Annyeonghaseyo, Cinta! by Ashter Joon

annyeonghaseyo cinta

Judul: Annyeonghaseyo, Cinta!

Penulis: Ashter Joon

Penerbit: Eazy Book

Genre: Drama, Romance

Terbit:2012

Tebal: 224 Halaman

Harga: Rp 28.000

Hye Sun merasakan hatinya gundah, ketika ia tahu bahwa neneknya menjodohkannya dengan seorang lelaki, padahal ia sudah punya kekasih, Woo Bin. Dan karena hal ini, akhirnya mereka berdua mencoba menyusun cara agar Hye Sun nantinya dapat menemukan kejelekan pria yang dijodohkan dengannya itu, sehingga pernikahan mereka pun batal. Tapi apa jadinya kalau ternyata Jung Shin, nama pria itu, ternyata tak seburuk dugaan Hye Sun? Dan siapa yang tahu kalo di antara Hye Sun dan Jung Shin diam-diam muncul perasaan yang lain?

Premis cerita dan ide yang ditawarkan novel ini sebenarnya menarik bagi saya. Namun sayang, saya harus katakan dari awal kalau saya tidak menyukai ataupun menikmati membaca novel ini. Saya tidak merasakan emosinya, novel ini berlalu seperti jurnal harian seseorang saja yang mengatakan apa-apa saja kegiatannya setiap hari. Saya tidak suka dengan deskripsi kegiatan para tokoh yang terlalu banyak, dan malah mengurangi adegan yang inti dan menghadirkan konflik itu sendiri. Misalnya, saat Hye Sun melakukan sesuatu, lalu dia bertemu Jung Shin, lalu mereka bersama-sama… saya menduga akan ada konflik atau adegan klimaks dari kegiatan mereka berdua, ternyata tidak. konflik-konflik yang diletakkan malah menurut saya lebih terkesan sebagai tempelan, karena tertutup dengan penjelasan ini-itu yang dilakukan oleh para tokoh. Secara garis besar kalau boleh saya menilai, alurnya garing.😦

Kenapa harus ada perjodohan antara Hye Sun dan Jung Shin? Sampai di ujung cerita, hal ini tidak dijelaskan. Hanya ada penjelasan kalau pria yang dijodohkan dengan Hye Sun adalah cucu dari temannya nenek Hye Sun. Bukankah seharusnya ada alasan yang kuat agar menarik? Bagaimana kuatnya hubungan Hye Sun dan Woo Bin yang akhirnya membuat perjodohan ini batal (maaf jika spoiler, tapi saya memang sungguhan tidak tertarik dengan novel ini,😐 ), juga tidak dilukiskan dengan baik. Saya pernah mendengar bahwa dalam menuliskan cerita, sebaiknya kita lebih banyak menunjukkan (showing) bukannya memberitahu (telling). Dan bagi saya novel ini adalah contohnya, kalau mau tahu apa yang dimaksud lebih banyak telling daripada showing. Karena seperti yang saya bilang tadi, terlalu banyak deskripsinya, sehingga saya tidak merasakan chemistrynya. Jika cinta ya ditulis ‘cinta’, kangen juga digamblangkan dengan tulisan ‘rindu’, tapi hal-hal yang menunjukkan rasa-rasa itu, bagi saya kurang sekali.

Lalu satu lagi. Karena novel ini mengambil setting negara tertentu, yaitu Korea, saya juga melihat penulis agak malas dalam meriset dan memasukkan unsur-unsur Korea di dalamnya. Lagi-lagi kimchi, lagi-lagi kimchi, haha! Memang Jung Shin digambarkan suka dengan makanan ini, tapi ya apa enggak bosan makan satu jenis menu itu terus-terusan? Saya tahu kimchi adalah makanan yang terkenal dan jadi ikon menu Korea, tapi ya masa… disebut melulu?? Hahahaha … Pendeskripsian tempat pun menurut saya masih amat sangat kurang digali.

Oh well, maafkan kebawelan saya, karena saya sudah sering membaca novel bertema Korea (baik setting Korea maupun terjemahan Korea) yang jauh lebih rapi daripada ini, jadi terasa sekali njegleknya. Ya tapi saya tetap salut dengan penulis yang sudah berani mencoba, dengan ide konflik yang bagus, meski kurang digali.🙂 Karena buat saya setiap membaca novel berarti juga belajar, yang dalam hal ini saya belajar banyak untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan serupa.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s