Nomadic Heart by Ariy

nomadic heart

Judul: Nomadic Heart

Penulis: Ariy

Genre: Travelogue

Penerbit: B-First

Tebal: 174 Halaman

Harga: Rp 37.000

Ketika kejengahan saya tentang koar-koar mengenai traveling dari para pelakunya di media sosial mulai meradang, buku ini menjadi pelipurnya. Ariy adalah kawan traveler yang saya kenal sejak permulaan passion saya sebagai traveler di tahun 2010, melalui perjalanan bersama kami ke Singapore. Ia adalah seorang traveler yang jujur. Jika marah, akan ia tunjukkan. Jika kecewa, pun tak disembunyikan. Dan Nomadic Heart adalah seperti buku harian yang mengungkap segala kejujurannya. Terungkap dengan cara yang sederhana…

Cerita demi cerita bergulir manis dari tiap lembar halaman buku Nomadic Heart yang saya baca, sebuah travelogue karya Ariy. Dan bab 1 sudah membuat saya galau dengan kisah Ariy saat memutuskan resign dari tempatnya bekerja saat itu, setelah sebulan melakukan traveling ke Thailand. Being lost is the best way to find yourself. Sebuah kalimat yang menohokkan saya pada sebuah keberanian untuk memilih. Meninggalkan cara hidup yang buat sebagian besar kawan sudah nyaman, demi sebuah kontemplasi yang pencariannya bisa di mana saja.

Yep. Bagi Ariy, traveling adalah caranya berkontemplasi, saya ingat pernah menanyakan hal ini kepadanya secara pribadi. Perenungan yang panjang yang membawa dirimu bertemu dengan manusia-manusia lain, dengan budaya-budaya lain. Dan tak jarang, terjadi benturan-benturan dengan segala perbedaan itu ketika kamu mengijinkan dirimu berbaur dengan mereka. Ariy bertandang ke Thailand dan menemui kebaikan hati Pop saat menjamunya. Pop yang ternyata adalah selebriti di negeri gajah putih itu, membagi sebuah moral yang menginspirasi Ariy untuk kemudian menjadi pihak penjamu di rumahnya sendiri.

Di Solo, untuk pertama kalinya Ariy mulai mempraktikkan menjadi tuan rumah bagi kawan pejalan, kepada seorang pemuda Swiss. Sven namanya, yang kebaikan dan kemampuannya mengambil hati keluarga Ariy membuat Ariy tergugu. Kisah yang manis, yang membuat Ariy tak kapok untuk melakukan hal seperti ini lagi di kemudian hari. Namun, selayaknya hidup yang berwarna, kisah Ariy menjadi pihak penjamu pun tak selamanya manis. Ada pula bule-bule traveler lain yang tak bisa menerima perbedaan itu begitu saja, mengomel sepanjang hari dan membuat Ariy kesal. Itu pun diceritakan dengan apik olehnya.

Kisah-kisah selanjutnya menuturkan kebaikan hati orang-orang asing yang ditemui Ariy tanpa sengaja di jalan. Di China misalnya, Ariy bertemu dengan dua orang yang membantunya memberi tumpangan tinggal dan membeli tiket kereta api. Lalu, saya juga terkesan dengan cerita kekesalan Ariy saat mengalami diskriminasi karena warna kulit di Bali, Bangkok, dan Kuala Lumpur. Ya, kita tidak bisa memilih dengan warna kulit apa kita dilahirkan, yang bisa memicu perbedaan perlakuan yang kita terima.

Ini adalah antologi cerita Ariy berkaitan dengan passionnya di bidang traveling. Betapa pertemuannya dengan para pejalan lain membuatnya kaya akan pelajaran hidup. Bagi saya, cerita-ceritanya mampu membungkam serentetan koar-koar tentang apa itu traveling, bagaimana menjadi seorang traveler yang baik, atau adu hebat mengenai gaya traveling – gaya mana yang paling efektif dan layak digunakan. Bagi saya, buku ini jujur, tidak berlebihan, dan tanpa tedeng aling-aling. Meski, saya sempat mencium aroma-aroma tambahan fiksi di dalamnya, tapi tidak mengapa. Karena jika itu benar, itu adalah usaha membuat pembaca nyaman ketika meresapi setiap cerita. Tidak masalah bagi saya.

So if u need to find an honest and humble travelogue, all i can say… Nomadic Heart is good.🙂

6 thoughts on “Nomadic Heart by Ariy

  1. Pingback: Hai Ariy! |

  2. Pingback: Calling for guest post! :D [Travel Book Review] | Dinoy's Books Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s