ada koreanya ..

    From
    Lita @Litaa_FAN
    kalau kak clara mau follow aku juga gpp😛

    • Halo, Lita. Wah pertanyaanmu seperti bikin aku lagi ulangan aja, hahahaha. Karena pertanyaanmu singkat, aku juga jawab singkat aja, ya. Selebihnya kalau ingin ngobrol bisa via email, kok di kaniza_16@yahoo.co.id (sudah menjawab satu pertanyaanmu, hahaha).

      1. Pen-pal : http://en.wikipedia.org/wiki/Pen_pal ^ ^
      2. Cara mengatasi rasa bosan dengan cari hiburan lain dulu dan meninggalkan tulisan untuk sejenak.
      3. Cita-citaku waktu kecil jadi insinyur pertanian. Kalau sekarang, aku melakukan apa yang suka dan nggak mengejar cita-cita lagi. Tapi, mengejar impian.
      4. Secara teoritis, aku masih belum bisa menjelaskan dengan baik. Tapi, imho, meski alur yang dipakai adalah alur yang luar biasa sekali pun, kalau kamu nggak bisa menyampaikannya dengan baik, aku pikir tetap saja akan jadi biasa. Jadi, mending memikirkan bagaimana menyampaikan dengan baik ketimbang memikirkan alur yang njelimet biar dibilang keren.
      5. Penulis favorit sudah kujawab di atas. (baca Fannyda Alia)
      6. Buku favorit sepertinya masih Harry Potter dan buku karya Dewi Dee. Kisah-kisahnya bikin aku hanyut.
      7. Udah kujawab loh. Hihihi.
      8. Kemampuan editingku masih perlu belajar banyak, jadi aku akan bilang untuk sekarang belum.

      Sekian, deh. Hehehe. Makasih.

    • Orang Jepang kebanyakan sulit jika harus menyebut namaku, Clara. Yang paling dekat adalah Kurara. Tapi, karena kepanjangan, teman kuliahku memotongnya jadi ‘Kura’ biar terasa lebih dekat juga. Itulah asal usul nama Kura ini xDD~

  25. Hi kak Clara.. Salam kenal..😀 Aku Vina..
    Ini nih pertanyaanku untuk kakak. Mudah-mudahan berkenan dijawab yaa..🙂
    1. Apa pencapaian terbesar kakak dalam bidang kepenulisan dari mulai berkarya sampai? Apakah kakak sudah puas dengan pencapaian itu?
    2. Dari sekian banyak novel yang sudah kakak buat. Kira-kira yang mana menurut kakak yang menjadi karya masterpiece ?
    3. Dari seluruh novel, mana yang paling cepat dan yang paling lama selesai ditulis?
    4. Menurut kakak pribadi, kelebihan dan kekurangan dalam menulis secara duet apa? Kalau disuruh memilih, lebih ingin menulis sendiri atau duet?
    5. Apa pernah terpikir walau hanya sekali, untuk berhenti menulis atau jenuh untuk menulis?
    6. Terakhir ni kak, tolong beri motivasi untuk para penulis pemula (seperti saya), agar tidak menyerah mencapai impian sebagai penulis dalam satu kalimat.

    Makasih ya kak.. Maaf kalau pertanyaannya banyak.. Fighting!! ^^
    O iya, aku request “Close to You” Alasannya sederhana, karena aku belum punya buku itu dan ingin membacanya *apacoba*. Dan karena settingnya di Korea yang adalah negara yang ingin saya datangi..😀

    From : Vina
    Username Twitter : @EpRin

    • Halo, Vina.
      1. Mengenai pencapaian, entah kenapa rasanya seperti beban. Bahkan saat menjawab ini aku terus berpikir, pencapaian yang seperti apa. Menurutku, jika aku memikirkan perjalananku sampai sekarang, rasanya aku nggak pernah memikirkan soal pencapaian. Yang ada di kepalaku, aku cuma mau tulis ini, tulis itu. Dan, aku terus berpikir gimana caraku supaya bisa tetap menghasilkan karya.
      2. Yang berikutnya karya masterpiece. Wah, ini benar-benar membingungkan. Sekali lagi aku harus bilang, aku nggak bisa memilih. Ada kesan tersendiri di dalam setiap karyaku yang nggak bisa aku abaikan begitu aja. Sehingga untuk bilang kalau novel A ini adalah masterpieceku, aku rasa itu terlalu jahat buat novel yang lain. Tapi, You Are My Sunshine (novel terbaruku) adalah novel yang paling berkesan karena perjalanan di antara kami yang terjalin lebih panjang dibanding novel yang lain. Ketika YAMS bisa terbit, aku sangat sangat lega. Aku hanya bisa bilang begitu.
      3. Aku sudah jawab di no 2.
      4. Setiap menulis baik sendiri dan duet, punya kelebihan dan kekurangan. Jika disuruh memilih, aku lebih suka nulis sendiri karena apa yang aku mau (egoku) bisa tertumpah full di sana. Seperti yang kubilang, aku pernah berduet dengan Fei. Saat itu, kami harus saling berbagi pikiran dan bisa memahami keinginan satu sama lain. Di sisi lain, kami bisa dengan lebih jeli meneliti kerangka apa ada yang kurang atau bagaimana menambal kebolongan yang ada. Tapi, ya sisi ‘aku’ tak bisa muncul di sana. Kalau kamu bisa membandingkan antara novel Love Storm dengan novelku (yang sendiri) yang lain, kamu akan tahu. Yang perlu diingat, ini sama sekali bukan hal yang buruk. Hanya saja perlu seseorang yang bisa diajak satu jalan denganmu. Dan, yang paling suliit dari nulis duet adalah menemukan partner yang paling tepat, IMHO. Ini seperti menemukan belahan hatimu, loh hahahaha.
      5. Jujur saja, pernah. Saat-saat jenuh itu selalu ada dan membuat kita berhenti sejenak untuk berpikir. Aku rasa di setiap bidang semua orang akan dengan mudah menjumpai titik jenuh ini. Mungkin, titik ini menyuruh kita untuk berpikir kembali, lalu mempersiapkan diri untuk lebih baik di ke depannya.
      6. Jika harus memberi motivasi, aku akan angkat tangan. Aku bukan Mario Teguh dan menurutku, sebuah motivasi akan lebih kuat jika datang dari diri sendiri. Sebenarnya, aku paling enggan disuruh memberi semangat dengan kata-kata. Aku pikir motivasi yang paling nyata adalah banyaknya buku-buku yang sudah beredar dan sekali lagi, keinginan kuat dari dalam diri. Bagiku, ribuan kata semangat yang aku kirimkan untuk seseorang, nggak akan berarti apa-apa kalau orang itu tetap malas.

      Semoga pertanyaanmu sudah kujawab semua, ya. Trims.

  26. Hi, Kak Clara! Salam kenal yaa🙂
    Mau tanya lebih dari 1 gapapa, kan?😀
    1. Hobi menulis sejak kapan? Ingat cerita pertama yang kakak tulis? Hobi kakak didukung orang tua, nggak?
    2. Bagaimana caranya membuat novel tapi ga berhenti ditengah jalan? Soalnya kadang sih awalnya semangat banget terus lama-lama jadi kendor dan akhirnya cerita itu ga selesai deh.
    3. Bagaimana membuat kata-kata yang menarik sehingga pembaca tertarik untuk membaca?
    4. Ketika mendapat krtikan dari pembaca, bagaiman caranya agar krtikan itu tidak membuat kakak down?

    udah itu aja deh kak, semoga dibaca dan dibales {}
    Oh iya.. Novel Kakak sepertinya keren semua, sebenernya yang mana aja aku mau. Tapi aku tertarik sama novel Kakak yang If You Were Mine. Setelah browsing-browsing, penasaran sama cerita Jessica yang ditinggal mati kekasihnya dan akhirnya suka sama adik mantannya. Cius nih pengen banget baca😀
    Buat Kak Clara sukses terus yaa!

    From
    Raisa @raiananda

    • Halo, Raisa *lalu inget iklan shampo* xD~

      1. Hobi menulis sejak SMP. Tulisan pertamaku, jelas aku masih ingat betapa mengerikannya. Hahaha. Nggak ada paragraf, semua nyatu kayak nggak punya susunan yang sistematis. Kalau aku baca lagi, sepertinya jiwaku bisa terganggu xDD~ Kalau untuk mendapa dukungan dari orangtua, sebenarnya aku bisa bilang bahwa aku beruntung. Papaku adalah orang yang membebaskan anaknya berkembang sesuai dengan keinginan sendiri asal bisa bertanggung jawab dan tentunya senang menjalani hal itu.
      2. Itulah guna kerangka karangan atau plotting. Ibaratnya kamu mau pergi ke suatu tempat dan kamu sudah memperkirakan jalan apa yang mau kamu lewati.
      3. Hihi, membuat kata-kata menarik? Aku pun nggak paham. Mungkin, banyak membaca menjadi salah satu alternatif.
      4. Pada dasarnya, kritikan itu bisa saja membuatku down. Tanpa bisa dicegah tentunya. Kupikir hal itu wajar mengingat aku cukup tahu siapa diriku. Tapi, bagaimana cara untuk cepat bangkit dari rasa down itu, yang menurutku jauh lebih penting.

      Semoga membantu ^ ^

  27. Hai, Kak Clara (namanya sama penulis senior, Clara Ng). Selamat ya, sudah menghasilkan beberapa buku.

    Siapa penulis favorit Kakak, baik dari lokal dan internasional?
    Bagaimana mereka menginspirasi Kak Clara dalam menulis?

    Untuk hadiah kuis, saya pilih yang berjudul “Close to You” sebab kisahnya sekilas mirip dengan kisahku, saya penasaran sekali apa dan bagaimana itu terjadi😉

    Restu @Sakura_Rei

    • Halo, Restu. Sebelumnya, terima kasih.
      Kebetulan aku banyak mengagumi penulis lokal yang karyanya bikin aku hanyut. Tapi, diantara semua itu, aku selalu kagum sama Clara Ng, Mbak AE dan Dewi Dee. Kalau yang internasional, aku rasa sampai sekarang aku hanya suka JK Rowling. Setiap aku baca karya mereka nggak tahu kenapa rasanya jadi ada sesuatu yang menggebu yang membuat aku jadi kepengin nulis. Imajinasiku langsung bergerak seiring aku membaca tulisan mereka. Mungkin, saat itu karya mereka sedang menginspirasiku.

  28. Hai, Mbak Clara, aku mau tanya.
    1. Menurut mbak sebagai penulis, Novel yang bermutu, dan menarik itu novel kayak apa, sih?
    2. Menurut Mbak, novel mbak yang dianggap gagal itu novel yang mana dan kenapa?
    3. Jika mbak diminta memberikan bintang 1 – 5, mbak akan kasih berapa bintang untuk Novel Close To You?
    Dan, aku menginginkan Novel Close To You jika aku beruntung, karena novel ini bercerita tentang mahasiswa Indonesia yang culun dan harus bergaul dengan para mahasiswa Korea yang tahu sendiri gimana style’nya kan? Wah, pasti tabrak lari banget ya sama karakter Bayu!😀 Jadi penasaran deh!
    Dari : Dian .S @DeeLaluna

    • Halo, Dee ^ ^~
      Aku langsung jawab aja, ya.
      1. Setiap aku membaca, aku biasanya cuma menempatkan diri sebagai pembaca. Kalau nanti sadar ada yang ganjal, itu cuma bonus dari insting aja. Pada dasarnya menurutku sih yang namanya novel yang menarik itu novel di mana aku bisa enjoy ketika membacanya. Dan, permasalahan enjoy itu kadang bisa balik ke selera masing-masing juga. Jadi, bukan berarti kalau ada novel yang aku nggak bisa menikmati terus dikatakan sebagai novel yang nggak bermutu, kan? Menurutku, mutu dan daya tarik sebuah novel itu bisa jadi balik ke pendapat masing-masing aja, kok.
      2. Pertanyaan ini hampir serupa dengan di atas dalam konteks berkebalikan aja, ya. So, aku nggak perlu jawab panjang lebar lagi.
      3. Ini sulit sekali. Seperti menyuruhku memilih mana yang paling aku suka. Buatku, yang berhak menilai dengan patokan angka seperti itu adalah pembaca. Istilahnya begini. Nggak ada Ibu yang menilai buruk soal anaknya di depan orang lain, kan?

      Trims, ya.

  29. Hai Clara, salam kenal.mau tanya dong…
    1. lebih suka bikin novel bersetting dalam negeri atau yg luar negeri?
    2. gimana cara membuat cerita yg klise jd lebih menarik,seru utk diikutin?perlukah diberi tambahan adegan?
    3. apakah kamu membuat outline dulu sebelum mengembangkannya jadi novel?
    4. menurut kamu 1 bab itu idealnya berapa halaman?
    5. minta tips nulisnya donk.hehehe
    maap kebanyakan tanya.soalnya aku lagi belajar nulis.biar tulisanku makin ciiiamik.hehehe…gomawo^^

    Terus, aku mau novel Close to You, soalnya aku suka dg yg berbau korea. dan kebetulan aku lagi belajar bikin cerita bersetting luar negeri. biar bisa intip2 caranya gitu..:-)

    From: anna @mickyoona

    • Halo, Chun… Hahaha. Bingung mau menyebut bagaimana. Salam kenal juga, ya.
      1. Setting aku sesuaikan dengan kebutuhan cerita aja.
      2. Lagi-lagi masalah klise, ya. Aku sudah menjelaskan di atas. (cek kolom komentar dari Usri, ya)
      3. Soal outline, ya, aku membuatnya.
      4. Ideal sebuah bab itu nggak ada rumusnya, ya, menurutku. Kalau kamu merasa pilot bab itu perlu panjang, ya, kenapa nggak. Yang penting menarik pembaca untuk tetap lanjut ke bab berikutnya, kok.
      5. Wah soal tips nulis sama saja seperti memberi motivasi, ya. Menurutku nggak ada tips lain selain mulai menulis. Dan, semua itu kembali ke diri masing-masing. Tips itu kan cuma kata-kata. Kalau nggak dikerjakan, tips itu juga nggak akan berguna. ^ ^
      Semoga terjawab, ya. ^ ^

  30. Hai clara!
    Kamu kan udah nerbitin banyak buku..
    1.Pernah gak ngerasain kehilangan ide, buntu, dan gak tau mau lanjutin cerita gimana? Gimana cara kamu mengatasi kesulitan itu?
    2. Kalau diberi pilihan pekerjaan, kamu pengen jadi penulis atau pilih yang lain? Kenapa?
    Trims,
    From: Anita Amaliyah @anitaaa_nit, pilihan buku Close to You, krn pengen tau korea lebih dekat, dan pengen liat korea dari sudut pandang Clara^^

    • Halo, Anita.
      Aku jawab, ya.
      1. Aku biasanya menggunakan outline jadi diharapkan hal-hal macam itu nggak terjadi.
      2. Kalau boleh melakoni keduanya, kenapa harus milih? Hahaha. Aku selalu sulit kalau dihadapkan pada pilihan untuk hal-hal yang aku sukai.
      Thanks, ya.

  31. Halo! Akhirnya dibuka juga kesempatan buat aku untuk nanya-nanya sama kak Clara.
    Hi, kak Clara! Aku ada beberapa questions nih😉

    1. Kakak punya ‘obat mujarab’ gak buat para penderita (?) writer’s block syndrome?
    2. Apa pendapat kakak mengenai beberapa penulis yang gak paham sama aturan penulisan ‘elipsis’ dalam suatu buku?
    3. Kakak pernah gak diomelin sama editor gara-gara kebanyakan ‘typo’?

    Thanks for the beauty chance😉

    From Agatha Christy Ernesta (@woonlicious) Pilih “Close To You” deh karena settingnya nge-klop sama aku ^^

    • Hai, Agatha. Sekarang kesempatanku untuk jawab pertanyaanmu, ya.
      1. Soal writer’s block, ya, aku sudah jawab di kolom komentar milik Inmeira, ya.
      2. Menjawab pertanyaan nomor dua ini, aku jawab sepengetahuanku aja, ya. Menurutku, pada awalnya semua penulis itu pasti nggak paham aturan-aturan yang berlaku. Termasuk penulisan elipsis yang kamu bilang. Tapi, penulis itu sama seperti seorang murid di sekolah. Dia seharusnya terus belajar dan mencari tahu aturan mengenai EYD dan tanda baca yang berlaku dalam sebuah kepenulisan agar tulisannya semakin baik. Ibaratnya, bayi juga nggak langsung tahu cara membaca tulisan, kan? Maka pelan-pelan saja.
      3. Diomelin editor? Hahahaha. Aku rasa aku harus bersyukur karena editor-editor yang aku kenal selalu membimbingku dengan cara mereka.

      Trims untuk bertanya, ya.

  32. Hai Clara~ aku punya beberapa pertanyaan :
    1. Selama nulis‘Close to You’ Pernah gak sih ngerasa gak pede gtu waktu nulis ini buku? Apalagi kan ini novel perdana kakak dengan tema Korea (Luar negeri). Ibaratnya tuh kakak seorang chef yg di suruh memasak makanan diluar kemampuan anda sendiri dengan citarasa yang baik. Nah, gimana sih cara kakak untuk ngatasin gak pede itu?
    2. Selama masa penulisan ‘Close to You’ ada gak hal-hal korea gtu yg lengket ama kakak (misal : kadang keceplos ngomong korea gitu~) dan setelah nulis novel ‘Close to You’ ini punya minat untuk nulis novel setting luar negeri lagi gak (seperti jepang, korea, thailand, cina,dsb)
    3. Apa sih impian kakak yg belum terwujud selain jadi penulis?

    Maaf kalau pertanyaanny banyak tapi, ini yang telintas di otak ku saat selesai membaca hasil wawancara kak dini dengan anda. Terimakasih😀

    Sebenarnya, saya sendiri belum pernah membaca novel karya kak Clara. Maka dari itu, saya berharap bisa menang kuis ini dan membaca salah satu novel kakak. Diantara ketiga novel diatas novel ‘If You Were Mine’ berhasil menarik hati dan perhatian saya pake tali *heh?* di banding ‘Close to You’ yang bersetting korea. Covernya itu memberi efek penasaran mendalam di kepala ku. Semoga jawaban saya bisa membawa kemenangan.
    terimakasih kak ^^

    Nama : Dwi Novithalia Sitorus
    Twitter : @Lia_97Line

    • Hai, Dwi.
      1. Sebenarnya masa-masa nggak pede itu sering kok muncul. Nggak cuma saat Close to You. Kebanyakan nggak pede itu muncul setelah semua rampung. Jadi, selama nulis masih merasa menikmati, ehhh pas udah jadi kok malah nggak pede. Hehehe. Untungnya sih aku punya teman-teman yang baik dan mau memberi pendapat mereka.
      2. Kalau sampai keceplosan ngomong Korea, sih, udah lama sejak aku sering nonton K drama. Kalau selain Korea, kebetulan ada sedikit setting Jepang di buku terbaruku You Are My Sunshine. ^ ^~
      3. Kalau bicara soal impian rasanya banyak yang masih pengin aku wujudkan. Tapi, impian apa itu, mungkin aku simpan sendiri aja, ya. Hehehehe.

      Trims, ya.

  33. Dear Clara!

    saya sangat suka novel “if you were mine”,, ada beberapa kutipan yang saya suka,

    “Kamu adalah jawaban bagi semua pertanyaan.
    Alasan di semua hal terbaik dalam hidup.
    Harapan bagi mimpi-mimpiku.
    Kekuatan saat aku sendiri meragukan kemampuanku….

    Jadi salahkah jika aku tak ingin siapa pun memilikimu?
    Atau, haruskah aku mencintaimu untuk membuktikan keegoisanku?”
    ― Clara Canceriana, If You Were Mine

    jadi saya penasaran, gimana sih caranya supaya bisa bikin kutipan yang oke punya?

    terimakasih🙂

    @Ris_aness
    nama: Ria Aness

    • Halo, Ria.

      Kutipan yang oke, ya? Aku rasa aku nggak berada di posisi yang bisa memberikan tips atau cara yang baik. Tapi, sepengalamanku, ketika membuat kutipan itu biasanya merupakan hasil renungan bersama si tokoh. Itu aja. Paling, ditambah ilmu dari luar seperti (nggak jauh-jauh) membaca buku lain.

  34. Halo kak Clara, pertama kali kenal kakak dari novel Close To You yang kece badai ^^b
    Mau nanya nih kak, dijawab yaa
    1. Kok bisa bikin novel sekeren Close To You sih kak? Gimana caranya?
    2. Ada ga buku/novel favorite kakak yang sampe dibaca tiap hari?
    3. Pernah kepikiran buat bikin novel science fiction ga kak?
    4. Aku penasaran, kenapa sih acc twit kakak @kura_jjang?
    5. Ada keinginan buat nyoba bikin novel setting Eropa/Amerika? Biar ga melulu Asia hehe

    Udah deh segitu aja, buat wish novelnya, aku pengeeeeeen banget punya novel Rain Affair-nya punya kakak. Covernya lucu, judulnya unik, pengen tau isinya selucu dan seunik cover&judulnya atau nggak. Karena review tiap orang beda-beda, mending baca langsung, ya nggak kak?😀

    Alya Farhah Bahira (@_alyafba)

    • Halo, Alya. Sebelumnya makasih karena udah baca Close to You, ya.

      1. Makasih karena kamu suka C2U. Saat menulisnya, aku hanya menulis apa yang aku suka. Aku berusaha menyelami perasaan tokohnya dan menikmati proses penulisan yang ada. Tanpa berpikir apa hasilnya nanti. Makanya, pas udah jadi, aku agak-agak nggak pede.
      2. Sampai sekarang nggak ada yang dibaca setiap hari. Aku jarang membaca ulang buku.
      3. Science fiction? Aku memilih menjadi penikmatnya saja.
      4. LOL. Maaf, aku tertawa dulu. Soalnya pertanyaan ini mengingatkan pada kebodohanku. Jadi, aku membuat akun twitter di awal twitter belum sepopuler sekarang. Aku masih nggak paham apa sih itu twitter. Oh ya, aku juga fans Boa. Saat melihat dia perform, semua fansnya berteriak, boajjang! begitu. Lalu, tanpa paham maknanya, aku comot saja. Hahahaha. Eh, sekarang pas tahu maknanya, aku merasa bodoh. Tapi, aku nggak pengin ganti id. Karena bagaimana pun nama itu udah melekat di diriku dan aku berharap nama itu bisa jadi doa buat diriku. Hahaha.
      5. Ada. Tapi, nggak sekarang. Belum ada bahan yang cocok untuk setting itu.

  35. hai kak clara🙂
    nama aku Putri, salam kenal ya kak😀
    kak aku mau nanya dong. gimana ya kalo kakak bener-bener jadi tokoh utama semua novel-novel kakak dan ngalamin semua kejadiannya? terus kakak lebih suka novel kakak yang mana? satu lagi kak, apa kakak bakalan nulis sampe berpuluh-puluh tahun lagi?😀

    aku mau novel yang close to you dong kak. aku mauuu banget :’) aku penasaran banget sama ceritanya. aku pengen banget punya buku itu.

    dari Putri Dwiningsih @putriputridw

    makasih ya kak sebelumnya🙂 aku berharap banget kakak jawab🙂

    • Halo, Putri. Salam kenal juga.

      Thanks udah bertanya, ya. Aku akan jawab beberapa yang belum terjawab di kolom komentar sebelumnya.
      Pertama, menjadi tokoh dari semua novelku? Sebenarnya, tanpa disadari, aku memang melakukannya. Ketika proses penulisan, aku harus merasakan apa yang dirasakan si tokoh. Untuk itu secara nggak langsung aku seakan dipaksa mengalami semua kejadian itu. Tapi, kalau semua dijadikan satu, pada saat bersamaan, aku pasti puyeng.
      Kira-kira itu yang belum terjawab, ya. Trims. ^ ^~

  36. Hy kak Clara..salam kenal ya
    Kakak..aku mau tanya ya ^ ^
    Kakak kan bilang tu kalo punya target sendiri dalam menulis, sehari minimal 2 jam. Kakak udah terbiasa gitu ya,masa’ sih kak gak ada saat-saat stuck gitu yang bikin kakak gak bisa menuhin target itu? Gimana sih kak caranya buat ngatur mindset kita agar ngedisiplinkan diri utk menuhin target nulis yang kita bikin sendiri (soalnya aku gak disiplin banget dlm menulis) ? Apa kita perlu ya ngasih hukuman buat diri sendiri kalo gak disiplin? Kakak punya waktu khusus gak sih buat nulis? Kak,ngomong-ngomong ada gak sih isi/karakter tokoh novel kak Clara yang mencerminkan kehidupan nyata dan diri kakak? Kalo ada cerita dong kak..Terus, Kakak punya impian apa lagi nih selain jadi penulis? Terakhir..minta pesan-pesan atau tips2nya dong kak buat temen-temen yang newbie ingin mendalami menulis novel tp suka nunggu moodnya up dulu baru mau nulis seperti aku gini. Udh gitu aja ya kak pertanyaannya.. Makasih kak Clara ^ ^

    My wish novel itu Close to You. Kenapa? Ya selain belum punya nih novel (hihihi :P)..aku udah pernah baca resensinya. Tertarik banget buat baca isi novel ini yang dari covernya aja langsung memikatku. Aku pengen tau gimana si Bayu yang lemah dan jauh dari karakter Prince charming menghadapi si Hara yang galak itu. Kok bisa betah ya si Bayu-nya, kalo aku sih mending pulang aja😛. Hehe Becanda..becanda. Lagian aku penasaran nih gimana kak Clara menceritakan hal yang termasuk baru dan asing bagi kakak. Ah..penasaran pokoknya. Aku kan juga belum punya satupun novel kak Clara. Pasti asyik deh kalo punya, apalagi kalo ada TTDnya. Yaa..ngarep😀

    Nama :Firda
    id twitter :@Fieyu_

    • Hai, Firda.

      Wah, pertanyaan borongan, hehehe. Aku akan coba jawab, ya.
      Pada dasarnya, aku bukan orang yang disiplin. Aku cenderung ceroboh dan nggak well organized. Ketika sedang mengerjakan naskah (apalagi kalau ada dateline), biasanya bukan aku secara pribadi yang menjadi alarm untuk tetap mengerjakan tulisan itu. Biasanya, karakter yang sedang bersamaku itu yang jadi hantu gentayangan yang bakal neror aku kalau naskahnya belum beres (ada sih yang nggak sampai neror seperti itu). Sehingga ke sininya, aku cuma merasa punya keharusan untuk menyelesaikan tulisan itu. Aku merasa seperti punya tugas atau tanggung jawab yang harus aku selesaikan. Ibaratnya nasib seseorang sedang ada di tanganku. Kalau nggak selesai, gimana hidupnya? Untuk itu caranya ya dengan menyediakan waktu. Biasanya, pagi dan nggak tentu sih harus berapa lama. Tapi, kadang memang aku patok dengan kalimat, ‘paling nggak 2 jam nulis’. Kembali lagi pada sikap nggak disiplinku, aku nggak merasa kalau nggak menulis adalah sebuah kesalahan yang perlu mendapat hukuman. Tentu aku juga sayang diriku. Kalau dihukum, kan, kasihan XDD~ Tapi, lebih dari hukuman secara nyata, kadang ada perasaan bersalah yang mengganggu dan perasaan itulah yang justru bikin aku serasa menerima hukuman. Kira-kira itu yang aku rasakan sampai sekarang, ya. Jadi, kalau soal mindset, aku nggak bisa merubah mindset orang. Semua itu balik lagi ke diri sendiri. Kadang aku juga berpikir, menulis itu seperti berinteraksi dengan diri sendiri, kok. Semakin lama, kamu bisa semakin mengenal diri kamu melalui tulisan.

  37. Annnyeong! Aku mau memberikan beberapa pertanyaan ke eonnie (aku panggil kamu eonnie boleh?)
    1. Apa eonnie pernah mengirimkan naskah ke penerbit kemudian di tolak? Berapa kali jika pernah di tolak? Apa yang membuat eonnie tidak pantang menyerah dan membuat eonnie tetap mengirimkan naskah ke penerbit sehingga sekarang eonnie menjadi penulis dan bukunya di terbitkan?
    2. Genre novel apa yang eonnie tidak/kurang suka? Mengapa?
    3. Di antara novel-novel eonnie yang sudah di terbitkan novel mana yang paling menjadi favorit eonnie dan novel mana yang kurang eonnie suka? Mengapa?
    4. Pengalaman apa yang paling menarik saat eonnie ke korea selatan?
    5. Apa kunci keberhasilan eonnie dan saran eonnie bagi bibit-bibit baru yang ingin mengirimkan naskah ke penerbit?
    2. Novel Close to you karena aku pecinta kpop, ingin lebih close to korea mengenal lebih dalam tidak hanya soal lagu-lagu super junior/snsd/drama korea tapi juga kehidupan universitas di korea, kehidupan orang Indonesia yang tinggal di korea hingga percintaan yang di kupas secara tajam setajam silet dari novel Close to you
    Nama: Laurenzia Iskandar
    Twitter: @lierenzLD

    • Anyeong, Lierenz.
      Aku langsung jawab pertanyaan yang belum ada di kolom komentar yang lain, ya.
      1. Ditolak penerbit tentu pernah, dong. Bukan hanya satu, tapi tiga penerbit. Hahaha. Tapi, aku coba lagi dengan naskah yang berbeda. Eh, tembus. Hehehe. Setelah aku renungkan lagi, menulis itu memang proses kehidupan. Dalam proses kehidupan, manusia itu belajar. Makanya, sekali ditolak, pasti kalau berusaha lagi, nanti pasti ada pintu yang terbuka.
      2. Suka nggak suka sama genre itu balik ke selera, ya. Kalau untuk novel aku memang hampir nggak pernah baca novel thriller dan horor.
      3. Aku lewati, karena sudah dijawab di kolom pertanyaan sebelumnya, ya.
      4. Pengalaman menarik waktu ke Korea, ya. Wah, aku semangat sekali bercerita, nih. Soalnya jujur saja, banyak pengalaman menarik yang berhubungan dengan warga setempat. Rasanya seperti benar-benar beruntung. Saat ke Korea, aku dan satu temanku pergi ke empat lokasi, Jeju, Seoul, Busan dan Jeonju. Kami sama-sama nggak bisa bahasa Korea, sementara bahasa inggris menjadi hal cukup sulit di sana. Apalagi di daerah. Aduh, sulit sekali. Tapi, di Jeju, kami bertemu satu keluarga Korea yang bersedia mengantar kami dengan mobil mereka. Ketika tersesat dan nggak tahu harus naik bus apa, seorang penjaga convenient store kebetulan sekali pandai berbahasa inggris, membimbing kita dan bahkan memberi kita satu kaleng minuman GRATIS. Saat di Jeju, angin sedang kencang-kencangnya. Kami yang nggak siap dengan kondisi alam, jadi kayak buntelan karena melapisi badan dengan semua baju yang ada di koper. Lepas dari Jeju, kami ke Seoul. Yang menarik di Seoul adalah ketika kami nonton NANTA. Saat itu, aku beruntung bisa maju ke panggung dan ikut berinteraksi dengan pemain lain (aku dapat oleh-oleh topi chef dan foto bersama kru NANTA). Di Seoul, kami juga berkenalan dengan orang Jepang dan bertemu dengan orang Indonesia yang akhirnya bergabung bersama kami dalam trip ini. Sejenak, kami mampir ke Busan dan Jeonju naik bus gratis yang disediakan Korean Tourism. Di Busan, kami mencari satu restoran yang katanya enak sekali. Tapi, karena tersesat, kami coba bertanya pada anak muda yang lewat. Aku nekat ngomong pake bahasa Korea (hanya satu kalimat yang aku tahu dari drama), dia langsung balas ribuan kata. Pas aku ganti pake bahasa inggris, dia melongo. Sementara pengalaman paling menarik mungkin ada di Jeonju. Aku dan temanku naik mobil polisi, dong, hahahaha. Bukan karena kami melakukan kejahatan. Tapi, Jeonju turun salju dan polisi merasa kasihan pada kami turis yang tersesat. Akhirnya mereka mengantar kami sampai tujuan dengan mobil polisi, yang akhirnya bikin aku tahu kalau bagian penumpang mobil polisi nggak ada bukaan pintunya. Tapi, yang jelas selama di Korea, kami hanya makan makanan beku. Sampai akhir-akhir menjelang kepulangan dan uang saku masih banyak, maka kami baru makan di restoran XD~ Kira-kira begitulah. Kalau mau detailnya, bisa-bisa aku bikin postingan sendiri, hahaha.
      5. Pertanyaan terakhir. Aku nggak punya kunci keberhasilan itu. Jadi, aku nggak bisa membagi tipsnya. Hanya aja, kalau dari hasil perenunganku, semua karya itu jika dikerjakan dengan hati pasti akan berbuah manis. ^ ^

  38. Hai clara ! Ngomong2 knapa sih judulnya itu d kasih judul bahasa asing? Jika jadi penulis itu apa yg hrs d persiapkan terlebih dulu? Dan kenapa tertarik pada dunia kepenulisan ! Makasih ! Ngomong2 pengen dong nyobain baca buku yg d tulis oleh mu ! Hehehe makasih

    • Halo, Virga.

      Judul bahasa asing sebenarnya hanya untuk mendapatkan ‘feel’nya, IMHO. Sedangkan untuk menjadi penulis, nggak ada yang lain selain mempersiapkan tulisan itu sendiri. Oh, oke. Mungkin harus aku ralat. Mungkin sebaiknya mempersiapkan diri dulu untuk menulis. Dalam artian, kalau tidak siap dengan komitmen untuk menulis, mungkin ke depannya akan mengalami kesulitan. Aku pribadi awalnya nggak ada ketertarikan khusus dalam menulis. Waktu kecil aku suka bercerita ke sepupuku yang aku paksa supaya dia mau dengar (padahal ceritanya melantur). Pas SMP, temanku mulai bikin cerita, dan aku ikut-ikut aja. Kami juga sering menulis surat. Tapi, ternyata lama-lama aku merasa ada sebuah kepuasan saat menulis. Sejak menemukan titik kepuasan itu, aku nggak mau berhenti menulis. Eh, kadang berhenti sih buat ambil napas dan ambil liburan hahahaha.

      Kira-kira begitu. Hehehe. Trims, ya.

  39. Hai kak Clara, mau tanya nih

    1.menurut kakak menulis itu sebuah keharusan atau kebutuhan?

    2.Siapa yang menjadi sosok inspirasi kakak sehingga bisa menjadi penulis seperti sekarang ini?

    3.Jika tokoh-tokoh di novel yang dibuat bener-bener bisa hidup, kakak mau pilih siapa dan untuk bisa menjadi apa? Sahabat, teman, saudara?

    4.Siapa tokoh yang sangat di idolakan dalam novel Kak Clara?

    Aku pilih novel if you were mine, udah lama cari buku ini di toko buku tapi selalu gak ada. Rasa penasaranku tentang novel ini belum terjawab nih🙂

    Hani sutina @hanisutina2

    • Halo, Kim.

      1. Menulis itu sebuah kebutuhan yang menjadi keharusan kalau aku mau merasa tenang. Sepertinya itu yang aku rasakan saat ini.
      2. Aku rasa aku sudah menjawab di atas kalau nggak ada orang khusus yang menginspirasiku. Aku menulis untuk diriku juga. Teman-temanku hanya menjadi supporter nyata.
      3. Buatku pribadi, semua karakter yang aku buat adalah temanku. Itulah kenapa aku bisa mengenal mereka. Kami hanya hidup dalam dunia dan ruang yang berbeda, kok.
      4. Kalau dibilang mengidolakan, kayaknya gimana, ya. Aku cuma bisa bilang, kalau ada orang yang menyerupai Nathan dalam duniaku yang sama, aku mau banget xD~

      Kira-kira begitu. Trims, ya.

  40. Hai kak Clara! Salam kenal🙂
    1.
    a. Nanya dong kak, menurut kakak yang membuat ‘wah’ suatu novel itu darimana? Dari konflik kah? Plot? Karakter tokohnya? atau yang lain?
    b. Saat menulis, lebih susah memikirkan konflik? plot? karakter? atau yg lain?
    c. Sekarang kan banyak kak penulis muda/pemula, semakin banyak juga karya-karya yang keluar dari berbagai nama pena, seumpama ada penulis yang merasa tersaingin, merasa takut karyanya gak laku, menurut kakak gimana?🙂

    2. Kalau diijinkan serta dipilih menjadi penanya terbaik *eh hihi* saya request buku If You Were Mine. Alasannya langsung terpesona sama review-an kak dinoy yang ini. “Kehilangan bisa menjadi titik awal kehidupan lain… (hal 282)” tentang kehilangan. Hem, saya pengen tau ‘titik awal kehidupan lain’ itu, abisnya memaknai kehilangan yang beda🙂

    3. Nama : Sabariah, akun twitter : @cabbyy_

    Thankyou kak….

    • Halo, Sabariiah.

      1. Menjawab pertanyaan pertamamu, aku cuma bisa menjawab menurut pemikiranku aja, ya. ‘Wah’ ini yang seperti apa? Buatku novel itu nggak bisa dilihat dari satu hal aja. Banyak hal yang membangun sebuah novel. Tapi, yang jelas, semua itu juga bisa dipelajari.
      2. Kalau aku pribadi masih lemah dengan konflik. Jadi, aku masih harus belajar banyak mengenai penyusunan konflik biar lebih matang.
      3. Karya nggak laku? Berarti dilihat dari segi materi, ya? Kalau sudah berpikir soal materi, sebenarnya agak sulit, ya. Kalau bukan penulis sehebat Dewi Dee mungkin bakalan dapat penghasilan kecil, kan? Menurutku, laku atau nggaknya novel itu kan tergantung pasar. Makanya sebaiknya bertanya lagi sama diri sendiri, mau menulis demi apa. Materi? nama beken? atau memang untuk kepuasan? Kalau demi materi, harus cari akal biar bisa menguasai pasar. Nggak peduli apakah baru debut atau bukan. Itu sih menurutku aja, ya.

      Dan, ini pertanyaan terakhir, kan? Thanks, ya.

  41. Waaahh!! Terima kasih semuanya untuk antusiasnya bertanya-tanya pada Clara Canceriana. Dengan komenku ini maka kuis aku tutup, yaa~ Kasi kesempatan seminggu untuk Clara jawab-jawab pertanyaan kalian, dan tanggal 01 Agustus 2013 pemenangnya akan diumumkan lewat timeline twitterku dan juga komentar di postingan ini. Good luck! Hehehe ^^~

  42. Terima kasih buat semuanya yang udah mengajukan pertanyaan. Banyak pertanyaan yang bikin aku berpikir lagi dan mencoba merenung kembali mengenai menulis. Ada yang jawabnya butuh waktu, bahkan aku sampai kabur dulu dari laptop. Hahaha. Pertanyaan kalian sukses bikin otakku ngebul. Semoga, pertanyaannya sudah aku jawab semua, ya. Kalau ada yang ngaco, maaf-maaf, itu pasti terjadi saat aku sedang korslet. Hahaaha. Sekali lagi, terima kasih.

    Clara Canceriana.

  43. Pemenang sudah dipilih dan ditwit sendiri oleh Clara Canceriana tadi, yaitu Hani sutina @hanisutina2 .. Selamat ya, Hani.. tungguin novel If You Were Mine yg bertandatangan Clara Canceriana sampai ke rumahmu yaaa🙂 Terima kasih buat semua yang ikutan, nantikan kuis interaksi dengan penulis lainnya.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s