Blind Date by Alia Zalea

Blind Date

Judul: Blind Date

Penulis: Alia Zalea

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Genre: Metropop, Drama, Romance

Terbit: Juni 2010

Tebal: 272 Halaman

Harga: Rp 40.000

Diselingkuhi oleh kekasih yang telah dipacari selama tiga tahun, tentu bukanlah peristiwa yang menyenangkan dalam kehidupan Titania. Terlebih, karena wanita cantik yang karirnya cemerlang ini memergoki Brandon sedang bercinta dengan wanita lain. Kesal, tentu saja. Kecewa, apalagi. Dan Brandon yang diputuskan cintanya oleh Titania mengatakan bahwa wanita itu tidak akan menemukan pria sesempurna dirinya, yang dapat menerima pribadinya. Perkataan yang membuat Titania geram dan bertekad membuktikan kalau perkataan Brandon tersebut salah, caranya adalah dengan mengikuti biro jodoh yang akan membuatnya melakukan beberapa blind date.

Tapi entah kenapa dari sekian blind date yang ia ikuti bersama pria-pria tampan berkualitas yang juga mengikuti biro jodoh tersebut, Titania tak kunjung merasakan ‘klik’ dengan salah satunya. Selalu ada celah yang membuat Titania tidak melanjutkan hubungan dengan teman kencannya. Ada mahasiswa kedokteran yang kaku, pria yang sudah memiliki anak, atau beberapa pria lain yang karakternya tidak sesuai dengan Titania.

Suatu hari Titania bertemu dengan Rilley di sebuah supermarket, dan pria inilah yang mencuri hati Titania. Pertemuannya yang tiba-tiba dan tak terduga sebanyak tiga kali dengan Rilley, membuat Titania menjuluki bahwa Rilley-lah malaikat pelindungnya. Tapi, Titania tidak dapat dengan mudahnya mendekati Rilley, karena pria ini tidak juga berinisiatif untuk serius dengan Titania.

Saya membaca novel metropop lagi! Iya, setelah sekian lama tidak membaca genre novel ini karena tidak menemukan yang menarik, saya iseng membeli novel lama ini karena sedang ada diskon. Dan novel ini benar-benar mengobati kekangenan saya akan gaya bercerita yang mengangkat wanita karir sebagai tokoh utamanya.

Metropop kali ini mengambil setting tempat di Amerika Serikat. Diceritakan bahwa Titania adalah wanita Indonesia yang tinggal dan bekerja di negeri Paman Sam tersebut. Sosoknya digambarkan sebagai wanita yang mandiri dan tegar. Titania memiliki seorang adik bernama Didi yang meski tidak tinggal serumah di Amerika, namun sering berkomunikasi dan sesekali bertemu. Didi selalu menjadi penasehat bagi masalah-masalah Titania. Setiap pertimbangan yang diberikan Didi mampu membuat Titania kembali kepada akal sehatnya. Begitu pula setiap Titania dekat dengan pria, Didi yang sedang mengambil PhD nya dibidang Psikologi selalu mampu menganalisa dengan tepat hubungan yang sedang dijalin kakaknya.

Dialog adalah kunci sebuah cerita. Entah sebenarnya gaya dialog yang digunakan Alia Zalea di novel ini seperti apa, tapi menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan cenderung…kaku. Tapi lama-lama saya jadi terbiasa dengan dialog-dialog tersebut. Saya memfokuskan pada alur cerita yang untungnya digarap dengan apik. Emosi yang ditampilkan Titania, caranya bersikap saat menghadap teman kencan-teman kencannya yang berbeda-beda, membuat novel ini menarik.

Dan penyelesaian konfliknya pun tidak dibuat gampangan. Happy ending yang dibawa dengan menarik. Menemukan cinta, dari hati yang luka dan patah. Berawal dari kencan buta-kencan buta yang tampaknya sia-sia, berakhir dengan pernyataan cinta yang membahagiakan.🙂

dinoy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s