Divortiare – Ika Natassa

DIVORTIARE

Judul Buku: Divortiare

Penulis: Ika Natassa

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Genre: Metropop, Roman

Kisah tentang dua mantan suami-istri yang belum bisa move on, mungkin itu yang bisa saya bilang tentang novel kedua karya Ika Natassa ini. Dikisahkan bahwa Alexandra, 27 tahun, adalah gambaran seorang wanita karier yang sukses di dunia perbankan dengan memiliki jabatan bergengsi. Namun sayangnya, kesuksesannya di pekerjaan tidak diikuti dengan kesuksesannya di rumah tangga. Pernikahan yang ia bina dengan Beno Wicaksono, seorang dokter yang berusia 8 tahun lebih tua darinya harus kandas di tahun kedua. Penyebabnya? Karena keduanya kesulitan mengatur waktu untuk bisa bersama dengan jadwal masing-masing yang sangat sibuk mengingat latar belakang profesi mereka.

Nggak bisa move on. Ya masa dari sekian ratus dokter yang ada di Jakarta, Alex masih memilih mantan suaminya jadi dokter pribadinya? Alasannya, mencari dokter pribadi itu nggak gampang, apalagi kalau udah cocok.  Dan konflik-konflik dalam novel ini pun berkisah tentang dua orang yang kalau ketemu seperti anjing dan kucing, saling nyinyir, tapi sebenarnya nggak bisa benar-benar dipisahkan. Dan karena nggak mau hidupnya terbayang-bayang terus oleh Beno, maka Alex pun mencoba dekat dengan pria lain yang bernama Denny. Cowok yang disukainya saat masih kuliah di Australia, yang kini hadir di hadapannya dengan penampakan yang lebih matang. Profesi keduanya pun sama-sama sebagai banker, sehingga setidaknya lebih mudah untuk saling menolerir waktu satu sama lain. Tapi apakah hubungan keduanya benar-benar berhasil? Apakah Alex benar-benar bisa menyingkirkan nama Beno dari hatinya, semudah ia menghapus tato di dadanya yang membentuk nama itu? Temukan jawabannya di novel setebal 328 halaman ini.

Saya menyukai gaya penulisan Ika Natassa sejak novel pertamanya: A Very Yuppy Wedding. Gambaran wanita metropolitan dengan atribut-atribut mahal menempel di tubuhnya, dan cara bicara yang kebarat-baratan. Pola pikir yang bebas, dan nggak ada ceritanya kalau cewek itu harus selalu menuruti kemauan pria. Setidaknya itu yang saya tangkap dari sosok Alex. Ika dengan cerdas mengangkat derajat dan predikat ‘janda muda’ menjadi sesuatu yang nggak memalukan. Bagaimana mungkin memalukan, kalau di pekerjaan saja bisa berhasil begitu? Dalam urusan asmara pun, Alex juga bukan tipe yang ‘mengumbar diri’, bahkan harus didorong dulu untuk benar-benar mau memulai kencan lagi. Di sini Ika juga pintar memainkan emosi. Cemburu yang tersamarkan, peduli yang disembunyikan, dan rasa sayang yang diam-diam mengintip. Pernikahan boleh saja berakhir, tapi bukan berarti sama sekali tidak memantau perkembangan si mantan pasangan. Haha, ironis ya? Tapi di situlah letak keasyikannya membaca cerita ini.

Dari sudut si pria, saya nggak terlalu mendapati eksplorasi karakter si Beno ini. Ia hanya digambarkan sebagai dokter yang berdedikasi pada profesinya, dan juga kalem. Saat marah pun dia bukan pribadi yang mengumbar kata-kata emosi seperti Alex. Tapi tetap saja, kekalemannya ini seolah menunjukkan kalau dia bukan pria yang akan berjuang keras untuk wanita yang dicintainya. Well, apakah perjuangannya ditunjukkan lewat kekalemannya itu? Silakan menilai sendiri.

Secara keseluruhan, saya menikmati alur, gaya bahasa, setting, dan juga konflik demi konflik yang disuguhkan di novel ini. Tell me your opinion, then!🙂

One thought on “Divortiare – Ika Natassa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s