Dentistory by Lia Indra Andriana

dentistory

Judul: Dentistory

Penulis: Lia Indra Andriana

Penerbit: Leutika

Genre: Non-fiksi, personal literature

Terbit: September 2010

Tebal: 190 Halaman

Harga: Rp 38.000

Mesti ngurusi anak kecil yang bandel? Sabar ngadepin ibu-ibu yang suka berkelit? Atau harus bersikap tegas ketika melihat seorang bapak cenderung bersikap asusila kepada teman yang lagi praktik? Ternyata, seluk beluk kehidupan mahasiswa Kedokteran Gigi sangatlah unik dan penuh liku-liku. Demi sebuah nilai bagus dan tentunya predikat dokter gigi, mereka harus melewati itu semua dengan berlapang dada.

Buku ini sudah lama saya beli dan baca. Hm, tahun 2011, lupa bulannya. Waktu itu saya iseng karena ingin membaca buku non-fiksi dari teman baik saya, Lia Indra Andriana, seperti apa sih isinya? Dan membaca cerita-cerita di buku ini lumayan membuat saya senyum-senyum sendiri. Ah, dibandingkan dengan saya anak Ekonomi yang perjuangannya sebatas berkutat dengan materi-materi tertulis, rupanya mahasiswa Kedokteran Gigi harus menghadapi berbagai macam karakter manusia lewat materi praktik mereka. Pantes sih, sahabat saya ini orangnya cenderung sabar juga menghadapi orang seperti saya kalau saya lihat, haha, sudah tertempa lima tahun rupanya.

Ya bagaimana tidak harus sabar, ketika harus menghadapi pasien-pasien cilik yang malah menjadikan ruang praktik  sebagai ruang bermain, kejar-kejaran dan petak umpet padahal sesi praktik harus segera dimulai. Belum lagi, pengorbanan berupa dana ketika harus mentraktir mereka makan atau membayari uang transpornya. Lalu, ada juga ibu-ibu yang terus berkelit untuk melakukan operasi, padahal keluhannya membutuhkan penanganan serius. Dan apa harus tinggal diam ketika melihat teman sesama mahasiswa diperlakukan asusila oleh bapak-bapak yang menjadi pasien? Saya sendiri membayangkannya pasti butuh kesabaran dan perhatian ekstra luar biasa! Curhat-curhat sesama mahasiswa FKG pun biasanya berlangsung emosional pula, tak jarang hingga menitikkan air mata. Itu pun diceritakan dengan seru di sini. Penuturannya lumayan cair dengan bahasa sehari-hari.

Tapi saya ingat, saya sempat menjumpai konten yang lumayan garing dan terkesan dipaksakan untuk memenuhi halaman buku, haha. Misalnya cerita tentang kencan buta salah seorang mahasiswa FKG, atau gaya-gaya berpacaran. Ya maksudnya mungkin biar ceritanya enggak melulu tentang dunia perkuliahan, tetapi juga seluk beluk kehidupan pribadi para mahasiswa. Sayang saja buat saya ceritanya agak garing, hihi..

Buat yang sedang bergelut di dunia FKG, buku ini wajib dibaca untuk menjadi gambaran dan sekaligus menertawakan diri sendiri – kadang itu bisa jadi sarana refreshing yang ampuh!😉 Buat pembaca umum, buku ini bolehlah dinikmati sebagai bacaan santai di waktu luang, jadi tahu kehidupan di luar profesi kita yang sekarang. Hehee.. b^.^d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s